Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 6. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 51
Link Soal
Di tengah tantangan kemandirian ekonomi, mengapa tindakan membeli produk buatan dalam negeri dianggap sebagai wujud partisipasi warga negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?
A
Meningkatkan kapabilitas daya beli di kalangan masyarakat umum.
B
Mendukung dan menguatkan kapasitas usaha ekonomi rakyat.
C
Memperbesar volume aliran transaksi dagang di pasar domestik.
D
Memupuk gaya hidup hemat dan sederhana di tengah masyarakat.
E
Memberi kesempatan masyarakat mendapatkan barang dengan harga terjangkau.
NO. 52
Link Soal
Di tengah krisis pandemi global yang melanda, sebuah daerah terpencil mengalami kelangkaan pasokan oksigen medis yang sangat vital. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas kesehatan daerah tersebut, yang sebenarnya bertugas di bagian administrasi dan tidak memiliki wewenang langsung dalam logistik, secara proaktif menginisiasi kontak dengan berbagai pihak swasta dan masyarakat sipil. Dengan keberanian dan kegigihan, ia berhasil mengkoordinasikan pengiriman oksigen darurat, bahkan mempertaruhkan reputasi dan jabatannya karena melampaui deskripsi tugas resminya demi menyelamatkan banyak nyawa. Tindakan ASN ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Dalam konteks nilai-nilai Bela Negara, implikasi terpenting dari tindakan ASN tersebut terhadap integritas dan peran ASN melampaui sekadar kepatuhan regulasi adalah...
A
Membuktikan bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara pada ASN harus diwujudkan melalui pengorbanan personal yang ekstrem dalam situasi darurat, meskipun melanggar prosedur administratif yang ada.
B
Menunjukkan bahwa semangat rela berkorban demi bangsa dan negara harus menjadi dasar setiap tindakan ASN, yang pada gilirannya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah secara keseluruhan.
C
Menggarisbawahi pentingnya memiliki kemampuan analisis dan inisiatif tinggi bagi ASN, agar dapat mengambil keputusan cepat dan tepat di luar kewenangan formal demi kepentingan masyarakat luas.
D
Mencerminkan bahwa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejatinya menuntut ASN untuk bertindak heroik dan kreatif, bahkan jika itu berarti mengabaikan hierarki demi efisiensi penanganan krisis.
E
Menekankan bahwa kemampuan awal Bela Negara bagi ASN bukan hanya fisik dan psikis, melainkan juga responsif, adaptif, dan berani mengambil tanggung jawab di luar batas formal demi kemanusiaan dan keutuhan bangsa.
NO. 53
Link Soal
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keberagaman sosial dan budaya yang tinggi, menghadapi tantangan Bela Negara yang semakin kompleks di era digital ini. Ancaman tidak lagi terbatas pada agresi militer konvensional, melainkan juga merambah ke ranah siber, disinformasi, polarisasi sosial, dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk aparatur sipil negara (ASN), menjadi krusial.
Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan esensi kontribusi ASN dalam Bela Negara menghadapi spektrum ancaman non-militer kontemporer tersebut?
A
Memastikan keamanan data pribadi dan instansi dari serangan siber, serta melaporkan konten radikal atau hoaks yang ditemukan di media sosial.
B
Menginisiasi program-program sosial untuk memberdayakan masyarakat di wilayah perbatasan guna memperkuat kedaulatan negara dari ancaman luar.
C
Menyelaraskan setiap kebijakan dan tindakan dalam pelayanan publik dengan nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, profesionalisme, serta aktif dalam menyaring dan mengklarifikasi informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
D
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
E
Menggalang dana untuk membantu korban bencana alam di seluruh pelosok negeri sebagai wujud kepedulian sosial.
NO. 54
Link Soal
Ketahanan pangan merupakan elemen penting dari konsep Bela Negara dalam menghadapi berbagai tantangan global. Tindakan konkret apa yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah untuk memastikan terjaganya ketahanan pangan nasional?
A
Meminimalkan volume impor bahan pangan dari luar negeri.
B
Meningkatkan pemberian subsidi untuk produk-produk pangan impor.
C
Mendorong pengembangan inovasi teknologi di bidang pertanian serta memberikan dukungan penuh kepada para petani lokal.
D
Menghentikan kegiatan ekspor bahan pangan demi meningkatkan cadangan pangan domestik.
E
Mengalihkan seluruh alokasi anggaran yang semula untuk pangan menjadi untuk kebutuhan pertahanan militer.
NO. 55
Link Soal
Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya potensi ancaman non-militer seperti disinformasi, ideologi radikal, dan polarisasi sosial melalui media digital, manakah bentuk partisipasi bela negara yang paling efektif dan komprehensif bagi seorang warga negara Indonesia?
A
Aktif mengkampanyekan penggunaan produk lokal untuk memperkuat ekonomi nasional dan ketahanan pangan.
B
Mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai komponen cadangan jika suatu saat negara membutuhkan.
C
Mampu menyaring informasi dengan kritis, melaporkan konten provokatif sesuai prosedur, serta aktif menyebarkan narasi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila secara positif di ruang digital.
D
Menjaga etika dan norma kesopanan saat berinteraksi di dunia maya agar tidak menimbulkan perpecahan antarmasyarakat.
E
Menghadiri upacara peringatan hari besar nasional dan mengibarkan bendera merah putih di rumah.
NO. 56
Link Soal
Ancaman kesehatan berskala global, seperti pandemi, telah menegaskan betapa krusialnya ketahanan kesehatan sebagai bagian integral dari Bela Negara. Upaya konkret apa yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional?
A
Secara penuh mengandalkan impor obat-obatan dan alat kesehatan dari luar negeri.
B
Meningkatkan kapasitas riset kesehatan di dalam negeri serta kemandirian produksi alat kesehatan dan obat-obatan.
C
Melakukan pemotongan anggaran yang dialokasikan untuk sektor kesehatan.
D
Mendelegasikan seluruh tanggung jawab penanganan kesehatan kepada organisasi internasional.
E
Meningkatkan ketergantungan pada bantuan kesehatan yang diberikan oleh negara lain.
NO. 57
Link Soal
Implementasi nilai-nilai sila pertama Pancasila ('Ketuhanan yang Maha Esa') dapat bervariasi, seperti berdoa sebelum beraktivitas, memohon kesembuhan, bersyukur atas berkah, memberikan ruang bagi umat beragama untuk beribadah, dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan komunal. Dari opsi-opsi tersebut, tindakan yang secara langsung menjadi jaminan dari negara adalah ....
A
Aktivitas doa personal sebelum memulai sesuatu
B
Permohonan kesembuhan bagi individu yang sakit
C
Ungkapan rasa syukur atas rahmat Ilahi
D
Pemberian keleluasaan beribadah bagi seluruh penganut agama
E
Penyelenggaraan acara keagamaan secara kolektif
NO. 58
Link Soal
Daerah yang sangat populer dengan tradisi upacara pemakaman adatnya di Kabupaten Tana Toraja berada dalam wilayah administratif provinsi...
A
Sulawesi Utara
B
Sulawesi Selatan
C
Sulawesi Barat
D
Sulawesi Tengah
E
Sulawesi Tenggara
NO. 59
Link Soal
Seorang ASN bernama Budi bekerja di Direktorat Jenderal Layanan Digital Kementerian X. Direktorat tersebut sedang dalam tahap akhir peluncuran aplikasi 'E-Lapor Nasional', sebuah platform terpadu untuk pengaduan masyarakat yang sangat diantisipasi. Aplikasi ini dijadwalkan akan diluncurkan dalam seminggu, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Dalam pengujian terakhir, Budi menemukan adanya celah keamanan kritis yang berpotensi membocorkan data pribadi pelapor dan memungkinkan akses tidak sah ke database sistem. Mengatasi celah ini membutuhkan waktu minimal dua minggu dan akan menunda peluncuran. Atasan Budi, Kepala Direktorat, bersikeras peluncuran harus sesuai jadwal karena tekanan politik dan janji kepada publik.
Berdasarkan situasi di atas, tindakan yang paling tepat dilakukan Budi sebagai wujud implementasi nilai Bela Negara dalam menjaga kedaulatan negara di era digital adalah...
A
Melaporkan temuan celah keamanan tersebut secara berjenjang kepada atasan, menyertakan estimasi waktu perbaikan, dan merekomendasikan penundaan peluncuran demi keamanan data nasional.
B
Tetap meluncurkan aplikasi sesuai jadwal sambil secara diam-diam berupaya memperbaiki celah keamanan tersebut setelah peluncuran untuk menghindari teguran atasan.
C
Melaporkan celah keamanan tersebut kepada atasan, namun menyetujui peluncuran sesuai jadwal dengan alasan desakan publik dan politik, sembari berharap tidak ada insiden keamanan.
D
Meminta bantuan rekan kerja untuk memperbaiki celah keamanan secara kilat tanpa sepengetahuan atasan agar peluncuran tidak tertunda dan ia dipandang sebagai ASN yang solutif.
E
Mengabaikan celah keamanan tersebut dan mengikuti instruksi atasan untuk peluncuran tepat waktu, karena tanggung jawab keamanan adalah ranah tim siber, bukan dirinya.
NO. 60
Link Soal
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kesehatan menemukan adanya kampanye disinformasi masif yang bertujuan merusak kepercayaan publik terhadap program vaksinasi nasional yang digalakkan pemerintah. Kampanye ini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial, menyajikan data palsu dan narasi provokatif. Sebagai ASN yang memahami esensi Bela Negara, tindakan yang paling tepat untuk menunjukkan implementasi nilai Bela Negara dalam menghadapi situasi tersebut adalah...
A
Segera melaporkan akun-akun penyebar disinformasi tersebut kepada penyedia platform media sosial dan berharap akun-akun tersebut segera diblokir.
B
Secara proaktif menyusun dan menyebarkan konten edukasi berbasis data ilmiah, berkolaborasi dengan humas kementerian, para ahli kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk membangun narasi yang benar dan meningkatkan literasi digital publik.
C
Mengabaikan isu tersebut karena menilai bahwa penanganan disinformasi adalah ranah dan tanggung jawab lembaga penegak hukum atau Kementerian Komunikasi dan Informatika.
D
Mendesak pimpinan kementerian untuk mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk penyebaran disinformasi dan menuntut penegak hukum untuk menindak tegas pelakunya.
E
Mengadakan diskusi internal terbatas dengan rekan kerja di kementerian untuk mengevaluasi dampak disinformasi tanpa mengambil langkah komunikasi publik eksternal secara langsung.