Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Pada masa perjuangan kemerdekaan, khususnya selama pendudukan Jepang, Bahasa Indonesia dihadapkan pada situasi yang kompleks. Belanda telah dilarang, dan Jepang berusaha mempromosikan bahasanya sendiri. Namun, justru dalam kondisi ini, Bahasa Indonesia mengalami percepatan perkembangan dan secara aktif digunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai alat perlawanan dan konsolidasi. Mengapa, dalam konteks sosial-politik yang penuh tantangan tersebut, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi instrumen paling efektif dalam membangun kesadaran nasional dan mempersatukan perlawanan, dibandingkan dengan upaya menggunakan bahasa daerah atau menolak penggunaan bahasa kolonial secara pasif?
A
Bahasa Indonesia menawarkan medium komunikasi yang netral, melampaui sekat-sekat etnis dan kedaerahan, sehingga mampu menyatukan berbagai kelompok pejuang dari seluruh Nusantara.
B
Penggunaan Bahasa Indonesia oleh para tokoh pergerakan nasional secara simbolis menunjukkan kemandirian budaya dan politik di hadapan penjajah, tanpa harus menunggu kemerdekaan formal.
C
Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa yang dipahami secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat terpelajar dan rakyat biasa, memfasilitasi penyebaran ide-ide perjuangan.
D
Pemerintah pendudukan Jepang, secara tidak sengaja, memberikan ruang bagi pengembangan Bahasa Indonesia dengan melarang bahasa Belanda dan tidak sepenuhnya berhasil memaksakan bahasa Jepang.
E
Ketersediaan kamus dan literatur berbahasa Indonesia pada masa itu sudah cukup memadai untuk mendukung komunikasi dan pendidikan dalam skala nasional.
NO. 152
Link Soal
Pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, administrasi publik, dan komunikasi ilmiah. Salah satu langkah yang diupayakan adalah mendorong penggunaan padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah asing, terutama dalam dokumen resmi dan karya tulis ilmiah. Pernyataan di bawah ini yang paling tepat mencerminkan alasan fundamental di balik kebijakan tersebut, dilihat dari perspektif penguatan identitas nasional dan kemandirian intelektual bangsa, adalah...
A
Adanya kebutuhan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bahasa Indonesia juga mampu menjadi bahasa ilmu pengetahuan yang mandiri tanpa intervensi asing.
B
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan minat masyarakat terhadap bahasa Indonesia akibat dominasi bahasa asing dalam berbagai bidang.
C
Dengan membakukan istilah dalam bahasa Indonesia, kita dapat mempermudah proses penerjemahan literatur asing dan meningkatkan aksesibilitas informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
D
Penggunaan padanan kata bahasa Indonesia yang konsisten dan akurat merupakan fondasi penting untuk membangun korpus ilmu pengetahuan nasional yang kokoh, seragam, dan mudah dipahami, sehingga memperkuat jati diri serta kemandirian berpikir bangsa.
E
Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap imperialisme budaya dan bahasa asing yang berpotensi mengikis nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
NO. 153
Link Soal
Seorang staf Humas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyusun draf laporan kinerja tahunan. Ia harus memastikan bahwa semua kalimat yang digunakan dalam laporan tersebut sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku, khususnya terkait pemilihan kata. Dari lima draf pernyataan yang ia siapkan, manakah pernyataan yang seluruhnya menggunakan kata baku dan siap untuk dipublikasikan tanpa perlu revisi kebahasaan?
A
Pentingnya aktifitas koordinasi antar departemen tidak dapat dilepaskan dari upaya peningkatan efisiensi kerja.
B
Analisa dampak kebijakan baru tersebut membutuhkan data yang valid dan terpercaya.
C
Setiap aktivitas harus melalui analisis risiko yang komprehensif untuk menjaga sistem tetap efektif dan akuntabel.
D
Pemerintah terus berupaya meminimalisir resiko inflasi dengan menerapkan strategi moneter yang cermat.
E
Sistim pengawasan internal perlu diperkuat untuk menjamin integritas dan transparansi setiap proses administrasi.
NO. 154
Link Soal
Perhatikan penulisan kalimat di bawah ini. Kalimat manakah yang penulisannya TIDAK baku?
A
Berdasarkan data Pemprov Lampung, naskah kuno tersebar di Inggris.
B
Di Leiden, ada naskah kuno yang disimpan bersama koleksi Maluku.
C
Anggaran pengadaan koleksi baru museum hanya Rp 40-70 juta per tahun.
D
Terbatasnya dana menjadi kendala utama penambahan koleksi museum.
E
Pihak museum berniat membeli uang sakuan eks karesidenan Lampung.
NO. 155
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan signifikan. Penggunaan bahasa asing, terutama Inggris, semakin masif dalam ranah publik, komunikasi bisnis, hingga lingkungan kerja institusi pemerintah. Hal ini seringkali memunculkan dikotomi antara kebutuhan untuk bersaing secara global dengan keharusan menjaga kemurnian dan martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Beberapa ASN bahkan cenderung menggunakan istilah asing yang sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia demi terlihat 'modern' atau 'profesional'.
Jika Anda seorang ASN yang bertugas di bagian komunikasi publik suatu kementerian, bagaimana Anda akan menanggapi situasi ini dengan mempertimbangkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dan nilai integritas seorang ASN?
A
Mengeluarkan surat edaran internal yang melarang penggunaan bahasa asing dalam seluruh komunikasi resmi dan mengharuskan penggunaan padanan Bahasa Indonesia, serta memberikan sanksi bagi pelanggar untuk menegakkan disiplin kebahasaan.
B
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui pelatihan rutin bagi ASN, sekaligus memfasilitasi forum diskusi untuk membahas dan menyepakati padanan istilah asing yang relevan, tanpa melarang total penggunaan bahasa asing yang krusial untuk konteks global.
C
Mempelopori kampanye penggunaan Bahasa Indonesia yang benar di media sosial dan portal berita, dengan menyajikan konten edukatif yang menarik mengenai kekayaan kosakata Bahasa Indonesia, sambil tetap menggunakan istilah asing jika dianggap lebih efektif untuk menjangkau audiens internasional.
D
Menganalisis secara kritis konteks penggunaan bahasa asing di lingkungan kementerian dan mengusulkan pedoman yang mengatur penggunaan bahasa asing hanya untuk situasi yang memang tidak ada padanan efektifnya dalam Bahasa Indonesia atau untuk komunikasi internasional, serta memberikan penghargaan bagi ASN yang konsisten menggunakan Bahasa Indonesia.
E
Menyusun glosarium istilah-istilah asing yang umum digunakan beserta padanan Bahasa Indonesia-nya untuk disebarluaskan di lingkungan kementerian, serta mengadakan kompetisi menulis esai dalam Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kecintaan ASN terhadap bahasa nasional.
NO. 156
Link Soal
Di penghujung tahun 1920-an, tepatnya pada sebuah kongres besar yang diselenggarakan di Gedung Persatuan Nusa, Kota Merdeka, perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Bhinneka, Persatuan Pelajar Jayakarta, dan Ikatan Mahasiswa Nusantara berkumpul. Mereka disatukan oleh satu visi: kemerdekaan bangsa. Namun, realitas keberagaman bahasa daerah yang ada seringkali menjadi penghalang komunikasi dan persatuan. Setelah melalui serangkaian diskusi dan perdebatan yang intens, dengan semangat kebangsaan yang membara, para pemuda tersebut mencapai sebuah kesepakatan monumental. Mereka menyepakati untuk mengangkat sebuah bahasa yang telah lama menjadi lingua franca di seluruh kepulauan, menamainya ulang, dan menjadikannya bahasa persatuan serta identitas nasional yang kokoh. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Konsep yang disepakati dan diikrarkan oleh para pemuda dalam narasi di atas, yang kemudian menjadi dasar kuat bagi persatuan bangsa, secara historis merujuk pada penetapan apa?
A
Ikrar Sumpah Pemuda yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
B
Deklarasi Jakarta mengenai pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam pembangunan nasional.
C
Pengesahan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa negara.
D
Peresmian Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sebagai pedoman tata bahasa baku.
E
Pembentukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada era modern.
NO. 157
Link Soal
Ia akan ikut bergabung dalam permainan ... cuaca cerah dan tidak turun hujan. Konjungsi yang paling tepat untuk melengkapi rumpang tersebut adalah...
A
Tetapi
B
Karena
C
Apabila
D
Namun
E
Dan
NO. 158
Link Soal
Manakah di antara kalimat berikut yang mengandung kata bermakna umum (hipernim)?
A
Ia memetik senar gitarnya dengan sangat piawai
B
Melakukan olahraga rutin sangat bermanfaat bagi kesehatan
C
Pak Karman rutin bersepeda setiap pagi
D
Bisnis peternakan ayam sedang naik daun
E
Ia menjual kebun sawit warisan orang tuanya
NO. 159
Link Soal
Secara etimologi, kata ideologi terbentuk dari kata 'idea' dan 'logos'. Dalam konteks ini, makna dari kata 'idea' adalah...
A
Ilmu Pengetahuan
B
Metode atau Cara
C
Gagasan atau Pemikiran
D
Hasil Perbuatan
E
Kebijaksanaan
NO. 160
Link Soal
Balai Pustaka, yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20, memiliki tujuan awal yang ambivalen: di satu sisi ingin 'mendidik' pribumi melalui bacaan 'aman', di sisi lain juga berfungsi sebagai alat kontrol terhadap penyebaran ide-ide radikal. Namun, secara paradoks, lembaga ini justru menjadi inkubator penting bagi perkembangan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia modern dan lahirnya sastra Indonesia. Bagaimana dualisme fungsi Balai Pustaka ini secara efektif mempercepat proses modernisasi Bahasa Indonesia dan pengukuhan statusnya sebagai bahasa kebangsaan, meskipun niat awalnya berbeda?
A
Balai Pustaka secara tidak sengaja menyediakan infrastruktur percetakan dan distribusi buku yang luas, sehingga Bahasa Melayu/Indonesia dapat menjangkau pembaca di berbagai wilayah Nusantara.
B
Meskipun dengan sensor, Balai Pustaka mendorong standardisasi Bahasa Melayu dalam penulisan dan penerbitan, yang menjadi cikal bakal baku Bahasa Indonesia.
C
Para penulis pribumi menggunakan Balai Pustaka sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan-gagasan nasionalisme secara terselubung, di balik cerita-cerita 'aman' yang diterbitkan.
D
Balai Pustaka menciptakan audiens pembaca yang lebih luas di kalangan pribumi, yang kemudian menuntut lebih banyak karya sastra dan pengetahuan dalam bahasa mereka sendiri.
E
Kontrol Balai Pustaka terhadap isi buku secara ironis memicu para intelektual pribumi untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih canggih dan simbolik, menghindari sensor namun tetap menyuarakan aspirasi bangsa.