PRIVAT ASN FAJAR

Pembahasan Soal SOSIOKULTURAL - Empati 2026

Fokus membahas soal nomor ID: 8311. Lihat semua soal

Toleransi: Menyikapi perbedaan cara ibadah rekan kerja. Anda adalah seorang ASN di sebuah instansi pemerintah yang baru saja menugaskan Anda di unit kerja yang beragam. Salah satu rekan kerja Anda, Budi, menganut keyakinan yang mengharuskannya melakukan ritual ibadah singkat di waktu-waktu tertentu selama jam kerja. Budi biasanya melakukannya dengan tenang di sudut ruangan yang minim gangguan. Namun, beberapa rekan kerja lain menunjukkan ekspresi kurang nyaman dan sesekali terdengar bisik-bisik yang mengarah pada aktivitas Budi. Anda menyadari situasi ini dapat berpotensi menimbulkan ketegangan. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai empati dan toleransi, tindakan apa yang paling tepat Anda ambil?
A
Membiarkan Budi melanjutkan ibadahnya tanpa gangguan, dan secara proaktif, jika ada kesempatan atau bisikan yang terdengar jelas, Anda akan mengingatkan rekan kerja lain tentang pentingnya menghargai kebebasan beribadah dan menjaga suasana kerja yang harmonis.
B
Mendekati Budi secara pribadi untuk menawarkan dukungan, menanyakan apakah ia merasa nyaman, dan jika perlu, membantu mencarikan lokasi yang lebih kondusif dan privat untuk ibadahnya di kantor.
C
Mengabaikan bisikan-bisikan dan fokus pada pekerjaan Anda sendiri, dengan keyakinan bahwa setiap orang berhak melakukan ibadahnya masing-masing dan bukan urusan Anda untuk ikut campur.
D
Berinisiatif berbicara dengan rekan kerja yang berbisik-bisik untuk menjelaskan bahwa ibadah adalah hak asasi dan meminta mereka untuk menghormati Budi, bahkan jika ada perbedaan.
E
Melaporkan kepada atasan mengenai potensi ketidaknyamanan yang timbul dari ibadah Budi di ruang kerja, agar atasan dapat mengeluarkan kebijakan yang mengatur hal tersebut untuk semua pegawai.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Toleransi: Menyikapi perbedaan cara ibadah rekan kerja. Anda adalah seorang ASN di sebuah instansi pemerintah yang baru saja menugaskan Anda di unit kerja yang beragam. Salah satu rekan kerja Anda, Budi, menganut keyakinan yang mengharuskannya melakukan ritual ibadah singkat di waktu-waktu tertentu selama jam kerja. Budi biasanya melakukannya dengan tenang di sudut ruangan yang minim gangguan. Namun, beberapa rekan kerja lain menunjukkan ekspresi kurang nyaman dan sesekali terdengar bisik-bisik yang mengarah pada aktivitas Budi. Anda menyadari situasi ini dapat berpotensi menimbulkan ketegangan. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai empati dan toleransi, tindakan apa yang paling tepat Anda ambil?
A
Membiarkan Budi melanjutkan ibadahnya tanpa gangguan, dan secara proaktif, jika ada kesempatan atau bisikan yang terdengar jelas, Anda akan mengingatkan rekan kerja lain tentang pentingnya menghargai kebebasan beribadah dan menjaga suasana kerja yang harmonis.
B
Mendekati Budi secara pribadi untuk menawarkan dukungan, menanyakan apakah ia merasa nyaman, dan jika perlu, membantu mencarikan lokasi yang lebih kondusif dan privat untuk ibadahnya di kantor.
C
Mengabaikan bisikan-bisikan dan fokus pada pekerjaan Anda sendiri, dengan keyakinan bahwa setiap orang berhak melakukan ibadahnya masing-masing dan bukan urusan Anda untuk ikut campur.
D
Berinisiatif berbicara dengan rekan kerja yang berbisik-bisik untuk menjelaskan bahwa ibadah adalah hak asasi dan meminta mereka untuk menghormati Budi, bahkan jika ada perbedaan.
E
Melaporkan kepada atasan mengenai potensi ketidaknyamanan yang timbul dari ibadah Budi di ruang kerja, agar atasan dapat mengeluarkan kebijakan yang mengatur hal tersebut untuk semua pegawai.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

TOLERANSI: Menyikapi perbedaan cara ibadah rekan kerja. Anda adalah seorang ASN yang bekerja dalam tim yang sangat bergantung pada koordinasi dan kecepatan kerja untuk menyelesaikan proyek strategis dengan tenggat waktu ketat. Salah satu rekan kerja Anda, yang memiliki keyakinan agama berbeda, secara rutin membutuhkan waktu 15-20 menit di tengah jam kerja untuk menjalankan ibadahnya di ruang khusus. Meskipun Anda menghormati haknya, jadwal ini terkadang berbenturan dengan momen krusial yang membutuhkan koordinasi langsung, membuat Anda merasa pekerjaan tim sedikit terhambat. Bagaimana sikap Anda yang paling tepat dalam situasi ini?
A
Mengajak rekan kerja berdiskusi secara personal dan empatik untuk mencari solusi bersama, seperti mengatur jadwal koordinasi di luar waktu ibadahnya atau mencari cara agar pekerjaan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu keyakinannya.
B
Menunggu rekan selesai beribadah tanpa berkomentar, namun menyimpan kekhawatiran tentang dampak penundaan terhadap tenggat waktu tim, berharap situasi akan membaik dengan sendirinya.
C
Menyampaikan keluhan secara tidak langsung kepada rekan kerja atau rekan tim lain mengenai seringnya waktu ibadah mengganggu kelancaran koordinasi, dengan harapan ada perubahan.
D
Melaporkan situasi tersebut kepada atasan dengan harapan atasan dapat memberikan teguran atau aturan baru mengenai waktu ibadah.
E
Mengambil alih sebagian besar tanggung jawab koordinasi yang seharusnya menjadi bagian rekan kerja selama waktu ibadahnya, tanpa membahas solusi jangka panjang.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

TOLERANSI: Menyikapi perbedaan cara ibadah rekan kerja. Anda adalah seorang ASN yang bekerja dalam tim yang sangat bergantung pada koordinasi dan kecepatan kerja untuk menyelesaikan proyek strategis dengan tenggat waktu ketat. Salah satu rekan kerja Anda, yang memiliki keyakinan agama berbeda, secara rutin membutuhkan waktu 15-20 menit di tengah jam kerja untuk menjalankan ibadahnya di ruang khusus. Meskipun Anda menghormati haknya, jadwal ini terkadang berbenturan dengan momen krusial yang membutuhkan koordinasi langsung, membuat Anda merasa pekerjaan tim sedikit terhambat. Bagaimana sikap Anda yang paling tepat dalam situasi ini?
A
Mengajak rekan kerja berdiskusi secara personal dan empatik untuk mencari solusi bersama, seperti mengatur jadwal koordinasi di luar waktu ibadahnya atau mencari cara agar pekerjaan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu keyakinannya.
B
Menunggu rekan selesai beribadah tanpa berkomentar, namun menyimpan kekhawatiran tentang dampak penundaan terhadap tenggat waktu tim, berharap situasi akan membaik dengan sendirinya.
C
Menyampaikan keluhan secara tidak langsung kepada rekan kerja atau rekan tim lain mengenai seringnya waktu ibadah mengganggu kelancaran koordinasi, dengan harapan ada perubahan.
D
Melaporkan situasi tersebut kepada atasan dengan harapan atasan dapat memberikan teguran atau aturan baru mengenai waktu ibadah.
E
Mengambil alih sebagian besar tanggung jawab koordinasi yang seharusnya menjadi bagian rekan kerja selama waktu ibadahnya, tanpa membahas solusi jangka panjang.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

(Sub-materi: Empati dalam Pelayanan Publik untuk Kelompok Rentan) Anda adalah seorang staf pelayanan di kantor kelurahan yang sedang bertugas di bagian informasi. Anda melihat seorang warga lanjut usia dengan keterbatasan penglihatan memasuki area pelayanan dan tampak kebingungan mencari loket yang tepat untuk mengurus dokumen kependudukan. Warga tersebut terlihat ragu-ragu untuk bertanya dan berusaha meraba-raba meja di sekitarnya.
A
Membiarkan warga tersebut mencari jalannya sendiri, karena ia mungkin ingin mandiri dan akan bertanya jika memang membutuhkan bantuan.
B
Menunjuk ke arah loket yang benar dari jauh sambil berteriak agar ia bisa mendengar dan menemukan jalannya.
C
Segera menghampiri warga tersebut, menyapa dengan ramah, menawarkan bantuan untuk menuntunnya ke loket yang tepat, dan menjelaskan prosedur yang harus dilakukan dengan suara yang jelas dan santun.
D
Memanggil rekan kerja yang sedang tidak sibuk untuk membantu warga tersebut, agar Anda bisa tetap fokus pada tugas di meja informasi.
E
Menyarankan warga tersebut untuk datang kembali di lain hari dengan ditemani kerabat atau keluarga agar tidak kesulitan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

(Sub-materi: Empati dalam Pelayanan Publik untuk Kelompok Rentan) Anda adalah seorang staf pelayanan di kantor kelurahan yang sedang bertugas di bagian informasi. Anda melihat seorang warga lanjut usia dengan keterbatasan penglihatan memasuki area pelayanan dan tampak kebingungan mencari loket yang tepat untuk mengurus dokumen kependudukan. Warga tersebut terlihat ragu-ragu untuk bertanya dan berusaha meraba-raba meja di sekitarnya.
A
Membiarkan warga tersebut mencari jalannya sendiri, karena ia mungkin ingin mandiri dan akan bertanya jika memang membutuhkan bantuan.
B
Menunjuk ke arah loket yang benar dari jauh sambil berteriak agar ia bisa mendengar dan menemukan jalannya.
C
Segera menghampiri warga tersebut, menyapa dengan ramah, menawarkan bantuan untuk menuntunnya ke loket yang tepat, dan menjelaskan prosedur yang harus dilakukan dengan suara yang jelas dan santun.
D
Memanggil rekan kerja yang sedang tidak sibuk untuk membantu warga tersebut, agar Anda bisa tetap fokus pada tugas di meja informasi.
E
Menyarankan warga tersebut untuk datang kembali di lain hari dengan ditemani kerabat atau keluarga agar tidak kesulitan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang bertugas di bagian pelayanan publik. Suatu pagi, seorang ibu datang dengan raut wajah sangat sedih dan mata sembab. Ketika tiba gilirannya, ia menceritakan dengan suara bergetar bahwa ia harus mengurus dokumen penting terkait warisan suaminya yang baru meninggal seminggu lalu, dan ia merasa sangat berat serta kesulitan untuk fokus mengurusnya. Sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi nilai sosio-kultural, tindakan apakah yang paling tepat Anda lakukan?
A
Anda segera memberikannya formulir dan daftar persyaratan, meminta ia untuk mengisi sesuai petunjuk, karena antrean masih panjang dan prosedur harus dipatuhi.
B
Anda mendengarkan dengan ekspresi prihatin, lalu menyarankan agar ia kembali lain hari saat sudah lebih tenang untuk mengurus berkas agar tidak salah mengisi.
C
Anda mengungkapkan rasa turut berduka cita dan menawarkan untuk membantunya mengisi bagian-bagian yang sulit dipahami, tetapi tetap menekankan bahwa semua data harus lengkap dan benar.
D
Anda mendengarkan dengan sabar, menanyakan lebih lanjut apa yang menjadi kesulitan utamanya, dan mencoba mencari tahu apakah ada kebijakan khusus atau prosedur yang bisa sedikit dilonggarkan dalam situasi darurat seperti ini.
E
Anda menatap matanya dengan simpati, menyampaikan belasungkawa tulus, kemudian dengan suara menenangkan menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan satu per satu, menawarkan bantuan untuk memilah dokumen yang diperlukan, dan memastikan ia tidak terburu-buru dalam proses pengisian.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Ibu Sinta, seorang ASN PPPK baru di daerah X yang memiliki adat istiadat dan norma sosial yang sangat kental, ditugaskan untuk memimpin rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan kepala adat setempat. Sebelumnya, ia telah mengamati bahwa masyarakat di daerah tersebut sangat menghargai tata krama, cara berpakaian yang santun (terutama bagi perempuan), serta penggunaan ungkapan penghormatan dalam berkomunikasi. Ibu Sinta berasal dari kota besar dengan budaya yang lebih terbuka dan langsung. Menjelang rapat penting tersebut, Ibu Sinta berada di persimpangan keputusan mengenai bagaimana ia harus berinteraksi untuk memastikan rapat berjalan efektif dan hubungan baik dengan masyarakat tetap terjaga.
A
Mempelajari dan menerapkan beberapa ungkapan sapaan lokal yang santun, memilih busana yang paling sesuai dengan norma kesopanan setempat, serta memastikan bahasa tubuh mencerminkan sikap hormat selama rapat.
B
Mengenakan pakaian formal yang rapi namun tetap dengan gaya pribadinya, dan fokus pada penyampaian materi rapat secara jelas dan lugas agar pesan tersampaikan dengan baik.
C
Berkonsultasi dengan rekan kerja lokal mengenai etika berpakaian dan berbicara, lalu mengikuti saran yang paling mudah untuk diterapkan tanpa mengubah gaya komunikasi dasarnya.
D
Tetap berinteraksi secara profesional sesuai standar umum ASN, percaya bahwa substansi rapat lebih penting daripada formalitas adat istiadat setempat.
E
Menganggap bahwa adat istiadat adalah urusan masyarakat setempat dan ASN harus bersifat netral, sehingga tidak perlu menyesuaikan diri secara berlebihan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN di loket pelayanan publik yang sedang ramai. Anda melihat seorang ibu dengan disabilitas netra tampak kebingungan mencari arah setelah mengambil nomor antrean, dan ia mulai terdorong-dorong oleh pengunjung lain yang bergegas. Apa tindakan yang paling tepat yang menunjukkan empati Anda?
A
Segera menghampiri ibu tersebut, memperkenalkan diri, dan dengan sopan menawarkan bantuan untuk mengarahkannya ke tempat duduk atau loket yang dituju, serta memastikan ia merasa nyaman dan aman.
B
Menginstruksikan petugas keamanan atau rekan kerja yang tidak terlalu sibuk untuk segera membantu ibu tersebut karena Anda sedang melayani di loket.
C
Memberikan isyarat kepada ibu tersebut untuk mendekat agar Anda bisa berbicara dan menanyakan apa yang bisa dibantu setelah menyelesaikan antrean yang sedang Anda layani.
D
Berteriak dari loket Anda untuk menanyakan apakah ibu tersebut membutuhkan bantuan agar orang lain bisa mendengar dan mungkin membantu.
E
Fokus pada pekerjaan pelayanan Anda di loket karena ada banyak antrean dan Anda berasumsi petugas lain akan memperhatikan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda bekerja di sebuah kantor dengan lingkungan yang cukup beragam. Salah satu rekan kerja Anda, sebut saja Budi, memiliki keyakinan spiritual yang berbeda dari mayoritas rekan kerja lain. Budi seringkali melakukan ibadahnya di area pantry kantor yang terkadang digunakan juga oleh rekan lain untuk istirahat atau makan. Cara ibadah Budi melibatkan gerakan tubuh dan bacaan yang terdengar lirih namun konsisten selama sekitar 10-15 menit. Beberapa rekan kerja lain terlihat sedikit terganggu atau merasa canggung, namun tidak ada yang berani menegur Budi secara langsung. Bagaimana Anda menyikapi situasi ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan toleran?
A
Mendekati Budi secara personal dengan bahasa yang santun untuk memahami kebutuhannya dan mencari solusi alternatif yang sama-sama nyaman (misalnya, mencari sudut lain yang lebih privat atau menjadwalkan waktu yang tidak bentrok).
B
Mengajak beberapa rekan kerja lain berdiskusi secara informal untuk mencari cara terbaik menyampaikan masukan kepada Budi tanpa menyinggung perasaannya.
C
Membiarkan Budi melanjutkan ibadahnya di pantry, mencoba tidak terganggu, dan meyakini bahwa setiap orang berhak menjalankan keyakinannya selama tidak merugikan orang lain.
D
Melaporkan situasi ini kepada atasan atau HRD agar mereka yang menegur Budi atau membuat kebijakan terkait penggunaan area umum untuk ibadah.
E
Menghindari pantry saat Budi sedang beribadah dan secara tidak langsung menunjukkan ketidaknyamanan agar Budi menyadari sendiri perilakunya.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.