Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 23. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 221
Link Soal
Dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia dan semangat bela negara, Sayuti Melik dikenal memiliki kontribusi signifikan, yaitu ...
A
Menginisiasi pembentukan koperasi rakyat sebagai bentuk dukungan ekonomi.
B
Ikut serta dalam proses perumusan teks proklamasi kemerdekaan.
C
Berperan aktif dalam perlawanan bawah tanah menentang pendudukan Jepang.
D
Menjadi juru ketik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Soekarno.
E
Berkontribusi dalam penyusunan kesepakatan damai antara Indonesia dan Belanda.
NO. 222
Link Soal
Seorang warga negara Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya pertahanan negara, berkeinginan untuk berpartisipasi aktif dalam upaya bela negara. Namun, ia ingin memastikan bahwa partisipasinya tidak hanya bersifat formalitas, melainkan mencerminkan esensi sejati dari bela negara yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya dalam konteks non-militer. Manakah bentuk partisipasi bela negara yang paling fundamental dan komprehensif bagi warga negara dalam situasi damai, yang juga memperkuat ketahanan nasional secara holistik?
A
Aktif mengikuti pelatihan dasar kemiliteran yang diselenggarakan pemerintah bagi warga sipil guna mempersiapkan diri dalam kondisi darurat militer.
B
Mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah terkait peningkatan anggaran militer dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebagai bentuk kepedulian.
C
Mengembangkan potensi diri secara optimal di bidang profesi masing-masing, berinovasi, dan berkontribusi pada pembangunan nasional untuk mewujudkan kemajuan bangsa serta kesejahteraan umum.
D
Mengorganisir demonstrasi damai untuk menuntut pemerintah lebih tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan dari ancaman luar.
E
Menyebarkan informasi positif tentang Indonesia di media sosial untuk melawan narasi negatif dari pihak asing dan menjaga citra baik negara.
NO. 223
Link Soal
Desa Makmur Jaya, sebuah desa yang terletak di perbatasan negara, menghadapi berbagai tantangan multidimensional. Beberapa waktu lalu, muncul isu ketegangan di perbatasan yang memicu kekhawatiran warga. Namun, ancaman yang lebih halus dan persisten belakangan ini mulai terasa: sistem informasi desa yang mengelola data kependudukan diretas, menyebabkan kekacauan administrasi; masifnya hoaks di media sosial mengenai krisis pangan dan kebijakan pemerintah memicu keresahan; serta upaya infiltrasi ideologi radikal yang menjanjikan solusi instan atas masalah sosial.
Di tengah situasi ini, Ibu Siti, seorang guru SD, secara aktif menggalakkan literasi digital dan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Bapak Budi, Kepala Puskesmas, tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan mental dan membendung informasi kesehatan palsu. Sementara itu, Pak Arya, seorang ASN di kantor kecamatan, berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan sistem yang diretas dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi.
Berdasarkan narasi di atas, tindakan yang paling tepat menggambarkan esensi Bela Negara kontemporer dan paling efektif dalam memperkuat Ketahanan Nasional Desa Makmur Jaya di tengah kompleksitas ancaman yang dihadapi adalah...
A
Mengaktifkan siskamling dan pelatihan milisi rakyat sebagai respons utama terhadap ancaman di perbatasan, sembari menunggu bantuan dari aparat keamanan pusat.
B
Kolaborasi sinergis antara Ibu Siti (guru), Bapak Budi (dokter), dan Pak Arya (ASN) dalam membangun ketahanan masyarakat melalui literasi digital, edukasi kesehatan mental, serta pemulihan dan edukasi sistem informasi, sebagai respons terhadap ancaman non-militer.
C
Memprioritaskan pembangunan firewall dan sistem keamanan siber yang canggih untuk melindungi data desa, serta mengadakan seminar anti-radikalisme yang melibatkan tokoh agama.
D
Pembentukan gugus tugas khusus penanggulangan hoaks dan radikalisme yang beranggotakan perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat desa untuk melakukan filter informasi dan penindakan.
E
Peningkatan alokasi anggaran desa untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan diversifikasi sumber penghasilan guna membentengi diri dari manipulasi isu ekonomi.
NO. 224
Link Soal
Dalam menjalin hubungan internasional, sebuah negara menggunakan berbagai instrumen untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Di bawah ini adalah sarana-sarana yang lazim digunakan dalam hubungan internasional, KECUALI...
A
Diplomasi
B
Propaganda
C
Kekuatan Ekonomi
D
Kekuatan Militer (Show of force)
E
Peperangan terbuka
NO. 225
Link Soal
Ancaman terhadap kedaulatan negara di era digital semakin kompleks, tidak hanya berbentuk agresi militer, tetapi juga meliputi penyebaran ideologi radikal melalui media sosial, manipulasi informasi (hoaks), dan upaya delegitimasi pemerintah. Dalam konteks ini, partisipasi bela negara bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk adaptif dan komprehensif, tidak hanya pada tataran individu tetapi juga institusional.
Manakah di antara tindakan berikut yang paling merefleksikan implementasi bela negara yang efektif dan relevan bagi seorang ASN dalam menghadapi ancaman non-militer di era digital?
A
Secara personal aktif melakukan penyaringan informasi dan mengkampanyekan nilai-nilai kebangsaan di media sosialnya.
B
Mengikuti program pelatihan kesiapsiagaan sipil dalam menghadapi ancaman siber yang diselenggarakan oleh lembaga pertahanan negara.
C
Mengembangkan dan menerapkan kebijakan atau program di unit kerjanya yang bertujuan meningkatkan literasi digital publik serta membangun narasi kebangsaan yang positif dan kontra-radikal secara terstruktur.
D
Rutin melaporkan akun-akun media sosial yang terindikasi menyebarkan hoaks dan radikalisme kepada lembaga penegak hukum yang berwenang.
E
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat kohesi sosial dan kerukunan antarwarga di lingkungan tempat tinggal.
NO. 226
Link Soal
Di Kota Swadaya, menjelang perhelatan akbar pemilihan kepala daerah, muncul sebuah entitas digital bernama 'Komunitas Pembela Kebenaran Sejati' di berbagai platform media sosial. Komunitas ini secara sistematis menyebarkan disinformasi dan narasi provokatif yang menuding bahwa salah satu kandidat memiliki agenda tersembunyi untuk mengubah dasar negara dan bahwa kebijakan pemerintah pusat saat ini sarat akan kepentingan asing yang merugikan rakyat. Meskipun informasi tersebut telah diverifikasi sebagai hoaks oleh lembaga berwenang, narasi ini berhasil memicu keresahan, kecurigaan, dan polarisasi tajam di tengah masyarakat. Beberapa diskusi daring bahkan berujung pada pertikaian verbal yang mengarah pada ancaman nyata terhadap kerukunan antarwarga. Kasus ini menunjukkan betapa rentannya persatuan bangsa terhadap ancaman non-militer di era digital.
Berdasarkan narasi tersebut, ancaman yang dihadapi bangsa ini secara fundamental bertentangan dengan esensi bela negara, terutama dalam konteks...
A
Pengamalan nilai-nilai Pancasila dan menjaga keutuhan ideologi negara.
B
Partisipasi aktif dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
C
Pembangunan ekonomi nasional yang berdaya saing global.
D
Penegakan supremasi hukum dan keadilan tanpa pandang bulu.
E
Menjaga kedaulatan wilayah perbatasan negara dari infiltrasi asing.
NO. 227
Link Soal
Di era digital saat ini, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi terbatas pada agresi militer konvensional, melainkan juga mencakup serangan siber, penyebaran hoaks yang masif, hingga polarisasi sosial akibat informasi yang salah. Dalam konteks ini, partisipasi aktif warga negara dalam Bela Negara perlu diinterpretasikan ulang agar tetap relevan dan efektif. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi Bela Negara di tengah tantangan kontemporer tersebut, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila?
A
Meningkatkan anggaran pertahanan untuk mengembangkan teknologi siber canggih dan memperkuat TNI.
B
Menggalakkan wajib militer bagi seluruh warga negara tanpa kecuali untuk menghadapi ancaman multidimensional.
C
Mendorong setiap warga negara untuk aktif menyaring informasi, melawan hoaks, serta mempromosikan persatuan melalui literasi digital dan etika bermedia sosial.
D
Memberlakukan undang-undang yang ketat untuk membatasi kebebasan berekspresi demi mencegah penyebaran informasi negatif.
E
Menguatkan peran organisasi masyarakat dan komunitas agama dalam pendidikan moral Pancasila untuk menangkal paham radikal.
NO. 228
Link Soal
Desa Makmur, sebuah wilayah perbatasan yang strategis, sedang dihadapkan pada ancaman multidimensional yang menguji ketahanan nasional. Kampanye disinformasi masif yang bersumber dari luar negeri, menyebarkan narasi provokatif dan hoaks melalui media sosial, bertujuan merongrong persatuan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Bersamaan dengan itu, praktik ekonomi ilegal berupa penyelundupan barang dan dumping produk dari negara tetangga telah melemahkan sektor pertanian lokal, memicu kesulitan ekonomi dan keresahan sosial.
Di tengah situasi ini, Ibu Siti (guru), dr. Budi (kepala puskesmas), dan Pak Rahman (aparat sipil negara di kantor desa) berkoordinasi untuk mengimplementasikan Bela Negara sesuai peran profesionalnya.
Berdasarkan skenario tersebut, bentuk implementasi Bela Negara yang paling komprehensif, strategis, dan berkontribusi signifikan terhadap penguatan Ketahanan Nasional dalam menghadapi ancaman gabungan ini adalah...
A
Ibu Siti menginisiasi program pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi digital untuk menangkal hoaks dan radikalisme, dr. Budi menggalakkan gerakan ketahanan pangan lokal serta edukasi gizi masyarakat, dan Pak Rahman mengkoordinasikan penguatan ekonomi kreatif desa dan pengawasan barang ilegal di perbatasan secara partisipatif.
B
Ibu Siti membentuk kelompok diskusi untuk mengkaji kembali nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dr. Budi memimpin upaya penanganan masalah kesehatan mental akibat tekanan ekonomi, dan Pak Rahman mengajukan permohonan bantuan dana darurat kepada pemerintah pusat untuk stimulus ekonomi.
C
Ibu Siti menyelenggarakan lomba cerdas cermat tentang sejarah perjuangan bangsa, dr. Budi memberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi dan kebersihan lingkungan, dan Pak Rahman fokus pada peningkatan kualitas pelayanan administrasi publik desa agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.
D
Ibu Siti memimpin aksi damai penolakan terhadap narasi disinformasi dan produk asing di media sosial, dr. Budi mendirikan posko pengobatan gratis untuk warga terdampak, dan Pak Rahman bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak penyebar hoaks dan penyelundup.
E
Ibu Siti mengembangkan kurikulum lokal yang menekankan identitas budaya dan kearifan lokal, dr. Budi melatih kader kesehatan desa untuk respons cepat bencana non-alam, dan Pak Rahman membangun sistem informasi desa untuk mempercepat penyebaran informasi positif dan akurat.
NO. 229
Link Soal
Dalam kerangka paradigma pembangunan pertahanan dan keamanan nasional berdasarkan Pancasila, pihak yang diposisikan sebagai pilar utama pelindung dan pengayom masyarakat adalah...
A
Lembaga eksekutif negara
B
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (POLRI)
C
Seluruh rakyat tanpa instruksi
D
Organisasi kemasyarakatan
E
Badan Intelijen Negara saja
NO. 230
Link Soal
Indonesia, sebagai negara kepulauan, rentan terhadap berbagai ancaman non-militer, termasuk krisis lingkungan berskala besar seperti deforestasi masif yang memicu bencana alam dan mengancam keberlanjutan hidup masyarakat serta kedaulatan wilayah. Dalam konteks implementasi Bela Negara, tindakan konkret manakah yang paling strategis dan menunjukkan esensi partisipasi aktif warga negara (non-aparat keamanan/ASN) untuk mengatasi ancaman krisis lingkungan tersebut secara berkelanjutan?
A
Mengorganisir demonstrasi besar-besaran menuntut pemerintah pusat mengerahkan TNI untuk operasi penanaman kembali hutan dan penegakan hukum lingkungan.
B
Menginisiasi dan aktif berpartisipasi dalam program edukasi lingkungan, konservasi sumber daya alam lokal, serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan di komunitasnya.
C
Melaporkan secara rutin setiap indikasi perusakan lingkungan kepada aparat penegak hukum dan mendorong sanksi pidana yang berat bagi pelakunya.
D
Membentuk dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk ramah lingkungan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kesadaran publik.
E
Menggalang dana publik secara nasional untuk membantu korban bencana alam akibat krisis lingkungan dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.