Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 5. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 41
Link Soal
Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan program imunisasi nasional agar supaya balita terhindar daripada berbagai penyakit berbahaya.' Kalimat tersebut tidak efektif karena...
A
Penggunaan kata yang bermakna ganda (ambigu)
B
Kesalahan penulisan kata baku
C
Pemborosan kata (pleonasme) pada 'agar supaya' dan 'daripada'
D
Tidak memiliki subjek yang jelas
E
Penggunaan istilah asing yang tidak perlu
NO. 42
Link Soal
Ketika kita berada di suatu daerah terpencil di Indonesia dan mengalami kendala komunikasi karena perbedaan bahasa daerah, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi solusi utama. Hal ini membuktikan fungsi Bahasa Indonesia sebagai...
A
Lambang kebanggaan nasional
B
Bahasa pengantar pendidikan
C
Alat pemersatu dan komunikasi antardaerah
D
Bahasa resmi kenegaraan
E
Identitas suku bangsa
NO. 43
Link Soal
Dalam sebuah draf pidato resmi, terdapat kalimat: 'Berkaitan dengan kebijakan baru ini, maka seluruh aparatur sipil negara diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.' Jika ditinjau dari kaidah tata bahasa Indonesia baku dan efektif, perbaikan yang paling tepat untuk kalimat tersebut agar lebih lugas dan formal adalah...
A
Berkaitan dengan kebijakan baru ini, seluruh aparatur sipil negara diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
B
Terkait kebijakan baru ini, maka diharapkan seluruh aparatur sipil negara dapat beradaptasi dengan cepat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
C
Seluruh aparatur sipil negara diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat karena kebijakan baru ini demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
D
Agar dapat beradaptasi dengan cepat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik, seluruh aparatur sipil negara diharapkan memahami kebijakan baru ini.
E
Sehubungan dengan kebijakan baru ini, maka seluruh aparatur sipil negara diharapkan bisa beradaptasi dengan cepat guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
NO. 44
Link Soal
Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga medium untuk menyampaikan nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam diskursus publik, seringkali terjadi pergeseran makna atau pendangkalan nilai-nilai Pancasila karena penggunaan bahasa yang tidak tepat, tidak santun, atau provokatif. Misalnya, istilah 'musyawarah mufakat' yang seharusnya mencerminkan semangat kekeluargaan dan kesepakatan bersama, seringkali direduksi menjadi 'voting' atau 'adu suara' dalam debat yang panas di media sosial. ASN, sebagai perekat bangsa dan pelayan publik, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kemuliaan Bahasa Indonesia sebagai jembatan nilai-nilai Pancasila.
Dalam situasi ini, tindakan apa yang paling tepat untuk dilakukan oleh seorang ASN yang berkomitmen pada integritas dan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan Bahasa Indonesia?
A
Menghindari perdebatan yang melibatkan isu-isu sensitif di ruang publik digital untuk mencegah diri terjebak dalam penggunaan bahasa yang provokatif dan tidak sesuai nilai Pancasila.
B
Mengedukasi masyarakat secara pasif melalui unggahan informatif di akun media sosial pribadi tentang pentingnya Bahasa Indonesia yang santun dan nilai-nilai Pancasila, tanpa terlibat langsung dalam interaksi.
C
Menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, santun, serta mengacu pada nilai-nilai Pancasila dalam setiap komunikasi resmi maupun personal, baik daring maupun luring, dan secara aktif mengoreksi jika menemukan penyimpangan.
D
Mendorong pembentukan regulasi yang mengatur penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik digital, termasuk sanksi bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan bahasa untuk menyebarkan kebencian atau provokasi yang bertentangan dengan Pancasila.
E
Mengorganisir forum-forum diskusi lintas sektor untuk membahas interpretasi yang benar terhadap nilai-nilai Pancasila dan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia, serta menyosialisasikannya kepada publik luas.
NO. 45
Link Soal
Tim redaksi jurnal ilmiah 'Paradigma Edukasi' sedang dalam tahap akhir penyuntingan naskah untuk edisi mendatang. Salah satu artikel penting ditulis oleh seorang akademisi terkemuka, Rahmawati Suryaningrat, yang memegang gelar Doktor (Dr.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Magister Humaniora (M.Hum.). Berdasarkan pedoman gaya penulisan jurnal yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), penulisan nama dan gelar akademik kontributor harus sangat presisi. Setelah meninjau berbagai draf, manakah penulisan nama dan gelar Dr. Rahmawati Suryaningrat yang paling tepat dan sesuai dengan kaidah PUEB?
A
Dr Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
B
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
C
DR. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
D
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
E
Dr. Rahmawati Suryaningrat S.Pd., M.Hum.
NO. 46
Link Soal
Bapak Rahmat, seorang staf pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maju Jaya, sedang menyusun konsep surat edaran mengenai perubahan prosedur pengajuan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Dalam draf awalnya, ia menuliskan kalimat: "Demi untuk menghindari terjadinya penumpukan berkas pengajuan cuti yang berlebihan di akhir tahun anggaran, maka diharapkan setiap ASN segera mengajukan permohonan cuti sesuai jadwal yang telah ditentukan." Setelah meninjau kembali, Bapak Rahmat merasa kalimat tersebut mungkin terlalu panjang dan kurang efektif. Ia ingin merevisi kalimat tersebut agar lebih ringkas, jelas, dan tetap mempertahankan nuansa resmi sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk surat dinas.
Bagaimana seharusnya Bapak Rahmat merevisi kalimat tersebut agar menjadi lebih efektif dan sesuai dengan standar penulisan surat dinas yang baku?
A
Untuk menghindari penumpukan berkas cuti di akhir tahun anggaran, setiap ASN diharapkan mengajukan permohonan sesuai jadwal.
B
Agar tidak menumpuknya berkas cuti pada akhir tahun anggaran, maka setiap ASN perlu mengajukan permohonan cuti tepat waktu.
C
Guna mencegah penumpukan berkas cuti yang berlebih di akhir tahun, diharapkan ASN mengajukan permohonan cuti sesuai jadwalnya.
D
Pencegahan penumpukan berkas cuti yang terlalu banyak di penghujung tahun anggaran adalah tujuan agar ASN segera mengajukan permohonan sesuai ketentuan.
E
Dengan maksud agar berkas pengajuan cuti tidak menumpuk di akhir tahun anggaran, maka para ASN diharapkan mengajukan permohonan mereka sesuai jadwal yang ditetapkan.
NO. 47
Link Soal
Sebuah kementerian meluncurkan kampanye nasional antikorupsi dengan slogan-slogan yang sangat formal, menggunakan jargon birokrasi, dan struktur kalimat yang kompleks. Meskipun secara substansi pesannya baik, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kampanye tersebut kurang efektif menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah pedesaan dan kelompok pendidikan rendah, yang kesulitan memahami makna pesan-pesan tersebut. Akibatnya, pemahaman dan partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi tidak optimal. Dalam perspektif optimalisasi fungsi Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi negara yang berintegritas dan akuntabel, apa kesalahan fundamental yang dilakukan dalam kampanye tersebut?
A
Kegagalan dalam memanfaatkan teknologi digital dan media sosial secara maksimal untuk memperluas jangkauan kampanye.
B
Menunjukkan bahwa lembaga tersebut tidak memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan riset audiens secara komprehensif.
C
Mengabaikan prinsip komunikasi yang efektif dan inklusif, sehingga pesan integritas dan akuntabilitas negara tidak tersampaikan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat.
D
Terlalu fokus pada aspek formalitas dan estetika bahasa hukum, mengesampingkan esensi keterjangkauan pesan bagi khalayak umum.
E
Menciptakan kesan bahwa isu korupsi adalah masalah yang hanya dapat dipahami dan diselesaikan oleh kalangan profesional atau berpendidikan tinggi.
NO. 48
Link Soal
Pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan menuntut penggunaan yang cermat, terutama dalam naskah-naskah resmi dan publik. Kesalahan penggunaan kata atau struktur kalimat dapat mengaburkan makna dan berpotensi menimbulkan salah tafsir. Perhatikan kalimat berikut yang diambil dari draf pengumuman publik:
'Diharapkan kepada seluruh peserta rapat untuk hadir tepat waktu, guna kelancaran acara yang akan diselenggarakan besok.'
Identifikasi dan pilihlah perbaikan yang paling tepat untuk kalimat tersebut agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku, efektif, dan tidak ambigu, khususnya dalam konteks pengumuman resmi.
A
Seluruh peserta rapat diharapkan hadir tepat waktu demi kelancaran acara yang akan diselenggarakan besok.
B
Peserta rapat diharapkan dapat hadir tepat waktu agar acara besok berjalan lancar.
C
Dimohon kepada seluruh peserta rapat agar dapat hadir tepat waktu, supaya acara besok dapat berjalan dengan lancar.
D
Kepada seluruh peserta rapat diimbau agar hadir tepat waktu demi kelancaran acara besok.
E
Seluruh peserta rapat diharapkan hadir tepat waktu untuk kelancaran acara yang diselenggarakan besok.
NO. 49
Link Soal
Kalimat berikut ini mengandung penggunaan kata yang TIDAK baku, yaitu...
A
Nasihat yang kamu berikan sangat membantu saya
B
Sistim operasi pada perangkat elektronik ini sangat mutakhir
C
Tindakan anak itu sangat keterlaluan karena terlibat tawuran
D
Silakan datang ke kediaman saya jika ada waktu luang
E
Saya akan berada di luar kota hingga hari Sabtu mendatang
NO. 50
Link Soal
Kecamatan Bima Sakti menunjukkan fenomena menarik dalam evolusi penggunaan Bahasa Indonesia untuk komunikasi publik di lingkungan kelurahan. Pada era 1980-an, kepemimpinan Bapak Lurah Jaya secara konsisten mendorong penerapan Bahasa Indonesia baku, struktur kalimat yang rapi, penghindaran serapan asing yang tidak perlu, serta ketatnya kaidah PUEBI, mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat. Kontrasnya, di masa kini, Ibu Lurah Lestari dan staf muda kelurahan cenderung mengadopsi gaya yang lebih kasual, banyak menggunakan istilah serapan langsung dari bahasa Inggris ('urgent call', 'deadline submission'), dan singkatan populer dalam pengumuman via media sosial, dengan dalih kemudahan pemahaman bagi generasi milenial. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga senior akan kelunturan standar kebahasaan.
Dari perspektif sosiolinguistik, perbandingan praktik komunikasi kebahasaan di Kecamatan Bima Sakti ini paling tepat mengilustrasikan dinamika yang mendasari...
A
Pergeseran paradigma dari penegakan kaidah preskriptif kebahasaan menuju adaptasi fungsional demi inklusivitas komunikasi publik.
B
Perubahan preferensi demografi masyarakat terhadap media komunikasi daring yang lebih interaktif.
C
Peningkatan kapasitas linguistik staf kelurahan dalam mengadopsi kosakata asing secara fleksibel.
D
Evolusi peran pemerintahan lokal dalam menanggapi tuntutan globalisasi dan modernisasi birokrasi.
E
Dilema antara pelestarian identitas budaya melalui bahasa dan kebutuhan untuk efisiensi pesan di era digital.