PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 13. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

NO. 121
Balai Pustaka, yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20, memiliki tujuan awal yang ambivalen: di satu sisi ingin 'mendidik' pribumi melalui bacaan 'aman', di sisi lain juga berfungsi sebagai alat kontrol terhadap penyebaran ide-ide radikal. Namun, secara paradoks, lembaga ini justru menjadi inkubator penting bagi perkembangan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia modern dan lahirnya sastra Indonesia. Bagaimana dualisme fungsi Balai Pustaka ini secara efektif mempercepat proses modernisasi Bahasa Indonesia dan pengukuhan statusnya sebagai bahasa kebangsaan, meskipun niat awalnya berbeda?
A
Balai Pustaka secara tidak sengaja menyediakan infrastruktur percetakan dan distribusi buku yang luas, sehingga Bahasa Melayu/Indonesia dapat menjangkau pembaca di berbagai wilayah Nusantara.
B
Meskipun dengan sensor, Balai Pustaka mendorong standardisasi Bahasa Melayu dalam penulisan dan penerbitan, yang menjadi cikal bakal baku Bahasa Indonesia.
C
Para penulis pribumi menggunakan Balai Pustaka sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan-gagasan nasionalisme secara terselubung, di balik cerita-cerita 'aman' yang diterbitkan.
D
Balai Pustaka menciptakan audiens pembaca yang lebih luas di kalangan pribumi, yang kemudian menuntut lebih banyak karya sastra dan pengetahuan dalam bahasa mereka sendiri.
E
Kontrol Balai Pustaka terhadap isi buku secara ironis memicu para intelektual pribumi untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih canggih dan simbolik, menghindari sensor namun tetap menyuarakan aspirasi bangsa.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 122
Perhatikan kalimat berikut: 'Pada perayaan tahun baru, kembang api mewarnai langit.' Manakah di antara kalimat berikut yang memiliki pola struktur (S-P-O-K) yang setara?
A
Di lapangan sepak bola, timnas Indonesia memenangkan pertandingan
B
Di tempat wisata, pengunjung menikmati keindahan alam
C
Setiap sore, anak-anak bermain di taman bermain
D
Di gedung pertunjukan, penonton bersorak ketika artis favorit tampil
E
Para pekerja membangun pabrik baru di kota tersebut

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 123
Sebagai seorang editor senior di sebuah penerbitan, Anda bertanggung jawab memastikan semua naskah mematuhi kaidah kebahasaan baku PUEBII (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan), khususnya dalam penulisan kalimat langsung. Perhatikan kutipan-kutipan berikut yang diambil dari draf laporan wawancara. Pilihlah satu di antara kutipan tersebut yang paling tepat dan sempurna penulisannya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
A
"Saya tidak akan menyerah begitu saja", tegasnya, "sebelum tujuan ini tercapai."
B
Kepala Bagian Pemasaran berujar: "Kita harus menemukan strategi baru untuk meningkatkan penjualan!"
C
"Meskipun sulit, kita harus tetap optimis," kata Direktur Utama, "karena semangat adalah kunci keberhasilan."
D
"Apakah semua sudah siap?" Tanya Koordinator Acara.
E
"Waspada selalu," ingat Bapak Presiden, "terhadap penyebaran informasi palsu".

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 124
Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia yang terus disempurnakan, mulai dari Ejaan van Ophuijsen hingga Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), mencerminkan upaya sistematis untuk membakukan dan menstandardisasi Bahasa Indonesia demi kemudahan komunikasi, pendidikan, dan administrasi negara. Namun, di era digital, banyak ASN yang kerap abai terhadap kaidah EBI dalam korespondensi resmi, penulisan laporan, maupun komunikasi publik di media sosial. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepraktisan atau anggapan bahwa hal tersebut tidak esensial dibandingkan substansi pesan. Padahal, penggunaan bahasa yang baku dan benar adalah cerminan profesionalisme dan integritas. Dalam sudut pandang integritas seorang ASN dan prinsip good governance, apa implikasi jangka panjang yang paling mungkin timbul dari rendahnya kepatuhan terhadap standar EBI dalam komunikasi resmi birokrasi?
A
Terjadinya ketidakjelasan atau ambigu dalam interpretasi dokumen-dokumen resmi, yang dapat memicu kesalahan administrasi, penyimpangan kebijakan, atau bahkan sengketa hukum di kemudian hari.
B
Merosotnya citra publik institusi pemerintah karena dianggap tidak profesional dan kurang serius dalam menjalankan tugas, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
C
Lambatnya proses birokrasi karena perlu waktu lebih lama untuk mengoreksi kesalahan penulisan atau merumuskan kembali pesan yang tidak baku, mengurangi efisiensi pelayanan publik.
D
Kesulitan dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi karena kurangnya standar yang konsisten di lingkungan pemerintah sebagai teladan.
E
Pembiasan makna dan tujuan dari kebijakan publik yang disampaikan, menyebabkan masyarakat salah memahami arahan pemerintah dan berpotensi menimbulkan resistensi atau ketidakpatuhan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 125
Perhatikan kalimat: 'Alam mempunyai ciri tersendiri untuk melawan pemburuan liar sehingga gajah mulai beradaptasi dengan melahirkan anak-anak tanpa gading.' Manakah kata bentukan yang salah dalam kalimat tersebut?
A
Mempunyai
B
Tersendiri
C
Pemburuan
D
Beradaptasi
E
Melahirkan

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 126
Cermati kalimat-kalimat berikut ini: (1) Meskipun telah diimbau berulang kali, namun masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. (2) Sesuai dengan hasil rapat, keputusan tersebut akan segera diimplementasikan mulai besok. (3) Demi menunjang fasilitas umum, pemerintah setempat telah mengalokasikan dana yang cukup besar. (4) Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, para pegawai diwajibkan mengikuti pelatihan intensif. (5) Oleh karena itu, semua pihak diharapkan untuk saling bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan ini. Kalimat manakah yang mengandung penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat menurut kaidah bahasa Indonesia baku?
A
Kalimat (1)
B
Kalimat (2)
C
Kalimat (3)
D
Kalimat (4)
E
Kalimat (5)

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 127
Cermati kalimat: 'Pada pameran seni, lukisan-lukisan dipamerkan.' Struktur kalimat tersebut sama dengan...
A
Di pasar tradisional, pedagang menjajakan barang dagangan
B
Di taman bermain, anak-anak bersenang-senang di kolam air mancur
C
Setiap malam, keluarga berkumpul di ruang keluarga
D
Di lapangan sepak bola, pemain berlatih untuk pertandingan besok
E
Para penari menampilkan gerakan indah di panggung

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 128
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunggah serangkaian opini pribadi di media sosial dengan menggunakan bahasa yang sangat sarkastik, merendahkan kelompok tertentu, dan cenderung memecah belah. Meskipun ASN tersebut tidak secara eksplisit menyebut jabatannya, identitasnya sebagai pegawai pemerintah mudah terlacak dan unggahan tersebut menjadi viral, menimbulkan kontroversi dan kritik keras dari masyarakat. Tindakan ini, meskipun di ranah pribadi, memiliki implikasi serius terhadap integritas korps ASN dan citra negara. Dalam perspektif fungsi Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi negara yang berintegritas, pelanggaran nilai apa yang *paling fundamental* dari perilaku ASN tersebut?
A
Pelanggaran terhadap kode etik ASN yang mengharuskan penggunaan media sosial secara bijak dan profesional, sesuai dengan standar perilaku pegawai pemerintah.
B
Mengikis kewibawaan dan martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang seharusnya digunakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas, terutama oleh aparatur negara yang mewakili negara.
C
Menunjukkan ketidakmampuan ASN dalam membedakan ranah privat dan publik, yang dapat menimbulkan konflik kepentingan atau bias dalam pelaksanaan tugas.
D
Merusak reputasi pribadi ASN yang bersangkutan dan berpotensi menghambat jenjang kariernya di masa depan akibat sanksi disipliner.
E
Memperkuat stigma negatif masyarakat terhadap ASN sebagai kelompok yang kurang sensitif atau tidak peduli terhadap isu-isu sosial dan persatuan bangsa.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 129
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36 menegaskan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Ketetapan ini tidak hanya bersifat deklaratif, tetapi juga imperatif, menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kedudukan hukum tertinggi dan berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, identitas nasional, dan sarana komunikasi resmi negara. Namun, dalam praktik, masih banyak papan nama jalan, nama gedung, atau iklan komersial yang menggunakan bahasa asing secara dominan, bahkan tanpa padanan Bahasa Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya erosi terhadap kedaulatan bahasa, yang berpotensi mengurangi kebanggaan nasional terhadap Bahasa Indonesia. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi konstitusi dan integritas kebangsaan, bagaimana Anda mengimplementasikan nilai Pasal 36 UUD 1945 ini dalam konteks menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia di ruang publik?
A
Menggagas peraturan daerah atau kebijakan internal yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia pada seluruh papan nama, iklan, dan komunikasi publik, serta memberikan sanksi bagi pelanggar setelah periode sosialisasi.
B
Mendorong kesadaran masyarakat melalui kampanye publik tentang pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, dengan menyoroti dampak negatif dominasi bahasa asing terhadap identitas nasional.
C
Berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan langsung papan nama atau iklan yang melanggar ketentuan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik tanpa padanan yang jelas.
D
Memberikan contoh konkret dengan selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap komunikasi, serta mendorong rekan kerja untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk implementasi kesadaran berkonstitusi.
E
Mengusulkan program insentif bagi pelaku usaha atau institusi yang secara konsisten dan kreatif menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam identitas visual dan komunikasi mereka.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 130
Di Desa Mekar Jaya, yang terletak di kaki Gunung Seroja, hiduplah Pak Tulus, seorang sesepuh desa yang sangat menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku. Beliau selalu menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam setiap kesempatan, terutama saat upacara bendera atau rapat desa. Menurutnya, Bahasa Indonesia adalah tiang penyangga persatuan bangsa, dan setiap kata harus diucapkan dengan penuh hormat sesuai kaidah yang diajarkan di sekolah dahulu. Namun, cucu Pak Tulus, Lia, yang aktif di media sosial dan sering berinteraksi dengan teman-temannya dari berbagai kota, memiliki gaya berbahasa yang jauh berbeda. Lia sering mencampur Bahasa Indonesia dengan istilah-istilah gaul, singkatan-singkatan populer di internet, bahkan terkadang menyelipkan kata-kata dari bahasa asing yang dianggapnya lebih "keren" dan ekspresif. Lia berpendapat bahwa bahasa itu hidup dan dinamis, harus mampu beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan bagi generasi muda. Pak Tulus merasa khawatir identitas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan akan luntur jika terus-menerus bercampur. Sementara Lia berargumen bahwa adaptasi justru membuat Bahasa Indonesia tetap relevan dan dicintai generasi muda. Perbedaan pandangan dan pola penggunaan Bahasa Indonesia antara Pak Tulus dan Lia, jika dikaitkan dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan perkembangan zaman, paling tepat menunjukkan bahwa...
A
Penggunaan bahasa gaul dan asing merupakan ancaman serius bagi kelestarian Bahasa Indonesia baku sebagai identitas nasional yang harus dihentikan sepenuhnya.
B
Dinamika bahasa adalah keniscayaan dalam perkembangan zaman, namun adaptasi harus tetap berlandaskan pada kaidah kebahasaan agar fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional tidak tergerus.
C
Generasi muda cenderung mengabaikan pentingnya Bahasa Indonesia baku karena pengaruh globalisasi dan teknologi yang tak terbendung.
D
Bahasa Indonesia akan terus berkembang dan beradaptasi tanpa perlu khawatir kehilangan identitasnya karena posisinya sebagai bahasa negara sudah kokoh dan dijamin undang-undang.
E
Pemerintah harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah untuk menjaga kemurnian bahasa persatuan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.