Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Pada awal abad ke-20, di tengah dominasi bahasa kolonial dan keberagaman bahasa daerah, muncul wacana serius untuk mencari 'bahasa persatuan' bagi kaum pribumi yang terpelajar. Bahasa Melayu, yang telah lama berfungsi sebagai lingua franca di Nusantara, dipandang memiliki potensi besar. Namun, pilihan ini bukan tanpa perdebatan, mengingat adanya bahasa daerah dengan penutur yang lebih banyak atau status kebudayaan yang tinggi. Akhirnya, keputusan untuk memilih Bahasa Melayu sebagai dasar Bahasa Indonesia dimatangkan dan dideklarasikan dalam Sumpah Pemuda. Mengapa pilihan ini, di antara berbagai opsi, secara strategis dianggap paling vital dan fundamental untuk membangun entitas kebangsaan Indonesia yang kokoh di masa depan, melebihi sekadar kemudahan komunikasi atau penyebaran informasi?
A
Bahasa Melayu memiliki struktur gramatikal yang paling sederhana dan mudah dipelajari oleh berbagai suku, sehingga mempercepat proses asimilasi budaya di seluruh Nusantara.
B
Bahasa Melayu secara historis telah diterima secara luas sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antar-etnis tanpa terikat pada suku mayoritas tertentu, sehingga tidak memicu sentimen etnosentrisme.
C
Pemerintah kolonial Belanda secara tidak langsung memfasilitasi penyebaran Bahasa Melayu melalui pendidikan dan penerbitan, sehingga membuatnya lebih siap menjadi bahasa nasional.
D
Kekayaan kosakata dan tradisi sastra Bahasa Melayu pada masa itu merupakan yang paling maju dibandingkan bahasa daerah lain, memberikan landasan kuat bagi pengembangan intelektual.
E
Bahasa Melayu memiliki fonologi yang mudah diadaptasi dan diucapkan oleh penutur dari berbagai latar belakang bahasa daerah, memudahkan integrasi linguistik.
NO. 152
Link Soal
Pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, administrasi publik, dan komunikasi ilmiah. Salah satu langkah yang diupayakan adalah mendorong penggunaan padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah asing, terutama dalam dokumen resmi dan karya tulis ilmiah. Pernyataan di bawah ini yang paling tepat mencerminkan alasan fundamental di balik kebijakan tersebut, dilihat dari perspektif penguatan identitas nasional dan kemandirian intelektual bangsa, adalah...
A
Adanya kebutuhan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bahasa Indonesia juga mampu menjadi bahasa ilmu pengetahuan yang mandiri tanpa intervensi asing.
B
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan minat masyarakat terhadap bahasa Indonesia akibat dominasi bahasa asing dalam berbagai bidang.
C
Dengan membakukan istilah dalam bahasa Indonesia, kita dapat mempermudah proses penerjemahan literatur asing dan meningkatkan aksesibilitas informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
D
Penggunaan padanan kata bahasa Indonesia yang konsisten dan akurat merupakan fondasi penting untuk membangun korpus ilmu pengetahuan nasional yang kokoh, seragam, dan mudah dipahami, sehingga memperkuat jati diri serta kemandirian berpikir bangsa.
E
Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap imperialisme budaya dan bahasa asing yang berpotensi mengikis nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
NO. 153
Link Soal
Di era banjir informasi, narasi hoaks dan disinformasi sering kali dikemas dengan pilihan kata yang provokatif, struktur kalimat yang ambigu, dan retorika manipulatif, sehingga mudah memperdaya masyarakat awam dan memicu perpecahan. Fenomena ini mengancam stabilitas sosial dan ketahanan nasional. Dalam konteks upaya menjaga ketahanan bangsa dan mengedukasi publik, bagaimana penguasaan dan pemanfaatan Bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi benteng pertahanan *paling efektif* terhadap ancaman disinformasi?
A
Dengan secara proaktif menyebarkan informasi yang benar dalam Bahasa Indonesia baku melalui saluran resmi untuk meng-counter narasi hoaks yang beredar.
B
Dengan mengajarkan masyarakat luas cara mengidentifikasi ujaran provokatif dan struktur kalimat ambigu melalui program literasi Bahasa Indonesia.
C
Dengan menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang lugas, jelas, faktual, dan tidak memecah belah dalam setiap komunikasi resmi maupun pribadi, sehingga membangun kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah dan meningkatkan daya kritis masyarakat.
D
Dengan mengembangkan aplikasi pendeteksi hoaks berbasis analisis linguistik Bahasa Indonesia untuk membantu masyarakat memverifikasi kebenaran informasi.
E
Dengan mengeluarkan regulasi ketat yang melarang penggunaan Bahasa Indonesia yang menyesatkan atau provokatif di media sosial.
NO. 154
Link Soal
Seorang auditor internal menemukan bahwa beberapa dokumen resmi penting yang diterbitkan oleh sebuah direktorat jenderal di salah satu kementerian memiliki inkonsistensi serius dalam penggunaan ejaan, tanda baca, dan tata bahasa baku, meskipun Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) telah diimplementasikan secara luas. Inkonsistensi ini tidak hanya ditemukan pada dokumen internal, tetapi juga pada surat-menyurat dengan lembaga lain. Mengapa konsistensi dalam penerapan PUEBI oleh ASN dan lembaga negara, selain sebagai kepatuhan pada kaidah bahasa, merupakan cerminan esensial dari nilai integritas dan profesionalisme aparatur negara?
A
Menunjukkan bahwa ASN memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan aturan dan pedoman yang dikeluarkan pemerintah pusat.
B
Mencerminkan ketelitian, ketertiban, dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas administratif, yang fundamental untuk membangun kepercayaan publik terhadap kredibilitas dan kapabilitas institusi pemerintah.
C
Mempermudah proses audit dan verifikasi dokumen oleh pihak eksternal, karena adanya standarisasi bahasa yang jelas dan seragam.
D
Mengurangi potensi kesalahpahaman atau ambiguitas dalam interpretasi kebijakan, yang dapat berujung pada inefisiensi atau perselisihan hukum.
E
Memperkuat citra Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang teratur, modern, dan dihormati di mata komunitas internasional.
NO. 155
Link Soal
Perhatikan kelompok kata berikut. Manakah deretan kata yang seluruhnya merupakan bentuk kata baku?
A
jadwal, karier, antri
B
cabai, apotik, diskotik
C
sutera, syahdu, ubah
D
baut, insyaf, prangko
E
stasiun, terminal, bis
NO. 156
Link Soal
Cermati paragraf berikut ini:
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Salah satu program unggulan adalah pelatihan vokasi yang intensif, *yang mana* diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya koordinasi antarlembaga terkait, sehingga *berakibat pada* penyerapan lulusan pelatihan yang *belum maksimal*. Oleh karena itu, sinergi semua pihak *mutlak diperlukan* agar tujuan pembangunan nasional dapat tercapai.
Frasa atau klausa yang paling tidak efektif atau mengandung kerancuan tata bahasa menurut kaidah Bahasa Indonesia baku adalah:
A
yang mana diharapkan
B
berakibat pada penyerapan
C
belum maksimal
D
mutlak diperlukan
E
sinergi semua pihak
NO. 157
Link Soal
Sebuah instansi pemerintah akan mengeluarkan pengumuman resmi mengenai perubahan prosedur layanan publik. Tim penyusun naskah sedang merancang kalimat pembuka pengumuman tersebut. Dari lima opsi di bawah ini, manakah kalimat yang paling efektif, baku, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan resmi menurut PUEBI untuk menyampaikan informasi tersebut?
A
Dengan ini diumumkan, bahwa mulai Senin depan, prosedur layanan publik akan mengalami pembaharuan kebijakan.
B
Kami informasikan kepada publik bahwasanya ada kebijakan baru tentang prosedur layanan publik yang akan diberlakukan efektif mulai Senin mendatang.
C
Diinformasikan kepada masyarakat bahwa kebijakan baru terkait prosedur layanan publik akan mulai berlaku pada Senin depan.
D
Pemerintah memberitahukan kepada seluruh warga masyarakat bahwa mulai hari Senin kebijakan prosedur layanan publik akan diimplementasikan.
E
Sehubungan dengan adanya perubahan prosedur layanan publik, maka kebijakan baru akan diberlakukan dari Senin mendatang.
NO. 158
Link Soal
Perhatikan kalimat: 'Pemerintah Daerah menyiapkan tempat pengungsian untuk kelompok rentan, seperti: ibu hamil, lansia, dan anak difabel.' Kesalahan ejaan pada kalimat tersebut terletak pada...
A
huruf d dan k pada Pemerintah Daerah Kabupaten seharusnya kecil
B
mengevakuasi seharusnya mengefakuasi
C
tanda koma (,) setelah kata rentan dihilangkan
D
tanda titik dua (:) setelah kata seperti dihilangkan
E
anak-anak seharusnya anak anak
NO. 159
Link Soal
Seorang penyunting naskah sedang meninjau draf artikel ilmiah tentang inovasi teknologi. Dalam draf tersebut, ditemukan beberapa kata serapan yang merujuk pada istilah-istilah modern. Tugas penyunting adalah memastikan bahwa semua kata serapan ditulis sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku yang berlaku dalam PUEB. Berdasarkan analisis konteks dan ejaan baku, manakah dari kalimat berikut yang mengandung kata serapan yang penulisannya *tidak tepat* dan memerlukan koreksi?
A
Tim peneliti melakukan *analisis* mendalam terhadap data-data yang terkumpul untuk menemukan pola baru.
B
Setiap inovasi membutuhkan tahap *analisa* yang cermat sebelum diimplementasikan secara luas.
C
Pemerintah berupaya meningkatkan *kualitas* sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi.
D
Penerapan *sistem* baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja di semua departemen.
E
Perusahaan telah mengadopsi *strategi* pemasaran digital yang lebih agresif untuk menjangkau pasar global.
NO. 160
Link Soal
Tim redaksi jurnal ilmiah 'Paradigma Edukasi' sedang dalam tahap akhir penyuntingan naskah untuk edisi mendatang. Salah satu artikel penting ditulis oleh seorang akademisi terkemuka, Rahmawati Suryaningrat, yang memegang gelar Doktor (Dr.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Magister Humaniora (M.Hum.). Berdasarkan pedoman gaya penulisan jurnal yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), penulisan nama dan gelar akademik kontributor harus sangat presisi. Setelah meninjau berbagai draf, manakah penulisan nama dan gelar Dr. Rahmawati Suryaningrat yang paling tepat dan sesuai dengan kaidah PUEB?
A
Dr Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
B
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
C
DR. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
D
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
E
Dr. Rahmawati Suryaningrat S.Pd., M.Hum.