Pembahasan Soal TWK - Semua Topik 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 2500. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 1961
Link Soal
Bu Ratna menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Harapan Jaya. Dalam beberapa bulan terakhir, kantornya mengalami lonjakan signifikan permohonan dokumen kependudukan, didorong oleh program pemerintah pusat untuk pemerataan akses identitas. Di tengah tekanan kerja yang tinggi, Bu Ratna mendapati laporan tentang adanya praktik percaloan yang menawarkan 'jalur cepat' dengan imbalan, serta beberapa pegawainya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan potensi pelanggaran prosedur demi efisiensi semata. Bu Ratna juga menerima serangkaian kritik anonim yang menyudutkan integritas pelayanan di Disdukcapil. Sebagai seorang ASN yang mengamalkan nilai-nilai Bela Negara, tindakan yang paling tepat diambil oleh Bu Ratna adalah...
NO. 1962
Link Soal
Dahulu kala, di Desa Harmoni yang asri, semangat nasionalisme begitu kental terasa. Penduduknya, dipimpin oleh Bapak Suryo, bergotong royong tanpa pamrih membangun bendungan irigasi yang vital demi kemandirian pangan. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan sedikit harta benda mereka, meyakini bahwa setiap tetes keringat adalah demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kepentingan pribadi dikesampingkan demi kepentingan bersama yang lebih besar, yakni ketahanan desa sebagai bagian integral dari negara.
Kini, di Kota Maju yang megah, generasi muda seperti Putri menghadapi dilema berbeda. Teknologi informasi yang serbacanggih membuka gerbang budaya global, menawarkan beragam pilihan produk dan gaya hidup dari seluruh dunia. Meskipun Putri bangga dengan warisan budaya Indonesia dan sering mempromosikannya melalui media sosial, ia juga tak jarang memilih produk impor yang dianggap lebih praktis atau berkualitas. Diskusi mengenai investasi asing besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur seringkali memunculkan perdebatan antara menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memanfaatkan peluang pertumbuhan global.
Narasi di atas menggambarkan evolusi dan tantangan nasionalisme dari masa lalu ke masa kini. Perbedaan mendasar dalam implementasi semangat nasionalisme antara Desa Harmoni di masa lalu dan Kota Maju di masa kini paling tepat digambarkan sebagai:
NO. 1963
Link Soal
Di Kerajaan 'Tanah Pusaka', yang dahulu dikenal dengan kemakmuran dan keadilannya, mulai terjadi kemerosotan moral. Para pejabat istana banyak yang mengutamakan kepentingan pribadi, pedagang sering melakukan kecurangan, dan kepercayaan antarwarga meredup. Raja Adil, yang prihatin, mengadakan musyawarah besar dengan para cendekiawan dan tokoh adat. Setelah berhari-hari berdiskusi dan mengkaji kembali manuskrip kuno pendiri kerajaan, mereka menemukan sebuah konsep yang sering disebut dalam ajaran leluhur: 'Keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan'. Konsep ini, yang menekankan pada kejujuran mutlak dan konsistensi moral, akhirnya diresmikan sebagai pilar utama tata kelola kerajaan dan dinamai 'Prinsip Teguh Hati' untuk mengembalikan kejayaan Tanah Pusaka. Berdasarkan narasi di atas, esensi pembentukan 'Prinsip Teguh Hati' dalam konteks integritas paling relevan dengan latar belakang historis atau filosofis dari...
NO. 1964
Link Soal
Pada era 1980-an, di Desa Gemah Ripah yang subur, setiap keputusan penting desa, mulai dari pembangunan irigasi hingga penentuan jadwal panen raya, selalu didasarkan pada titah tunggal dari Kepala Desa Karsono. Masyarakat tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka, dan proses pengambilan keputusan cenderung bersifat top-down. Warga hanya menerima dan melaksanakan tanpa banyak pertanyaan.
Berbeda dengan kondisi di Desa Damai Sentosa saat ini. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rina, setiap perencanaan program desa, seperti alokasi dana desa untuk pemberdayaan UMKM atau pembangunan fasilitas umum, selalu diawali dengan serangkaian forum musyawarah. Seluruh elemen masyarakat, dari tokoh adat, pemuda, hingga kelompok perempuan, diundang untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan saran. Keputusan akhir baru diambil setelah tercapai kesepakatan bersama yang mencerminkan aspirasi kolektif. Kepala Desa Rina secara rutin melaporkan progress kerja kepada warganya melalui papan informasi dan pertemuan terbuka.
Perbandingan praktik pengambilan keputusan antara Desa Gemah Ripah di masa lalu dan Desa Damai Sentosa di masa kini, terutama dalam aspek partisipasi masyarakat dan proses musyawarah untuk mencapai mufakat, mencerminkan evolusi penerapan salah satu pilar negara Indonesia. Pilar negara manakah yang paling relevan dengan perbandingan tersebut?
NO. 1965
Link Soal
Di Kabupaten Mekar Jaya, proyek pembangunan Jembatan Harapan yang seharusnya menjadi penghubung vital antar desa, mengalami penundaan parah dan kualitas konstruksi yang jauh di bawah standar. Dana yang dialokasikan sebesar Rp50 miliar ternyata banyak diselewengkan oleh oknum-oknum di Dinas Pekerjaan Umum, mulai dari mark-up harga bahan baku hingga penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. Akibatnya, jembatan yang baru selesai dibangun beberapa bulan kemudian sudah menunjukkan retakan di sana-sini dan tidak mampu menopang beban sesuai kapasitas yang direncanakan. Masyarakat desa yang sangat mengharapkan jembatan ini sebagai jalur ekonomi utama kini merasa kecewa dan terisolasi kembali, bahkan khawatir akan keselamatan mereka saat melintasinya. Situasi ini memicu demonstrasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Dampak negatif paling fundamental dari pengabaian nilai integritas dalam kasus tersebut adalah...
NO. 1966
Link Soal
Bapak Rizal adalah Kepala Seksi Pelayanan Terpadu di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Harmoni. Ia sedang memimpin timnya untuk merumuskan standar operasional prosedur (SOP) baru yang lebih efektif dan inklusif. Dalam proses diskusi, muncul perbedaan pendapat yang signifikan di antara anggota tim. Sebagian mengusulkan efisiensi layanan harus menjadi prioritas utama dengan menerapkan sistem online sepenuhnya, yang mungkin menyulitkan warga di daerah terpencil dengan akses internet terbatas. Sementara itu, anggota tim lain bersikeras bahwa aksesibilitas bagi seluruh warga, termasuk yang di daerah terpencil atau kurang melek teknologi, adalah kunci, meskipun berpotensi memperlambat proses secara keseluruhan karena harus mempertahankan layanan manual. Situasi ini mulai menimbulkan ketegangan di antara anggota tim dan dikhawatirkan mengganggu persatuan dalam tim. Bagaimana seharusnya Bapak Rizal menyikapi situasi ini sesuai dengan implementasi nilai-nilai Pilar Negara dalam lingkungan kerja ASN?
NO. 1967
Link Soal
Di Negara Nusajaya, Bapak Surya Adinata menjabat sebagai Kepala Badan Pembangunan Nasional. Suatu ketika, sebuah proyek strategis pembangunan infrastruktur besar senilai triliunan rupiah akan dilelang. Beberapa kerabat dekat Bapak Surya, yang memiliki perusahaan konstruksi, mendekatinya dengan tawaran 'kerjasama' yang menjanjikan keuntungan pribadi yang signifikan jika proyek tersebut diarahkan kepada mereka. Mereka juga menyarankan agar proses lelang dapat sedikit 'dimudahkan' untuk pihak mereka. Bapak Surya, tanpa ragu, menolak tegas tawaran tersebut. Ia menyatakan bahwa setiap proses harus berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk dirinya sendiri atau kerabatnya. Ia bahkan memastikan timnya melakukan pengawasan ekstra ketat agar tidak ada celah kecurangan. Akibatnya, hubungan dengan beberapa kerabatnya menjadi renggang, namun Proyek Pembangunan Jalur Logistik Sentra Berkah itu akhirnya diselesaikan oleh kontraktor yang memang paling kompeten dan dengan biaya yang efisien, membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat Nusajaya.
Tindakan Bapak Surya Adinata dalam menghadapi tawaran dari kerabatnya tersebut, yang mengutamakan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum di atas kepentingan pribadi dan golongan, merupakan cerminan nyata dari nilai luhur apa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
NO. 1968
Link Soal
Di Kabupaten Merdeka, sentimen lokal yang berlebihan mulai mendominasi wacana publik. Para pemimpin adat dan sebagian besar masyarakatnya semakin mengedepankan tradisi dan kepentingan kesukuan mereka di atas nilai-nilai persatuan nasional. Dalam kurikulum pendidikan lokal, materi tentang sejarah perjuangan kemerdekaan nasional mulai dikurangi, digantikan dengan penekanan pada sejarah heroik tokoh-tokoh lokal. Dana pembangunan lebih banyak dialokasikan untuk proyek-proyek yang hanya menguntungkan kelompok etnis tertentu, sementara fasilitas umum di wilayah yang dihuni etnis minoritas terbengkalai. Media massa lokal juga sering memberitakan isu-isu yang memojokkan kebijakan pemerintah pusat. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa intervensi yang tepat, dampak negatif yang paling mungkin terjadi terhadap keutuhan bangsa adalah...
NO. 1969
Link Soal
Pemimpin politik Indonesia mengadakan kolaborasi dengan Jepang pada masa penjajahan Jepang, karena Jepang ...
Luar Biasa! Semua soal terjawab.
Silakan kirim jawaban Anda untuk melihat skor akhir dari tes ini.