Pembahasan Soal TWK - Bela Negara 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 8790. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 221
Link Soal
Dalam Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta), rakyat berfungsi sebagai kekuatan pendukung. Contoh partisipasi warga negara dalam bela negara di lingkungan masyarakat yang paling tepat adalah...
A
Ikut serta dalam pelatihan militer wajib setiap akhir pekan
B
Mengaktifkan kegiatan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) secara bergilir
C
Menjadi anggota komponen cadangan tanpa seleksi
D
Melakukan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan
E
Menolak segala bentuk budaya asing yang masuk ke lingkungan
NO. 222
Link Soal
Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Soeharto hanya mampu menguasai Yogyakarta selama 6 jam. Namun, dampak politis dari peristiwa ini bagi kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional sangat besar, yaitu...
A
Membuat Belanda langsung menyerah dan menarik seluruh pasukannya hari itu juga.
B
Membatah propaganda Belanda di PBB yang menyatakan bahwa TNI dan RI sudah tidak ada.
C
Menjadikan Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang diakui PBB.
D
Memicu bantuan militer langsung dari Amerika Serikat untuk Indonesia.
E
Menggulingkan pemerintahan sipil Belanda di Jakarta.
NO. 223
Link Soal
Dalam menghadapi tantangan pasar bebas Asia Pasifik, Indonesia memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daripada sekadar mengeksploitasi Sumber Daya Alam. Apa alasan paling mendasar dari strategi ketahanan nasional ini?
A
Sumber daya alam Indonesia sudah habis dikeruk oleh penjajah.
B
SDM yang unggul adalah kunci daya saing, inovasi, dan produktivitas ekonomi jangka panjang.
C
Negara tetangga tidak memiliki sumber daya alam sebanyak Indonesia.
D
Agar Indonesia bisa mengirim lebih banyak tenaga kerja kasar ke luar negeri.
E
Untuk memenuhi syarat administrasi keanggotaan APEC.
NO. 224
Link Soal
Berdasarkan UUD 1945, sistem pertahanan dan keamanan negara Indonesia bersifat semesta. Siapakah yang memegang tanggung jawab dalam upaya pertahanan dan keamanan negara tersebut?
A
Hanya Tentara Nasional Indonesia (TNI)
B
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk keamanan dalam negeri
C
TNI sebagai kekuatan utama dan Rakyat sebagai kekuatan pendukung
D
Seluruh Warga Negara Indonesia tanpa terkecuali
E
Dewan Keamanan PBB jika terjadi perang
NO. 225
Link Soal
Upaya menjaga kelestarian lingkungan merupakan wujud bela negara non-fisik. Instrumen hukum utama di Indonesia yang mengatur tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya agar terhindar dari kepunahan adalah...
A
UU No. 32 Tahun 2009
B
UU No. 5 Tahun 1990
C
UU No. 41 Tahun 1999
D
UU No. 23 Tahun 1997
E
UU No. 26 Tahun 2007
NO. 226
Link Soal
Eksploitasi hutan yang berlebihan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan dapat mengancam kedaulatan wilayah karena kerusakan ekologis. Dampak jangka panjang yang paling fatal dari tindakan penebangan hutan secara liar adalah...
A
Menurunnya harga kayu di pasar internasional
B
Terjadinya bencana alam yang tidak terkendali yang merugikan rakyat
C
Meningkatnya devisa negara dari sektor non-migas
D
Berkurangnya lahan untuk pemukiman penduduk
E
Terbukanya lapangan kerja baru bagi penebang kayu
NO. 227
Link Soal
Ancaman nirmiliter di era globalisasi bisa merusak kedaulatan negara melalui bidang ekonomi. Serbuan produk asing yang mematikan UMKM lokal adalah contoh nyata. Sikap bela negara yang paling tepat bagi seorang warga negara dalam menghadapi ancaman ini adalah...
A
Melarang masuknya seluruh turis asing ke Indonesia
B
Melakukan aksi boikot terhadap semua produk impor tanpa terkecuali
C
Mencintai dan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri
D
Meminta pemerintah menutup seluruh akses perdagangan bebas
E
Bergantung sepenuhnya pada subsidi pemerintah
NO. 228
Link Soal
Dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai...
A
Kekuatan Pendukung
B
Kekuatan Utama sistem pertahanan
C
Kekuatan Utama sistem keamanan dan ketertiban
D
Satu-satunya komponen pertahanan negara
E
Kekuatan cadangan
NO. 229
Link Soal
Di era globalisasi dengan ancaman non-militer yang semakin dominan seperti siber, disinformasi, polarisasi sosial, dan ideologi transnasional, konsep bela negara bagi warga negara Indonesia perlu diinterpretasikan ulang agar tetap relevan. Berdasarkan perspektif ini, tindakan bela negara yang paling strategis dan transformatif bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bidang pendidikan adalah...
A
Mengikuti pelatihan dasar kemiliteran secara rutin sebagai bentuk kesiapan fisik dan mental untuk pertahanan fisik negara.
B
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang meningkatkan rasa nasionalisme dan gotong royong di lingkungan sekitar.
C
Mengembangkan kurikulum dan metode pembelajaran yang menanamkan kesadaran kritis terhadap ancaman siber, disinformasi, dan ideologi transnasional, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam menjaga integritas bangsa.
D
Menyetujui dan mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah terkait peningkatan anggaran pertahanan negara tanpa kritik, sebagai wujud ketaatan aparatur negara.
E
Melaporkan setiap indikasi adanya paham radikalisme atau intoleransi di lingkungan sekolah kepada pihak berwenang secara proaktif.
NO. 230
Link Soal
Di tengah lanskap ancaman kontemporer yang semakin kompleks, termasuk perang hibrida, serangan siber, disinformasi masif, dan ancaman ideologis transnasional, pemahaman dan implementasi 'Bela Negara' di Indonesia perlu mengalami penyesuaian fundamental. Apabila fokus tradisional lebih menekankan pada aspek pertahanan militer, bagaimana seharusnya strategi 'Bela Negara' Indonesia berevolusi agar tetap relevan dan efektif dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa di era modern ini?
A
Memperkuat alutsista dan kapasitas militer konvensional secara masif untuk menghadapi potensi invasi fisik dari negara lain.
B
Mengalokasikan seluruh anggaran pertahanan untuk pembangunan infrastruktur siber dan teknologi informasi guna menangkal serangan digital.
C
Menitikberatkan pada program deradikalisasi dan kontra-propaganda melalui pendekatan keamanan yang represif untuk menumpas ancaman ideologis.
D
Mengembangkan konsep pertahanan semesta yang mengintegrasikan kekuatan militer dan non-militer, melibatkan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi multi-dimensi ancaman, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai Pancasila.
E
Menerbitkan regulasi baru yang membatasi kebebasan berekspresi dan informasi di ranah digital untuk mencegah penyebaran disinformasi dan ancaman non-militer lainnya.