Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 6. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 51
Link Soal
Kalimat: 'Ia melempar segenggam jagung ke arah ayam-ayam itu.' Penggunaan awalan se- pada kata 'segenggam' memiliki kesamaan makna dengan...
A
Kulitnya halus selembut sutera
B
Rencananya orang sedesa akan diundang dalam perayaan
C
Ia berteriak sekeras petir yang menyambar
D
Selembar kertas kontrak telah tersedia di mejanya
E
Ia pergi hanya sebulan saja
NO. 52
Link Soal
Kecamatan Bima Sakti menunjukkan fenomena menarik dalam evolusi penggunaan Bahasa Indonesia untuk komunikasi publik di lingkungan kelurahan. Pada era 1980-an, kepemimpinan Bapak Lurah Jaya secara konsisten mendorong penerapan Bahasa Indonesia baku, struktur kalimat yang rapi, penghindaran serapan asing yang tidak perlu, serta ketatnya kaidah PUEBI, mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat. Kontrasnya, di masa kini, Ibu Lurah Lestari dan staf muda kelurahan cenderung mengadopsi gaya yang lebih kasual, banyak menggunakan istilah serapan langsung dari bahasa Inggris ('urgent call', 'deadline submission'), dan singkatan populer dalam pengumuman via media sosial, dengan dalih kemudahan pemahaman bagi generasi milenial. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga senior akan kelunturan standar kebahasaan.
Dari perspektif sosiolinguistik, perbandingan praktik komunikasi kebahasaan di Kecamatan Bima Sakti ini paling tepat mengilustrasikan dinamika yang mendasari...
A
Pergeseran paradigma dari penegakan kaidah preskriptif kebahasaan menuju adaptasi fungsional demi inklusivitas komunikasi publik.
B
Perubahan preferensi demografi masyarakat terhadap media komunikasi daring yang lebih interaktif.
C
Peningkatan kapasitas linguistik staf kelurahan dalam mengadopsi kosakata asing secara fleksibel.
D
Evolusi peran pemerintahan lokal dalam menanggapi tuntutan globalisasi dan modernisasi birokrasi.
E
Dilema antara pelestarian identitas budaya melalui bahasa dan kebutuhan untuk efisiensi pesan di era digital.
NO. 53
Link Soal
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunggah serangkaian opini pribadi di media sosial dengan menggunakan bahasa yang sangat sarkastik, merendahkan kelompok tertentu, dan cenderung memecah belah. Meskipun ASN tersebut tidak secara eksplisit menyebut jabatannya, identitasnya sebagai pegawai pemerintah mudah terlacak dan unggahan tersebut menjadi viral, menimbulkan kontroversi dan kritik keras dari masyarakat. Tindakan ini, meskipun di ranah pribadi, memiliki implikasi serius terhadap integritas korps ASN dan citra negara. Dalam perspektif fungsi Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi negara yang berintegritas, pelanggaran nilai apa yang *paling fundamental* dari perilaku ASN tersebut?
A
Pelanggaran terhadap kode etik ASN yang mengharuskan penggunaan media sosial secara bijak dan profesional, sesuai dengan standar perilaku pegawai pemerintah.
B
Mengikis kewibawaan dan martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang seharusnya digunakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas, terutama oleh aparatur negara yang mewakili negara.
C
Menunjukkan ketidakmampuan ASN dalam membedakan ranah privat dan publik, yang dapat menimbulkan konflik kepentingan atau bias dalam pelaksanaan tugas.
D
Merusak reputasi pribadi ASN yang bersangkutan dan berpotensi menghambat jenjang kariernya di masa depan akibat sanksi disipliner.
E
Memperkuat stigma negatif masyarakat terhadap ASN sebagai kelompok yang kurang sensitif atau tidak peduli terhadap isu-isu sosial dan persatuan bangsa.
NO. 54
Link Soal
Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia yang terus disempurnakan, mulai dari Ejaan van Ophuijsen hingga Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), mencerminkan upaya sistematis untuk membakukan dan menstandardisasi Bahasa Indonesia demi kemudahan komunikasi, pendidikan, dan administrasi negara. Namun, di era digital, banyak ASN yang kerap abai terhadap kaidah EBI dalam korespondensi resmi, penulisan laporan, maupun komunikasi publik di media sosial. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepraktisan atau anggapan bahwa hal tersebut tidak esensial dibandingkan substansi pesan. Padahal, penggunaan bahasa yang baku dan benar adalah cerminan profesionalisme dan integritas.
Dalam sudut pandang integritas seorang ASN dan prinsip good governance, apa implikasi jangka panjang yang paling mungkin timbul dari rendahnya kepatuhan terhadap standar EBI dalam komunikasi resmi birokrasi?
A
Terjadinya ketidakjelasan atau ambigu dalam interpretasi dokumen-dokumen resmi, yang dapat memicu kesalahan administrasi, penyimpangan kebijakan, atau bahkan sengketa hukum di kemudian hari.
B
Merosotnya citra publik institusi pemerintah karena dianggap tidak profesional dan kurang serius dalam menjalankan tugas, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
C
Lambatnya proses birokrasi karena perlu waktu lebih lama untuk mengoreksi kesalahan penulisan atau merumuskan kembali pesan yang tidak baku, mengurangi efisiensi pelayanan publik.
D
Kesulitan dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi karena kurangnya standar yang konsisten di lingkungan pemerintah sebagai teladan.
E
Pembiasan makna dan tujuan dari kebijakan publik yang disampaikan, menyebabkan masyarakat salah memahami arahan pemerintah dan berpotensi menimbulkan resistensi atau ketidakpatuhan.
NO. 55
Link Soal
Cermati paragraf berikut:
"Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerintah berencana untuk mengimplementasikan sistem daring terpadu. Meskipun demikian, sosialisasi yang masif dan terstruktur mutlak diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Disamping itu, dukungan infrastruktur digital yang memadai juga menjadi prasyarat utama untuk keberhasilan program tersebut."
Manakah pernyataan yang paling tepat mengidentifikasi kesalahan kaidah kebahasaan atau menawarkan perbaikan yang paling esensial dalam paragraf di atas?
A
Frasa "Dalam rangka" seharusnya diganti dengan "Untuk" agar kalimat lebih ringkas dan efektif.
B
Penulisan "Disamping itu" merupakan kesalahan ejaan; seharusnya dipisah menjadi "Di samping itu".
C
Penggunaan kata "mengimplementasikan" kurang tepat dan seharusnya diganti dengan "menerapkan" karena lebih baku.
D
Kalimat kedua terlalu panjang dan perlu dipecah menjadi beberapa kalimat agar mudah dipahami.
E
Tanda koma setelah "Meskipun demikian" tidak diperlukan karena "Meskipun demikian" bukan konjungsi intrakalimat.
NO. 56
Link Soal
Pak Anton, seorang staf baru di bagian Tata Usaha Kantor Kecamatan Mekar Sari, bertugas menyusun surat balasan resmi untuk permohonan izin keramaian dari sebuah organisasi masyarakat. Setelah draf surat selesai, Kepala Bagian Tata Usaha menyoroti beberapa poin: penggunaan frasa yang ambigu, pilihan kata yang cenderung informal, dan beberapa kesalahan penempatan tanda koma. Kepala Bagian menegaskan bahwa surat dinas harus mencerminkan ketelitian, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melihat kondisi tersebut, langkah perbaikan yang paling fundamental dan komprehensif yang harus Pak Anton lakukan terhadap draf suratnya agar sesuai dengan standar komunikasi resmi ASN adalah...
A
Mengidentifikasi dan mengganti frasa ambigu dengan kalimat yang lugas dan eksplisit, mengubah kata-kata informal menjadi padanan baku, serta mengoreksi penempatan tanda baca berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB).
B
Memprioritaskan kecepatan penyelesaian surat dengan melakukan perbaikan seadanya pada kesalahan paling mencolok, karena isi substansial surat sudah benar.
C
Meminta pendapat dari rekan kerja lain untuk memilih gaya bahasa yang lebih populer dan mudah diterima oleh masyarakat umum, meskipun itu sedikit menyimpang dari kaidah baku.
D
Memfokuskan perbaikan hanya pada substansi utama surat agar maksud permohonan izin tersampaikan, karena aspek kebahasaan dianggap sebagai detail minor.
E
Mempertahankan beberapa frasa informal untuk menciptakan kesan yang lebih personal dan ramah kepada organisasi masyarakat yang menjadi penerima surat.
NO. 57
Link Soal
Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Nasional (PPBSN) melakukan studi komparatif tentang dinamika penggunaan Bahasa Indonesia lintas generasi dan platform komunikasi digital. Temuan kunci menunjukkan bahwa generasi sebelum tahun 1980 cenderung menginternalisasi Bahasa Indonesia dengan kaidah tata bahasa yang ketat, memegang teguh pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan mempraktikkan adaptasi selektif terhadap kosakata asing atau daerah, khususnya dalam ranah formal. Sebaliknya, observasi pada generasi setelah tahun 2000 mengungkapkan kecenderungan masif untuk mengintegrasikan slang, akronim, dan adopsi langsung istilah asing (e.g., 'literally,' 'spill the tea,' 'vibes') tanpa proses pembakuan yang jelas dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di beberapa konteks semi-formal digital. Fenomena ini, menurut laporan PPBSN, berpotensi menciptakan fragmentasi linguistik dan mengaburkan batas antara Bahasa Indonesia baku dan non-baku di mata publik.
Berdasarkan analisis data studi PPBSN tersebut, tantangan strategis paling krusial yang dihadapi Bahasa Indonesia dalam mempertahankan perannya sebagai perekat identitas nasional di tengah arus perubahan linguistik ini berkaitan erat dengan aspek...
A
Fleksibilitas Bahasa Indonesia untuk menyerap dan mengakomodasi keberagaman dialek regional.
B
Penjagaan konsistensi kaidah bahasa baku dan otoritasnya sebagai standar komunikasi nasional.
C
Optimalisasi promosi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional dan diplomasi.
D
Pengembangan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih responsif terhadap tren penggunaan bahasa gaul.
E
Peningkatan kapasitas infrastruktur digital untuk mendukung literasi berbahasa Indonesia.
NO. 58
Link Soal
Sejarah pembentukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara tidak lepas dari perjuangan panjang para tokoh bangsa untuk menyatukan beragam suku dan budaya di Nusantara. Bahasa Melayu, yang kemudian diangkat menjadi Bahasa Indonesia, memiliki keunggulan karena sifatnya yang akomodatif, sederhana, dan telah lama menjadi lingua franca di kawasan Asia Tenggara. Pemilihan ini menunjukkan visi kebangsaan yang jauh ke depan, mengesampingkan egoisme primordial demi kepentingan nasional yang lebih besar. Namun, di era kontemporer, ancaman terhadap Bahasa Indonesia justru datang dari internal, yakni kurangnya kebanggaan dan komitmen sebagian warga negara, termasuk ASN, untuk menggunakan Bahasa Indonesia secara optimal, bahkan cenderung menganggap remeh strukturnya.
Apa latar belakang filosofis terkuat di balik pemilihan Bahasa Melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia, yang relevan untuk memperkuat komitmen ASN terhadap bahasanya di tengah tantangan ini?
A
Sifat Bahasa Melayu yang demokratis dan non-feodal, memungkinkan partisipasi setara dari seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi berdasarkan kasta atau asal-usul, sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
B
Ketersediaan kamus dan tata bahasa Bahasa Melayu yang sudah mapan dibandingkan bahasa daerah lain pada masa itu, sehingga memudahkan proses kodifikasi dan standarisasi sebagai bahasa nasional.
C
Kekayaan kosakata dan fleksibilitas struktur Bahasa Melayu yang memungkinkan adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, menjadikannya potensial sebagai bahasa ilmu.
D
Posisi strategis Bahasa Melayu sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarbudaya selama berabad-abad, menjadikannya pilihan pragmatis untuk mempersatukan wilayah kepulauan yang luas.
E
Kesederhanaan fonologi dan morfologi Bahasa Melayu yang mudah dipelajari oleh penutur bahasa lain, sehingga sangat efektif untuk menyebarkan semangat nasionalisme dan pendidikan massal ke seluruh pelosok negeri.
NO. 59
Link Soal
Kesimpulan yang dapat ditarik dari bacaan tentang tugas guru tersebut adalah bahwa pemberian les tambahan diperbolehkan asalkan...
A
Mendapatkan keuntungan finansial yang besar
B
Dilakukan saat tidak mengajar di sekolah
C
Bertujuan meningkatkan pemahaman siswa yang kurang
D
Dapat meningkatkan popularitas sekolah
E
Hanya diberikan kepada siswa terbaik
NO. 60
Link Soal
Di antara kata-kata serapan berikut, manakah yang penulisannya tidak baku atau salah?
A
Genetik
B
Varitas
C
Silinder
D
Hemoglobin
E
Plaza