Pembahasan Soal TWK - Integritas 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 1852. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 161
Link Soal
Seorang dokter muda lulusan terbaik dari universitas ternama, setelah lulus dan menjalani profesinya, memutuskan untuk mengabdikan diri di sebuah puskesmas terpencil di pedalaman Papua selama beberapa tahun, meskipun ia memiliki banyak tawaran menggiurkan untuk bekerja di rumah sakit swasta besar di kota-kota maju dengan penghasilan jauh lebih tinggi. Keputusan dokter tersebut paling tepat mencerminkan nilai integritas dalam konteks...
A
Ketaatan pada peraturan yang berlaku bagi dokter.
B
Dedikasi dan komitmen terhadap kemanusiaan serta panggilan nurani.
C
Pencarian pengalaman kerja yang beragam untuk pengembangan karier.
D
Penolakan terhadap sistem kapitalisme dalam pelayanan kesehatan.
E
Keinginan untuk mendapatkan pengakuan sosial dan penghargaan.
NO. 162
Link Soal
Seorang Kepala Bagian di Kementerian X menemukan bahwa salah satu staf terbaiknya, Saudara B, seorang ASN berprestasi dengan rekam jejak cemerlang dalam inovasi pelayanan publik, seringkali mengambil 'jalur pintas' administratif untuk mempercepat proses perizinan bagi masyarakat. 'Jalur pintas' ini memang tidak secara langsung melanggar hukum pidana, tetapi jelas menyimpang dari prosedur standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan dan berpotensi membuka celah bagi praktik tidak transparan di masa depan. Masyarakat merasa sangat terbantu dengan kecepatan pelayanan Saudara B, dan atasan langsung Saudara B pun cenderung mengabaikan penyimpangan ini demi capaian kinerja instansi. Kepala Bagian tersebut, yang baru saja mengikuti diklat integritas, merasa dilema antara mempertahankan efisiensi yang disukai publik dan atasan, atau menegakkan integritas prosedural. Apa implikasi etika terbesar dari situasi ini terhadap prinsip integritas dalam birokrasi, dan tindakan apa yang paling tepat diambil oleh Kepala Bagian untuk menjunjung tinggi integritas secara komprehensif?
A
Mengabaikan praktik Saudara B karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mendapatkan dukungan atasan, fokus pada hasil akhir tanpa terlalu mempermasalahkan proses.
B
Memberi teguran lisan kepada Saudara B secara pribadi dan meminta untuk tidak mengulangi, tanpa menindaklanjuti secara formal agar tidak mengganggu kinerja dan moral staf.
C
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP yang ada, melibatkan Saudara B dan pihak terkait untuk mengidentifikasi potensi penyederhanaan yang legal, sambil tetap memastikan Saudara B mematuhi prosedur yang berlaku saat ini dan memperbaiki penyimpangan secara sistematis.
D
Segera melaporkan Saudara B kepada inspektorat internal untuk sanksi disipliner atas pelanggaran prosedur, terlepas dari dampak positif yang dirasakan masyarakat.
E
Membuat aturan internal baru yang melegalkan 'jalur pintas' tersebut, dengan alasan adaptasi terhadap tuntutan masyarakat akan kecepatan pelayanan.
NO. 163
Link Soal
Dalam pembangunan proyek infrastruktur strategis di suatu daerah, panitia pengadaan menemukan bahwa salah satu vendor yang menawar, PT Harapan Jaya, memiliki rekam jejak buruk dalam proyek sebelumnya di daerah lain yang menyebabkan keterlambatan dan penurunan kualitas. Namun, secara teknis, proposal penawaran PT Harapan Jaya sangat menarik dan menawarkan harga yang paling kompetitif. Di sisi lain, Bupati secara lisan menyampaikan 'dukungan' tidak langsungnya agar PT Harapan Jaya dipertimbangkan dengan serius, mengingat pemilik PT tersebut adalah kerabat jauh yang dianggap berjasa pada kampanye beliau. Jika panitia pengadaan memutuskan untuk tetap memenangkan PT Harapan Jaya dengan alasan efisiensi anggaran dan arahan tersirat dari atasan, prinsip integritas apakah yang paling fundamental telah terkompromikan dalam konteks ini, dan apa dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik?
A
Prinsip akuntabilitas, karena keputusan tersebut akan sulit dipertanggungjawabkan secara publik jika proyek mengalami masalah serupa di kemudian hari.
B
Prinsip transparansi, karena adanya 'dukungan' tidak langsung dari Bupati mengindikasikan proses yang tidak terbuka dan rentan intervensi.
C
Prinsip profesionalisme, karena panitia pengadaan gagal menyeleksi vendor berdasarkan kualifikasi objektif dan rekam jejak yang kredibel.
D
Prinsip imparsialitas, karena keputusan cenderung dipengaruhi oleh faktor kedekatan pribadi dan bukan semata-mata meritokrasi atau kepentingan publik murni, yang berpotensi merusak kepercayaan publik dan menciptakan preseden buruk.
E
Prinsip keadilan, karena vendor lain yang lebih berkualitas mungkin tidak mendapatkan kesempatan yang sama akibat intervensi non-profesional.
NO. 164
Link Soal
Seorang ASN senior, Ibu Rina, telah lama mengabdi di Direktorat Jenderal Pajak. Ia menemukan bukti-bukti kuat adanya praktik 'permainan' pajak oleh beberapa perusahaan besar yang melibatkan oknum internal dan eksternal, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Bukti ini ia dapatkan secara tidak sengaja melalui audit internal rutin. Ibu Rina menyadari bahwa melaporkan temuan ini berpotensi membahayakan karirnya, bahkan keselamatan dirinya, mengingat jaringan pelaku yang luas dan kuat. Rekan-rekan kerjanya menyarankan agar ia tidak 'mencari masalah' karena praktik tersebut sudah menjadi 'rahasia umum' dan upaya pemberantasannya selalu gagal di masa lalu. Dalam konteks integritas, dilema apa yang paling signifikan dihadapi oleh Ibu Rina, dan tindakan apa yang secara fundamental mencerminkan integritas seorang ASN dalam situasi ini?
A
Mengabaikan temuan tersebut dan melanjutkan rutinitas kerja, karena risiko yang terlalu besar tidak sebanding dengan hasil yang mungkin didapatkan, dan menjaga keselamatan diri serta keluarga adalah prioritas.
B
Membocorkan informasi tersebut ke media massa secara anonim, dengan harapan tekanan publik akan memaksa pemerintah bertindak tanpa menempatkan dirinya dalam bahaya langsung.
C
Melaporkan temuan tersebut kepada unit kepatuhan internal atau lembaga penegak hukum yang berwenang, dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas dan mengikuti prosedur pelaporan whistleblowing yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional terhadap negara.
D
Mencoba bernegosiasi dengan oknum-oknum yang terlibat untuk menghentikan praktik tersebut secara diam-diam, dengan janji tidak akan melaporkan jika mereka bersedia memperbaiki diri.
E
Mengumpulkan bukti lebih banyak lagi secara diam-diam selama mungkin, sebelum memutuskan untuk bertindak, demi memastikan kasusnya 'kuat' dan tidak mudah dipatahkan.
NO. 165
Link Soal
Seorang ASN muda yang baru ditempatkan di sebuah kantor pelayanan publik, Saudara Doni, mengamati bahwa banyak rekan kerjanya seringkali terlambat datang dan pulang lebih awal, namun absensi elektronik mereka selalu menunjukkan 'tepat waktu' karena 'dibantu' oleh salah satu petugas kepegawaian yang memiliki akses. Praktik ini sudah menjadi rahasia umum dan bahkan dianggap 'lumrah' untuk menjaga kekompakan tim, apalagi kinerja pelayanan secara keseluruhan tampak tidak terlalu terganggu. Doni merasa tidak nyaman dengan situasi ini karena bertentangan dengan sumpah jabatannya dan nilai-nilai integritas yang ia pahami. Namun, ia juga khawatir akan dikucilkan atau dianggap tidak loyal jika mencoba menentang praktik tersebut. Bagaimana seharusnya Doni menyikapi situasi ini untuk menjaga integritasnya tanpa menimbulkan konflik yang kontraproduktif dalam lingkungan kerja?
A
Mengikuti praktik tersebut agar tidak terasing dari rekan kerja, karena sistem absensi yang bermasalah bukanlah tanggung jawab pribadinya.
B
Merekam bukti pelanggaran dan melaporkannya langsung ke media massa atau akun media sosial untuk memviralkan masalah ini.
C
Mencoba berbicara secara empat mata dengan petugas kepegawaian yang terlibat dan beberapa rekan senior yang ia percaya, menyampaikan kekhawatirannya tentang implikasi integritas dan potensi risiko jangka panjang, serta mengusulkan perbaikan sistem secara persuasif dan konstruktif.
D
Menolak untuk 'dibantu' absensinya, namun tetap menjaga jarak dan tidak berinteraksi terlalu banyak dengan rekan kerja yang melakukan praktik tersebut.
E
Mengundurkan diri dari instansi tersebut karena lingkungan kerja yang tidak sehat dan tidak sesuai dengan nilai-nilai integritasnya.
NO. 166
Link Soal
Sebuah kota sedang mengalami krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerahnya akibat serangkaian kasus korupsi dan nepotisme yang melibatkan pejabat tinggi. Untuk memulihkan keadaan, Wali Kota baru meluncurkan program 'Zona Integritas Bebas Korupsi' dengan penekanan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian besar ASN masih enggan untuk melaporkan pelanggaran yang mereka ketahui, dan bahkan ada yang terang-terangan mengatakan 'percuma' karena 'sudah dari sananya'. Fenomena ini menunjukkan tantangan besar dalam membangun budaya integritas. Apa akar masalah utama yang menghambat implementasi program 'Zona Integritas' ini, dan bagaimana pemerintah kota seharusnya menangani hambatan ini untuk mencapai perubahan budaya yang berkelanjutan?
A
Kurangnya sosialisasi program kepada ASN, sehingga mereka tidak memahami tujuan dan manfaatnya.
B
Gagalnya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi di masa lalu, menciptakan persepsi impunitas dan apatisme di kalangan ASN.
C
Lemahnya kepemimpinan yang berintegritas di tingkat pimpinan unit kerja, yang seharusnya menjadi teladan dan pendorong perubahan di tingkat akar rumput.
D
Adanya 'budaya diam' atau omerta yang kuat di kalangan ASN, didorong oleh ketakutan akan sanksi sosial atau pembalasan, serta ketiadaan perlindungan yang memadai bagi pelapor (whistleblower).
E
Ketiadaan insentif finansial bagi ASN yang menunjukkan integritas tinggi, sehingga mereka tidak memiliki motivasi ekstra untuk berubah.
NO. 167
Link Soal
Seorang pejabat publik eselon II, Bapak Hadi, ditugaskan untuk memimpin tim negosiasi perjanjian investasi besar dengan pihak asing. Dalam proses negosiasi, pihak asing menawarkan 'fasilitas' berupa perjalanan dinas mewah ke luar negeri untuk Bapak Hadi dan keluarganya, yang secara halus disampaikan sebagai 'bentuk apresiasi atas kerja sama yang baik' bahkan sebelum perjanjian ditandatangani. Bapak Hadi menyadari bahwa menerima 'fasilitas' ini, meskipun belum tentu mempengaruhi keputusannya secara langsung, dapat menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi menjadi konflik kepentingan. Namun, menolak tawaran tersebut dapat berisiko membuat pihak asing merasa tersinggung dan mempersulit negosiasi. Bagaimana sikap Bapak Hadi yang paling mencerminkan prinsip integritas dalam situasi ini, mengingat pentingnya keberhasilan negosiasi bagi negara?
A
Menerima tawaran tersebut dengan alasan menjaga hubungan baik dan kelancaran negosiasi, namun berjanji pada diri sendiri untuk tetap objektif dalam keputusan.
B
Menolak tawaran tersebut secara tegas dan transparan, sekaligus menjelaskan bahwa integritas dan objektivitas adalah prinsip utama dalam setiap perjanjian investasi, serta melaporkan tawaran gratifikasi tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
C
Menerima tawaran, tetapi kemudian mendonasikan seluruh nilai fasilitas tersebut kepada lembaga amal untuk menghindari konflik kepentingan.
D
Mengalihkan tawaran fasilitas tersebut kepada stafnya yang paling berprestasi sebagai bentuk penghargaan, sehingga ia sendiri tidak terlibat langsung.
E
Menolak tawaran, namun tidak melaporkannya agar tidak menimbulkan masalah atau memperkeruh suasana negosiasi yang sensitif.
NO. 168
Link Soal
Dalam situasi darurat bencana banjir bandang yang melanda suatu kabupaten, tim tanggap darurat pemerintah daerah dihadapkan pada kelangkaan alat berat untuk evakuasi dan pembukaan akses jalan. Proses pengadaan alat berat normal memerlukan waktu yang panjang dan birokrasi yang ketat. Namun, ada seorang pengusaha lokal yang bersedia meminjamkan alat beratnya secara gratis jika proses administrasi 'disegerakan' dan diberi prioritas dalam proyek infrastruktur pascabencana. Tim menghadapi dilema etika: memprioritaskan kecepatan penanganan bencana dengan mengorbankan integritas prosedural dan potensi konflik kepentingan di masa depan, atau tetap mematuhi seluruh prosedur normal yang berisiko memperlambat penanganan darurat dan menimbulkan lebih banyak korban. Bagaimana keputusan yang paling tepat diambil oleh Kepala BPBD setempat untuk menjunjung tinggi integritas dalam konteks manajemen krisis?
A
Menerima tawaran pengusaha tersebut tanpa syarat, mengesampingkan kekhawatiran konflik kepentingan demi penanganan darurat yang cepat.
B
Menerima tawaran bantuan pinjaman alat berat dari pengusaha, tetapi menolak secara tegas segala bentuk 'imbalan' atau prioritas proyek di masa depan, serta mendokumentasikan dengan jelas semua kesepakatan dan bantuan yang diterima.
C
Menolak tawaran tersebut sepenuhnya karena berpotensi melanggar prinsip integritas, dan tetap menunggu proses pengadaan alat berat resmi meskipun berisiko memperlambat penanganan.
D
Mencari sumber bantuan lain yang tidak memiliki motif tersembunyi, meskipun memakan waktu lebih lama, untuk menjaga integritas sepenuhnya.
E
Membentuk tim khusus yang terdiri dari akademisi dan tokoh masyarakat untuk mengaudit setiap bantuan yang diterima guna menjamin transparansi, sebelum memutuskan menerima bantuan dari pengusaha.
NO. 169
Link Soal
Pemerintah sedang gencar mengembangkan ekosistem digital untuk pelayanan publik. Sebuah aplikasi perizinan online baru diluncurkan dengan klaim keamanan dan integritas data yang tinggi. Namun, seorang programmer muda di kementerian yang ikut mengembangkan sistem tersebut, Saudara Candra, menemukan bahwa ada 'backdoor' yang sengaja ditanamkan oleh atasan teknisnya dengan alasan untuk 'memudahkan pemantauan' dan 'perbaikan cepat jika terjadi masalah'. Candra tahu bahwa 'backdoor' ini, meskipun dimaksudkan untuk kebaikan, berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab di masa depan dan melanggar prinsip kerahasiaan data serta integritas sistem. Atasan Candra mengancam akan memecatnya jika membocorkan informasi ini atau mencoba menghapus 'backdoor' tersebut. Dilema integritas apakah yang paling krusial dihadapi Candra, dan bagaimana ia harus bertindak sesuai kode etik profesi dan nilai integritas?
A
Menaati perintah atasan dan merahasiakan keberadaan 'backdoor', karena atasan memiliki otoritas dan pemecatan akan merugikan karirnya.
B
Diam-diam menghapus 'backdoor' tersebut dan mengamankan sistem tanpa memberitahu atasan, untuk melindungi integritas data pengguna.
C
Melaporkan keberadaan 'backdoor' dan ancaman yang diterimanya kepada unit kepatuhan internal atau instansi terkait yang lebih tinggi, dengan disertai bukti yang kuat, sebagai bentuk perlindungan data publik dan menjaga integritas sistem secara menyeluruh.
D
Menginformasikan kelemahan sistem ini kepada komunitas keamanan siber eksternal untuk mendapatkan dukungan publik dan tekanan terhadap kementerian.
E
Mencoba berdiskusi dengan atasan untuk menemukan solusi alternatif yang aman dan transparan, tanpa melibatkan pihak eksternal, untuk menjaga kerukunan tim.
NO. 170
Link Soal
Dalam penyusunan laporan tahunan kinerja sebuah dinas, Kepala Dinas meminta stafnya untuk 'mempercantik' data capaian program agar terlihat lebih baik di mata publik dan atasan, meskipun tahu bahwa data tersebut sedikit 'digembungkan' dan tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi riil di lapangan. Alasan Kepala Dinas adalah untuk menjaga citra positif dinas dan mengamankan anggaran untuk tahun berikutnya. Seorang staf senior, Bapak Deni, yang bertanggung jawab atas pengolahan data, merasa tidak nyaman dengan instruksi tersebut karena bertentangan dengan prinsip kejujuran dan akuntabilitas. Ia memahami bahwa jika ia menolak, karirnya bisa terhambat atau bahkan ia dapat dimutasi. Apa implikasi jangka panjang yang paling berbahaya dari tindakan 'mempercantik' data ini terhadap integritas birokrasi, dan bagaimana Bapak Deni seharusnya bertindak?
A
Menaati instruksi Kepala Dinas, karena loyalitas terhadap pimpinan adalah hal penting dalam organisasi, dan risiko 'menggembungkan' data dianggap kecil dibandingkan manfaat menjaga citra.
B
Diam-diam menyertakan data asli bersama dengan data 'yang dipercantik' dalam lampiran terpisah yang hanya dapat diakses oleh pihak tertentu.
C
Berusaha menyampaikan kepada Kepala Dinas secara persuasif mengenai risiko dan konsekuensi etika dari pemalsuan data, serta dampak negatifnya terhadap proses pengambilan kebijakan yang berbasis data riil, sambil menawarkan solusi untuk memperbaiki kinerja nyata di lapangan.
D
Melaporkan Kepala Dinas kepada pihak berwenang secara anonim, berharap dapat menghentikan praktik tersebut tanpa melibatkan dirinya secara langsung.
E
Mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa tidak sanggup berkompromi dengan integritasnya di lingkungan kerja yang tidak jujur.