PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 6. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

Cermati kalimat: 'Pada pameran seni, lukisan-lukisan dipamerkan.' Struktur kalimat tersebut sama dengan...
A
Di pasar tradisional, pedagang menjajakan barang dagangan
B
Di taman bermain, anak-anak bersenang-senang di kolam air mancur
C
Setiap malam, keluarga berkumpul di ruang keluarga
D
Di lapangan sepak bola, pemain berlatih untuk pertandingan besok
E
Para penari menampilkan gerakan indah di panggung

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pemerintah Provinsi 'X' menginisiasi kebijakan agresif untuk mempromosikan dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari surat-menyurat internal, pengantar rapat resmi, hingga nama-nama gedung dan acara publik, dengan tujuan melestarikan budaya lokal. Namun, dalam pelaksanaannya, seringkali Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara justru terpinggirkan atau hanya digunakan seadanya. Berdasarkan amanat konstitusi UUD 1945 dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bagaimana seharusnya pemerintah daerah menyeimbangkan upaya pelestarian bahasa daerah dengan penguatan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan dan identitas nasional?
A
Menetapkan Bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa resmi untuk semua komunikasi pemerintahan dan melarang penggunaan bahasa daerah dalam konteks formal.
B
Mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dilestarikan, namun tetap menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama dalam seluruh kegiatan pemerintahan dan komunikasi resmi kenegaraan.
C
Memberikan prioritas penuh pada penggunaan bahasa daerah dalam semua aspek pemerintahan di tingkat lokal untuk menjamin pelestariannya, dan membatasi Bahasa Indonesia hanya untuk komunikasi dengan pemerintah pusat.
D
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah secara bergantian di setiap kesempatan, tanpa perlu ada hierarki prioritas yang jelas antara keduanya.
E
Memfokuskan pelestarian bahasa daerah melalui kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah, tanpa perlu mengaitkannya dengan penggunaan dalam administrasi pemerintahan sehari-hari.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Di Negeri Pelita yang baru saja merdeka, Perdana Menteri Bayu menghadapi tantangan besar. Meskipun kaya akan keberagaman budaya dan bahasa daerah di antara Suku Mentari, Suku Gemilang, dan Suku Bintang, komunikasi lintas suku seringkali terhambat. Bayu melihat bahwa keberadaan banyak bahasa daerah, tanpa bahasa pengikat, dapat menghambat persatuan dan pembangunan bangsa. Dengan semangat kebangsaan yang membara, ia gigih memperjuangkan agar "Bahasa Persatuan Nusantara" diangkat sebagai bahasa resmi dan pengantar di seluruh penjuru negeri. Ia berhasil meyakinkan rakyat bahwa bahasa persatuan ini bukan untuk menghilangkan bahasa daerah, melainkan sebagai jembatan komunikasi dan identitas kolektif yang kokoh. Sosok Perdana Menteri Bayu, dengan perjuangannya dalam mengukuhkan "Bahasa Persatuan Nusantara" demi persatuan bangsa, paling mencerminkan semangat dan kontribusi tokoh nasional Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan, yaitu...
A
Mohammad Yamin
B
Soekarno
C
Wage Rudolf Supratman
D
Ki Hajar Dewantara
E
Jenderal Soedirman

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Di Desa Mekar Jaya, yang terletak di kaki Gunung Seroja, hiduplah Pak Tulus, seorang sesepuh desa yang sangat menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku. Beliau selalu menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam setiap kesempatan, terutama saat upacara bendera atau rapat desa. Menurutnya, Bahasa Indonesia adalah tiang penyangga persatuan bangsa, dan setiap kata harus diucapkan dengan penuh hormat sesuai kaidah yang diajarkan di sekolah dahulu. Namun, cucu Pak Tulus, Lia, yang aktif di media sosial dan sering berinteraksi dengan teman-temannya dari berbagai kota, memiliki gaya berbahasa yang jauh berbeda. Lia sering mencampur Bahasa Indonesia dengan istilah-istilah gaul, singkatan-singkatan populer di internet, bahkan terkadang menyelipkan kata-kata dari bahasa asing yang dianggapnya lebih "keren" dan ekspresif. Lia berpendapat bahwa bahasa itu hidup dan dinamis, harus mampu beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan bagi generasi muda. Pak Tulus merasa khawatir identitas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan akan luntur jika terus-menerus bercampur. Sementara Lia berargumen bahwa adaptasi justru membuat Bahasa Indonesia tetap relevan dan dicintai generasi muda. Perbedaan pandangan dan pola penggunaan Bahasa Indonesia antara Pak Tulus dan Lia, jika dikaitkan dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan perkembangan zaman, paling tepat menunjukkan bahwa...
A
Penggunaan bahasa gaul dan asing merupakan ancaman serius bagi kelestarian Bahasa Indonesia baku sebagai identitas nasional yang harus dihentikan sepenuhnya.
B
Dinamika bahasa adalah keniscayaan dalam perkembangan zaman, namun adaptasi harus tetap berlandaskan pada kaidah kebahasaan agar fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional tidak tergerus.
C
Generasi muda cenderung mengabaikan pentingnya Bahasa Indonesia baku karena pengaruh globalisasi dan teknologi yang tak terbendung.
D
Bahasa Indonesia akan terus berkembang dan beradaptasi tanpa perlu khawatir kehilangan identitasnya karena posisinya sebagai bahasa negara sudah kokoh dan dijamin undang-undang.
E
Pemerintah harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah untuk menjaga kemurnian bahasa persatuan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pada era 1980-an di Desa Maju Jaya, almarhum Bapak Lurah Slamet dikenal sangat ketat dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baku dan formal dalam setiap surat menyurat resmi desa, bahkan teguran lisan pun selalu diusahakan menggunakan ragam bahasa resmi. Beliau percaya ini adalah bentuk pengamalan Pancasila sila ketiga dan upaya menjaga martabat bahasa negara. Kini, di Kota Megah Harapan, cucu beliau, Nona Citra, seorang pegiat media sosial, kerap menggunakan Bahasa Indonesia dengan banyak sisipan kata bahasa Inggris populer, singkatan, dan emotikon dalam konten-kontennya yang menjangkau ribuan pengikut. Ia berpendapat bahwa ini adalah bentuk adaptasi bahasa agar relevan dengan generasi muda dan dinamika komunikasi digital. Jika kita melihat fenomena ini dari sudut pandang pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan sikap yang harus diambil?
A
Penggunaan bahasa baku harus tetap dipertahankan secara mutlak di semua ranah komunikasi, karena merupakan identitas bangsa yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman.
B
Fleksibilitas penggunaan bahasa, termasuk sisipan bahasa asing dan slang, adalah keniscayaan di era digital yang harus diakomodasi sepenuhnya tanpa batas demi relevansi.
C
Bahasa Indonesia baku wajib digunakan dalam konteks resmi dan ilmiah, sementara dalam komunikasi informal dan media sosial, adaptasi dan inovasi bahasa dapat ditoleransi dengan tetap mengedepankan kaidah dasar kebahasaan.
D
Bahasa Indonesia sudah selayaknya beradaptasi sepenuhnya mengikuti tren global dan hanya digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar saja, selebihnya bebas berinovasi.
E
Pemerintah harus membuat regulasi ketat yang melarang penggunaan bahasa asing dan slang di media sosial untuk memastikan kemurnian Bahasa Indonesia.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia memiliki berbagai fungsi. Di bawah ini, manakah yang TIDAK termasuk fungsi tersebut?
A
Lambang identitas nasional
B
Lambang kebanggaan kebangsaan
C
Bahasa resmi kenegaraan
D
Alat pemersatu berbagai suku bangsa
E
Alat penghubung antardaerah dan antarbudaya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan bahwa 'ikut serta' badan usaha hanya sebatas membuat, mengelola, dan merawat sistem. Manakah perbaikan yang tepat untuk istilah 'ikut serta' agar sesuai dengan kaidah bahasa?
A
membuat seharusnya membuatkan
B
ikut serta seharusnya keikutsertaan
C
berhubungan seharusnya berhubung
D
mengemukakan seharusnya dikemukakan
E
bocornya seharusnya dibocorkannya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36 menegaskan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Ketetapan ini tidak hanya bersifat deklaratif, tetapi juga imperatif, menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kedudukan hukum tertinggi dan berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, identitas nasional, dan sarana komunikasi resmi negara. Namun, dalam praktik, masih banyak papan nama jalan, nama gedung, atau iklan komersial yang menggunakan bahasa asing secara dominan, bahkan tanpa padanan Bahasa Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya erosi terhadap kedaulatan bahasa, yang berpotensi mengurangi kebanggaan nasional terhadap Bahasa Indonesia. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi konstitusi dan integritas kebangsaan, bagaimana Anda mengimplementasikan nilai Pasal 36 UUD 1945 ini dalam konteks menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia di ruang publik?
A
Menggagas peraturan daerah atau kebijakan internal yang mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia pada seluruh papan nama, iklan, dan komunikasi publik, serta memberikan sanksi bagi pelanggar setelah periode sosialisasi.
B
Mendorong kesadaran masyarakat melalui kampanye publik tentang pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, dengan menyoroti dampak negatif dominasi bahasa asing terhadap identitas nasional.
C
Berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan langsung papan nama atau iklan yang melanggar ketentuan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik tanpa padanan yang jelas.
D
Memberikan contoh konkret dengan selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap komunikasi, serta mendorong rekan kerja untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk implementasi kesadaran berkonstitusi.
E
Mengusulkan program insentif bagi pelaku usaha atau institusi yang secara konsisten dan kreatif menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam identitas visual dan komunikasi mereka.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat: 'Wanita berbaju merah itu sangat cantik sekali.' Kalimat berikut yang memiliki kesamaan fungsi imbuhan ber- dengan kata 'berbaju' adalah...
A
Tanpa diduga, ia berteriak kencang sekali
B
Ia datang menjemputku dengan bersepeda
C
Jangan bersedih hati, ia pasti datang
D
Bersepatu hak tinggi bukan masalah untukku
E
Ia suka sekali berenang bersama kakaknya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, khususnya selama pendudukan Jepang, Bahasa Indonesia dihadapkan pada situasi yang kompleks. Belanda telah dilarang, dan Jepang berusaha mempromosikan bahasanya sendiri. Namun, justru dalam kondisi ini, Bahasa Indonesia mengalami percepatan perkembangan dan secara aktif digunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai alat perlawanan dan konsolidasi. Mengapa, dalam konteks sosial-politik yang penuh tantangan tersebut, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi instrumen paling efektif dalam membangun kesadaran nasional dan mempersatukan perlawanan, dibandingkan dengan upaya menggunakan bahasa daerah atau menolak penggunaan bahasa kolonial secara pasif?
A
Bahasa Indonesia menawarkan medium komunikasi yang netral, melampaui sekat-sekat etnis dan kedaerahan, sehingga mampu menyatukan berbagai kelompok pejuang dari seluruh Nusantara.
B
Penggunaan Bahasa Indonesia oleh para tokoh pergerakan nasional secara simbolis menunjukkan kemandirian budaya dan politik di hadapan penjajah, tanpa harus menunggu kemerdekaan formal.
C
Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa yang dipahami secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat terpelajar dan rakyat biasa, memfasilitasi penyebaran ide-ide perjuangan.
D
Pemerintah pendudukan Jepang, secara tidak sengaja, memberikan ruang bagi pengembangan Bahasa Indonesia dengan melarang bahasa Belanda dan tidak sepenuhnya berhasil memaksakan bahasa Jepang.
E
Ketersediaan kamus dan literatur berbahasa Indonesia pada masa itu sudah cukup memadai untuk mendukung komunikasi dan pendidikan dalam skala nasional.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.