PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 10. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

Sebuah rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang sangat krusial untuk implementasi kebijakan publik mengalami penundaan signifikan dalam pengesahannya. Penundaan ini disebabkan oleh banyaknya pasal yang menggunakan frasa ambigu, terminologi yang tidak konsisten, serta struktur kalimat yang multitafsir, sehingga menimbulkan perdebatan dan berbagai interpretasi di kalangan pemangku kepentingan dan ahli hukum. Sebagai akibatnya, masyarakat tidak mendapatkan kepastian hukum terkait kebijakan tersebut. Dalam konteks fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa hukum dan administrasi negara, prinsip fundamental tata kelola pemerintahan yang *paling* terganggu oleh kondisi tersebut adalah...
A
Efisiensi birokrasi, karena membutuhkan klarifikasi dan revisi berulang yang memakan waktu dan sumber daya.
B
Partisipasi publik, sebab masyarakat akan kesulitan memahami isi RPP sehingga sulit memberikan masukan yang berkualitas.
C
Transparansi, karena informasi yang tidak jelas menyulitkan pengawasan publik terhadap proses legislasi dan implementasi kebijakan.
D
Akuntabilitas dan kepastian hukum, karena ambiguitas bahasa membuka celah untuk penyalahgunaan wewenang dan ketidakseragaman dalam penegakan hukum, yang merugikan masyarakat.
E
Responsivitas pemerintah, karena proses adaptasi kebijakan terhadap dinamika sosial menjadi terhambat oleh kekaburan bahasa dalam regulasi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pak Budi, seorang ASN di Bagian Komunikasi Publik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Makmur Jaya, sedang menyusun pengumuman penting tentang program daur ulang sampah mandiri yang akan diluncurkan bulan depan. Pengumuman ini akan ditempel di berbagai tempat strategis dan diunggah di media sosial resmi dinas. Ia ingin memastikan pengumuman tersebut mudah dipahami masyarakat dan mencerminkan tata bahasa baku serta efektif. Setelah draf pertama, Pak Budi merasa ada beberapa kalimat yang kurang optimal. Salah satu bagian drafnya berbunyi: "Untuk program daur ulang sampah mandiri ini, diharapkan masyarakat secara aktif berpartisipasi dan turut serta agar lingkungan kita bersih." Mana revisi kalimat yang paling tepat dan efektif sesuai kaidah Bahasa Indonesia baku serta konteks komunikasi publik ASN?
A
Masyarakat diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam program daur ulang sampah mandiri ini demi terciptanya lingkungan yang bersih.
B
Diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan daur ulang sampah mandiri ini agar lingkungan kita bersih dan lestari.
C
Demi lingkungan yang bersih, maka seluruh masyarakat wajib ikut serta dalam program daur ulang sampah mandiri.
D
Program daur ulang sampah mandiri ini mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi serta berperan serta agar lingkungan sehat.
E
Dengan adanya program daur ulang sampah mandiri ini, warga diharapkan berpartisipasi dan memberi dukungan agar lingkungan menjadi bersih.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat berikut: 'Dampak penggunaan gawai secara berlebihan pada anak bermacam-macam, seperti penurunan motivasi belajar, berkurangnya komunikasi... dan masuknya informasi yang tidak layak.' Manakah kata bentukan yang penggunaannya kurang tepat dalam kalimat tersebut?
A
penggunaan
B
berlebihan
C
penurunan
D
berkurangnya
E
masuknya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Nasional (PPBSN) melakukan studi komparatif tentang dinamika penggunaan Bahasa Indonesia lintas generasi dan platform komunikasi digital. Temuan kunci menunjukkan bahwa generasi sebelum tahun 1980 cenderung menginternalisasi Bahasa Indonesia dengan kaidah tata bahasa yang ketat, memegang teguh pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan mempraktikkan adaptasi selektif terhadap kosakata asing atau daerah, khususnya dalam ranah formal. Sebaliknya, observasi pada generasi setelah tahun 2000 mengungkapkan kecenderungan masif untuk mengintegrasikan slang, akronim, dan adopsi langsung istilah asing (e.g., 'literally,' 'spill the tea,' 'vibes') tanpa proses pembakuan yang jelas dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di beberapa konteks semi-formal digital. Fenomena ini, menurut laporan PPBSN, berpotensi menciptakan fragmentasi linguistik dan mengaburkan batas antara Bahasa Indonesia baku dan non-baku di mata publik. Berdasarkan analisis data studi PPBSN tersebut, tantangan strategis paling krusial yang dihadapi Bahasa Indonesia dalam mempertahankan perannya sebagai perekat identitas nasional di tengah arus perubahan linguistik ini berkaitan erat dengan aspek...
A
Fleksibilitas Bahasa Indonesia untuk menyerap dan mengakomodasi keberagaman dialek regional.
B
Penjagaan konsistensi kaidah bahasa baku dan otoritasnya sebagai standar komunikasi nasional.
C
Optimalisasi promosi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional dan diplomasi.
D
Pengembangan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih responsif terhadap tren penggunaan bahasa gaul.
E
Peningkatan kapasitas infrastruktur digital untuk mendukung literasi berbahasa Indonesia.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Manakah di antara kalimat berikut yang merupakan kalimat efektif sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
A
Bagi semua peserta rapat diharapkan hadir tepat waktu.
B
Semua peserta rapat diharapkan hadir tepat waktu.
C
Kepada para hadirin dipersilahkan duduk kembali.
D
Dia naik ke atas panggung untuk menerima piala.
E
Saya melihat mahasiswa itu sedang mendiskusikan tentang masalah skripsi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Di Desa Cakrawala, Pak Budi, seorang pensiunan guru Bahasa Indonesia, sering mengamati perubahan dalam penggunaan bahasa oleh generasi muda. Ia teringat bagaimana di masa mudanya, penggunaan Bahasa Indonesia sangat dijunjung tinggi keformalannya, terutama dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan resmi. Kata-kata serapan dari bahasa daerah atau asing selalu melalui proses adaptasi yang ketat dan seringkali dianggap kurang pantas jika digunakan tanpa konteks yang tepat. Kini, ia melihat cucunya, Rio, dan teman-temannya di media sosial dengan mudahnya mencampuradukkan Bahasa Indonesia baku dengan istilah-istilah gaul, singkatan, dan kata-kata serapan dari bahasa asing yang langsung diadopsi tanpa penyesuaian. Fenomena ini membuat Pak Budi merenungkan tantangan besar yang dihadapi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Berdasarkan narasi tersebut, perbandingan penerapan Bahasa Indonesia di masa lalu dan masa kini menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional adalah dalam aspek...
A
peningkatan daya tarik dan fleksibilitas bahasa agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.
B
pelestarian kaidah kebahasaan baku sebagai fondasi identitas dan pemersatu bangsa.
C
diversifikasi penggunaan bahasa di berbagai platform komunikasi digital.
D
kemampuan beradaptasi dengan masuknya kosakata baru dari bahasa asing dan daerah.
E
efisiensi komunikasi lintas generasi dan budaya dalam era globalisasi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Seorang kepala daerah di Provinsi X meluncurkan gerakan "Cinta Bahasa Indonesia". Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam komunikasi publik dan media sosial, mengingat maraknya penggunaan istilah asing dan bahasa gaul yang tidak baku. Namun, gerakan ini mendapat kritik dari sebagian masyarakat yang menganggapnya membatasi kreativitas berbahasa dan mengabaikan kekayaan bahasa daerah. Di sisi lain, para pegiat bahasa dan budayawan mendukung penuh inisiatif ini sebagai upaya menjaga identitas bangsa. Berdasarkan narasi di atas, bagaimana seharusnya Kepala Daerah Provinsi X menyeimbangkan upaya pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tanpa mengesampingkan dinamika kebahasaan di masyarakat?
A
Melakukan sosialisasi masif tentang pentingnya Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, sekaligus membuka ruang diskusi publik untuk mengakomodasi perkembangan bahasa dan menyerap istilah lokal yang relevan.
B
Mengeluarkan peraturan daerah yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia baku di semua ranah publik dan mengenakan denda bagi pelanggar.
C
Memfokuskan program pada pengembangan literasi Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dan membiarkan penggunaan bahasa di masyarakat berkembang secara mandiri.
D
Mendorong penggunaan bahasa daerah secara lebih luas sebagai bentuk pelestarian budaya, sementara Bahasa Indonesia cukup digunakan dalam konteks formal kenegaraan saja.
E
Menanggapi kritik dengan mengurangi intensitas gerakan "Cinta Bahasa Indonesia" dan lebih fokus pada penyerapan kosakata asing yang populer agar Bahasa Indonesia tetap relevan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Sejarah pembentukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara tidak lepas dari perjuangan panjang para tokoh bangsa untuk menyatukan beragam suku dan budaya di Nusantara. Bahasa Melayu, yang kemudian diangkat menjadi Bahasa Indonesia, memiliki keunggulan karena sifatnya yang akomodatif, sederhana, dan telah lama menjadi lingua franca di kawasan Asia Tenggara. Pemilihan ini menunjukkan visi kebangsaan yang jauh ke depan, mengesampingkan egoisme primordial demi kepentingan nasional yang lebih besar. Namun, di era kontemporer, ancaman terhadap Bahasa Indonesia justru datang dari internal, yakni kurangnya kebanggaan dan komitmen sebagian warga negara, termasuk ASN, untuk menggunakan Bahasa Indonesia secara optimal, bahkan cenderung menganggap remeh strukturnya. Apa latar belakang filosofis terkuat di balik pemilihan Bahasa Melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia, yang relevan untuk memperkuat komitmen ASN terhadap bahasanya di tengah tantangan ini?
A
Sifat Bahasa Melayu yang demokratis dan non-feodal, memungkinkan partisipasi setara dari seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi berdasarkan kasta atau asal-usul, sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
B
Ketersediaan kamus dan tata bahasa Bahasa Melayu yang sudah mapan dibandingkan bahasa daerah lain pada masa itu, sehingga memudahkan proses kodifikasi dan standarisasi sebagai bahasa nasional.
C
Kekayaan kosakata dan fleksibilitas struktur Bahasa Melayu yang memungkinkan adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, menjadikannya potensial sebagai bahasa ilmu.
D
Posisi strategis Bahasa Melayu sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarbudaya selama berabad-abad, menjadikannya pilihan pragmatis untuk mempersatukan wilayah kepulauan yang luas.
E
Kesederhanaan fonologi dan morfologi Bahasa Melayu yang mudah dipelajari oleh penutur bahasa lain, sehingga sangat efektif untuk menyebarkan semangat nasionalisme dan pendidikan massal ke seluruh pelosok negeri.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat berikut ini: 'Dengan adanya fasilitas, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta pelayanan kesehatan yang baik dan berkwalitas, akan sangat mendukung terciptanya kepercayaan dan rasa aman.' Kata manakah yang penulisannya tidak baku menurut EBI?
A
fasilitas
B
kerja sama
C
masyarakat
D
berkwalitas
E
negeri

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 100
Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan program imunisasi nasional agar supaya balita terhindar daripada berbagai penyakit berbahaya.' Kalimat tersebut tidak efektif karena...
A
Penggunaan kata yang bermakna ganda (ambigu)
B
Kesalahan penulisan kata baku
C
Pemborosan kata (pleonasme) pada 'agar supaya' dan 'daripada'
D
Tidak memiliki subjek yang jelas
E
Penggunaan istilah asing yang tidak perlu

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.