Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 17. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 161
Link Soal
Dalam paragraf yang membahas tentang penggunaan kimono bagi hijabers, kalimat manakah yang merupakan kalimat utama? (1) Saat ini memakai kimono bagi yang berhijab tidak lagi menjadi masalah. (2) Hal itu disebabkan sudah terdapat toko...
A
Kalimat (1)
B
Kalimat (2)
C
Kalimat (3)
D
Kalimat (4)
E
Kalimat (5)
NO. 162
Link Soal
Penggunaan imbuhan pen- (nomenklatur pelaku atau alat) yang paling tepat dalam konteks kalimat adalah...
A
Para petembak sudah mengambil posisi di bukit.
B
Petugas penabur benih ikan sedang bekerja di kolam.
C
Kedua peninju itu bertarung di atas ring.
D
Siapa petendang bola ke arah gawang itu?
E
Siska adalah pentari tradisional yang berbakat.
NO. 163
Link Soal
Bacalah paragraf berikut dengan cermat:
"Meskipun angka pengangguran menurun secara signifikan, namun pemerintah tetap berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan persaingan di dunia kerja semakin ketat, sehingga banyak sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya."
Manakah perbaikan yang paling tepat untuk paragraf di atas agar menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kaidah kebahasaan baku?
A
Menghilangkan kata "namun" karena berlebihan setelah "Meskipun".
B
Mengganti frasa "Hal ini dikarenakan" menjadi "Hal ini terjadi karena".
C
Menggabungkan kedua kalimat menjadi satu kalimat majemuk yang lebih padu.
D
Mengubah "lulusan perguruan tinggi" menjadi "sarjana" untuk konsistensi.
E
Menambahkan konjungsi "dengan demikian" sebelum "sehingga" pada kalimat kedua.
NO. 164
Link Soal
Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Nasional (PPBSN) melakukan studi komparatif tentang dinamika penggunaan Bahasa Indonesia lintas generasi dan platform komunikasi digital. Temuan kunci menunjukkan bahwa generasi sebelum tahun 1980 cenderung menginternalisasi Bahasa Indonesia dengan kaidah tata bahasa yang ketat, memegang teguh pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan mempraktikkan adaptasi selektif terhadap kosakata asing atau daerah, khususnya dalam ranah formal. Sebaliknya, observasi pada generasi setelah tahun 2000 mengungkapkan kecenderungan masif untuk mengintegrasikan slang, akronim, dan adopsi langsung istilah asing (e.g., 'literally,' 'spill the tea,' 'vibes') tanpa proses pembakuan yang jelas dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di beberapa konteks semi-formal digital. Fenomena ini, menurut laporan PPBSN, berpotensi menciptakan fragmentasi linguistik dan mengaburkan batas antara Bahasa Indonesia baku dan non-baku di mata publik.
Berdasarkan analisis data studi PPBSN tersebut, tantangan strategis paling krusial yang dihadapi Bahasa Indonesia dalam mempertahankan perannya sebagai perekat identitas nasional di tengah arus perubahan linguistik ini berkaitan erat dengan aspek...
A
Fleksibilitas Bahasa Indonesia untuk menyerap dan mengakomodasi keberagaman dialek regional.
B
Penjagaan konsistensi kaidah bahasa baku dan otoritasnya sebagai standar komunikasi nasional.
C
Optimalisasi promosi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional dan diplomasi.
D
Pengembangan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih responsif terhadap tren penggunaan bahasa gaul.
E
Peningkatan kapasitas infrastruktur digital untuk mendukung literasi berbahasa Indonesia.
NO. 165
Link Soal
Penulisan gelar akademik yang paling tepat sesuai dengan aturan ejaan yang berlaku adalah...
A
Dosen Anda, Prof. Dr. Abdullah, S.S., M.Pd ialah paman Saya
B
Dosen Anda, Prof. DR. Abdullah, S.S, M.Pd ialah paman Saya.
C
Dosen Anda, Prof. Dr. Abdullah, SS., MPd. ialah paman Saya.
D
Dosen Anda, Prof. DR. Abdullah, S.S., M.Pd. ialah paman Saya.
E
Dosen Anda, Prof. Dr. Abdullah, S.S., M.Pd. ialah paman Saya.
NO. 166
Link Soal
Pada awal abad ke-20, di tengah dominasi bahasa kolonial dan keberagaman bahasa daerah, muncul wacana serius untuk mencari 'bahasa persatuan' bagi kaum pribumi yang terpelajar. Bahasa Melayu, yang telah lama berfungsi sebagai lingua franca di Nusantara, dipandang memiliki potensi besar. Namun, pilihan ini bukan tanpa perdebatan, mengingat adanya bahasa daerah dengan penutur yang lebih banyak atau status kebudayaan yang tinggi. Akhirnya, keputusan untuk memilih Bahasa Melayu sebagai dasar Bahasa Indonesia dimatangkan dan dideklarasikan dalam Sumpah Pemuda. Mengapa pilihan ini, di antara berbagai opsi, secara strategis dianggap paling vital dan fundamental untuk membangun entitas kebangsaan Indonesia yang kokoh di masa depan, melebihi sekadar kemudahan komunikasi atau penyebaran informasi?
A
Bahasa Melayu memiliki struktur gramatikal yang paling sederhana dan mudah dipelajari oleh berbagai suku, sehingga mempercepat proses asimilasi budaya di seluruh Nusantara.
B
Bahasa Melayu secara historis telah diterima secara luas sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antar-etnis tanpa terikat pada suku mayoritas tertentu, sehingga tidak memicu sentimen etnosentrisme.
C
Pemerintah kolonial Belanda secara tidak langsung memfasilitasi penyebaran Bahasa Melayu melalui pendidikan dan penerbitan, sehingga membuatnya lebih siap menjadi bahasa nasional.
D
Kekayaan kosakata dan tradisi sastra Bahasa Melayu pada masa itu merupakan yang paling maju dibandingkan bahasa daerah lain, memberikan landasan kuat bagi pengembangan intelektual.
E
Bahasa Melayu memiliki fonologi yang mudah diadaptasi dan diucapkan oleh penutur dari berbagai latar belakang bahasa daerah, memudahkan integrasi linguistik.
NO. 167
Link Soal
Ketika kita berada di suatu daerah terpencil di Indonesia dan mengalami kendala komunikasi karena perbedaan bahasa daerah, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi solusi utama. Hal ini membuktikan fungsi Bahasa Indonesia sebagai...
A
Lambang kebanggaan nasional
B
Bahasa pengantar pendidikan
C
Alat pemersatu dan komunikasi antardaerah
D
Bahasa resmi kenegaraan
E
Identitas suku bangsa
NO. 168
Link Soal
Kalimat 'Di restoran, pelanggan memesan hidangan spesial' memiliki pola yang setara dengan kalimat...
A
Di pantai, pengunjung menikmati deburan ombak
B
Pada acara pernikahan, pengantin menukarkan cincin
C
Setiap pagi, burung merpati bertengger di atap rumah
D
Di taman bunga, para pengunjung berfoto bersama bunga-bunga indah
E
Para siswa belajar bersama di perpustakaan
NO. 169
Link Soal
Manakah di antara kalimat berikut yang mengandung kata bermakna umum (hipernim)?
A
Ia memetik senar gitarnya dengan sangat piawai
B
Melakukan olahraga rutin sangat bermanfaat bagi kesehatan
C
Pak Karman rutin bersepeda setiap pagi
D
Bisnis peternakan ayam sedang naik daun
E
Ia menjual kebun sawit warisan orang tuanya
NO. 170
Link Soal
Di sebuah dusun terpencil di kaki Gunung Merapi, Dusun Pucuk Harapan, seorang guru muda bernama Bu Lestari menghadapi tantangan besar. Murid-muridnya lebih fasih menggunakan bahasa daerah yang kaya, dan menganggap Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang kaku serta kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bu Lestari seringkali merasa putus asa, namun ia teringat akan kisah perjuangan seorang tokoh bangsa yang dengan gigih meyakinkan seluruh pemuda dari berbagai suku dan pulau untuk mengikrarkan satu bahasa persatuan, di tengah keberagaman yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tokoh tersebut berhasil menanamkan kesadaran bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga fondasi utama untuk membangun identitas bangsa yang satu dan padu. Berkat inspirasi dari semangat tokoh tersebut, Bu Lestari kembali bersemangat, mencari cara-cara kreatif untuk mengajarkan Bahasa Indonesia agar lebih dicintai dan dipahami oleh murid-muridnya, sebagai jembatan yang menghubungkan mereka dengan saudara sebangsa di seluruh penjuru Nusantara.
Siapakah tokoh nasional yang paling relevan menginspirasi Bu Lestari dalam narasi tersebut, terutama mengingat perannya dalam mengukuhkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa?
A
Mohammad Hatta
B
Soekarno
C
Ki Hajar Dewantara
D
Mohammad Yamin
E
Sutan Takdir Alisjahbana