Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 14. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 131
Link Soal
Konstitusi Indonesia menegaskan bahwa urusan pertahanan bukan hanya tanggung jawab aparat militer, melainkan hak dan kewajiban seluruh rakyat. Pernyataan bahwa 'Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara' tercantum dalam...
A
Pasal 27 ayat (1)
B
Pasal 27 ayat (2)
C
Pasal 27 ayat (3)
D
Pasal 30 ayat (1)
E
Pasal 30 ayat (2)
NO. 132
Link Soal
Di era digitalisasi dan globalisasi, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi terbatas pada agresi militer semata, melainkan meluas ke ranah siber, ideologi radikal, disinformasi, hingga ketidakstabilan ekonomi global. Dalam konteks ini, partisipasi setiap warga negara dalam upaya Bela Negara harus bergeser dari paradigma tradisional menjadi lebih komprehensif. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan esensi partisipasi Bela Negara di tengah kompleksitas ancaman kontemporer?
A
Partisipasi Bela Negara harus difokuskan pada peningkatan kekuatan militer dan pelatihan wajib militer bagi seluruh warga negara untuk menghadapi ancaman fisik yang mungkin terjadi.
B
Bela Negara diwujudkan melalui penguatan identitas nasional, literasi digital untuk menangkal hoaks, pengembangan inovasi, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan.
C
Peran utama Bela Negara adalah memastikan setiap warga negara siap secara fisik dan mental untuk menjadi garda terdepan dalam pertahanan sipil menghadapi bencana alam dan konflik sosial.
D
Partisipasi warga negara dalam Bela Negara di masa kini lebih tepat diartikan sebagai kewajiban untuk aktif mengawasi kebijakan pemerintah dan menuntut transparansi anggaran pertahanan negara.
E
Esensi Bela Negara kontemporer menuntut warga negara untuk berinvestasi dalam teknologi pertahanan canggih dan mendukung industri strategis agar negara memiliki daya tawar di kancah internasional.
NO. 133
Link Soal
Untuk mengatasi ancaman radikalisme, pemerintah berupaya meningkatkan pemahaman Bela Negara di kalangan generasi muda. Bagaimana implementasi program Bela Negara di lingkungan sekolah mampu berkontribusi dalam memerangi radikalisme?
A
Mendorong partisipasi siswa yang lebih aktif dalam dinamika politik.
B
Menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme sejak usia dini.
C
Mewajibkan semua siswa untuk mengikuti program pelatihan kemiliteran.
D
Menginisiasi adanya kompetisi atau persaingan ideologi di antara para siswa.
E
Mengurangi porsi pendidikan keagamaan dalam kurikulum sekolah.
NO. 134
Link Soal
Untuk menjaga keutuhan wilayah perbatasan sebagai bagian dari Bela Negara, tindakan strategis apa yang harus diimplementasikan oleh pemerintah?
A
Mengurangi intensitas pengawasan di wilayah perbatasan karena biaya operasional yang tinggi.
B
Meningkatkan pengawasan dan membangun infrastruktur yang memadai di wilayah perbatasan guna mencegah pelanggaran kedaulatan.
C
Menyerahkan pengelolaan wilayah perbatasan kepada otoritas negara tetangga.
D
Mengurangi kehadiran aparat keamanan di sepanjang garis perbatasan negara.
E
Mengabaikan ancaman di wilayah perbatasan dengan alasan fokus utama pada wilayah inti dalam negeri.
NO. 135
Link Soal
Ancaman siber merupakan tantangan signifikan bagi pertahanan negara modern. Langkah-langkah apa yang harus diambil pemerintah untuk mempersiapkan diri menghadapinya?
A
Mengurangi investasi pada bidang teknologi informasi, menganggapnya tidak prioritas.
B
Meningkatkan kemampuan pertahanan siber dan memanfaatkan keahlian tenaga lokal.
C
Sepenuhnya mengandalkan teknologi siber dari negara lain tanpa upaya pengembangan internal.
D
Menerapkan pembatasan akses internet secara nasional demi alasan keamanan.
E
Menyerahkan tanggung jawab keamanan siber kepada lembaga atau organisasi internasional.
NO. 136
Link Soal
Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata. Berikut ini yang BUKAN termasuk ancaman militer adalah...
A
Agresi militer asing
B
Spionase (Mata-mata)
C
Sabotase objek vital
D
Penyalahgunaan narkoba
E
Pelanggaran wilayah oleh kapal perang
NO. 137
Link Soal
Pada tahun 1965, Indonesia menghadapi upaya serius untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme. Bagaimana respons yang paling tepat untuk menghadapi tantangan internal ini?
A
Mengupayakan penyatuan antara kelompok agama dan ideologi komunisme.
B
Mencari keselarasan antara kelompok agama dan pandangan sekuler.
C
Memicu konflik antara kelompok beragama dan yang tidak beragama.
D
Memperkuat keselarasan nilai-nilai antara kelompok agama dan Pancasila.
E
Membangun kemitraan antara komunitas keagamaan dan pemerintah.
NO. 138
Link Soal
Pendidikan Bela Negara (PBN) di sekolah-sekolah merupakan inisiatif strategis untuk memupuk kesadaran nasional di kalangan generasi muda. Apa dampak jangka panjang yang diharapkan dari penerapan PBN ini?
A
Menghasilkan generasi yang lebih skeptis dan kritis terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
B
Meningkatkan minat generasi muda untuk terlibat dalam dunia politik praktis.
C
Menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan negara.
D
Mengurangi partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat.
E
Mendorong siswa untuk mencari pengalaman kerja di luar negeri setelah lulus.
NO. 139
Link Soal
Kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi pelajaran pahit bagi NKRI, di mana Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia berdasarkan argumen 'effective occupation' karena pengelolaan yang lebih intensif oleh Malaysia. Sebagai upaya bela negara untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika, tindakan yang paling relevan untuk mempertahankan wilayah perbatasan adalah ...
A
Meningkatkan intensitas patroli dan operasi militer di area perbatasan.
B
Mengajukan permohonan bantuan kepada negara lain untuk mengamankan wilayah perbatasan.
C
Menambah alokasi dana militer untuk modernisasi persenjataan di perbatasan.
D
Menegaskan kehadiran dan pengelolaan aktif oleh negara di wilayah perbatasan.
E
Menimbulkan rasa gentar bagi negara tetangga melalui pengelolaan wilayah laut perbatasan.
NO. 140
Link Soal
Dewasa ini, ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak lagi hanya bersifat militer, melainkan juga berkembang dalam bentuk ancaman non-militer yang kompleks, seperti infiltrasi ideologi asing melalui disinformasi masif di media sosial, peretasan data strategis, dan upaya pelemahan ekonomi nasional. Menghadapi spektrum ancaman tersebut, upaya bela negara yang paling esensial dan strategis untuk membangun ketahanan nasional yang komprehensif adalah...
A
Peningkatan jumlah dan kualitas personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
B
Penguatan pendidikan Pancasila, kewarganegaraan, dan literasi digital secara masif di seluruh jenjang pendidikan serta masyarakat.
C
Penerapan sanksi hukum yang berat bagi pelaku penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian di ruang publik.
D
Peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara sahabat dalam bidang pertahanan dan keamanan siber.
E
Pembentukan badan khusus di bawah koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendeteksi dan menanggulangi setiap bentuk ancaman non-militer.