PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 15. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

NO. 141
Bacalah kalimat ini: 'Ciri-ciri peradaban Hindu terlihat jelas dari fisik candi Gebang yang cenderung tinggi... yang dibangun pada masa Dinasi Sanjaya.' Di manakah letak kesalahan ejaan pada kalimat tersebut?
A
peradaban Hindu
B
candi Gebang
C
27,6 meter persegi
D
dibangun pada
E
ukir-ukiran

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 142
Perhatikan beberapa kalimat berikut yang mungkin digunakan dalam sebuah dokumen resmi pemerintah: 1. Kepada seluruh warga negara Indonesia, agar kiranya dapat berpartisipasi aktif. 2. Partisipasi aktif seluruh warga negara Indonesia sangat diharapkan. 3. Diharapkan agar seluruh warga negara Indonesia dapat berpartisipasi aktif. 4. Setiap warga negara Indonesia diharapkan berpartisipasi aktif. 5. Bagi setiap warga negara Indonesia, partisipasi aktif diharapkan. Manakah kalimat yang paling efektif, baku, dan sesuai dengan prinsip kehematan dalam Bahasa Indonesia untuk sebuah dokumen resmi?
A
Kalimat nomor 1
B
Kalimat nomor 2
C
Kalimat nomor 3
D
Kalimat nomor 4
E
Kalimat nomor 5

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 143
Pada awal abad ke-20, di tengah dominasi bahasa kolonial dan keberagaman bahasa daerah, muncul wacana serius untuk mencari 'bahasa persatuan' bagi kaum pribumi yang terpelajar. Bahasa Melayu, yang telah lama berfungsi sebagai lingua franca di Nusantara, dipandang memiliki potensi besar. Namun, pilihan ini bukan tanpa perdebatan, mengingat adanya bahasa daerah dengan penutur yang lebih banyak atau status kebudayaan yang tinggi. Akhirnya, keputusan untuk memilih Bahasa Melayu sebagai dasar Bahasa Indonesia dimatangkan dan dideklarasikan dalam Sumpah Pemuda. Mengapa pilihan ini, di antara berbagai opsi, secara strategis dianggap paling vital dan fundamental untuk membangun entitas kebangsaan Indonesia yang kokoh di masa depan, melebihi sekadar kemudahan komunikasi atau penyebaran informasi?
A
Bahasa Melayu memiliki struktur gramatikal yang paling sederhana dan mudah dipelajari oleh berbagai suku, sehingga mempercepat proses asimilasi budaya di seluruh Nusantara.
B
Bahasa Melayu secara historis telah diterima secara luas sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antar-etnis tanpa terikat pada suku mayoritas tertentu, sehingga tidak memicu sentimen etnosentrisme.
C
Pemerintah kolonial Belanda secara tidak langsung memfasilitasi penyebaran Bahasa Melayu melalui pendidikan dan penerbitan, sehingga membuatnya lebih siap menjadi bahasa nasional.
D
Kekayaan kosakata dan tradisi sastra Bahasa Melayu pada masa itu merupakan yang paling maju dibandingkan bahasa daerah lain, memberikan landasan kuat bagi pengembangan intelektual.
E
Bahasa Melayu memiliki fonologi yang mudah diadaptasi dan diucapkan oleh penutur dari berbagai latar belakang bahasa daerah, memudahkan integrasi linguistik.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 144
Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan tanda seru (!) untuk mengekspresikan perasaan ketidakpercayaan?
A
Cepat datanglah kemari!
B
Benar, Bu! Saya tidak mengambil uang itu!
C
Ah, aku tidak percaya lagi semua ucapanmu!
D
Wow, indah sekali pemandangan di sini!
E
Kerjakan tugasmu dengan baik!

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 145
Bacalah kalimat berikut: 'Iparnya, selain pekerjaannya pada sebuah perusahaan penerbit yang tersohor, juga penulis terkemuka.' Perbaikan kata bentukan yang salah pada kalimat tersebut adalah...
A
pekerjaannya seharusnya bekerja
B
penerbit seharusnya penerbitan
C
tersohor seharusnya tersohorkan
D
terkemuka seharusnya terkemuka
E
mengusung seharusnya berusung

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 146
Perhatikan kalimat: 'Pemerintah Daerah menyiapkan tempat pengungsian untuk kelompok rentan, seperti: ibu hamil, lansia, dan anak difabel.' Kesalahan ejaan pada kalimat tersebut terletak pada...
A
huruf d dan k pada Pemerintah Daerah Kabupaten seharusnya kecil
B
mengevakuasi seharusnya mengefakuasi
C
tanda koma (,) setelah kata rentan dihilangkan
D
tanda titik dua (:) setelah kata seperti dihilangkan
E
anak-anak seharusnya anak anak

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 147
Di Negeri Pelita yang baru saja merdeka, Perdana Menteri Bayu menghadapi tantangan besar. Meskipun kaya akan keberagaman budaya dan bahasa daerah di antara Suku Mentari, Suku Gemilang, dan Suku Bintang, komunikasi lintas suku seringkali terhambat. Bayu melihat bahwa keberadaan banyak bahasa daerah, tanpa bahasa pengikat, dapat menghambat persatuan dan pembangunan bangsa. Dengan semangat kebangsaan yang membara, ia gigih memperjuangkan agar "Bahasa Persatuan Nusantara" diangkat sebagai bahasa resmi dan pengantar di seluruh penjuru negeri. Ia berhasil meyakinkan rakyat bahwa bahasa persatuan ini bukan untuk menghilangkan bahasa daerah, melainkan sebagai jembatan komunikasi dan identitas kolektif yang kokoh. Sosok Perdana Menteri Bayu, dengan perjuangannya dalam mengukuhkan "Bahasa Persatuan Nusantara" demi persatuan bangsa, paling mencerminkan semangat dan kontribusi tokoh nasional Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan, yaitu...
A
Mohammad Yamin
B
Soekarno
C
Wage Rudolf Supratman
D
Ki Hajar Dewantara
E
Jenderal Soedirman

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 148
Di Negeri Samudra Bakti, sebuah negara kepulauan yang kaya akan keberagaman bahasa daerah, terdapat seorang pemimpin visioner bernama Presiden Dirgantara. Beliau sangat menyadari bahwa untuk menyatukan puluhan suku dan budaya, diperlukan sebuah bahasa nasional yang kuat, terstruktur, dan mampu menjadi medium komunikasi yang efektif di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga pemerintahan. Presiden Dirgantara secara aktif mendorong pembakuan kosakata, penyusunan tata bahasa yang baku, serta penggunaan Bahasa Nasional Bakti yang konsisten dan tepat di seluruh lini kehidupan bernegara, bahkan sering memimpin diskusi tentang kaidah kebahasaan untuk menghindari pengaruh asing yang berlebihan. Tokoh nasional siapakah di Indonesia yang memiliki semangat dan dedikasi serupa dengan Presiden Dirgantara dalam memperjuangkan, membakukan, dan mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang modern dan berintegritas?
A
Sutan Takdir Alisjahbana
B
Muhammad Yamin
C
Ki Hajar Dewantara
D
Bung Tomo
E
Chairil Anwar

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 149
Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan kata baku sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)?
A
Kita harus menganalisa masalah ini dengan cermat.
B
Ibu membeli obat di apotik dekat rumah.
C
Atlet itu memiliki nafas yang sangat panjang.
D
Pemerintah sedang menggalakkan standarisasi produk lokal.
E
Risiko investasi saham memang cukup tinggi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

NO. 150
Di kota fiktif Puspanegara pada era 1980-an, Bapak Suryo, seorang pegawai administrasi kelurahan, sering kali menulis surat edaran atau pengumuman dengan gaya bahasa yang cenderung santai, banyak menggunakan akronim lokal, dan terkadang mencampuradukkan bahasa daerah dengan Bahasa Indonesia tanpa memperhatikan struktur kalimat baku. Sebagai contoh, sebuah pengumuman kerja bakti bisa berbunyi: 'Warga dimohon kumpul di balai besok pagi jam 7, ada gawean bersih-bersih'. Empat puluh tahun kemudian, di kelurahan yang sama, Ibu Sari, yang kini menjabat posisi serupa, selalu memastikan setiap dokumen resmi, baik surat, laporan, maupun pengumuman di media sosial kelurahan, disusun dengan mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB) dan kaidah tata bahasa baku. Kalimat yang digunakan pun formal, lugas, dan terstruktur sesuai standar Bahasa Indonesia. Contohnya: 'Seluruh warga diimbau untuk berkumpul di balai kelurahan pada hari Sabtu, 20 Mei 2023, pukul 07.00 WIB dalam rangka kegiatan kerja bakti kebersihan lingkungan.' Perbandingan penerapan Bahasa Indonesia antara Bapak Suryo di masa lalu dan Ibu Sari di masa kini dalam narasi di atas paling tepat menggambarkan perubahan fokus pada aspek...
A
Penggunaan diksi yang lebih puitis dan emotif dalam komunikasi formal.
B
Peningkatan urgensi untuk menyesuaikan bahasa dengan tren global dan kata serapan asing.
C
Penekanan pada standardisasi, kebakuan, dan formalitas bahasa dalam ruang publik dan administratif.
D
Kebebasan ekspresi yang lebih besar dalam penggunaan bahasa untuk menyampaikan pesan yang efektif.
E
Pergeseran dari komunikasi tertulis ke lisan yang lebih efisien dan langsung.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.