Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 14. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 131
Link Soal
Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan tanda seru (!) untuk mengekspresikan perasaan ketidakpercayaan?
A
Cepat datanglah kemari!
B
Benar, Bu! Saya tidak mengambil uang itu!
C
Ah, aku tidak percaya lagi semua ucapanmu!
D
Wow, indah sekali pemandangan di sini!
E
Kerjakan tugasmu dengan baik!
NO. 132
Link Soal
Penulisan nama serta gelar akademik yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar adalah...
A
Sutinah Pertiwi, S.H.
B
Moh Indrawan Setyo Hadi M.Pd.
C
Hj Rusti Sariringsih. Dr Laila Sari
D
Devi Rusli Hadiningrat, S S
E
Prof. Dr. Ahmad, SH
NO. 133
Link Soal
Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) adalah musuh utama integritas ASN. Ironisnya, dalam beberapa kasus praktik KKN, penggunaan Bahasa Indonesia seringkali dimanipulasi untuk menyamarkan tindak pidana, menyusun klausul kontrak yang ambigu, atau menyampaikan informasi yang menyesatkan publik. Misalnya, laporan keuangan yang dibuat dengan kalimat berbelit-belit, istilah-istilah teknis yang tidak jelas, atau eufemisme untuk menutupi penyalahgunaan wewenang. Penggunaan bahasa yang demikian jelas bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam good governance.
Jika Anda seorang ASN yang bertugas di unit pengawasan internal dan menemukan indikasi manipulasi bahasa dalam dokumen resmi yang mencurigakan, bagaimana Anda akan menyikapi penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak transparan tersebut untuk menegakkan integritas birokrasi?
A
Mengirimkan dokumen tersebut kepada lembaga kebahasaan untuk dianalisis struktur bahasanya, dan jika ditemukan ketidakbakuan yang signifikan, dijadikan bukti awal indikasi penyimpangan.
B
Melakukan investigasi mendalam terhadap substansi dokumen, sambil mencatat dan menganalisis pola penggunaan bahasa yang ambigu atau berbelit-belit sebagai salah satu indikator potensi praktik KKN.
C
Mewajibkan seluruh pejabat untuk mengikuti pelatihan Bahasa Indonesia yang fokus pada penggunaan bahasa yang lugas, jelas, dan transparan dalam setiap laporan dan komunikasi resmi, tanpa terkecuali.
D
Mengembangkan sistem pelaporan internal yang menekankan pada penggunaan Bahasa Indonesia yang standar dan mudah dipahami, serta menolak dokumen yang tidak memenuhi standar kejelasan tersebut.
E
Menyusun pedoman anti-korupsi yang secara spesifik mencantumkan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang transparan dan tidak ambigu dalam semua dokumen pemerintahan, serta sanksi bagi yang melanggar.
NO. 134
Link Soal
Pola kalimat 'Di kelas, guru memberikan penjelasan materi baru' serupa dengan...
A
Di pesta ulang tahun, anak-anak bermain game
B
Pada konferensi, para ilmuwan mempresentasikan hasil penelitian
C
Setiap sore, kucing bermain di halaman rumah
D
Di taman bermain, anak-anak riang bermain ayunan
E
Para pejabat negara menghadiri rapat kenegaraan
NO. 135
Link Soal
Perhatikan kalimat nomor (2) dalam paragraf tentang petani kopi: 'Mereka berusaha sangat keras sekali mencapai budidaya seratus persen organik.' Mengapa kalimat tersebut dikategorikan tidak efektif?
A
Karena mengandung pemborosan kata (pleonasme)
B
Karena tidak memiliki subjek
C
Karena maknanya ambigu
D
Karena kesalahan ejaan
E
Karena struktur kalimat tidak lengkap
NO. 136
Link Soal
Provinsi 'Bumi Kencana', sebuah wilayah di negara fiktif 'Nusantara Indah', mulai secara masif mengadopsi bahasa asing, khususnya Bahasa 'Globalia', sebagai bahasa pengantar utama dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan dasar, pelayanan publik, hingga korespondensi resmi antarlembaga pemerintah. Kebijakan ini didorong oleh keyakinan bahwa penguasaan Bahasa Globalia akan mempercepat kemajuan ekonomi dan integrasi internasional. Lambat laun, penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik semakin menurun, bahkan di kalangan generasi muda, karena dianggap 'kurang modern' atau 'tidak relevan' untuk mencapai kesuksesan. Akibatnya, banyak warga mulai kesulitan memahami tata bahasa dan kosakata Bahasa Indonesia yang baku, dan lebih nyaman berkomunikasi dalam Bahasa Globalia. Dampak negatif paling signifikan dari pengabaian Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dalam kasus Provinsi Bumi Kencana ini adalah...
A
Terciptanya sekat komunikasi antarwilayah di dalam negeri yang masih setia menggunakan Bahasa Indonesia secara dominan.
B
Menurunnya kualitas pendidikan nasional karena para guru tidak mahir berbahasa Globalia.
C
Hilangnya jati diri bangsa dan terkikisnya persatuan nasional karena salah satu pilar kebangsaan telah terabaikan.
D
Terhambatnya investasi asing karena para investor kesulitan memahami dokumen berbahasa Indonesia.
E
Peningkatan biaya operasional pemerintah karena harus menyediakan penerjemah untuk setiap komunikasi resmi.
NO. 137
Link Soal
Sebagai negara kepulauan dengan ribuan suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang luar biasa. Namun, di tengah modernisasi dan urbanisasi, banyak bahasa daerah, terutama yang penuturnya sedikit, terancam punah. Di sisi lain, Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya tersebut, bahkan menjadi media bagi revitalisasi bahasa daerah. Tanggung jawab ASN dalam konteks ini adalah memastikan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi bahasa dominan, tetapi juga bahasa yang mendukung keberagaman dan pelestarian budaya lokal.
Dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, bagaimana peran Bahasa Indonesia dapat dioptimalkan oleh ASN untuk mendukung pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah di era digital?
A
Mengembangkan platform digital yang memfasilitasi pendokumentasian bahasa daerah dalam bentuk teks, audio, dan video, dengan antarmuka Bahasa Indonesia, sehingga dapat diakses dan dipelajari secara luas.
B
Mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam pendidikan formal hingga tingkat perguruan tinggi, namun tetap memberikan ruang bagi pengajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran pilihan.
C
Menerjemahkan karya sastra atau cerita rakyat dari bahasa daerah ke dalam Bahasa Indonesia, agar nilai-nilai lokal dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia tanpa batas geografis.
D
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di berbagai forum budaya dan festival daerah, sehingga pesan-pesan kearifan lokal dapat tersebar lebih efektif ke audiens yang lebih luas.
E
Menyelenggarakan lomba-lomba penulisan atau pidato dalam Bahasa Indonesia dengan tema kekayaan bahasa dan budaya daerah, untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan generasi muda.
NO. 138
Link Soal
Cermati paragraf berikut:
"Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerintah berencana untuk mengimplementasikan sistem daring terpadu. Meskipun demikian, sosialisasi yang masif dan terstruktur mutlak diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Disamping itu, dukungan infrastruktur digital yang memadai juga menjadi prasyarat utama untuk keberhasilan program tersebut."
Manakah pernyataan yang paling tepat mengidentifikasi kesalahan kaidah kebahasaan atau menawarkan perbaikan yang paling esensial dalam paragraf di atas?
A
Frasa "Dalam rangka" seharusnya diganti dengan "Untuk" agar kalimat lebih ringkas dan efektif.
B
Penulisan "Disamping itu" merupakan kesalahan ejaan; seharusnya dipisah menjadi "Di samping itu".
C
Penggunaan kata "mengimplementasikan" kurang tepat dan seharusnya diganti dengan "menerapkan" karena lebih baku.
D
Kalimat kedua terlalu panjang dan perlu dipecah menjadi beberapa kalimat agar mudah dipahami.
E
Tanda koma setelah "Meskipun demikian" tidak diperlukan karena "Meskipun demikian" bukan konjungsi intrakalimat.
NO. 139
Link Soal
Cermati kalimat ini: 'Pemberian vaksin atau imunisasi secara luas, diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil.' Manakah perbaikan ejaan yang benar?
A
vaksin seharusnya vaksinasi
B
tanda koma (,) setelah kata luas dihilangkan
C
intervensi seharusnya interfensi
D
di dunia seharusnya didunia
E
setelah dunia diberi tanda koma (,)
NO. 140
Link Soal
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam dunia teknologi dan sains seringkali menghadapi kendala. Istilah-istilah teknis baru lebih mudah diserap dari bahasa asing (terutama Inggris) daripada diciptakan padanan dalam Bahasa Indonesia. Hal ini mengakibatkan glosarium istilah-istilah ilmiah menjadi didominasi oleh serapan langsung, bahkan di lingkungan akademik dan riset. Akibatnya, pemahaman masyarakat umum terhadap inovasi teknologi menjadi terhambat, dan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan pun dipertanyakan. Sebagai seorang ASN yang mengemban tugas dalam penyampaian informasi dan edukasi publik terkait perkembangan sains dan teknologi, Anda dihadapkan pada dilema ini.
Bagaimana Anda akan menyikapi situasi ini untuk menjaga integritas kebahasaan sekaligus memastikan informasi ilmiah tersampaikan secara efektif kepada masyarakat?
A
Menggunakan istilah asing secara langsung namun dengan memberikan penjelasan rinci dalam Bahasa Indonesia, serta menyarankan para ahli untuk lebih aktif dalam mencari atau menciptakan padanan istilah ilmiah.
B
Memprioritaskan penggunaan padanan Bahasa Indonesia yang sudah ada, dan jika belum ada, berkolaborasi dengan lembaga kebahasaan untuk membentuk padanan baru sebelum istilah tersebut digunakan dalam komunikasi publik.
C
Menerjemahkan setiap istilah teknis asing ke dalam Bahasa Indonesia secara literal, meskipun terkadang terkesan kaku atau kurang tepat, demi menjaga kemurnian bahasa dan konsistensi dalam komunikasi.
D
Mengadopsi istilah asing sepenuhnya jika sudah umum digunakan dan dipahami oleh masyarakat luas, tanpa perlu mencari padanan, agar penyampaian informasi lebih cepat dan efisien.
E
Menyusun kamus istilah sains dan teknologi dalam Bahasa Indonesia yang komprehensif, kemudian mewajibkan seluruh institusi pemerintah dan pendidikan untuk menggunakannya sebagai acuan tunggal.