Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 15. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 141
Link Soal
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36 menegaskan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Ketetapan ini tidak hanya bersifat deklaratif, tetapi juga imperatif, menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kedudukan hukum tertinggi dan berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, identitas nasional, dan sarana komunikasi resmi negara. Namun, dalam praktik, masih banyak papan nama jalan, nama gedung, atau iklan komersial yang menggunakan bahasa asing secara dominan, bahkan tanpa padanan Bahasa Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya erosi terhadap kedaulatan bahasa, yang berpotensi mengurangi kebanggaan nasional terhadap Bahasa Indonesia.
Sebagai ASN yang menjunjung tinggi konstitusi dan integritas kebangsaan, bagaimana Anda mengimplementasikan nilai Pasal 36 UUD 1945 ini dalam konteks menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia di ruang publik?
A
Menggagas peraturan daerah atau kebijakan internal yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia pada seluruh papan nama, iklan, dan komunikasi publik, serta memberikan sanksi bagi pelanggar setelah periode sosialisasi.
B
Mendorong kesadaran masyarakat melalui kampanye publik tentang pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, dengan menyoroti dampak negatif dominasi bahasa asing terhadap identitas nasional.
C
Berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan langsung papan nama atau iklan yang melanggar ketentuan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik tanpa padanan yang jelas.
D
Memberikan contoh konkret dengan selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap komunikasi, serta mendorong rekan kerja untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk implementasi kesadaran berkonstitusi.
E
Mengusulkan program insentif bagi pelaku usaha atau institusi yang secara konsisten dan kreatif menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam identitas visual dan komunikasi mereka.
NO. 142
Link Soal
Cermati paragraf berikut ini:
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Salah satu program unggulan adalah pelatihan vokasi yang intensif, *yang mana* diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya koordinasi antarlembaga terkait, sehingga *berakibat pada* penyerapan lulusan pelatihan yang *belum maksimal*. Oleh karena itu, sinergi semua pihak *mutlak diperlukan* agar tujuan pembangunan nasional dapat tercapai.
Frasa atau klausa yang paling tidak efektif atau mengandung kerancuan tata bahasa menurut kaidah Bahasa Indonesia baku adalah:
A
yang mana diharapkan
B
berakibat pada penyerapan
C
belum maksimal
D
mutlak diperlukan
E
sinergi semua pihak
NO. 143
Link Soal
Bacalah kalimat berikut: 'Iparnya, selain pekerjaannya pada sebuah perusahaan penerbit yang tersohor, juga penulis terkemuka.' Perbaikan kata bentukan yang salah pada kalimat tersebut adalah...
A
pekerjaannya seharusnya bekerja
B
penerbit seharusnya penerbitan
C
tersohor seharusnya tersohorkan
D
terkemuka seharusnya terkemuka
E
mengusung seharusnya berusung
NO. 144
Link Soal
Jika suatu tulisan bertujuan untuk membujuk atau mendorong pembaca agar melakukan tindakan tertentu, jenis karangan tersebut dikenal sebagai...
A
Narasi
B
Deskripsi
C
Eksposisi
D
Persuasi
E
Argumentasi
NO. 145
Link Soal
Tim redaksi jurnal ilmiah 'Paradigma Edukasi' sedang dalam tahap akhir penyuntingan naskah untuk edisi mendatang. Salah satu artikel penting ditulis oleh seorang akademisi terkemuka, Rahmawati Suryaningrat, yang memegang gelar Doktor (Dr.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Magister Humaniora (M.Hum.). Berdasarkan pedoman gaya penulisan jurnal yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), penulisan nama dan gelar akademik kontributor harus sangat presisi. Setelah meninjau berbagai draf, manakah penulisan nama dan gelar Dr. Rahmawati Suryaningrat yang paling tepat dan sesuai dengan kaidah PUEB?
A
Dr Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
B
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
C
DR. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
D
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
E
Dr. Rahmawati Suryaningrat S.Pd., M.Hum.
NO. 146
Link Soal
Di antara kata-kata serapan berikut, manakah yang penulisannya tidak baku atau salah?
A
Genetik
B
Varitas
C
Silinder
D
Hemoglobin
E
Plaza
NO. 147
Link Soal
Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan program imunisasi nasional agar supaya balita terhindar daripada berbagai penyakit berbahaya.' Kalimat tersebut tidak efektif karena...
A
Penggunaan kata yang bermakna ganda (ambigu)
B
Kesalahan penulisan kata baku
C
Pemborosan kata (pleonasme) pada 'agar supaya' dan 'daripada'
D
Tidak memiliki subjek yang jelas
E
Penggunaan istilah asing yang tidak perlu
NO. 148
Link Soal
Bacalah dengan saksama kalimat-kalimat di bawah ini:
I. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
II. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
III. Pemerintah memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta perluasan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
IV. Pemerintah berkomitmen akan peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
Manakah kalimat yang paling tepat dan efektif berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia baku?
A
Kalimat I
B
Kalimat II
C
Kalimat III
D
Kalimat IV
E
Semua kalimat tepat dan efektif
NO. 149
Link Soal
Pak Anton, seorang staf baru di bagian Tata Usaha Kantor Kecamatan Mekar Sari, bertugas menyusun surat balasan resmi untuk permohonan izin keramaian dari sebuah organisasi masyarakat. Setelah draf surat selesai, Kepala Bagian Tata Usaha menyoroti beberapa poin: penggunaan frasa yang ambigu, pilihan kata yang cenderung informal, dan beberapa kesalahan penempatan tanda koma. Kepala Bagian menegaskan bahwa surat dinas harus mencerminkan ketelitian, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melihat kondisi tersebut, langkah perbaikan yang paling fundamental dan komprehensif yang harus Pak Anton lakukan terhadap draf suratnya agar sesuai dengan standar komunikasi resmi ASN adalah...
A
Mengidentifikasi dan mengganti frasa ambigu dengan kalimat yang lugas dan eksplisit, mengubah kata-kata informal menjadi padanan baku, serta mengoreksi penempatan tanda baca berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB).
B
Memprioritaskan kecepatan penyelesaian surat dengan melakukan perbaikan seadanya pada kesalahan paling mencolok, karena isi substansial surat sudah benar.
C
Meminta pendapat dari rekan kerja lain untuk memilih gaya bahasa yang lebih populer dan mudah diterima oleh masyarakat umum, meskipun itu sedikit menyimpang dari kaidah baku.
D
Memfokuskan perbaikan hanya pada substansi utama surat agar maksud permohonan izin tersampaikan, karena aspek kebahasaan dianggap sebagai detail minor.
E
Mempertahankan beberapa frasa informal untuk menciptakan kesan yang lebih personal dan ramah kepada organisasi masyarakat yang menjadi penerima surat.
NO. 150
Link Soal
Bacalah paragraf berikut dengan cermat:
"Meskipun angka pengangguran menurun secara signifikan, namun pemerintah tetap berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan persaingan di dunia kerja semakin ketat, sehingga banyak sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya."
Manakah perbaikan yang paling tepat untuk paragraf di atas agar menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kaidah kebahasaan baku?
A
Menghilangkan kata "namun" karena berlebihan setelah "Meskipun".
B
Mengganti frasa "Hal ini dikarenakan" menjadi "Hal ini terjadi karena".
C
Menggabungkan kedua kalimat menjadi satu kalimat majemuk yang lebih padu.
D
Mengubah "lulusan perguruan tinggi" menjadi "sarjana" untuk konsistensi.
E
Menambahkan konjungsi "dengan demikian" sebelum "sehingga" pada kalimat kedua.