Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Seorang staf administrasi diminta untuk menyusun pengumuman resmi mengenai perubahan jam operasional kantor. Pengumuman tersebut akan ditempel di papan informasi dan juga diunggah di situs web instansi. Manakah dari pilihan kalimat pembuka pengumuman berikut yang paling tepat dan baku sesuai kaidah Bahasa Indonesia?
A
Diberitahukan kepada seluruh masyarakat, bahwasanya jam operasional kantor kami akan berubah mulai hari Senin, 10 Mei 2024.
B
Dengan ini kami informasikan bahwa, terhitung mulai Senin, 10 Mei 2024, jam operasional kantor akan mengalami penyesuaian.
C
Penting! Perubahan jam operasional kantor akan dimulai pada tanggal 10 Mei 2024 (Senin).
D
Harap maklum, jam operasional kantor akan diubah efektif per 10 Mei 2024, di hari Senin.
E
Bersama ini kami sampaikan, adanya perubahan jam operasional kantor, yang akan berlaku mulai hari Senin tanggal 10 Mei 2024.
NO. 22
Link Soal
Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan *imunisasi* nasional agar *resiko* penyebaran virus dapat di *minimalisir*.' Manakah perbaikan kata tidak baku yang tepat untuk kalimat tersebut?
A
Imunisasi diganti vaksinasi, resiko diganti risiko.
B
Resiko diganti risiko, minimalisir diganti meminimalisasi.
C
Imunisasi diganti imun, minimalisir diganti minimal.
D
Resiko diganti risiko, minimalisir diganti diminimalisir.
E
Tidak ada yang perlu diperbaiki.
NO. 23
Link Soal
Balai Pustaka, yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20, memiliki tujuan awal yang ambivalen: di satu sisi ingin 'mendidik' pribumi melalui bacaan 'aman', di sisi lain juga berfungsi sebagai alat kontrol terhadap penyebaran ide-ide radikal. Namun, secara paradoks, lembaga ini justru menjadi inkubator penting bagi perkembangan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia modern dan lahirnya sastra Indonesia. Bagaimana dualisme fungsi Balai Pustaka ini secara efektif mempercepat proses modernisasi Bahasa Indonesia dan pengukuhan statusnya sebagai bahasa kebangsaan, meskipun niat awalnya berbeda?
A
Balai Pustaka secara tidak sengaja menyediakan infrastruktur percetakan dan distribusi buku yang luas, sehingga Bahasa Melayu/Indonesia dapat menjangkau pembaca di berbagai wilayah Nusantara.
B
Meskipun dengan sensor, Balai Pustaka mendorong standardisasi Bahasa Melayu dalam penulisan dan penerbitan, yang menjadi cikal bakal baku Bahasa Indonesia.
C
Para penulis pribumi menggunakan Balai Pustaka sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan-gagasan nasionalisme secara terselubung, di balik cerita-cerita 'aman' yang diterbitkan.
D
Balai Pustaka menciptakan audiens pembaca yang lebih luas di kalangan pribumi, yang kemudian menuntut lebih banyak karya sastra dan pengetahuan dalam bahasa mereka sendiri.
E
Kontrol Balai Pustaka terhadap isi buku secara ironis memicu para intelektual pribumi untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih canggih dan simbolik, menghindari sensor namun tetap menyuarakan aspirasi bangsa.
NO. 24
Link Soal
Perhatikan kalimat: 'Pada perayaan tahun baru, kembang api mewarnai langit.' Manakah kalimat di bawah ini yang memiliki pola struktur yang sama?
A
Di lapangan sepak bola, timnas Indonesia memenangkan pertandingan
B
Di tempat wisata, pengunjung menikmati keindahan alam
C
Setiap sore, anak-anak bermain di taman bermain
D
Di gedung pertunjukan, penonton bersorak ketika artis favorit tampil
E
Para pekerja bangun pabrik baru di kota tersebut
NO. 25
Link Soal
Dari daftar kata di bawah ini, manakah pilihan yang keseluruhannya merupakan kata tidak baku?
A
seksama, sekedar, lembab, nasehat
B
lubang, film, jaman, ijazah
C
eksktrim, kompleks, otomotif, telor
D
metode, motivasi, aktifitas, analisis
E
tenteram, sejahtra, kuitansi, tehnik
NO. 26
Link Soal
Sejarah pembentukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara tidak lepas dari perjuangan panjang para tokoh bangsa untuk menyatukan beragam suku dan budaya di Nusantara. Bahasa Melayu, yang kemudian diangkat menjadi Bahasa Indonesia, memiliki keunggulan karena sifatnya yang akomodatif, sederhana, dan telah lama menjadi lingua franca di kawasan Asia Tenggara. Pemilihan ini menunjukkan visi kebangsaan yang jauh ke depan, mengesampingkan egoisme primordial demi kepentingan nasional yang lebih besar. Namun, di era kontemporer, ancaman terhadap Bahasa Indonesia justru datang dari internal, yakni kurangnya kebanggaan dan komitmen sebagian warga negara, termasuk ASN, untuk menggunakan Bahasa Indonesia secara optimal, bahkan cenderung menganggap remeh strukturnya.
Apa latar belakang filosofis terkuat di balik pemilihan Bahasa Melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia, yang relevan untuk memperkuat komitmen ASN terhadap bahasanya di tengah tantangan ini?
A
Sifat Bahasa Melayu yang demokratis dan non-feodal, memungkinkan partisipasi setara dari seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi berdasarkan kasta atau asal-usul, sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
B
Ketersediaan kamus dan tata bahasa Bahasa Melayu yang sudah mapan dibandingkan bahasa daerah lain pada masa itu, sehingga memudahkan proses kodifikasi dan standarisasi sebagai bahasa nasional.
C
Kekayaan kosakata dan fleksibilitas struktur Bahasa Melayu yang memungkinkan adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, menjadikannya potensial sebagai bahasa ilmu.
D
Posisi strategis Bahasa Melayu sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarbudaya selama berabad-abad, menjadikannya pilihan pragmatis untuk mempersatukan wilayah kepulauan yang luas.
E
Kesederhanaan fonologi dan morfologi Bahasa Melayu yang mudah dipelajari oleh penutur bahasa lain, sehingga sangat efektif untuk menyebarkan semangat nasionalisme dan pendidikan massal ke seluruh pelosok negeri.
NO. 27
Link Soal
Peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu menggema dengan ikrar 'Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.' Namun, di era digitalisasi dan globalisasi yang masif, terjadi pergeseran tren penggunaan bahasa, terutama di kalangan generasi muda dan media sosial. Banyak ASN, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas semi-resmi, sering menggunakan campuran Bahasa Indonesia tidak baku, bahasa gaul, dan istilah asing dalam komunikasi publik mereka. Sebagai Pembuat Soal Standar BKN, implikasi *terpenting* dari fenomena ini terhadap semangat Sumpah Pemuda dalam konteks pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai pilar negara adalah...
A
Memperkaya kosakata Bahasa Indonesia dengan istilah-istilah baru yang relevan dengan perkembangan zaman dan budaya populer.
B
Meningkatkan kemampuan adaptasi Bahasa Indonesia terhadap pengaruh eksternal, sehingga tetap relevan di kancah global.
C
Mengikis rasa kebanggaan dan kepemilikan generasi muda terhadap Bahasa Indonesia sebagai identitas dan simbol persatuan, serta mengancam standardisasi bahasa yang esensial untuk komunikasi kenegaraan.
D
Mempermudah komunikasi lintas budaya dan generasi, karena bahasa gaul dan asing lebih mudah diterima oleh kelompok usia yang beragam.
E
Menunjukkan evolusi alami bahasa yang tidak dapat dihindari, sehingga upaya pembakuan dan pengembangan bahasa menjadi kurang relevan.
NO. 28
Link Soal
Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia yang terus disempurnakan, mulai dari Ejaan van Ophuijsen hingga Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), mencerminkan upaya sistematis untuk membakukan dan menstandardisasi Bahasa Indonesia demi kemudahan komunikasi, pendidikan, dan administrasi negara. Namun, di era digital, banyak ASN yang kerap abai terhadap kaidah EBI dalam korespondensi resmi, penulisan laporan, maupun komunikasi publik di media sosial. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepraktisan atau anggapan bahwa hal tersebut tidak esensial dibandingkan substansi pesan. Padahal, penggunaan bahasa yang baku dan benar adalah cerminan profesionalisme dan integritas.
Dalam sudut pandang integritas seorang ASN dan prinsip good governance, apa implikasi jangka panjang yang paling mungkin timbul dari rendahnya kepatuhan terhadap standar EBI dalam komunikasi resmi birokrasi?
A
Terjadinya ketidakjelasan atau ambigu dalam interpretasi dokumen-dokumen resmi, yang dapat memicu kesalahan administrasi, penyimpangan kebijakan, atau bahkan sengketa hukum di kemudian hari.
B
Merosotnya citra publik institusi pemerintah karena dianggap tidak profesional dan kurang serius dalam menjalankan tugas, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
C
Lambatnya proses birokrasi karena perlu waktu lebih lama untuk mengoreksi kesalahan penulisan atau merumuskan kembali pesan yang tidak baku, mengurangi efisiensi pelayanan publik.
D
Kesulitan dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi karena kurangnya standar yang konsisten di lingkungan pemerintah sebagai teladan.
E
Pembiasan makna dan tujuan dari kebijakan publik yang disampaikan, menyebabkan masyarakat salah memahami arahan pemerintah dan berpotensi menimbulkan resistensi atau ketidakpatuhan.
NO. 29
Link Soal
Setelah terjadinya bencana alam berskala besar di beberapa provinsi, tim penanggulangan bencana yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah dari beragam latar belakang suku dan bahasa daerah menghadapi tantangan besar dalam koordinasi komunikasi. Pesan-pesan penting terkait evakuasi, logistik, dan bantuan seringkali disampaikan dengan gaya bahasa yang berbeda, atau bahkan disalahpahami karena hambatan linguistik, meskipun semua pihak berusaha menggunakan Bahasa Indonesia. Kondisi ini memperlambat respons dan menimbulkan ketegangan di antara para relawan serta korban. Bagaimana optimalisasi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dapat paling efektif memperkuat integritas upaya penanggulangan bencana dan soliditas sosial dalam situasi kritis ini?
A
Dengan menyeragamkan penggunaan Bahasa Indonesia baku yang sangat formal dan teknis dalam semua bentuk komunikasi untuk menghindari ambiguitas sekecil apapun.
B
Dengan menyusun panduan komunikasi krisis yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami dalam Bahasa Indonesia, serta secara aktif melatih semua pihak yang terlibat agar menggunakannya secara konsisten.
C
Dengan mendorong penggunaan bahasa daerah yang paling dominan di setiap lokasi bencana agar pesan lebih personal dan dapat diterima oleh korban secara emosional.
D
Dengan mengutamakan penggunaan isyarat, gambar, atau simbol-simbol universal dalam penyampaian informasi, daripada mengandalkan komunikasi verbal semata.
E
Dengan melibatkan penerjemah bahasa daerah secara masif di setiap titik distribusi bantuan untuk memastikan tidak ada pesan yang terlewatkan.
NO. 30
Link Soal
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan bahwa 'ikut serta' badan usaha hanya sebatas membuat, mengelola, dan merawat sistem. Manakah perbaikan yang tepat untuk istilah 'ikut serta' agar sesuai dengan kaidah bahasa?
A
membuat seharusnya membuatkan
B
ikut serta seharusnya keikutsertaan
C
berhubungan seharusnya berhubung
D
mengemukakan seharusnya dikemukakan
E
bocornya seharusnya dibocorkannya