Pembahasan Soal TWK - Bahasa Indonesia 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 2439. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 111
Link Soal
Di Kota Harmoni, seorang penulis muda bernama Galih seringkali kesulitan menuangkan idenya dalam tulisan yang mudah dipahami. Karyanya cenderung menggunakan diksi yang rumit dan struktur kalimat yang berbelit-belit, warisan dari gaya penulisan sastra lama yang ia pelajari. Pak Budi, seorang redaktur senior yang bijaksana, melihat potensi Galih namun menyarankan agar ia menyederhanakan bahasanya, menggunakan kalimat efektif, dan membuang frasa-frasa usang. 'Bahasa itu alat komunikasi, Galih,' ujar Pak Budi. 'Lihatlah bagaimana Bahasa Indonesia kita berkembang. Dari bahasa yang terkesan kedaerahan dan kuno, ia berevolusi menjadi bahasa yang modern, lugas, dan mampu menampung berbagai pemikiran kompleks, berkat semangat para tokoh yang visioner. Kita harus memastikan bahasa ini terus relevan dan efisien untuk generasi mendatang.' Semangat modernisasi dan efisiensi bahasa yang ditekankan Pak Budi dalam nasihatnya kepada Galih paling relevan dengan pemikiran dan perjuangan tokoh nasional dalam bidang Bahasa Indonesia, yaitu...
NO. 112
Link Soal
Di penghujung tahun 1920-an, tepatnya pada sebuah kongres besar yang diselenggarakan di Gedung Persatuan Nusa, Kota Merdeka, perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Bhinneka, Persatuan Pelajar Jayakarta, dan Ikatan Mahasiswa Nusantara berkumpul. Mereka disatukan oleh satu visi: kemerdekaan bangsa. Namun, realitas keberagaman bahasa daerah yang ada seringkali menjadi penghalang komunikasi dan persatuan. Setelah melalui serangkaian diskusi dan perdebatan yang intens, dengan semangat kebangsaan yang membara, para pemuda tersebut mencapai sebuah kesepakatan monumental. Mereka menyepakati untuk mengangkat sebuah bahasa yang telah lama menjadi lingua franca di seluruh kepulauan, menamainya ulang, dan menjadikannya bahasa persatuan serta identitas nasional yang kokoh. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Konsep yang disepakati dan diikrarkan oleh para pemuda dalam narasi di atas, yang kemudian menjadi dasar kuat bagi persatuan bangsa, secara historis merujuk pada penetapan apa?
NO. 113
Link Soal
Di Negeri Pelita yang baru saja merdeka, Perdana Menteri Bayu menghadapi tantangan besar. Meskipun kaya akan keberagaman budaya dan bahasa daerah di antara Suku Mentari, Suku Gemilang, dan Suku Bintang, komunikasi lintas suku seringkali terhambat. Bayu melihat bahwa keberadaan banyak bahasa daerah, tanpa bahasa pengikat, dapat menghambat persatuan dan pembangunan bangsa. Dengan semangat kebangsaan yang membara, ia gigih memperjuangkan agar "Bahasa Persatuan Nusantara" diangkat sebagai bahasa resmi dan pengantar di seluruh penjuru negeri. Ia berhasil meyakinkan rakyat bahwa bahasa persatuan ini bukan untuk menghilangkan bahasa daerah, melainkan sebagai jembatan komunikasi dan identitas kolektif yang kokoh.
Sosok Perdana Menteri Bayu, dengan perjuangannya dalam mengukuhkan "Bahasa Persatuan Nusantara" demi persatuan bangsa, paling mencerminkan semangat dan kontribusi tokoh nasional Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan, yaitu...
NO. 114
Link Soal
Di Desa Cakrawala, Pak Budi, seorang pensiunan guru Bahasa Indonesia, sering mengamati perubahan dalam penggunaan bahasa oleh generasi muda. Ia teringat bagaimana di masa mudanya, penggunaan Bahasa Indonesia sangat dijunjung tinggi keformalannya, terutama dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan resmi. Kata-kata serapan dari bahasa daerah atau asing selalu melalui proses adaptasi yang ketat dan seringkali dianggap kurang pantas jika digunakan tanpa konteks yang tepat. Kini, ia melihat cucunya, Rio, dan teman-temannya di media sosial dengan mudahnya mencampuradukkan Bahasa Indonesia baku dengan istilah-istilah gaul, singkatan, dan kata-kata serapan dari bahasa asing yang langsung diadopsi tanpa penyesuaian. Fenomena ini membuat Pak Budi merenungkan tantangan besar yang dihadapi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Berdasarkan narasi tersebut, perbandingan penerapan Bahasa Indonesia di masa lalu dan masa kini menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional adalah dalam aspek...
NO. 115
Link Soal
Di sebuah federasi kepulauan yang baru merdeka bernama Bhinneka Raya, dengan lebih dari 300 suku bangsa dan beragam bahasa daerah, para pemimpin muda dari berbagai organisasi kebangsaan berkumpul dalam sebuah Kongres Pemuda di kota Harmoni pada tahun 1928. Mereka menghadapi tantangan besar: bagaimana menyatukan identitas bangsa yang baru lahir agar tidak terpecah belah oleh perbedaan yang ada. Salah satu agenda krusial adalah penetapan bahasa nasional. Berbagai opsi dipertimbangkan, termasuk bahasa dengan jumlah penutur terbanyak dan bahasa-bahasa dengan tradisi literatur yang kaya. Namun, setelah perdebatan panjang, mereka sepakat untuk mengangkat sebuah bahasa yang telah lama berfungsi sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarpulau, sebuah bahasa yang netral dan relatif mudah dipelajari oleh berbagai kelompok etnis, meskipun bukan merupakan bahasa ibu dari kelompok etnis terbesar. Keputusan memilih bahasa tersebut sebagai bahasa nasional Bhinneka Raya, sebagaimana tercermin dalam narasi, paling erat kaitannya dengan pertimbangan historis Bahasa Indonesia yang menekankan pada...
NO. 116
Link Soal
Bapak Rahmat, seorang staf pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maju Jaya, sedang menyusun konsep surat edaran mengenai perubahan prosedur pengajuan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Dalam draf awalnya, ia menuliskan kalimat: "Demi untuk menghindari terjadinya penumpukan berkas pengajuan cuti yang berlebihan di akhir tahun anggaran, maka diharapkan setiap ASN segera mengajukan permohonan cuti sesuai jadwal yang telah ditentukan." Setelah meninjau kembali, Bapak Rahmat merasa kalimat tersebut mungkin terlalu panjang dan kurang efektif. Ia ingin merevisi kalimat tersebut agar lebih ringkas, jelas, dan tetap mempertahankan nuansa resmi sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk surat dinas.
Bagaimana seharusnya Bapak Rahmat merevisi kalimat tersebut agar menjadi lebih efektif dan sesuai dengan standar penulisan surat dinas yang baku?
NO. 117
Link Soal
Dinas Pariwisata Kota Maju Jaya baru saja meluncurkan kampanye promosi wisata bertajuk 'Pesona Kota Maju Jaya' melalui akun media sosial resminya. Kepala Dinas Pariwisata, Ibu Nurul Hidayah, menugaskan timnya untuk membuat poster digital dan teks unggahan yang menarik. Setelah unggahan tersebut tayang, banyak warganet menyoroti penggunaan bahasa yang kurang tepat pada salah satu kalimat berikut: 'Mari nikmati indahnya kota maju jaya yang penuh pesona, serta fasilitas kekinian dan gratis parkir untuk semua pengunjung. Segera datang di akhir pekan ini!'
Pelanggaran kaidah kebahasaan paling mendasar yang tampak jelas pada kalimat sorotan tersebut terletak pada aspek...
NO. 118
Link Soal
Di Desa Mekar Jaya, yang terletak di kaki Gunung Seroja, hiduplah Pak Tulus, seorang sesepuh desa yang sangat menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku. Beliau selalu menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam setiap kesempatan, terutama saat upacara bendera atau rapat desa. Menurutnya, Bahasa Indonesia adalah tiang penyangga persatuan bangsa, dan setiap kata harus diucapkan dengan penuh hormat sesuai kaidah yang diajarkan di sekolah dahulu.
Namun, cucu Pak Tulus, Lia, yang aktif di media sosial dan sering berinteraksi dengan teman-temannya dari berbagai kota, memiliki gaya berbahasa yang jauh berbeda. Lia sering mencampur Bahasa Indonesia dengan istilah-istilah gaul, singkatan-singkatan populer di internet, bahkan terkadang menyelipkan kata-kata dari bahasa asing yang dianggapnya lebih "keren" dan ekspresif. Lia berpendapat bahwa bahasa itu hidup dan dinamis, harus mampu beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan bagi generasi muda.
Pak Tulus merasa khawatir identitas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan akan luntur jika terus-menerus bercampur. Sementara Lia berargumen bahwa adaptasi justru membuat Bahasa Indonesia tetap relevan dan dicintai generasi muda.
Perbedaan pandangan dan pola penggunaan Bahasa Indonesia antara Pak Tulus dan Lia, jika dikaitkan dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan perkembangan zaman, paling tepat menunjukkan bahwa...
NO. 119
Link Soal
Di sebuah dusun terpencil di kaki Gunung Merapi, Dusun Pucuk Harapan, seorang guru muda bernama Bu Lestari menghadapi tantangan besar. Murid-muridnya lebih fasih menggunakan bahasa daerah yang kaya, dan menganggap Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang kaku serta kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bu Lestari seringkali merasa putus asa, namun ia teringat akan kisah perjuangan seorang tokoh bangsa yang dengan gigih meyakinkan seluruh pemuda dari berbagai suku dan pulau untuk mengikrarkan satu bahasa persatuan, di tengah keberagaman yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tokoh tersebut berhasil menanamkan kesadaran bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga fondasi utama untuk membangun identitas bangsa yang satu dan padu. Berkat inspirasi dari semangat tokoh tersebut, Bu Lestari kembali bersemangat, mencari cara-cara kreatif untuk mengajarkan Bahasa Indonesia agar lebih dicintai dan dipahami oleh murid-muridnya, sebagai jembatan yang menghubungkan mereka dengan saudara sebangsa di seluruh penjuru Nusantara.
Siapakah tokoh nasional yang paling relevan menginspirasi Bu Lestari dalam narasi tersebut, terutama mengingat perannya dalam mengukuhkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa?
NO. 120
Link Soal
Pak Roni, seorang analis kebijakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukamaju, diminta untuk menyusun draf memo internal mengenai jadwal sosialisasi program baru 'Desa Mandiri Sejahtera'. Memo ini akan diedarkan kepada seluruh kepala bidang dan staf terkait. Dalam draf awalnya, Pak Roni menulis kalimat: 'Demi kelancaran acara sosialisasi yang akan datang, maka diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini karena akan banyak memberikan manfaat bagi kita semua.' Setelah meninjau kembali, Pak Roni menyadari kalimat tersebut terlalu panjang, kurang baku, dan tidak efektif untuk sebuah memo dinas. Jika Pak Roni ingin merevisi kalimat tersebut agar menjadi lebih efektif, baku, dan langsung pada tujuan, pilihan kalimat manakah yang paling tepat untuk menggantikan kalimat aslinya?
Luar Biasa! Semua soal terjawab.
Silakan kirim jawaban Anda untuk melihat skor akhir dari tes ini.