PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 8. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

Di antara kata-kata serapan berikut, manakah yang penulisannya tidak baku atau salah?
A
Genetik
B
Varitas
C
Silinder
D
Hemoglobin
E
Plaza

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Manakah di antara kalimat berikut yang menggunakan tanda seru (!) untuk mengekspresikan perasaan ketidakpercayaan?
A
Cepat datanglah kemari!
B
Benar, Bu! Saya tidak mengambil uang itu!
C
Ah, aku tidak percaya lagi semua ucapanmu!
D
Wow, indah sekali pemandangan di sini!
E
Kerjakan tugasmu dengan baik!

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia memiliki berbagai fungsi. Di bawah ini, manakah yang TIDAK termasuk fungsi tersebut?
A
Lambang identitas nasional
B
Lambang kebanggaan kebangsaan
C
Bahasa resmi kenegaraan
D
Alat pemersatu berbagai suku bangsa
E
Alat penghubung antardaerah dan antarbudaya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Penggunaan imbuhan pen- (nomenklatur pelaku atau alat) yang paling tepat dalam konteks kalimat adalah...
A
Para petembak sudah mengambil posisi di bukit.
B
Petugas penabur benih ikan sedang bekerja di kolam.
C
Kedua peninju itu bertarung di atas ring.
D
Siapa petendang bola ke arah gawang itu?
E
Siska adalah pentari tradisional yang berbakat.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Kalimat: 'Ia melempar segenggam jagung ke arah ayam-ayam itu.' Penggunaan awalan se- pada kata 'segenggam' memiliki kesamaan makna dengan...
A
Kulitnya halus selembut sutera
B
Rencananya orang sedesa akan diundang dalam perayaan
C
Ia berteriak sekeras petir yang menyambar
D
Selembar kertas kontrak telah tersedia di mejanya
E
Ia pergi hanya sebulan saja

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Media sosial telah menjadi platform komunikasi utama bagi masyarakat, termasuk ASN. Di satu sisi, media sosial memungkinkan interaksi yang lebih personal dan cepat antara pemerintah dan publik. Di sisi lain, karakteristik informal media sosial seringkali mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baku, singkatan yang berlebihan, bahkan bahasa prokem dalam akun resmi institusi atau akun pribadi ASN yang mencantumkan identitas kedinasan. Hal ini dapat menimbulkan ambiguitas, menurunkan kredibilitas institusi, dan mengikis martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, terutama di mata generasi muda. Apa strategi paling efektif yang harus diimplementasikan oleh sebuah kementerian untuk memastikan ASN-nya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta santun, dalam setiap komunikasi di media sosial, sekaligus tetap menjaga relevansi dan daya tarik informasi?
A
Menyusun pedoman baku penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial yang mencakup etika komunikasi, penggunaan ejaan, dan gaya bahasa, serta mengadakan lokakarya rutin untuk melatih ASN dalam penerapannya.
B
Membuat tim khusus yang bertugas memantau akun media sosial ASN dan institusi, memberikan teguran langsung jika ditemukan pelanggaran, dan mempublikasikan contoh-contoh penggunaan bahasa yang tidak tepat sebagai pembelajaran.
C
Menerbitkan daftar kosakata gaul atau singkatan yang boleh dan tidak boleh digunakan di media sosial oleh ASN, serta menyosialisasikannya melalui infografis yang menarik agar mudah dipahami.
D
Mendorong ASN untuk selalu menggunakan gaya bahasa formal dan baku layaknya dalam surat resmi, serta menghindari interaksi personal yang terlalu bebas di media sosial untuk menjaga citra institusi.
E
Mengintegrasikan pendidikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam kurikulum pengembangan karier ASN, dengan penekanan pada penggunaan bahasa di berbagai platform komunikasi modern, termasuk media sosial.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara konsisten menggunakan terminologi asing dan frasa berbahasa Inggris yang kompleks dalam laporan resmi, presentasi publik, dan komunikasi internal, dengan argumen bahwa praktik tersebut mencerminkan modernitas dan profesionalisme institusi. Tindakan ini dilakukan meskipun ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang baku dan mudah dipahami. Sebagai Pembuat Soal Standar BKN, apa implikasi *utama* dari praktik penggunaan bahasa tersebut terhadap nilai integritas ASN dan identitas nasional, sesuai dengan semangat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara?
A
Menunjukkan kemampuan ASN dalam menguasai bahasa asing, yang esensial untuk kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perkembangan global.
B
Mencerminkan kurangnya kebanggaan dan kesadaran ASN akan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu dan identitas bangsa, berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen menjaga nilai-nilai luhur negara.
C
Mengurangi efektivitas komunikasi internal dan eksternal karena tidak semua audiens memiliki pemahaman yang sama terhadap istilah-istilah asing tersebut.
D
Mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan tata bahasa baku, yang seharusnya menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen resmi.
E
Memperkuat persepsi publik bahwa ASN cenderung elitis dan kurang membumi, sehingga menciptakan jarak dengan masyarakat yang dilayani.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat: 'Pemerintah Daerah menyiapkan tempat pengungsian untuk kelompok rentan, seperti: ibu hamil, lansia, dan anak difabel.' Kesalahan ejaan pada kalimat tersebut terletak pada...
A
huruf d dan k pada Pemerintah Daerah Kabupaten seharusnya kecil
B
mengevakuasi seharusnya mengefakuasi
C
tanda koma (,) setelah kata rentan dihilangkan
D
tanda titik dua (:) setelah kata seperti dihilangkan
E
anak-anak seharusnya anak anak

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Nasional (PPBSN) melakukan studi komparatif tentang dinamika penggunaan Bahasa Indonesia lintas generasi dan platform komunikasi digital. Temuan kunci menunjukkan bahwa generasi sebelum tahun 1980 cenderung menginternalisasi Bahasa Indonesia dengan kaidah tata bahasa yang ketat, memegang teguh pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan mempraktikkan adaptasi selektif terhadap kosakata asing atau daerah, khususnya dalam ranah formal. Sebaliknya, observasi pada generasi setelah tahun 2000 mengungkapkan kecenderungan masif untuk mengintegrasikan slang, akronim, dan adopsi langsung istilah asing (e.g., 'literally,' 'spill the tea,' 'vibes') tanpa proses pembakuan yang jelas dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di beberapa konteks semi-formal digital. Fenomena ini, menurut laporan PPBSN, berpotensi menciptakan fragmentasi linguistik dan mengaburkan batas antara Bahasa Indonesia baku dan non-baku di mata publik. Berdasarkan analisis data studi PPBSN tersebut, tantangan strategis paling krusial yang dihadapi Bahasa Indonesia dalam mempertahankan perannya sebagai perekat identitas nasional di tengah arus perubahan linguistik ini berkaitan erat dengan aspek...
A
Fleksibilitas Bahasa Indonesia untuk menyerap dan mengakomodasi keberagaman dialek regional.
B
Penjagaan konsistensi kaidah bahasa baku dan otoritasnya sebagai standar komunikasi nasional.
C
Optimalisasi promosi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional dan diplomasi.
D
Pengembangan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih responsif terhadap tren penggunaan bahasa gaul.
E
Peningkatan kapasitas infrastruktur digital untuk mendukung literasi berbahasa Indonesia.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan signifikan. Penggunaan bahasa asing, terutama Inggris, semakin masif dalam ranah publik, komunikasi bisnis, hingga lingkungan kerja institusi pemerintah. Hal ini seringkali memunculkan dikotomi antara kebutuhan untuk bersaing secara global dengan keharusan menjaga kemurnian dan martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Beberapa ASN bahkan cenderung menggunakan istilah asing yang sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia demi terlihat 'modern' atau 'profesional'. Jika Anda seorang ASN yang bertugas di bagian komunikasi publik suatu kementerian, bagaimana Anda akan menanggapi situasi ini dengan mempertimbangkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dan nilai integritas seorang ASN?
A
Mengeluarkan surat edaran internal yang melarang penggunaan bahasa asing dalam seluruh komunikasi resmi dan mengharuskan penggunaan padanan Bahasa Indonesia, serta memberikan sanksi bagi pelanggar untuk menegakkan disiplin kebahasaan.
B
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui pelatihan rutin bagi ASN, sekaligus memfasilitasi forum diskusi untuk membahas dan menyepakati padanan istilah asing yang relevan, tanpa melarang total penggunaan bahasa asing yang krusial untuk konteks global.
C
Mempelopori kampanye penggunaan Bahasa Indonesia yang benar di media sosial dan portal berita, dengan menyajikan konten edukatif yang menarik mengenai kekayaan kosakata Bahasa Indonesia, sambil tetap menggunakan istilah asing jika dianggap lebih efektif untuk menjangkau audiens internasional.
D
Menganalisis secara kritis konteks penggunaan bahasa asing di lingkungan kementerian dan mengusulkan pedoman yang mengatur penggunaan bahasa asing hanya untuk situasi yang memang tidak ada padanan efektifnya dalam Bahasa Indonesia atau untuk komunikasi internasional, serta memberikan penghargaan bagi ASN yang konsisten menggunakan Bahasa Indonesia.
E
Menyusun glosarium istilah-istilah asing yang umum digunakan beserta padanan Bahasa Indonesia-nya untuk disebarluaskan di lingkungan kementerian, serta mengadakan kompetisi menulis esai dalam Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kecintaan ASN terhadap bahasa nasional.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.