Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 4. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 31
Link Soal
Dengan meningkatnya ancaman penyebaran radikalisme melalui media sosial, bagaimana partisipasi terbaik yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisasi?
A
Mengabaikan konten-konten radikal yang muncul di platform media sosial.
B
Menyebarluaskan paham radikal dengan dalih kebebasan berekspresi.
C
Melaporkan materi radikal dan secara aktif menyebarkan nilai-nilai perdamaian serta nasionalisme.
D
Sepenuhnya menyerahkan penanganan isu radikalisme kepada otoritas pemerintah.
E
Menghindari penggunaan media sosial secara keseluruhan.
NO. 32
Link Soal
Di era 1940-an, Kakek Sudiro bersama pemuda-pemudi Desa Makmur, sebuah perkampungan terpencil di lereng Gunung Bintang, berjuang gigih melawan penjajah fisik. Bela negara bagi mereka berarti mengangkat senjata seadanya, bergerilya di hutan belantara, dan melindungi hasil bumi dari perampasan musuh, dengan risiko nyawa menjadi taruhan utama. Semangat kebersamaan dan pengorbanan fisik adalah inti perjuangan.
Kini, di tahun 2020-an, cucu Kakek Sudiro, bernama Dita, tumbuh besar di Kota Digital Nusantara. Ia menghadapi tantangan yang jauh berbeda. Ancaman datang bukan lagi dalam bentuk serdadu bersenjata, melainkan berupa serangan siber terhadap infrastruktur vital, hoaks yang memecah belah bangsa, serta persaingan ekonomi global yang menuntut inovasi dan integritas. Dita, sebagai seorang pegiat literasi digital dan pengembang aplikasi lokal, memahami bahwa bela negara di eranya berarti menjaga kedaulatan data, menyebarkan informasi yang benar, serta menciptakan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi pelaksanaan bela negara dari masa Kakek Sudiro ke masa Dita paling tepat digambarkan sebagai...
A
Dari pertahanan berbasis kekuatan militer dan pengorbanan fisik langsung menuju penguatan integritas bangsa melalui literasi digital, inovasi ekonomi, dan penangkalan ancaman non-militer.
B
Dari pertahanan wilayah terbatas menjadi pengamanan seluruh ranah siber dan informasi.
C
Dari keterlibatan kolektif masyarakat menjadi aksi individual yang terisolasi dalam menjaga negara.
D
Dari pertahanan negara yang bersifat reaktif terhadap agresi menjadi preventif terhadap potensi ancaman.
E
Dari pengorbanan nyawa yang langsung di medan perang menjadi pengorbanan waktu dan pikiran untuk kemajuan teknologi.
NO. 33
Link Soal
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, menghadapi tantangan Bela Negara yang semakin kompleks. Selain ancaman militer tradisional, muncul ancaman non-militer seperti perang siber, penyebaran hoaks yang masif, krisis lingkungan, hingga intervensi ekonomi asing. Dalam konteks tantangan Bela Negara yang multidimensional ini, wujud pengabdian yang paling relevan dan strategis bagi seorang warga negara profesional muda yang bergelut di bidang teknologi informasi adalah...
A
Mendaftar sebagai anggota aktif Komponen Cadangan untuk siap diterjunkan dalam operasi pertahanan siber.
B
Menginisiasi dan terlibat dalam kampanye edukasi literasi digital secara masif untuk memerangi hoaks dan radikalisme di dunia maya.
C
Mengembangkan dan menerapkan solusi teknologi mutakhir untuk memperkuat infrastruktur keamanan siber nasional serta sistem deteksi dini ancaman digital.
D
Melaporkan setiap konten negatif dan akun penyebar hoaks kepada pihak berwenang melalui kanal resmi yang tersedia.
E
Berpartisipasi aktif dalam forum diskusi publik untuk menyuarakan pentingnya kesadaran Bela Negara di era digital.
NO. 34
Link Soal
Dalam kerangka sistem pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai komponen utama, sementara masyarakat berfungsi sebagai komponen pendukung. Jelaskan bagaimana peran masyarakat sebagai komponen pendukung tersebut diwujudkan dalam sistem pertahanan?
A
Secara aktif mengikuti program wajib militer.
B
Menjalankan rutinitas pekerjaan sehari-hari tanpa campur tangan.
C
Menyampaikan informasi krusial mengenai potensi ancaman keamanan kepada aparat terkait.
D
Bertanggung jawab dalam merumuskan strategi pertahanan nasional.
E
Melimpahkan seluruh kewajiban pertahanan kepada institusi militer.
NO. 35
Link Soal
Di tengah ancaman perang dagang internasional, apa peran pemerintah dalam melindungi kedaulatan ekonomi Indonesia?
A
Membatasi semua hubungan perdagangan internasional.
B
Menurunkan produksi domestik dan meningkatkan impor.
C
Meningkatkan diversifikasi produk ekspor dan memperkuat sektor ekonomi strategis domestik.
D
Mengandalkan negara-negara lain untuk mengelola isu-isu ekonomi.
E
Menghapuskan subsidi untuk industri-industri lokal.
NO. 36
Link Soal
Apa konsekuensi yang akan timbul bagi masa depan bangsa apabila tingkat kesadaran bela negara di kalangan generasi muda cenderung rendah?
A
Terjadi peningkatan signifikan dalam inovasi di bidang teknologi.
B
Berkurangnya ketergantungan terhadap pengaruh budaya dari luar negeri.
C
Menurunnya kohesi sosial dan melemahnya semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air.
D
Terwujudnya penguatan sistem pertahanan negara melalui kerja sama internasional.
E
Meningkatnya daya tahan dan kelestarian budaya lokal.
NO. 37
Link Soal
Dalam konteks revolusi industri 4.0, bentuk kontribusi konkret masyarakat seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Bela Negara?
A
Mengikuti seluruh perkembangan dan tren teknologi tanpa melakukan penyaringan.
B
Mengesampingkan peran vital teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
C
Mengembangkan dan menciptakan inovasi teknologi yang memberikan manfaat besar bagi kemajuan bangsa dan negara.
D
Menolak sepenuhnya penggunaan teknologi yang berasal dari luar negeri.
E
Hanya memusatkan perhatian pada pengembangan sektor ekonomi yang bersifat tradisional.
NO. 38
Link Soal
Bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam mengatasi ancaman radikalisme di dunia maya sebagai bagian dari upaya Bela Negara?
A
Menghindari penggunaan platform media sosial sepenuhnya.
B
Secara aktif melawan narasi radikal dengan menyebarkan pesan damai dan persatuan kebangsaan di media sosial.
C
Membatasi kebebasan berpendapat di platform media sosial.
D
Mendelegasikan seluruh pengawasan dunia maya kepada pemerintah.
E
Memblokir akses internet di beberapa wilayah tertentu.
NO. 39
Link Soal
Mengingat semakin vitalnya peran teknologi dalam pertahanan suatu negara, langkah strategis apa yang sebaiknya diambil Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi pertahanan dari luar negeri dalam rangka Bela Negara?
A
Mengurangi alokasi anggaran untuk pengembangan riset dan teknologi pertahanan.
B
Lebih mengandalkan aliansi militer internasional untuk akses teknologi mutakhir.
C
Membangun dan mengembangkan industri pertahanan domestik yang mandiri serta inovatif.
D
Menerapkan pembatasan ketat terhadap ekspor teknologi pertahanan yang dimiliki.
E
Meningkatkan volume pembelian teknologi dari negara-negara adidaya.
NO. 40
Link Soal
Dalam sebuah rapat penting yang membahas proyek strategis nasional, seorang Kepala Dinas diketahui menerima gratifikasi dari kontraktor proyek. Meskipun tidak secara langsung mengubah keputusan proyek, penerimaan gratifikasi tersebut menciptakan persepsi publik tentang konflik kepentingan dan mengikis kepercayaan terhadap transparansi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Investigasi internal yang dilakukan juga menunjukkan adanya pola pelanggaran kode etik yang sering terabaikan oleh para pejabat di lingkungan tersebut.
Dalam perspektif Bela Negara, implikasi paling merusak dari praktik gratifikasi dan pelanggaran kode etik yang sistematis ini terhadap integritas ASN dan keberlanjutan bangsa adalah...
A
Melemahkan akuntabilitas dan efisiensi birokrasi, sehingga menghambat laju pembangunan ekonomi dan investasi yang sangat dibutuhkan negara.
B
Menciptakan budaya korupsi yang masif, yang secara fundamental merusak prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan keadilan sosial, pondasi utama NKRI.
C
Menurunkan semangat juang dan motivasi ASN yang berintegritas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan migrasi talenta unggul ke sektor swasta atau luar negeri.
D
Mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah, yang dapat memicu ketidakpuasan sosial dan potensi instabilitas politik dalam jangka panjang.
E
Membuka celah bagi intervensi pihak asing yang ingin memanfaatkan kelemahan internal birokrasi untuk kepentingan mereka, yang mengancam kedaulatan negara.