Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 5. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 41
Link Soal
Ancaman terhadap kedaulatan negara di era digital semakin kompleks, tidak hanya berbentuk agresi militer, tetapi juga meliputi penyebaran ideologi radikal melalui media sosial, manipulasi informasi (hoaks), dan upaya delegitimasi pemerintah. Dalam konteks ini, partisipasi bela negara bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk adaptif dan komprehensif, tidak hanya pada tataran individu tetapi juga institusional.
Manakah di antara tindakan berikut yang paling merefleksikan implementasi bela negara yang efektif dan relevan bagi seorang ASN dalam menghadapi ancaman non-militer di era digital?
A
Secara personal aktif melakukan penyaringan informasi dan mengkampanyekan nilai-nilai kebangsaan di media sosialnya.
B
Mengikuti program pelatihan kesiapsiagaan sipil dalam menghadapi ancaman siber yang diselenggarakan oleh lembaga pertahanan negara.
C
Mengembangkan dan menerapkan kebijakan atau program di unit kerjanya yang bertujuan meningkatkan literasi digital publik serta membangun narasi kebangsaan yang positif dan kontra-radikal secara terstruktur.
D
Rutin melaporkan akun-akun media sosial yang terindikasi menyebarkan hoaks dan radikalisme kepada lembaga penegak hukum yang berwenang.
E
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat kohesi sosial dan kerukunan antarwarga di lingkungan tempat tinggal.
NO. 42
Link Soal
Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) melibatkan seluruh potensi negara. Dalam sistem ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai...
A
Komponen Pendukung
B
Komponen Cadangan
C
Komponen Utama
D
Komponen Dasar
E
Kekuatan Sipil
NO. 43
Link Soal
Penerapan demokrasi di Indonesia seringkali terhambat oleh politik adu domba antarwarga negara. Upaya apa yang paling efektif untuk menangkal hambatan ini dan memperkuat kekuatan bangsa di bidang politik?
A
Menggalang dukungan masyarakat untuk memperkuat posisi partai politik tertentu.
B
Mengadakan gerakan moral yang menyerukan pelaksanaan pemilu yang damai dan berintegritas.
C
Mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai alat utama kampanye politik.
D
Meningkatkan penekanan pada politik identitas untuk konsolidasi kelompok.
E
Memperkuat loyalitas internal di antara anggota organisasi politik.
NO. 44
Link Soal
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keberagaman sosial dan budaya yang tinggi, menghadapi tantangan Bela Negara yang semakin kompleks di era digital ini. Ancaman tidak lagi terbatas pada agresi militer konvensional, melainkan juga merambah ke ranah siber, disinformasi, polarisasi sosial, dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk aparatur sipil negara (ASN), menjadi krusial.
Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan esensi kontribusi ASN dalam Bela Negara menghadapi spektrum ancaman non-militer kontemporer tersebut?
A
Memastikan keamanan data pribadi dan instansi dari serangan siber, serta melaporkan konten radikal atau hoaks yang ditemukan di media sosial.
B
Menginisiasi program-program sosial untuk memberdayakan masyarakat di wilayah perbatasan guna memperkuat kedaulatan negara dari ancaman luar.
C
Menyelaraskan setiap kebijakan dan tindakan dalam pelayanan publik dengan nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, profesionalisme, serta aktif dalam menyaring dan mengklarifikasi informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
D
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
E
Menggalang dana untuk membantu korban bencana alam di seluruh pelosok negeri sebagai wujud kepedulian sosial.
NO. 45
Link Soal
Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Soeharto hanya mampu menguasai Yogyakarta selama 6 jam. Namun, dampak politis dari peristiwa ini bagi kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional sangat besar, yaitu...
A
Membuat Belanda langsung menyerah dan menarik seluruh pasukannya hari itu juga.
B
Membatah propaganda Belanda di PBB yang menyatakan bahwa TNI dan RI sudah tidak ada.
C
Menjadikan Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang diakui PBB.
D
Memicu bantuan militer langsung dari Amerika Serikat untuk Indonesia.
E
Menggulingkan pemerintahan sipil Belanda di Jakarta.
NO. 46
Link Soal
SEJARAH & RELEVANSI: Pada Agresi Militer Belanda II (1948), ketika ibu kota Yogyakarta diduduki dan pimpinan negara ditawan, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dibentuk di Sumatera Barat. PDRI, yang dikenal sebagai 'Pemerintahan dalam Pelarian', berhasil menjaga eksistensi dan legitimasi Republik Indonesia di mata dunia, sekaligus mematahkan propaganda Belanda yang menyatakan RI telah bubar. Semangat ini menunjukkan ketangguhan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan meskipun menghadapi gempuran militer dan politik yang masif.
Dalam konteks tantangan bangsa saat ini, di mana ancaman terhadap kedaulatan seringkali datang dalam bentuk perang informasi, hoaks, disinformasi, dan upaya pemecah belah melalui media digital, ASN dituntut untuk proaktif dalam menjalankan fungsi bela negara. Mengacu pada semangat dan strategi PDRI, pendekatan paling relevan yang harus diadaptasi oleh ASN dalam menghadapi tantangan kontemporer tersebut adalah...
A
Membangun narasi kebangsaan yang kuat dan terkoordinasi di platform digital, serta aktif mengedukasi masyarakat untuk menangkal disinformasi, sebagaimana PDRI menjaga legitimasi dan menepis propaganda Belanda.
B
Meningkatkan kemampuan pertahanan siber negara dengan membentuk tim siber militer yang beranggotakan ASN dari berbagai instansi untuk melindungi infrastruktur digital vital.
C
Mengadakan pelatihan rutin bagi ASN tentang wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila secara intensif untuk memperkuat ideologi sebagai tameng utama.
D
Menunggu arahan resmi dari pimpinan tertinggi negara sebelum mengambil tindakan apapun terkait isu-isu sensitif yang beredar di media sosial dan digital.
E
Menggunakan regulasi hukum secara ketat untuk menindak penyebar hoaks dan ujaran kebencian di media digital, agar tercipta efek jera di masyarakat.
NO. 47
Link Soal
Di tengah kompleksitas ancaman non-militer global seperti disinformasi masif, perang siber, dan infiltrasi ideologi asing, konsep Bela Negara menuntut pemahaman yang lebih holistik dari warga negara. Mengacu pada landasan konstitusional dan ideologi bangsa, bentuk implementasi Bela Negara yang paling mendasar dan berkelanjutan bagi setiap warga negara Indonesia dalam menghadapi tantangan kontemporer adalah...
A
Aktif mengikuti program pelatihan kemiliteran atau komponen cadangan untuk memperkuat pertahanan fisik negara.
B
Meningkatkan kemampuan literasi digital dan kritis dalam menyaring informasi guna melawan hoaks dan propaganda yang merusak persatuan.
C
Mengembangkan inovasi dan kreativitas di berbagai sektor guna memperkuat kemandirian ekonomi serta daya saing bangsa.
D
Menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar moral dan etika dalam setiap aspek kehidupan serta menyebarkan semangat kebangsaan.
E
Berperan aktif dalam pengawasan dan pelaporan potensi ancaman keamanan lingkungan kepada pihak berwajib.
NO. 48
Link Soal
Dalam konteks modern, bagaimana pemanfaatan teknologi di bidang pertahanan dapat berkontribusi pada upaya Bela Negara?
A
Sepenuhnya bergantung pada teknologi dari luar negeri tanpa inisiatif pengembangan di dalam negeri.
B
Mengabaikan kemajuan teknologi demi mempertahankan metode pertahanan tradisional.
C
Mengembangkan inovasi teknologi pertahanan secara mandiri guna mengurangi ketergantungan pada negara lain.
D
Menghentikan pemakaian teknologi dalam pertahanan dengan alasan menjaga kemandirian.
E
Membeli alutsista berteknologi tinggi dari negara-negara maju tanpa memberikan pelatihan memadai kepada personel lokal.
NO. 49
Link Soal
Dewasa ini, ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak lagi hanya bersifat militer, melainkan juga berkembang dalam bentuk ancaman non-militer yang kompleks, seperti infiltrasi ideologi asing melalui disinformasi masif di media sosial, peretasan data strategis, dan upaya pelemahan ekonomi nasional. Menghadapi spektrum ancaman tersebut, upaya bela negara yang paling esensial dan strategis untuk membangun ketahanan nasional yang komprehensif adalah...
A
Peningkatan jumlah dan kualitas personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
B
Penguatan pendidikan Pancasila, kewarganegaraan, dan literasi digital secara masif di seluruh jenjang pendidikan serta masyarakat.
C
Penerapan sanksi hukum yang berat bagi pelaku penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian di ruang publik.
D
Peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara sahabat dalam bidang pertahanan dan keamanan siber.
E
Pembentukan badan khusus di bawah koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendeteksi dan menanggulangi setiap bentuk ancaman non-militer.
NO. 50
Link Soal
Kesehatan mental semakin menjadi isu penting dalam menjaga ketahanan nasional. Apa peran kesehatan mental dalam konteks Bela Negara?
A
Mengabaikan kesehatan mental karena ancaman fisik dianggap lebih krusial.
B
Memprioritaskan kesehatan fisik di atas kesejahteraan mental.
C
Memastikan dukungan kesehatan mental bagi masyarakat agar tetap produktif dan tangguh menghadapi tantangan nasional.
D
Menyerahkan penanganan kesehatan mental semata-mata kepada individu.
E
Mengurangi layanan kesehatan mental demi penghematan anggaran.