Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 9. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 81
Link Soal
Dalam sebuah forum seminar internasional di Jakarta, seorang pejabat publik Indonesia menyampaikan pidatonya dengan dominasi penggunaan istilah-istilah asing yang kompleks dan tidak umum, padahal konteks forum tersebut juga melibatkan audiens umum dari berbagai latar belakang pendidikan. Jika padanan kata dalam Bahasa Indonesia tersedia dan lebih mudah dipahami, tindakan pejabat tersebut berpotensi melemahkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai...
A
Lambang identitas nasional, karena tidak mencerminkan jati diri bangsa.
B
Bahasa negara, karena tidak menggunakan bahasa resmi dalam acara penting.
C
Alat pemersatu berbagai suku bangsa, karena menciptakan batasan komunikasi antar-sesama warga negara.
D
Lambang kebanggaan nasional, karena menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap bahasa sendiri.
E
Alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena tidak berupaya memperkaya kosakata bahasa.
NO. 82
Link Soal
Cermati paragraf berikut:
"Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerintah berencana untuk mengimplementasikan sistem daring terpadu. Meskipun demikian, sosialisasi yang masif dan terstruktur mutlak diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Disamping itu, dukungan infrastruktur digital yang memadai juga menjadi prasyarat utama untuk keberhasilan program tersebut."
Manakah pernyataan yang paling tepat mengidentifikasi kesalahan kaidah kebahasaan atau menawarkan perbaikan yang paling esensial dalam paragraf di atas?
A
Frasa "Dalam rangka" seharusnya diganti dengan "Untuk" agar kalimat lebih ringkas dan efektif.
B
Penulisan "Disamping itu" merupakan kesalahan ejaan; seharusnya dipisah menjadi "Di samping itu".
C
Penggunaan kata "mengimplementasikan" kurang tepat dan seharusnya diganti dengan "menerapkan" karena lebih baku.
D
Kalimat kedua terlalu panjang dan perlu dipecah menjadi beberapa kalimat agar mudah dipahami.
E
Tanda koma setelah "Meskipun demikian" tidak diperlukan karena "Meskipun demikian" bukan konjungsi intrakalimat.
NO. 83
Link Soal
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara konsisten menggunakan terminologi asing dan frasa berbahasa Inggris yang kompleks dalam laporan resmi, presentasi publik, dan komunikasi internal, dengan argumen bahwa praktik tersebut mencerminkan modernitas dan profesionalisme institusi. Tindakan ini dilakukan meskipun ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang baku dan mudah dipahami. Sebagai Pembuat Soal Standar BKN, apa implikasi *utama* dari praktik penggunaan bahasa tersebut terhadap nilai integritas ASN dan identitas nasional, sesuai dengan semangat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara?
A
Menunjukkan kemampuan ASN dalam menguasai bahasa asing, yang esensial untuk kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perkembangan global.
B
Mencerminkan kurangnya kebanggaan dan kesadaran ASN akan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol pemersatu dan identitas bangsa, berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen menjaga nilai-nilai luhur negara.
C
Mengurangi efektivitas komunikasi internal dan eksternal karena tidak semua audiens memiliki pemahaman yang sama terhadap istilah-istilah asing tersebut.
D
Mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan tata bahasa baku, yang seharusnya menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen resmi.
E
Memperkuat persepsi publik bahwa ASN cenderung elitis dan kurang membumi, sehingga menciptakan jarak dengan masyarakat yang dilayani.
NO. 84
Link Soal
Kecamatan Bima Sakti menunjukkan fenomena menarik dalam evolusi penggunaan Bahasa Indonesia untuk komunikasi publik di lingkungan kelurahan. Pada era 1980-an, kepemimpinan Bapak Lurah Jaya secara konsisten mendorong penerapan Bahasa Indonesia baku, struktur kalimat yang rapi, penghindaran serapan asing yang tidak perlu, serta ketatnya kaidah PUEBI, mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat. Kontrasnya, di masa kini, Ibu Lurah Lestari dan staf muda kelurahan cenderung mengadopsi gaya yang lebih kasual, banyak menggunakan istilah serapan langsung dari bahasa Inggris ('urgent call', 'deadline submission'), dan singkatan populer dalam pengumuman via media sosial, dengan dalih kemudahan pemahaman bagi generasi milenial. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga senior akan kelunturan standar kebahasaan.
Dari perspektif sosiolinguistik, perbandingan praktik komunikasi kebahasaan di Kecamatan Bima Sakti ini paling tepat mengilustrasikan dinamika yang mendasari...
A
Pergeseran paradigma dari penegakan kaidah preskriptif kebahasaan menuju adaptasi fungsional demi inklusivitas komunikasi publik.
B
Perubahan preferensi demografi masyarakat terhadap media komunikasi daring yang lebih interaktif.
C
Peningkatan kapasitas linguistik staf kelurahan dalam mengadopsi kosakata asing secara fleksibel.
D
Evolusi peran pemerintahan lokal dalam menanggapi tuntutan globalisasi dan modernisasi birokrasi.
E
Dilema antara pelestarian identitas budaya melalui bahasa dan kebutuhan untuk efisiensi pesan di era digital.
NO. 85
Link Soal
Frase idiomatik adalah gabungan kata yang maknanya tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Manakah kalimat berikut yang merupakan kalimat murni tanpa frase idiomatik?
A
Kelompok pemusik tersebut kini sedang naik daun.
B
Ketua yayasan sedang menyapa staf di depan kantor.
C
Karena sikapnya yang keras kepala, dia sulit dinasihati.
D
Anak itu dianggap kepala udang karena sulit memahami pelajaran sederhana.
E
Beliau adalah tiang kampung yang dihormati di wilayah ini.
NO. 86
Link Soal
Manakah kalimat di bawah ini yang menerapkan penggunaan huruf kapital secara tepat sesuai pedoman umum ejaan bahasa Indonesia?
A
Bapaknya seorang brigadir jendral yang telah lama bertugas di Jayapura, Papua.
B
bapaknya seorang Brigadir Jendral yang telah lama bertugas di Jayapura, Papua.
C
Bapaknya seorang Brigadir Jendral yang telah lama bertugas di jayapura, Papua.
D
Bapaknya seorang Brigadir Jendral yang telah lama bertugas di Jayapura, Papua.
E
bapaknya seorang brigadir jendral yang telah lama bertugas di Jayapura, Papua.
NO. 87
Link Soal
Berdasarkan letak kalimat utamanya yang berada di awal paragraf (tentang tugas utama guru), paragraf pada soal sebelumnya digolongkan sebagai jenis paragraf...
A
Deduktif
B
Induktif
C
Efektif
D
Deduktif – Induktif
E
Induktif – Deduktif
NO. 88
Link Soal
Sebuah instansi pemerintah akan mengeluarkan pengumuman resmi mengenai perubahan prosedur layanan publik. Tim penyusun naskah sedang merancang kalimat pembuka pengumuman tersebut. Dari lima opsi di bawah ini, manakah kalimat yang paling efektif, baku, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan resmi menurut PUEBI untuk menyampaikan informasi tersebut?
A
Dengan ini diumumkan, bahwa mulai Senin depan, prosedur layanan publik akan mengalami pembaharuan kebijakan.
B
Kami informasikan kepada publik bahwasanya ada kebijakan baru tentang prosedur layanan publik yang akan diberlakukan efektif mulai Senin mendatang.
C
Diinformasikan kepada masyarakat bahwa kebijakan baru terkait prosedur layanan publik akan mulai berlaku pada Senin depan.
D
Pemerintah memberitahukan kepada seluruh warga masyarakat bahwa mulai hari Senin kebijakan prosedur layanan publik akan diimplementasikan.
E
Sehubungan dengan adanya perubahan prosedur layanan publik, maka kebijakan baru akan diberlakukan dari Senin mendatang.
NO. 89
Link Soal
Bacalah kalimat berikut dengan saksama:
"Pemerintah akan segera mengevaluasi mengenai dampak dari kebijakan baru ini terhadap kondisi perekonomian masyarakat yang berpenghasilan rendah, agar supaya stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga dan tidak terjadi gejolak sosial."
Kalimat di atas memiliki beberapa kelemahan sehingga kurang efektif dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku. Manakah perbaikan paling tepat untuk kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif dan baku?
A
Pemerintah akan mengevaluasi dampak dari kebijakan baru ini terhadap perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah, agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga dan tidak terjadi gejolak sosial.
B
Pemerintah akan segera mengevaluasi dampak kebijakan baru ini terhadap perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah agar stabilitas ekonomi tetap terjaga dan gejolak sosial tidak terjadi.
C
Pemerintah akan segera mengevaluasi tentang dampak kebijakan baru ini pada kondisi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah, supaya stabilitas ekonomi tetap terjaga serta tidak terjadi gejolak sosial.
D
Pemerintah akan mengevaluasi mengenai dampak kebijakan baru ini terhadap perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah agar supaya stabilitas ekonomi tetap terjaga dan gejolak sosial tidak terjadi.
E
Pemerintah akan segera mengevaluasi dampak kebijakan baru ini pada perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah, agar kestabilan ekonomi dapat terjaga dan tidak timbul gejolak sosial.
NO. 90
Link Soal
Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Nasional (PPBSN) melakukan studi komparatif tentang dinamika penggunaan Bahasa Indonesia lintas generasi dan platform komunikasi digital. Temuan kunci menunjukkan bahwa generasi sebelum tahun 1980 cenderung menginternalisasi Bahasa Indonesia dengan kaidah tata bahasa yang ketat, memegang teguh pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dan mempraktikkan adaptasi selektif terhadap kosakata asing atau daerah, khususnya dalam ranah formal. Sebaliknya, observasi pada generasi setelah tahun 2000 mengungkapkan kecenderungan masif untuk mengintegrasikan slang, akronim, dan adopsi langsung istilah asing (e.g., 'literally,' 'spill the tea,' 'vibes') tanpa proses pembakuan yang jelas dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di beberapa konteks semi-formal digital. Fenomena ini, menurut laporan PPBSN, berpotensi menciptakan fragmentasi linguistik dan mengaburkan batas antara Bahasa Indonesia baku dan non-baku di mata publik.
Berdasarkan analisis data studi PPBSN tersebut, tantangan strategis paling krusial yang dihadapi Bahasa Indonesia dalam mempertahankan perannya sebagai perekat identitas nasional di tengah arus perubahan linguistik ini berkaitan erat dengan aspek...
A
Fleksibilitas Bahasa Indonesia untuk menyerap dan mengakomodasi keberagaman dialek regional.
B
Penjagaan konsistensi kaidah bahasa baku dan otoritasnya sebagai standar komunikasi nasional.
C
Optimalisasi promosi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional dan diplomasi.
D
Pengembangan kurikulum pendidikan bahasa yang lebih responsif terhadap tren penggunaan bahasa gaul.
E
Peningkatan kapasitas infrastruktur digital untuk mendukung literasi berbahasa Indonesia.