Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 7. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 61
Link Soal
Dalam konteks Bela Negara, strategi apa yang paling tepat bagi pertahanan negara untuk menghadapi ancaman non-militer, seperti pandemi global?
A
Mengalokasikan anggaran kesehatan untuk sektor militer dan mengurangi perhatian pada kesehatan.
B
Memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional dan mendorong produksi alat kesehatan di dalam negeri.
C
Menyerahkan sepenuhnya penanganan krisis kesehatan kepada bantuan dari negara-negara asing.
D
Mengurangi fokus dan perhatian terhadap jenis ancaman non-militer demi prioritas lain.
E
Menerapkan pembatasan akses layanan kesehatan hanya untuk kelompok masyarakat tertentu.
NO. 62
Link Soal
Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial secara masif berpotensi mengancam kohesi sosial dan stabilitas nasional, yang merupakan bagian integral dari ketahanan negara. Dalam perspektif Bela Negara yang komprehensif, strategi paling holistik dan berkelanjutan untuk mengatasi ancaman non-militer ini adalah...
A
Memperkuat regulasi internet dan secara proaktif memblokir situs-situs atau akun yang terbukti menyebarkan konten provokatif tanpa verifikasi.
B
Mengintensifkan penegakan hukum dengan memberikan sanksi pidana yang berat kepada penyebar hoaks untuk menciptakan efek jera di masyarakat.
C
Menggalakkan literasi digital dan pendidikan Pancasila sejak dini, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi dan melawan disinformasi.
D
Membentuk gugus tugas lintas sektoral yang melibatkan intelijen negara dan militer untuk mengidentifikasi dan menindak pelaku penyebaran hoaks.
E
Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis mendeteksi dan menghapus konten hoaks dari platform media sosial.
NO. 63
Link Soal
Bagaimanakah kontribusi pendidikan Bela Negara yang diterapkan di lingkungan sekolah dalam membangun dan memperkuat ketahanan nasional di masa mendatang?
A
Menanamkan perasaan takut yang berlebihan terhadap potensi ancaman dari luar.
B
Menekankan pentingnya kepatuhan absolut tanpa pemikiran kritis kepada pemerintah.
C
Memupuk rasa cinta tanah air dan menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial terhadap bangsa.
D
Meningkatkan kompetensi bersaing di kancah global tanpa mempertimbangkan nilai-nilai lokal.
E
Mengabaikan pengajaran ideologi dan hanya berfokus pada mata pelajaran akademik lainnya.
NO. 64
Link Soal
Produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam negeri seringkali diremehkan dibandingkan produk asing, padahal kualitasnya tidak kalah. Pembelian produk UMKM domestik dianggap sebagai bentuk kontribusi dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Mengapa demikian?
A
Karena mendukung UMKM secara langsung memperkuat ideologi bangsa.
B
Karena pembelian produk UMKM mengukuhkan komitmen politik para pemimpin bangsa.
C
Karena hal tersebut berkontribusi besar pada penguatan perekonomian masyarakat kecil.
D
Karena tindakan ini membantu dalam menjalin kekuatan kehidupan sosial masyarakat.
E
Karena itu adalah bentuk penghargaan terhadap kreativitas dan karya masyarakat lokal.
NO. 65
Link Soal
Pada Mei 2012, pemerintah meluncurkan lima kebijakan strategis untuk penghematan energi nasional. Manakah di bawah ini yang merupakan bagian dari kebijakan tersebut?
A
Mempermudah distribusi BBM bersubsidi ke daerah pelosok
B
Meningkatkan subsidi penggunaan air dan listrik untuk industri
C
Melakukan transisi penggunaan bahan bakar minyak menuju bahan bakar gas
D
Memberikan BBM bersubsidi khusus untuk sektor pertambangan besar
E
Menambah kuota BBM untuk kendaraan operasional BUMN
NO. 66
Link Soal
Bagaimana upaya warga negara dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman ideologi transnasional?
A
Menghindari interaksi dengan ideologi-ideologi dari luar negeri.
B
Menyerahkan semua tanggung jawab sepenuhnya kepada institusi militer.
C
Secara aktif menyebarkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sosial dan media.
D
Membatasi akses informasi dari luar negeri.
E
Mengabaikan ancaman ideologi transnasional, menganggapnya tidak memiliki dampak langsung.
NO. 67
Link Soal
Kemampuan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok, serta adanya kesediaan untuk berkorban demi tanah air merupakan bentuk pengamalan Pancasila sila...
A
Sila ke-1
B
Sila ke-2
C
Sila ke-3
D
Sila ke-4
E
Sila ke-5
NO. 68
Link Soal
Di era digital saat ini, ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan negara tidak hanya berbentuk agresi militer, tetapi juga berupa penyebaran disinformasi dan hoaks yang masif, yang berpotensi memecah belah bangsa dan melemahkan ketahanan nasional. Sebagai seorang warga negara yang sadar akan pentingnya Bela Negara, tindakan yang paling relevan dan efektif dalam konteks ancaman non-militer tersebut adalah...
A
Melaporkan setiap akun atau konten penyebar hoaks kepada platform media sosial dan aparat penegak hukum secara aktif.
B
Bersikap netral dan menunggu arahan dari pemerintah, karena penanganan hoaks adalah domain aparat keamanan siber.
C
Aktif melakukan literasi digital pribadi, mengedukasi lingkungan terdekat tentang verifikasi informasi, serta turut menyebarkan narasi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang konstruktif.
D
Mengorganisir kelompok untuk menyerang balik penyebar hoaks dengan argumen yang kuat dan bahkan melakukan peretasan akun mereka.
E
Membatasi penggunaan media sosial dan fokus pada aktivitas luring untuk menghindari paparan informasi negatif.
NO. 69
Link Soal
Dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berperan sebagai...
A
Kekuatan pendukung
B
Kekuatan utama
C
Kekuatan cadangan
D
Kekuatan rakyat
E
Kekuatan sipil
NO. 70
Link Soal
Salah satu nilai dasar Pancasila yang sangat relevan dalam konteks bela negara adalah gotong royong. Bagaimana prinsip gotong royong ini secara efektif berkontribusi dalam menjaga ketahanan nasional di era modern?
A
Mendorong individu untuk bersaing secara sehat dalam pembangunan ekonomi.
B
Menitikberatkan pada pengembangan potensi diri tanpa intervensi pihak lain.
C
Memperkuat solidaritas sosial dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
D
Meningkatkan efisiensi kerja melalui spesialisasi tugas masing-masing warga negara.
E
Mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah dengan inisiatif mandiri.