Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 10. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 91
Link Soal
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Namun, di era digital saat ini, bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara semakin kompleks, tidak hanya terbatas pada agresi militer, tetapi juga meliputi ancaman siber, disinformasi massal, hingga polarisasi sosial yang menggerus persatuan. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pemahaman tentang Bela Negara, tindakan manakah yang paling strategis dan relevan untuk Anda lakukan dalam konteks ancaman non-militer di era modern ini, guna mewujudkan ketahanan nasional?
A
Mengikuti pelatihan militer dasar secara mandiri untuk kesiapan fisik dan mental menghadapi kemungkinan agresi militer, sebagai bentuk kesiapsiagaan personal.
B
Melaporkan setiap konten negatif atau disinformasi yang ditemui di media sosial kepada pihak berwajib dan aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks serta pentingnya literasi digital.
C
Meningkatkan kapasitas diri dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkannya untuk inovasi yang mendukung kemandirian ekonomi dan daya saing bangsa di kancah global.
D
Menyelenggarakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang mempererat tali persaudaraan antarwarga, tanpa menyinggung isu politik atau keamanan, untuk menciptakan kerukunan beragama.
E
Mendukung penuh kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat sektor pertahanan militer, serta menyebarluaskan narasi positif tentang peran TNI/Polri dalam menjaga kedaulatan negara.
NO. 92
Link Soal
Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan bentuk strategi pertahanan yang unik. Alasan utama para pejuang membumihanguskan kota Bandung bagian selatan adalah...
A
Untuk menjebak pasukan Sekutu dalam kobaran api
B
Mencegah tentara Sekutu dan NICA menggunakan kota Bandung sebagai markas militer strategis
C
Bentuk protes terhadap pemerintah pusat yang memerintahkan pengosongan kota
D
Kalah dalam persenjataan sehingga memilih mundur total
E
Instruksi langsung dari Jenderal Soedirman untuk melakukan sabotase
NO. 93
Link Soal
Bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam mengatasi ancaman radikalisme di dunia maya sebagai bagian dari upaya Bela Negara?
A
Menghindari penggunaan platform media sosial sepenuhnya.
B
Secara aktif melawan narasi radikal dengan menyebarkan pesan damai dan persatuan kebangsaan di media sosial.
C
Membatasi kebebasan berpendapat di platform media sosial.
D
Mendelegasikan seluruh pengawasan dunia maya kepada pemerintah.
E
Memblokir akses internet di beberapa wilayah tertentu.
NO. 94
Link Soal
Di era digitalisasi dan ancaman non-militer yang semakin kompleks seperti serangan siber, penyebaran hoaks, dan pandemi, pemahaman dan implementasi Bela Negara bagi warga negara Indonesia harus mengalami reorientasi dari sekadar konsep pertahanan fisik menjadi upaya komprehensif. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merepresentasikan esensi Bela Negara yang adaptif dan partisipatif bagi warga negara dalam menghadapi tantangan kontemporer tersebut?
A
Mengutamakan peningkatan jumlah personel militer dan alokasi anggaran pertahanan sebagai respons utama terhadap semua bentuk ancaman.
B
Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pertahanan negara kepada TNI dan Polri, sementara warga negara cukup mematuhi hukum dan membayar pajak.
C
Berperan aktif dalam menjaga ruang siber dari disinformasi, mengembangkan inovasi teknologi untuk kemandirian bangsa, serta berkontribusi pada penanganan krisis kesehatan dan lingkungan, sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing.
D
Menggalakkan program wajib militer bagi seluruh warga negara tanpa kecuali untuk memastikan kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi invasi.
E
Memprioritaskan kerja sama internasional dan aliansi militer dengan negara-negara maju untuk menjamin keamanan nasional dari ancaman eksternal.
NO. 95
Link Soal
Seorang Direktur Jenderal di Kementerian Pertahanan, yang bertanggung jawab atas pengadaan sistem persenjataan strategis, diketahui telah menerima suap dari konsorsium asing. Suap tersebut memengaruhi keputusannya untuk menyetujui pengadaan sistem yang kurang kompatibel dengan kebutuhan pertahanan nasional dan memiliki biaya operasional jangka panjang yang jauh lebih tinggi dibandingkan alternatif lain yang ditawarkan oleh perusahaan domestik. Ketika kasus ini mulai terkuak oleh media, Dirjen tersebut justru mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan media massa dan menyebarkan narasi bahwa informasi tersebut adalah upaya pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan stabilitas nasional. Tindakan Dirjen tersebut menyebabkan kerugian finansial negara yang besar, melemahkan potensi pertahanan, dan menciptakan polarisasi di masyarakat.
Berdasarkan narasi tersebut, analisis paling komprehensif mengenai pelanggaran nilai-nilai Bela Negara oleh Dirjen tersebut beserta implikasi etika dan sanksi yang seharusnya dikenakan adalah:
A
Dirjen tersebut telah melanggar nilai rela berkorban demi bangsa dan negara serta kesetiaan pada Pancasila (khususnya sila Persatuan Indonesia dan Kerakyatan). Tindakannya merusak kedaulatan dan integritas bangsa, sehingga ia harus dijatuhi sanksi pidana penjara maksimal, denda, ganti rugi kerugian negara, pencabutan hak politik, serta pemberhentian tidak dengan hormat sebagai ASN.
B
Pelanggaran utama adalah ketidakjujuran dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat publik. Sanksi yang paling tepat adalah pemecatan dari jabatan struktural dan penempatan di posisi fungsional non-strategis, disertai dengan kewajiban mengembalikan seluruh dana suap yang diterima.
C
Dirjen melanggar nilai cinta tanah air karena tidak mengutamakan produk dalam negeri dan menyebabkan kerugian finansial. Sanksi administratif berupa penurunan pangkat dan mutasi ke daerah terpencil adalah yang paling sesuai untuk memberikan efek jera.
D
Tindakan menyebarkan disinformasi menunjukkan ketidaksesuaian dengan etika ASN dalam berkomunikasi publik. Sanksi yang seharusnya adalah teguran tertulis dan pelatihan khusus mengenai komunikasi publik serta integritas pejabat negara.
E
Dirjen telah melanggar nilai kesadaran berbangsa dan bernegara dengan menciptakan polarisasi masyarakat melalui pernyataannya. Sanksi yang paling tepat adalah skorsing sementara sambil menunggu hasil penyelidikan komite etik kementerian dan wajib meminta maaf secara publik.
NO. 96
Link Soal
Konstitusi Indonesia menegaskan bahwa urusan pertahanan bukan hanya tanggung jawab aparat militer, melainkan hak dan kewajiban seluruh rakyat. Pernyataan bahwa 'Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara' tercantum dalam...
A
Pasal 27 ayat (1)
B
Pasal 27 ayat (2)
C
Pasal 27 ayat (3)
D
Pasal 30 ayat (1)
E
Pasal 30 ayat (2)
NO. 97
Link Soal
Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial secara masif berpotensi mengancam kohesi sosial dan stabilitas nasional, yang merupakan bagian integral dari ketahanan negara. Dalam perspektif Bela Negara yang komprehensif, strategi paling holistik dan berkelanjutan untuk mengatasi ancaman non-militer ini adalah...
A
Memperkuat regulasi internet dan secara proaktif memblokir situs-situs atau akun yang terbukti menyebarkan konten provokatif tanpa verifikasi.
B
Mengintensifkan penegakan hukum dengan memberikan sanksi pidana yang berat kepada penyebar hoaks untuk menciptakan efek jera di masyarakat.
C
Menggalakkan literasi digital dan pendidikan Pancasila sejak dini, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi dan melawan disinformasi.
D
Membentuk gugus tugas lintas sektoral yang melibatkan intelijen negara dan militer untuk mengidentifikasi dan menindak pelaku penyebaran hoaks.
E
Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis mendeteksi dan menghapus konten hoaks dari platform media sosial.
NO. 98
Link Soal
Pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948, meskipun para pemimpin negara ditangkap dan ibu kota Yogyakarta diduduki, rakyat Indonesia tidak menyerah. Perlawanan bersenjata terus berkobar di berbagai daerah dengan semangat persatuan yang kuat antara laskar rakyat, Tentara Nasional Indonesia, dan berbagai elemen masyarakat. Semangat ini didasari oleh kecintaan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Jika semangat bela negara dari peristiwa tersebut direfleksikan dalam konteks tantangan bangsa Indonesia saat ini, seperti masifnya penyebaran disinformasi, polarisasi politik, dan ancaman intoleransi yang berpotensi memecah belah bangsa, pelajaran utama yang paling relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah...
A
Meningkatkan kemampuan literasi digital dan kritis dalam menyaring informasi untuk menjaga persatuan bangsa.
B
Mengorganisir gerakan perlawanan fisik terhadap pihak-pihak penyebar hoaks secara langsung di masyarakat.
C
Mendukung setiap kebijakan pemerintah tanpa kritik demi menjaga stabilitas nasional dari ancaman polarisasi.
D
Fokus pada peningkatan kapabilitas militer dan intelijen untuk menghadapi ancaman siber yang mengganggu kedaulatan.
E
Membentuk kembali laskar-laskar rakyat untuk membantu penegak hukum dalam mengatasi ujaran kebencian di masyarakat.
NO. 99
Link Soal
Pertempuran Ambarawa pada Desember 1945 menjadi bukti kehebatan taktik perang gerilya TNI. Strategi pengepungan rangkap yang diterapkan oleh Kolonel Soedirman dikenal dengan sebutan...
A
Supit Urang
B
Gerilya Semesta
C
Benteng Stelsel
D
Pagar Betis
E
Bumi Hangus
NO. 100
Link Soal
Untuk mengintensifkan kesadaran tentang Bela Negara, pemerintah telah memperkenalkan program pendidikan Bela Negara di berbagai institusi sekolah. Apa luaran utama yang diharapkan dari pelaksanaan pendidikan tersebut?
A
Meningkatkan kompetensi akademik peserta didik.
B
Mempersiapkan peserta didik untuk berkarir di sektor militer.
C
Mengembangkan semangat patriotisme dan rasa tanggung jawab terhadap negara pada generasi muda.
D
Menciptakan peserta didik yang lebih patuh dan disiplin dalam rutinitas harian.
E
Mendorong partisipasi peserta didik dalam aktivitas politik.