Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 14. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 131
Link Soal
Media sosial telah menjadi platform komunikasi utama bagi masyarakat, termasuk ASN. Di satu sisi, media sosial memungkinkan interaksi yang lebih personal dan cepat antara pemerintah dan publik. Di sisi lain, karakteristik informal media sosial seringkali mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baku, singkatan yang berlebihan, bahkan bahasa prokem dalam akun resmi institusi atau akun pribadi ASN yang mencantumkan identitas kedinasan. Hal ini dapat menimbulkan ambiguitas, menurunkan kredibilitas institusi, dan mengikis martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, terutama di mata generasi muda.
Apa strategi paling efektif yang harus diimplementasikan oleh sebuah kementerian untuk memastikan ASN-nya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta santun, dalam setiap komunikasi di media sosial, sekaligus tetap menjaga relevansi dan daya tarik informasi?
A
Menyusun pedoman baku penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial yang mencakup etika komunikasi, penggunaan ejaan, dan gaya bahasa, serta mengadakan lokakarya rutin untuk melatih ASN dalam penerapannya.
B
Membuat tim khusus yang bertugas memantau akun media sosial ASN dan institusi, memberikan teguran langsung jika ditemukan pelanggaran, dan mempublikasikan contoh-contoh penggunaan bahasa yang tidak tepat sebagai pembelajaran.
C
Menerbitkan daftar kosakata gaul atau singkatan yang boleh dan tidak boleh digunakan di media sosial oleh ASN, serta menyosialisasikannya melalui infografis yang menarik agar mudah dipahami.
D
Mendorong ASN untuk selalu menggunakan gaya bahasa formal dan baku layaknya dalam surat resmi, serta menghindari interaksi personal yang terlalu bebas di media sosial untuk menjaga citra institusi.
E
Mengintegrasikan pendidikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam kurikulum pengembangan karier ASN, dengan penekanan pada penggunaan bahasa di berbagai platform komunikasi modern, termasuk media sosial.
NO. 132
Link Soal
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara konsisten menggunakan terminologi asing dan frasa berbahasa Inggris yang kompleks dalam laporan resmi, presentasi publik, dan komunikasi internal, dengan argumen bahwa praktik tersebut mencerminkan modernitas dan profesionalisme institusi. Tindakan ini dilakukan meskipun ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang baku dan mudah dipahami. Sebagai Pembuat Soal Standar BKN, apa implikasi *utama* dari praktik penggunaan bahasa tersebut terhadap nilai integritas ASN dan identitas nasional, sesuai dengan semangat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara?
A
Menunjukkan kemampuan ASN dalam menguasai bahasa asing, yang esensial untuk kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perkembangan global.
B
Mencerminkan kurangnya kebanggaan dan kesadaran ASN akan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu dan identitas bangsa, berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen menjaga nilai-nilai luhur negara.
C
Mengurangi efektivitas komunikasi internal dan eksternal karena tidak semua audiens memiliki pemahaman yang sama terhadap istilah-istilah asing tersebut.
D
Mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan tata bahasa baku, yang seharusnya menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen resmi.
E
Memperkuat persepsi publik bahwa ASN cenderung elitis dan kurang membumi, sehingga menciptakan jarak dengan masyarakat yang dilayani.
NO. 133
Link Soal
Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan kata baku sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)?
A
Kita harus menganalisa masalah ini dengan cermat.
B
Ibu membeli obat di apotik dekat rumah.
C
Atlet itu memiliki nafas yang sangat panjang.
D
Pemerintah sedang menggalakkan standarisasi produk lokal.
E
Risiko investasi saham memang cukup tinggi.
NO. 134
Link Soal
Sumpah Pemuda pada tahun 1928 mendeklarasikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Keputusan ini merupakan tonggak penting yang melampaui kepentingan etnis dan golongan, menjadikan Bahasa Indonesia sebagai simbol perekat bangsa yang majemuk. Namun, di era otonomi daerah, muncul kembali penguatan identitas lokal yang kadang-kadang disalahartikan sebagai penyingkiran bahasa nasional demi bahasa daerah. Beberapa kepala daerah bahkan memprioritaskan penggunaan bahasa daerah dalam forum-forum resmi pemerintahan tanpa pertimbangan yang matang, meskipun mayoritas audiens tidak memahami bahasa daerah tersebut. Fenomena ini, jika tidak disikapi dengan bijak, berpotensi mengikis fungsi Bahasa Indonesia sebagai instrumen komunikasi lintas budaya dan identitas nasional.
Apa implikasi paling signifikan dari kecenderungan tersebut terhadap upaya menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, ditinjau dari peran Bahasa Indonesia?
A
Melemahnya identitas nasional dan rasa kebangsaan karena Bahasa Indonesia tidak lagi menjadi representasi utama jati diri bangsa di mata dunia, digantikan oleh identitas daerah yang lebih menonjol.
B
Terhambatnya mobilitas sosial dan ekonomi antarwilayah karena perbedaan bahasa yang semakin kentara, menyulitkan komunikasi dan koordinasi lintas daerah dalam program-program pembangunan nasional.
C
Potensi konflik horizontal akibat kesenjangan pemahaman dan akses informasi antara kelompok masyarakat yang menguasai bahasa daerah mayoritas dan minoritas, sehingga mengancam kohesi sosial.
D
Menurunnya efektivitas komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta antarlembaga daerah yang berbeda, yang dapat berujung pada inefisiensi birokrasi dan hambatan implementasi kebijakan publik secara nasional.
E
Tergerusnya kearifan lokal dan warisan budaya yang terkandung dalam bahasa daerah, sebab penekanan pada bahasa daerah sebagai identitas justru mengabaikan perlunya standar komunikasi nasional yang mengakomodasi keberagaman.
NO. 135
Link Soal
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai inovasi telah diimplementasikan dan evaluasi berkala dilakukan. Dalam konteks ini, perhatikan beberapa usulan perbaikan kalimat berikut yang diajukan oleh tim ahli bahasa untuk menyampaikan poin penting terkait transparansi dan akuntabilitas. Manakah kalimat yang paling tepat dan efektif sesuai kaidah PUEBI?
A
Pemerintah diharapkan terus meningkatkan transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang di keluarkan untuk publik.
B
Peningkatan transparansi dan akuntabilitas, dalam setiap kebijakan yang di keluarkan pemerintah, adalah krusial bagi publik.
C
Transparansi dan akuntabilitas harus selalu ditingkatkan oleh pemerintah, dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya, demi kepercayaan publik.
D
Setiap kebijakan yang di keluarkan pemerintah, harus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan juga akuntabilitas demi publik.
E
Untuk publik, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang pemerintah keluarkan, perlu untuk ditingkatkan secara kontinyu.
NO. 136
Link Soal
Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan *imunisasi* nasional agar *resiko* penyebaran virus dapat di *minimalisir*.' Manakah perbaikan kata tidak baku yang tepat untuk kalimat tersebut?
A
Imunisasi diganti vaksinasi, resiko diganti risiko.
B
Resiko diganti risiko, minimalisir diganti meminimalisasi.
C
Imunisasi diganti imun, minimalisir diganti minimal.
D
Resiko diganti risiko, minimalisir diganti diminimalisir.
E
Tidak ada yang perlu diperbaiki.
NO. 137
Link Soal
Pemerintah Provinsi X sedang menyusun surat edaran resmi mengenai prosedur baru pengajuan izin usaha mikro. Untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas, ringkas, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar (PUEB dan keefektifan kalimat), pilihlah kalimat yang PALING EFEKTIF untuk menginformasikan batas waktu pengajuan berkas.
A
Batas waktu untuk pengumpulan semua berkas permohonan adalah sampai dengan 31 Desember 2024.
B
Seluruh berkas permohonan wajib sudah diterima sebelum tanggal 31 Desember 2024.
C
Pengajuan berkas permohonan diterima paling lambat tanggal 31 Desember 2024.
D
Pada tanggal 31 Desember 2024 merupakan batas akhir dari penerimaan berkas permohonan.
E
Berkas permohonan harus diserahkan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2024.
NO. 138
Link Soal
Di era banjir informasi, narasi hoaks dan disinformasi sering kali dikemas dengan pilihan kata yang provokatif, struktur kalimat yang ambigu, dan retorika manipulatif, sehingga mudah memperdaya masyarakat awam dan memicu perpecahan. Fenomena ini mengancam stabilitas sosial dan ketahanan nasional. Dalam konteks upaya menjaga ketahanan bangsa dan mengedukasi publik, bagaimana penguasaan dan pemanfaatan Bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi benteng pertahanan *paling efektif* terhadap ancaman disinformasi?
A
Dengan secara proaktif menyebarkan informasi yang benar dalam Bahasa Indonesia baku melalui saluran resmi untuk meng-counter narasi hoaks yang beredar.
B
Dengan mengajarkan masyarakat luas cara mengidentifikasi ujaran provokatif dan struktur kalimat ambigu melalui program literasi Bahasa Indonesia.
C
Dengan menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang lugas, jelas, faktual, dan tidak memecah belah dalam setiap komunikasi resmi maupun pribadi, sehingga membangun kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah dan meningkatkan daya kritis masyarakat.
D
Dengan mengembangkan aplikasi pendeteksi hoaks berbasis analisis linguistik Bahasa Indonesia untuk membantu masyarakat memverifikasi kebenaran informasi.
E
Dengan mengeluarkan regulasi ketat yang melarang penggunaan Bahasa Indonesia yang menyesatkan atau provokatif di media sosial.
NO. 139
Link Soal
Di antara kata-kata serapan berikut, manakah yang penulisannya tidak baku atau salah?
A
Genetik
B
Varitas
C
Silinder
D
Hemoglobin
E
Plaza
NO. 140
Link Soal
Seorang penyunting naskah sedang meninjau draf artikel ilmiah tentang inovasi teknologi. Dalam draf tersebut, ditemukan beberapa kata serapan yang merujuk pada istilah-istilah modern. Tugas penyunting adalah memastikan bahwa semua kata serapan ditulis sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku yang berlaku dalam PUEB. Berdasarkan analisis konteks dan ejaan baku, manakah dari kalimat berikut yang mengandung kata serapan yang penulisannya *tidak tepat* dan memerlukan koreksi?
A
Tim peneliti melakukan *analisis* mendalam terhadap data-data yang terkumpul untuk menemukan pola baru.
B
Setiap inovasi membutuhkan tahap *analisa* yang cermat sebelum diimplementasikan secara luas.
C
Pemerintah berupaya meningkatkan *kualitas* sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi.
D
Penerapan *sistem* baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja di semua departemen.
E
Perusahaan telah mengadopsi *strategi* pemasaran digital yang lebih agresif untuk menjangkau pasar global.