PRIVAT ASN FAJAR

Pembahasan Soal SOSIOKULTURAL - Persatuan 2026

Fokus membahas soal nomor ID: 7827. Lihat semua soal

Anda adalah seorang ASN yang baru ditugaskan di sebuah desa terpencil di wilayah timur Indonesia untuk program pemberdayaan masyarakat. Saat menghadiri upacara adat penyambutan yang sakral di balai desa, tanpa sengaja Anda mengambil posisi duduk yang lebih tinggi dari tetua adat saat menyampaikan sambutan, sebuah tindakan yang sangat tabu dan dianggap merendahkan dalam budaya setempat. Suasana tiba-tiba hening, dan Anda merasakan pandangan kurang nyaman dari para warga. Bagaimana Anda sebaiknya merespons situasi tersebut untuk menjaga harmonisasi dan kepercayaan serta melanjutkan tugas dengan baik?

A

Segera menyadari kesalahan, berdiri, membungkuk memohon maaf dengan tulus kepada tetua adat dan seluruh warga yang hadir, menjelaskan bahwa ini adalah ketidaksengajaan karena ketidaktahuan, lalu meminta petunjuk mengenai etika yang benar untuk selanjutnya.

B

Tetap melanjutkan sambutan namun dengan nada yang lebih rendah dan ekspresi menyesal, setelah acara selesai secara pribadi menemui tetua adat untuk meminta maaf dan berjanji akan belajar lebih banyak tentang adat istiadat setempat.

C

Menghentikan sambutan sejenak, mengatakan dengan nada lembut, 'Maafkan saya jika ada tindakan yang kurang berkenan karena ketidaktahuan, saya akan lebih berhati-hati,' lalu melanjutkan sambutan dengan lebih waspada.

D

Mengabaikan keheningan tersebut dan tatapan warga, beranggapan bahwa sebagai tamu mereka akan memaklumi kesalahan yang tidak disengaja, dan melanjutkan sambutan seperti biasa agar acara tidak terhambat.

E

Merasa kesal karena tidak ada yang memberi tahu sebelumnya, menganggap adat tersebut terlalu kaku dan menghambat kelancaran acara, lalu berpikir untuk mempercepat sambutan agar segera selesai dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang baru ditugaskan di sebuah desa terpencil di wilayah timur Indonesia untuk program pemberdayaan masyarakat. Saat menghadiri upacara adat penyambutan yang sakral di balai desa, tanpa sengaja Anda mengambil posisi duduk yang lebih tinggi dari tetua adat saat menyampaikan sambutan, sebuah tindakan yang sangat tabu dan dianggap merendahkan dalam budaya setempat. Suasana tiba-tiba hening, dan Anda merasakan pandangan kurang nyaman dari para warga. Bagaimana Anda sebaiknya merespons situasi tersebut untuk menjaga harmonisasi dan kepercayaan serta melanjutkan tugas dengan baik?
A
Segera menyadari kesalahan, berdiri, membungkuk memohon maaf dengan tulus kepada tetua adat dan seluruh warga yang hadir, menjelaskan bahwa ini adalah ketidaksengajaan karena ketidaktahuan, lalu meminta petunjuk mengenai etika yang benar untuk selanjutnya.
B
Tetap melanjutkan sambutan namun dengan nada yang lebih rendah dan ekspresi menyesal, setelah acara selesai secara pribadi menemui tetua adat untuk meminta maaf dan berjanji akan belajar lebih banyak tentang adat istiadat setempat.
C
Menghentikan sambutan sejenak, mengatakan dengan nada lembut, 'Maafkan saya jika ada tindakan yang kurang berkenan karena ketidaktahuan, saya akan lebih berhati-hati,' lalu melanjutkan sambutan dengan lebih waspada.
D
Mengabaikan keheningan tersebut dan tatapan warga, beranggapan bahwa sebagai tamu mereka akan memaklumi kesalahan yang tidak disengaja, dan melanjutkan sambutan seperti biasa agar acara tidak terhambat.
E
Merasa kesal karena tidak ada yang memberi tahu sebelumnya, menganggap adat tersebut terlalu kaku dan menghambat kelancaran acara, lalu berpikir untuk mempercepat sambutan agar segera selesai dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang baru ditugaskan di sebuah desa terpencil di wilayah timur Indonesia untuk program pemberdayaan masyarakat. Saat menghadiri upacara adat penyambutan yang sakral di balai desa, tanpa sengaja Anda mengambil posisi duduk yang lebih tinggi dari tetua adat saat menyampaikan sambutan, sebuah tindakan yang sangat tabu dan dianggap merendahkan dalam budaya setempat. Suasana tiba-tiba hening, dan Anda merasakan pandangan kurang nyaman dari para warga. Bagaimana Anda sebaiknya merespons situasi tersebut untuk menjaga harmonisasi dan kepercayaan serta melanjutkan tugas dengan baik?
A
Segera menyadari kesalahan, berdiri, membungkuk memohon maaf dengan tulus kepada tetua adat dan seluruh warga yang hadir, menjelaskan bahwa ini adalah ketidaksengajaan karena ketidaktahuan, lalu meminta petunjuk mengenai etika yang benar untuk selanjutnya.
B
Tetap melanjutkan sambutan namun dengan nada yang lebih rendah dan ekspresi menyesal, setelah acara selesai secara pribadi menemui tetua adat untuk meminta maaf dan berjanji akan belajar lebih banyak tentang adat istiadat setempat.
C
Menghentikan sambutan sejenak, mengatakan dengan nada lembut, 'Maafkan saya jika ada tindakan yang kurang berkenan karena ketidaktahuan, saya akan lebih berhati-hati,' lalu melanjutkan sambutan dengan lebih waspada.
D
Mengabaikan keheningan tersebut dan tatapan warga, beranggapan bahwa sebagai tamu mereka akan memaklumi kesalahan yang tidak disengaja, dan melanjutkan sambutan seperti biasa agar acara tidak terhambat.
E
Merasa kesal karena tidak ada yang memberi tahu sebelumnya, menganggap adat tersebut terlalu kaku dan menghambat kelancaran acara, lalu berpikir untuk mempercepat sambutan agar segera selesai dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang menjabat sebagai kepala seksi di sebuah instansi pemerintah. Belakangan ini, Anda mengamati adanya ketegangan yang mulai muncul di antara staf Anda, yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang agama. Ketegangan ini seringkali termanifestasi dalam diskusi yang memanas mengenai kebiasaan kerja, gaya komunikasi, bahkan hingga candaan yang berpotensi menyinggung, meskipun belum sampai pada konflik terbuka. Produktivitas tim mulai terpengaruh. Sebagai seorang ASN yang berperan sebagai perekat bangsa, tindakan paling tepat yang harus Anda lakukan adalah...
A
Memfasilitasi forum diskusi internal secara terbuka dan aman, di mana setiap anggota tim dapat menyampaikan pandangan dan keberatannya secara konstruktif, lalu bersama-sama merumuskan kesepakatan nilai-nilai bersama untuk menjaga kerukunan dan efektivitas kerja.
B
Memanggil individu-individu yang terlihat paling vokal dalam ketegangan tersebut untuk diberikan teguran dan peringatan agar lebih menjaga sikap serta fokus pada pekerjaan.
C
Melimpahkan masalah tersebut kepada bagian Sumber Daya Manusia (HRD) atau atasan langsung untuk ditangani, karena hal tersebut merupakan domain mereka dalam manajemen konflik.
D
Mengadakan kegiatan rekreasi atau kebersamaan di luar jam kerja seperti makan malam atau olahraga bersama, dengan harapan dapat mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan.
E
Menyampaikan himbauan umum dalam rapat tim agar semua staf menjaga toleransi dan saling menghargai tanpa membahas akar masalah secara spesifik, agar tidak memperkeruh suasana.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang menjabat sebagai kepala seksi di sebuah instansi pemerintah. Belakangan ini, Anda mengamati adanya ketegangan yang mulai muncul di antara staf Anda, yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang agama. Ketegangan ini seringkali termanifestasi dalam diskusi yang memanas mengenai kebiasaan kerja, gaya komunikasi, bahkan hingga candaan yang berpotensi menyinggung, meskipun belum sampai pada konflik terbuka. Produktivitas tim mulai terpengaruh. Sebagai seorang ASN yang berperan sebagai perekat bangsa, tindakan paling tepat yang harus Anda lakukan adalah...
A
Memfasilitasi forum diskusi internal secara terbuka dan aman, di mana setiap anggota tim dapat menyampaikan pandangan dan keberatannya secara konstruktif, lalu bersama-sama merumuskan kesepakatan nilai-nilai bersama untuk menjaga kerukunan dan efektivitas kerja.
B
Memanggil individu-individu yang terlihat paling vokal dalam ketegangan tersebut untuk diberikan teguran dan peringatan agar lebih menjaga sikap serta fokus pada pekerjaan.
C
Melimpahkan masalah tersebut kepada bagian Sumber Daya Manusia (HRD) atau atasan langsung untuk ditangani, karena hal tersebut merupakan domain mereka dalam manajemen konflik.
D
Mengadakan kegiatan rekreasi atau kebersamaan di luar jam kerja seperti makan malam atau olahraga bersama, dengan harapan dapat mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan.
E
Menyampaikan himbauan umum dalam rapat tim agar semua staf menjaga toleransi dan saling menghargai tanpa membahas akar masalah secara spesifik, agar tidak memperkeruh suasana.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Sub-materi: Toleransi dalam Perbedaan Ibadah. Anda adalah seorang ASN di sebuah unit kerja yang baru saja kedatangan rekan baru, Pak Rizal. Selama beberapa minggu, Anda mengamati bahwa Pak Rizal memiliki kebiasaan dan tata cara ibadah yang sedikit berbeda dari mayoritas rekan kerja lain, seperti waktu pelaksanaan atau penggunaan ruang ibadah yang lebih spesifik. Hal ini mulai menimbulkan beberapa bisik-bisik dan tatapan kurang nyaman dari sebagian kecil rekan kerja. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman, bagaimana Anda menyikapi situasi ini?
A
Menemui Pak Rizal secara pribadi untuk menanyakan apakah ada hal yang bisa dibantu terkait kebutuhannya dalam beribadah, kemudian mengusulkan diskusi tim untuk mencari solusi pengaturan yang inklusif.
B
Mengajak rekan-rekan yang berbisik-bisik untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan, tetapi tidak melakukan intervensi langsung terhadap Pak Rizal atau atasan.
C
Membiarkan situasi berjalan dan tidak mencampuri urusan ibadah Pak Rizal, karena itu adalah hak pribadi setiap individu dan tidak mengganggu pekerjaan Anda secara langsung.
D
Memberi tahu Pak Rizal secara halus untuk berusaha menyesuaikan diri dengan kebiasaan umum di kantor demi menjaga kenyamanan bersama dan menghindari pandangan negatif.
E
Melaporkan situasi tersebut kepada atasan dengan harapan atasan akan memberikan teguran kepada Pak Rizal agar tidak menciptakan ketidaknyamanan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Sub-materi: Toleransi dalam Perbedaan Ibadah. Anda adalah seorang ASN di sebuah unit kerja yang baru saja kedatangan rekan baru, Pak Rizal. Selama beberapa minggu, Anda mengamati bahwa Pak Rizal memiliki kebiasaan dan tata cara ibadah yang sedikit berbeda dari mayoritas rekan kerja lain, seperti waktu pelaksanaan atau penggunaan ruang ibadah yang lebih spesifik. Hal ini mulai menimbulkan beberapa bisik-bisik dan tatapan kurang nyaman dari sebagian kecil rekan kerja. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman, bagaimana Anda menyikapi situasi ini?
A
Menemui Pak Rizal secara pribadi untuk menanyakan apakah ada hal yang bisa dibantu terkait kebutuhannya dalam beribadah, kemudian mengusulkan diskusi tim untuk mencari solusi pengaturan yang inklusif.
B
Mengajak rekan-rekan yang berbisik-bisik untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan, tetapi tidak melakukan intervensi langsung terhadap Pak Rizal atau atasan.
C
Membiarkan situasi berjalan dan tidak mencampuri urusan ibadah Pak Rizal, karena itu adalah hak pribadi setiap individu dan tidak mengganggu pekerjaan Anda secara langsung.
D
Memberi tahu Pak Rizal secara halus untuk berusaha menyesuaikan diri dengan kebiasaan umum di kantor demi menjaga kenyamanan bersama dan menghindari pandangan negatif.
E
Melaporkan situasi tersebut kepada atasan dengan harapan atasan akan memberikan teguran kepada Pak Rizal agar tidak menciptakan ketidaknyamanan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pak Rahmat adalah seorang ASN yang baru saja ditugaskan di sebuah daerah pedesaan yang memiliki tradisi dan norma sosial yang sangat kental, berbeda jauh dengan lingkungan perkotaan tempat ia sebelumnya bertugas. Masyarakat di sana menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah mufakat, dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan adat maupun sosial kemasyarakatan. Suatu malam, Pak Rahmat menerima undangan untuk menghadiri acara 'kenduri' (syukuran) yang merupakan bagian penting dari adat setempat, bertepatan dengan jadwal ia harus menyelesaikan laporan kinerja yang sangat mendesak dengan tenggat waktu esok pagi. Pak Rahmat menyadari bahwa ketidakhadirannya bisa menimbulkan kesan kurang menghargai tradisi atau menjauh dari masyarakat setempat. Bagaimana sebaiknya Pak Rahmat bersikap untuk menunjukkan kepekaan budaya dan adaptasi yang tepat?
A
Menjelaskan secara jujur kepada pengundang tentang urgensi laporan dan meminta maaf karena tidak bisa hadir, serta berjanji akan menyusul di lain kesempatan.
B
Hadir sebentar di acara kenduri untuk menunjukkan muka dan menghormati undangan, kemudian permisi pulang lebih awal untuk menyelesaikan laporan.
C
Mengatur ulang prioritas pekerjaannya, menghadiri acara kenduri sepenuhnya, dan mencari waktu lain untuk menyelesaikan laporan meskipun harus lembur.
D
Meminta bantuan rekan kerja lain yang tidak ada acara untuk menghadiri kenduri sebagai perwakilannya agar ia bisa fokus pada laporan.
E
Mengajak pengundang berdiskusi untuk mencari solusi agar acara kenduri bisa disesuaikan dengan jadwal kerjanya yang padat.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pak Rahmat adalah seorang ASN yang baru saja ditugaskan di sebuah daerah pedesaan yang memiliki tradisi dan norma sosial yang sangat kental, berbeda jauh dengan lingkungan perkotaan tempat ia sebelumnya bertugas. Masyarakat di sana menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah mufakat, dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan adat maupun sosial kemasyarakatan. Suatu malam, Pak Rahmat menerima undangan untuk menghadiri acara 'kenduri' (syukuran) yang merupakan bagian penting dari adat setempat, bertepatan dengan jadwal ia harus menyelesaikan laporan kinerja yang sangat mendesak dengan tenggat waktu esok pagi. Pak Rahmat menyadari bahwa ketidakhadirannya bisa menimbulkan kesan kurang menghargai tradisi atau menjauh dari masyarakat setempat. Bagaimana sebaiknya Pak Rahmat bersikap untuk menunjukkan kepekaan budaya dan adaptasi yang tepat?
A
Menjelaskan secara jujur kepada pengundang tentang urgensi laporan dan meminta maaf karena tidak bisa hadir, serta berjanji akan menyusul di lain kesempatan.
B
Hadir sebentar di acara kenduri untuk menunjukkan muka dan menghormati undangan, kemudian permisi pulang lebih awal untuk menyelesaikan laporan.
C
Mengatur ulang prioritas pekerjaannya, menghadiri acara kenduri sepenuhnya, dan mencari waktu lain untuk menyelesaikan laporan meskipun harus lembur.
D
Meminta bantuan rekan kerja lain yang tidak ada acara untuk menghadiri kenduri sebagai perwakilannya agar ia bisa fokus pada laporan.
E
Mengajak pengundang berdiskusi untuk mencari solusi agar acara kenduri bisa disesuaikan dengan jadwal kerjanya yang padat.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Seorang ASN bernama Budi bertugas di bagian pelayanan publik kantor kelurahan. Suatu pagi, seorang lansia tunanetra datang ke loket pelayanan untuk mengurus dokumen penting. Budi melihat lansia tersebut tampak kesulitan membaca dan mengisi formulir yang diberikan oleh petugas sebelumnya, serta kebingungan mencari tempat duduk di tengah antrean yang cukup panjang. Beberapa warga mulai menunjukkan ketidaksabaran. Apa yang sebaiknya dilakukan Budi sebagai wujud empati dan pelayanan optimal?
A
Segera menghampiri lansia tersebut, menanyakan keperluannya dengan suara ramah, membimbingnya ke kursi prioritas, dan menawarkan bantuan untuk mengisi formulir serta menjelaskan setiap poin dengan sabar dan jelas.
B
Meminta rekan kerja atau petugas keamanan untuk membantu lansia tersebut mengisi formulir dan mengarahkannya ke tempat duduk, sementara Budi tetap melanjutkan pelayanan di loket untuk mempercepat antrean.
C
Menunggu hingga lansia tersebut tiba di loket, kemudian menawarkan bantuan seperlunya dalam mengisi formulir, tetapi tidak secara proaktif membantu dalam hal navigasi atau mencari tempat duduk.
D
Memberikan informasi tentang fasilitas kursi prioritas dan menyarankan lansia untuk mencari bantuan dari warga lain yang terlihat tidak sibuk untuk mengisi formulir.
E
Tetap fokus melayani warga yang mengantre di loket dan berasumsi bahwa lansia tersebut akan menemukan caranya sendiri atau dibantu oleh warga lain jika memang sangat membutuhkan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.