Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Seorang penyunting naskah sedang meninjau draf artikel ilmiah tentang inovasi teknologi. Dalam draf tersebut, ditemukan beberapa kata serapan yang merujuk pada istilah-istilah modern. Tugas penyunting adalah memastikan bahwa semua kata serapan ditulis sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku yang berlaku dalam PUEB. Berdasarkan analisis konteks dan ejaan baku, manakah dari kalimat berikut yang mengandung kata serapan yang penulisannya *tidak tepat* dan memerlukan koreksi?
A
Tim peneliti melakukan *analisis* mendalam terhadap data-data yang terkumpul untuk menemukan pola baru.
B
Setiap inovasi membutuhkan tahap *analisa* yang cermat sebelum diimplementasikan secara luas.
C
Pemerintah berupaya meningkatkan *kualitas* sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi.
D
Penerapan *sistem* baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja di semua departemen.
E
Perusahaan telah mengadopsi *strategi* pemasaran digital yang lebih agresif untuk menjangkau pasar global.
NO. 22
Link Soal
Perhatikan kalimat berikut ini: 'Dengan adanya fasilitas, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta pelayanan kesehatan yang baik dan berkwalitas, akan sangat mendukung terciptanya kepercayaan dan rasa aman.' Kata manakah yang penulisannya tidak baku menurut EBI?
A
fasilitas
B
kerja sama
C
masyarakat
D
berkwalitas
E
negeri
NO. 23
Link Soal
Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan kata baku sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)?
A
Kita harus menganalisa masalah ini dengan cermat.
B
Ibu membeli obat di apotik dekat rumah.
C
Atlet itu memiliki nafas yang sangat panjang.
D
Pemerintah sedang menggalakkan standarisasi produk lokal.
E
Risiko investasi saham memang cukup tinggi.
NO. 24
Link Soal
Kalimat 'Di restoran, pelanggan memesan hidangan spesial' memiliki pola yang setara dengan kalimat...
A
Di pantai, pengunjung menikmati deburan ombak
B
Pada acara pernikahan, pengantin menukarkan cincin
C
Setiap pagi, burung merpati bertengger di atap rumah
D
Di taman bunga, para pengunjung berfoto bersama bunga-bunga indah
E
Para siswa belajar bersama di perpustakaan
NO. 25
Link Soal
Kalimat berikut ini mengandung penggunaan kata yang TIDAK baku, yaitu...
A
Nasihat yang kamu berikan sangat membantu saya
B
Sistim operasi pada perangkat elektronik ini sangat mutakhir
C
Tindakan anak itu sangat keterlaluan karena terlibat tawuran
D
Silakan datang ke kediaman saya jika ada waktu luang
E
Saya akan berada di luar kota hingga hari Sabtu mendatang
NO. 26
Link Soal
Balai Pustaka, yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20, memiliki tujuan awal yang ambivalen: di satu sisi ingin 'mendidik' pribumi melalui bacaan 'aman', di sisi lain juga berfungsi sebagai alat kontrol terhadap penyebaran ide-ide radikal. Namun, secara paradoks, lembaga ini justru menjadi inkubator penting bagi perkembangan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia modern dan lahirnya sastra Indonesia. Bagaimana dualisme fungsi Balai Pustaka ini secara efektif mempercepat proses modernisasi Bahasa Indonesia dan pengukuhan statusnya sebagai bahasa kebangsaan, meskipun niat awalnya berbeda?
A
Balai Pustaka secara tidak sengaja menyediakan infrastruktur percetakan dan distribusi buku yang luas, sehingga Bahasa Melayu/Indonesia dapat menjangkau pembaca di berbagai wilayah Nusantara.
B
Meskipun dengan sensor, Balai Pustaka mendorong standardisasi Bahasa Melayu dalam penulisan dan penerbitan, yang menjadi cikal bakal baku Bahasa Indonesia.
C
Para penulis pribumi menggunakan Balai Pustaka sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan-gagasan nasionalisme secara terselubung, di balik cerita-cerita 'aman' yang diterbitkan.
D
Balai Pustaka menciptakan audiens pembaca yang lebih luas di kalangan pribumi, yang kemudian menuntut lebih banyak karya sastra dan pengetahuan dalam bahasa mereka sendiri.
E
Kontrol Balai Pustaka terhadap isi buku secara ironis memicu para intelektual pribumi untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih canggih dan simbolik, menghindari sensor namun tetap menyuarakan aspirasi bangsa.
NO. 27
Link Soal
Dalam sebuah forum internasional yang dihadiri oleh delegasi Indonesia, sebagian besar presentasi, sesi diskusi, dan dokumen resmi disajikan dalam bahasa Inggris. Meskipun ada fasilitas penerjemah simultan untuk Bahasa Indonesia, dan Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa resmi PBB, delegasi Indonesia lebih memilih menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi mereka. Alasan pragmatis sering dikemukakan, seperti kemudahan komunikasi dan penerimaan yang lebih luas. Namun, apa implikasi jangka panjang yang *paling signifikan* dari kecenderungan ini terhadap penguatan identitas nasional dan martabat bangsa Indonesia di kancah global?
A
Mempercepat proses diseminasi informasi dan pertukaran pengetahuan dengan komunitas internasional, sehingga meningkatkan kapasitas bangsa dalam berbagai bidang.
B
Menurunnya kesadaran dan kebanggaan akan Bahasa Indonesia sebagai salah satu penanda identitas bangsa di forum global, yang berpotensi mengikis kepercayaan diri nasional dan simbol kedaulatan bahasa.
C
Memungkinkan delegasi Indonesia untuk berinteraksi lebih lancar dan efektif dengan delegasi dari berbagai negara, menghindari potensi kesalahpahaman linguistik.
D
Mengurangi beban finansial dan logistik yang terkait dengan penyediaan jasa penerjemah dan penerjemahan dokumen ke dalam Bahasa Indonesia.
E
Menunjukkan adaptabilitas dan keterbukaan Indonesia terhadap standar komunikasi internasional yang didominasi oleh bahasa Inggris sebagai bahasa lingua franca.
NO. 28
Link Soal
Perhatikan kelompok kata berikut. Manakah deretan kata yang seluruhnya merupakan bentuk kata baku?
A
jadwal, karier, antri
B
cabai, apotik, diskotik
C
sutera, syahdu, ubah
D
baut, insyaf, prangko
E
stasiun, terminal, bis
NO. 29
Link Soal
Pak Budi, seorang Analis Kebijakan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Makmur Jaya, ditugaskan untuk menyusun draf memo internal tentang “Prosedur Pengajuan Izin Limbah Cair yang Diperbarui”. Memo ini akan diedarkan kepada seluruh staf terkait untuk memastikan pemahaman yang seragam dan implementasi yang akurat. Dalam draf awalnya, Pak Budi menuliskan beberapa kalimat yang terasa kurang efektif atau tidak sesuai dengan kaidah bahasa resmi yang diharapkan dalam lingkungan kerja ASN. Salah satu kalimat yang ia tulis berbunyi:
“Kita harusnya cepet proses permohonan izin dari masyarakat biar mereka gak nunggu lama.”
Agar kalimat tersebut terdengar lebih formal, lugas, dan sesuai dengan gaya bahasa standar BKN/ASN untuk komunikasi internal yang resmi, bagaimana seharusnya Pak Budi merevisi kalimat tersebut?
A
Permohonan izin dari masyarakat perlu segera diproses untuk menghindari waktu tunggu yang berlebihan.
B
Kita mesti secepatnya memproses permohonan izin masyarakat agar tidak terjadi antrean yang panjang.
C
Harap proses permohonan izin warga dengan cepat supaya tidak membuat mereka lama menunggu.
D
Penting untuk memproses izin masyarakat secara kilat agar tidak ada keluhan yang muncul.
E
Tolong segera urus semua izin masyarakat agar mereka tidak protes dan lebih puas.
NO. 30
Link Soal
Ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang menyatakan 'menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia' seringkali dipandang sebagai momen krusial dalam sejarah bangsa. Namun, deklarasi ini tidak hanya sebatas pengakuan linguistik, melainkan sebuah pernyataan politik yang revolusioner pada zamannya. Di bawah cengkeraman kolonialisme yang kuat, di mana bahasa Belanda adalah bahasa resmi dan bahasa-bahasa daerah digunakan dalam lingkup lokal, mengapa 'ikrar bahasa' ini dapat dianggap sebagai tindakan subversif yang paling efektif dalam konteks perjuangan kemerdekaan, bahkan sebelum proklamasi fisik kemerdekaan?
A
Ikrar ini secara implisit menolak hegemoni bahasa Belanda dan bahasa-bahasa daerah sebagai bahasa resmi, menandai dimulainya perlawanan kultural terhadap penjajah.
B
Deklarasi Bahasa Indonesia menciptakan basis komunikasi yang seragam bagi seluruh pejuang kemerdekaan dari berbagai etnis, memfasilitasi koordinasi pergerakan bawah tanah.
C
Penggunaan frasa 'Bahasa Indonesia' sebagai identitas baru secara fundamental mengkonstruksi narasi 'bangsa Indonesia' yang tunggal, terlepas dari keberagaman etnis, dan menantang narasi kolonial yang memecah-belah.
D
Ikrar ini mendorong pengembangan sastra dan jurnalistik berbahasa Indonesia yang masif, yang kemudian menjadi media efektif untuk menyebarkan semangat nasionalisme.
E
Meskipun tidak secara langsung menuntut kemerdekaan, ikrar ini secara psikologis memberikan rasa harga diri dan identitas kolektif yang kuat bagi para pemuda di hadapan kekuasaan kolonial.