PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 9. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi global, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk membentuk dan membakukan istilah-istilah baru dalam Bahasa Indonesia. Proses ini melibatkan kerja keras lembaga kebahasaan untuk mengadaptasi, menyerap, atau menciptakan padanan kata dari bahasa asing, seringkali diwarnai perdebatan panjang. Evaluasi mengapa keberhasilan pembentukan dan pembakuan istilah ilmiah dan teknologi dalam Bahasa Indonesia secara mandiri, terlepas dari kerumitannya, merupakan indikator krusial bagi kemandirian intelektual dan kedaulatan bangsa di era informasi global?
A
Penggunaan istilah baku dalam Bahasa Indonesia memudahkan masyarakat umum memahami konsep ilmiah dan teknologi, sehingga meningkatkan literasi sains nasional.
B
Pembentukan istilah mandiri mengurangi ketergantungan pada penerjemahan langsung, yang seringkali menyebabkan ambiguitas dan ketidakakuratan dalam transfer pengetahuan.
C
Kemampuan menciptakan dan membakukan istilah sendiri menandakan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi medium ilmu pengetahuan tingkat tinggi, yang esensial bagi pengembangan peradaban dan inovasi bangsa tanpa dominasi asing.
D
Proses pembakuan istilah secara nasional mendorong kolaborasi antarilmuwan dan pakar bahasa, memperkuat jaringan keilmuan di Indonesia.
E
Memiliki korpus istilah ilmiah yang lengkap dalam Bahasa Indonesia akan meningkatkan daya saing global dalam publikasi ilmiah dan paten, memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah sedang menggalakkan program imunisasi nasional agar supaya balita terhindar daripada berbagai penyakit berbahaya.' Kalimat tersebut tidak efektif karena...
A
Penggunaan kata yang bermakna ganda (ambigu)
B
Kesalahan penulisan kata baku
C
Pemborosan kata (pleonasme) pada 'agar supaya' dan 'daripada'
D
Tidak memiliki subjek yang jelas
E
Penggunaan istilah asing yang tidak perlu

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Manakah di antara pilihan berikut yang pemenggalan suku katanya TIDAK sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)?
A
Ku - at
B
Se - ko - lah
C
Sa - u - da - ra
D
Ten - dang
E
Ran - tau

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Ketika kita berada di suatu daerah terpencil di Indonesia dan mengalami kendala komunikasi karena perbedaan bahasa daerah, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi solusi utama. Hal ini membuktikan fungsi Bahasa Indonesia sebagai...
A
Lambang kebanggaan nasional
B
Bahasa pengantar pendidikan
C
Alat pemersatu dan komunikasi antardaerah
D
Bahasa resmi kenegaraan
E
Identitas suku bangsa

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dalam proses perubahan naskah proklamasi dari tulisan tangan menjadi teks ketikan (otentik), terdapat beberapa perubahan redaksional. Manakah perubahan yang benar?
A
Kata 'Tempoh' diubah menjadi 'Tempo'
B
Kata 'Sukarno' diubah menjadi 'Soekarno'
C
Format tanggal '17-08-1945' diubah menjadi '17-08-05'
D
Kata 'Atas nama bangsa Indonesia' diubah menjadi 'Wakil-wakil bangsa Indonesia'
E
Kata 'Kemerdekaan' diubah menjadi 'Kebebasan'

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia yang terus disempurnakan, mulai dari Ejaan van Ophuijsen hingga Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), mencerminkan upaya sistematis untuk membakukan dan menstandardisasi Bahasa Indonesia demi kemudahan komunikasi, pendidikan, dan administrasi negara. Namun, di era digital, banyak ASN yang kerap abai terhadap kaidah EBI dalam korespondensi resmi, penulisan laporan, maupun komunikasi publik di media sosial. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepraktisan atau anggapan bahwa hal tersebut tidak esensial dibandingkan substansi pesan. Padahal, penggunaan bahasa yang baku dan benar adalah cerminan profesionalisme dan integritas. Dalam sudut pandang integritas seorang ASN dan prinsip good governance, apa implikasi jangka panjang yang paling mungkin timbul dari rendahnya kepatuhan terhadap standar EBI dalam komunikasi resmi birokrasi?
A
Terjadinya ketidakjelasan atau ambigu dalam interpretasi dokumen-dokumen resmi, yang dapat memicu kesalahan administrasi, penyimpangan kebijakan, atau bahkan sengketa hukum di kemudian hari.
B
Merosotnya citra publik institusi pemerintah karena dianggap tidak profesional dan kurang serius dalam menjalankan tugas, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
C
Lambatnya proses birokrasi karena perlu waktu lebih lama untuk mengoreksi kesalahan penulisan atau merumuskan kembali pesan yang tidak baku, mengurangi efisiensi pelayanan publik.
D
Kesulitan dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi karena kurangnya standar yang konsisten di lingkungan pemerintah sebagai teladan.
E
Pembiasan makna dan tujuan dari kebijakan publik yang disampaikan, menyebabkan masyarakat salah memahami arahan pemerintah dan berpotensi menimbulkan resistensi atau ketidakpatuhan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Di sebuah federasi kepulauan yang baru merdeka bernama Bhinneka Raya, dengan lebih dari 300 suku bangsa dan beragam bahasa daerah, para pemimpin muda dari berbagai organisasi kebangsaan berkumpul dalam sebuah Kongres Pemuda di kota Harmoni pada tahun 1928. Mereka menghadapi tantangan besar: bagaimana menyatukan identitas bangsa yang baru lahir agar tidak terpecah belah oleh perbedaan yang ada. Salah satu agenda krusial adalah penetapan bahasa nasional. Berbagai opsi dipertimbangkan, termasuk bahasa dengan jumlah penutur terbanyak dan bahasa-bahasa dengan tradisi literatur yang kaya. Namun, setelah perdebatan panjang, mereka sepakat untuk mengangkat sebuah bahasa yang telah lama berfungsi sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarpulau, sebuah bahasa yang netral dan relatif mudah dipelajari oleh berbagai kelompok etnis, meskipun bukan merupakan bahasa ibu dari kelompok etnis terbesar. Keputusan memilih bahasa tersebut sebagai bahasa nasional Bhinneka Raya, sebagaimana tercermin dalam narasi, paling erat kaitannya dengan pertimbangan historis Bahasa Indonesia yang menekankan pada...
A
Peran strategisnya sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) yang telah diterima luas di seluruh wilayah kepulauan.
B
Kekayaan kosa kata dan struktur gramatikalnya yang lebih kompleks dibandingkan bahasa daerah lainnya.
C
Jumlah penutur aslinya yang mendominasi populasi Bhinneka Raya sejak zaman dahulu kala.
D
Dukungan kuat dari kekuatan kolonial untuk mempermudah administrasi pemerintahan.
E
Kemudahannya dalam menerjemahkan teks-teks keagamaan dari bahasa-bahasa Timur Tengah dan Barat.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dari daftar kata di bawah ini, manakah pilihan yang keseluruhannya merupakan kata tidak baku?
A
seksama, sekedar, lembab, nasehat
B
lubang, film, jaman, ijazah
C
eksktrim, kompleks, otomotif, telor
D
metode, motivasi, aktifitas, analisis
E
tenteram, sejahtra, kuitansi, tehnik

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Seorang staf Humas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyusun draf laporan kinerja tahunan. Ia harus memastikan bahwa semua kalimat yang digunakan dalam laporan tersebut sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku, khususnya terkait pemilihan kata. Dari lima draf pernyataan yang ia siapkan, manakah pernyataan yang seluruhnya menggunakan kata baku dan siap untuk dipublikasikan tanpa perlu revisi kebahasaan?
A
Pentingnya aktifitas koordinasi antar departemen tidak dapat dilepaskan dari upaya peningkatan efisiensi kerja.
B
Analisa dampak kebijakan baru tersebut membutuhkan data yang valid dan terpercaya.
C
Setiap aktivitas harus melalui analisis risiko yang komprehensif untuk menjaga sistem tetap efektif dan akuntabel.
D
Pemerintah terus berupaya meminimalisir resiko inflasi dengan menerapkan strategi moneter yang cermat.
E
Sistim pengawasan internal perlu diperkuat untuk menjamin integritas dan transparansi setiap proses administrasi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Cermati paragraf berikut: "Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerintah berencana untuk mengimplementasikan sistem daring terpadu. Meskipun demikian, sosialisasi yang masif dan terstruktur mutlak diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Disamping itu, dukungan infrastruktur digital yang memadai juga menjadi prasyarat utama untuk keberhasilan program tersebut." Manakah pernyataan yang paling tepat mengidentifikasi kesalahan kaidah kebahasaan atau menawarkan perbaikan yang paling esensial dalam paragraf di atas?
A
Frasa "Dalam rangka" seharusnya diganti dengan "Untuk" agar kalimat lebih ringkas dan efektif.
B
Penulisan "Disamping itu" merupakan kesalahan ejaan; seharusnya dipisah menjadi "Di samping itu".
C
Penggunaan kata "mengimplementasikan" kurang tepat dan seharusnya diganti dengan "menerapkan" karena lebih baku.
D
Kalimat kedua terlalu panjang dan perlu dipecah menjadi beberapa kalimat agar mudah dipahami.
E
Tanda koma setelah "Meskipun demikian" tidak diperlukan karena "Meskipun demikian" bukan konjungsi intrakalimat.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.