Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Pertempuran Ambarawa pada Desember 1945 menjadi bukti kehebatan taktik perang gerilya TNI. Strategi pengepungan rangkap yang diterapkan oleh Kolonel Soedirman dikenal dengan sebutan...
A
Supit Urang
B
Gerilya Semesta
C
Benteng Stelsel
D
Pagar Betis
E
Bumi Hangus
NO. 152
Link Soal
Desa Makmur Jaya, sebuah desa yang terletak di perbatasan negara, menghadapi berbagai tantangan multidimensional. Beberapa waktu lalu, muncul isu ketegangan di perbatasan yang memicu kekhawatiran warga. Namun, ancaman yang lebih halus dan persisten belakangan ini mulai terasa: sistem informasi desa yang mengelola data kependudukan diretas, menyebabkan kekacauan administrasi; masifnya hoaks di media sosial mengenai krisis pangan dan kebijakan pemerintah memicu keresahan; serta upaya infiltrasi ideologi radikal yang menjanjikan solusi instan atas masalah sosial.
Di tengah situasi ini, Ibu Siti, seorang guru SD, secara aktif menggalakkan literasi digital dan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Bapak Budi, Kepala Puskesmas, tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan mental dan membendung informasi kesehatan palsu. Sementara itu, Pak Arya, seorang ASN di kantor kecamatan, berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan sistem yang diretas dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi.
Berdasarkan narasi di atas, tindakan yang paling tepat menggambarkan esensi Bela Negara kontemporer dan paling efektif dalam memperkuat Ketahanan Nasional Desa Makmur Jaya di tengah kompleksitas ancaman yang dihadapi adalah...
A
Mengaktifkan siskamling dan pelatihan milisi rakyat sebagai respons utama terhadap ancaman di perbatasan, sembari menunggu bantuan dari aparat keamanan pusat.
B
Kolaborasi sinergis antara Ibu Siti (guru), Bapak Budi (dokter), dan Pak Arya (ASN) dalam membangun ketahanan masyarakat melalui literasi digital, edukasi kesehatan mental, serta pemulihan dan edukasi sistem informasi, sebagai respons terhadap ancaman non-militer.
C
Memprioritaskan pembangunan firewall dan sistem keamanan siber yang canggih untuk melindungi data desa, serta mengadakan seminar anti-radikalisme yang melibatkan tokoh agama.
D
Pembentukan gugus tugas khusus penanggulangan hoaks dan radikalisme yang beranggotakan perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat desa untuk melakukan filter informasi dan penindakan.
E
Peningkatan alokasi anggaran desa untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan diversifikasi sumber penghasilan guna membentengi diri dari manipulasi isu ekonomi.
NO. 153
Link Soal
Dalam rangka memastikan pemahaman publik mengenai ancaman non-militer seperti perubahan iklim dan pengaruhnya terhadap kedaulatan negara, langkah proaktif apa yang perlu diambil oleh pemerintah?
A
Memangkas alokasi dana untuk program-program pendidikan lingkungan.
B
Membatasi akses informasi bagi masyarakat terkait isu perubahan iklim.
C
Menggalakkan kampanye edukasi komprehensif mengenai perubahan iklim dan relevansinya terhadap ketahanan nasional.
D
Melimpahkan sepenuhnya penanganan masalah perubahan iklim kepada lembaga-lembaga internasional.
E
Mengabaikan isu perubahan iklim dengan dalih prioritas pada ancaman militer.
NO. 154
Link Soal
Di era digitalisasi yang semakin pesat, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak hanya datang dalam bentuk agresi militer konvensional, tetapi juga melalui serangan siber, penyebaran hoaks masif, dan upaya disinformasi yang merusak persatuan bangsa. Sebagai seorang warga negara yang sadar akan pentingnya bela negara, tindakan konkret apakah yang paling strategis dan relevan untuk Anda lakukan dalam menghadapi ancaman non-militer tersebut?
A
Melaporkan setiap konten negatif di media sosial kepada pihak berwenang dan mendesak pemerintah untuk memperketat sensor.
B
Meningkatkan kemampuan fisik dan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai persiapan untuk wajib militer jika negara memanggil.
C
Mengembangkan literasi digital pribadi yang tinggi, aktif menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta proaktif mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya disinformasi.
D
Berpartisipasi aktif dalam demonstrasi menentang penyebaran berita bohong dan menuntut keadilan bagi penyebar hoaks.
E
Hanya mempercayai informasi yang disebarkan oleh sumber berita resmi pemerintah dan menghindari media sosial.
NO. 155
Link Soal
Seorang ASN bernama Budi bekerja di Direktorat Jenderal Layanan Digital Kementerian X. Direktorat tersebut sedang dalam tahap akhir peluncuran aplikasi 'E-Lapor Nasional', sebuah platform terpadu untuk pengaduan masyarakat yang sangat diantisipasi. Aplikasi ini dijadwalkan akan diluncurkan dalam seminggu, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Dalam pengujian terakhir, Budi menemukan adanya celah keamanan kritis yang berpotensi membocorkan data pribadi pelapor dan memungkinkan akses tidak sah ke database sistem. Mengatasi celah ini membutuhkan waktu minimal dua minggu dan akan menunda peluncuran. Atasan Budi, Kepala Direktorat, bersikeras peluncuran harus sesuai jadwal karena tekanan politik dan janji kepada publik.
Berdasarkan situasi di atas, tindakan yang paling tepat dilakukan Budi sebagai wujud implementasi nilai Bela Negara dalam menjaga kedaulatan negara di era digital adalah...
A
Melaporkan temuan celah keamanan tersebut secara berjenjang kepada atasan, menyertakan estimasi waktu perbaikan, dan merekomendasikan penundaan peluncuran demi keamanan data nasional.
B
Tetap meluncurkan aplikasi sesuai jadwal sambil secara diam-diam berupaya memperbaiki celah keamanan tersebut setelah peluncuran untuk menghindari teguran atasan.
C
Melaporkan celah keamanan tersebut kepada atasan, namun menyetujui peluncuran sesuai jadwal dengan alasan desakan publik dan politik, sembari berharap tidak ada insiden keamanan.
D
Meminta bantuan rekan kerja untuk memperbaiki celah keamanan secara kilat tanpa sepengetahuan atasan agar peluncuran tidak tertunda dan ia dipandang sebagai ASN yang solutif.
E
Mengabaikan celah keamanan tersebut dan mengikuti instruksi atasan untuk peluncuran tepat waktu, karena tanggung jawab keamanan adalah ranah tim siber, bukan dirinya.
NO. 156
Link Soal
Pemerintah sering kali berkolaborasi dengan negara-negara lain dalam upaya menghadapi ancaman terorisme. Bagaimana bentuk kerja sama internasional ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat konsep Bela Negara?
A
Menggantungkan sepenuhnya pertahanan keamanan dalam negeri pada kehadiran pasukan dari negara asing.
B
Melakukan pertukaran informasi intelijen secara aktif dengan negara-negara sahabat mengenai potensi ancaman terorisme.
C
Melimpahkan seluruh penanganan kasus terorisme dan pemberantasannya kepada pihak negara asing.
D
Mengundang negara lain untuk mengambil alih pengelolaan seluruh sistem keamanan yang ada di Indonesia.
E
Mengurangi segala bentuk kerja sama internasional guna menghindari adanya intervensi dari pihak luar.
NO. 157
Link Soal
Pada era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga meliputi ancaman siber, disinformasi, hingga krisis lingkungan. Dalam konteks ini, partisipasi aktif warga negara dalam Bela Negara perlu diredefinisikan dan diperluas. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi Bela Negara di era modern ini?
A
Memprioritaskan pelatihan fisik dan kemiliteran bagi seluruh komponen bangsa untuk menghadapi potensi agresi militer eksternal.
B
Memperketat regulasi internet dan sensor konten dari luar negeri guna melindungi ideologi Pancasila dari pengaruh negatif global.
C
Menggalakkan literasi digital dan memupuk kemampuan berpikir kritis di masyarakat untuk menangkal hoaks, disinformasi, dan propaganda yang merongrong persatuan bangsa.
D
Menuntut peningkatan alokasi anggaran pertahanan secara signifikan untuk membeli persenjataan modern dan canggih agar mampu bersaing dengan negara adidaya.
E
Mendorong setiap warga negara untuk mencapai kesuksesan finansial pribadi demi meningkatkan kontribusi pajak dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
NO. 158
Link Soal
Di Kabupaten Jaya Bhakti, Negara Persatuan, sebuah entitas daring bernama 'Kelompok Pecah Belah' secara aktif menyebarkan narasi-narasi provokatif dan informasi palsu melalui berbagai platform media sosial. Konten yang mereka unggah sering kali mengeksploitasi perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), serta menyudutkan kebijakan pemerintah yang sah. Tujuan utama mereka adalah menciptakan polarisasi yang tajam di masyarakat, memicu kebencian, dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Akibatnya, ketegangan sosial meningkat, dialog antarwarga menjadi sulit, dan potensi konflik horizontal semakin mengkhawatirkan.
Tindakan 'Kelompok Pecah Belah' ini, jika dibiarkan terus-menerus, paling utama merupakan bentuk pelanggaran terhadap esensi Bela Negara dalam aspek apa?
A
Mengancam keutuhan wilayah dan kedaulatan negara dari ancaman eksternal.
B
Melemahkan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
C
Mengikis kesadaran untuk rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
D
Menghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional secara kolektif.
E
Melanggar hukum positif terkait ujaran kebencian dan penipuan daring.
NO. 159
Link Soal
Dalam konteks menjaga ketahanan nasional, bagaimana bentuk partisipasi masyarakat yang efektif dalam menjaga ketahanan pangan sebagai wujud Bela Negara?
A
Mengurangi konsumsi produk pangan domestik dan lebih mengutamakan barang impor.
B
Menggantungkan pemenuhan seluruh kebutuhan pangan kepada pemerintah.
C
Mendukung dan terlibat aktif dalam pengembangan pertanian lokal yang berbasis keberlanjutan.
D
Menurunkan volume produksi pangan nasional demi meningkatkan volume ekspor.
E
Menyerahkan sepenuhnya kendali produksi pangan kepada pihak asing.
NO. 160
Link Soal
Siapakah tokoh bangsa yang terlibat dalam perumusan dan penandatanganan Piagam Jakarta, namun kemudian mengakomodasi keberatan dari masyarakat Indonesia Timur demi terwujudnya persatuan nasional dan pembentukan negara?
A
Teuku Moh. Hasan
B
Wachid Hasyim
C
A. A. Maramis
D
Mohammad Yamin
E
Mohammad Hatta