Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 7. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 61
Link Soal
Dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai...
A
Kekuatan pendukung
B
Kekuatan utama sistem pertahanan
C
Kekuatan utama sistem keamanan
D
Kekuatan cadangan
E
Kekuatan rakyat terlatih
NO. 62
Link Soal
Produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam negeri seringkali diremehkan dibandingkan produk asing, padahal kualitasnya tidak kalah. Pembelian produk UMKM domestik dianggap sebagai bentuk kontribusi dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Mengapa demikian?
A
Karena mendukung UMKM secara langsung memperkuat ideologi bangsa.
B
Karena pembelian produk UMKM mengukuhkan komitmen politik para pemimpin bangsa.
C
Karena hal tersebut berkontribusi besar pada penguatan perekonomian masyarakat kecil.
D
Karena tindakan ini membantu dalam menjalin kekuatan kehidupan sosial masyarakat.
E
Karena itu adalah bentuk penghargaan terhadap kreativitas dan karya masyarakat lokal.
NO. 63
Link Soal
Dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai...
A
Kekuatan Pendukung
B
Kekuatan Utama sistem pertahanan
C
Kekuatan Utama sistem keamanan dan ketertiban
D
Satu-satunya komponen pertahanan negara
E
Kekuatan cadangan
NO. 64
Link Soal
Seorang Kepala Daerah terbukti menerima suap bernilai fantastis dari perusahaan asing untuk proyek infrastruktur strategis nasional. Proyek tersebut, meskipun menguntungkan secara pribadi bagi Kepala Daerah, diketahui oleh staf ahli berpotensi besar menimbulkan ketergantungan teknologi pada negara asing serta kerentanan data dan sistem pertahanan informasi nasional dalam jangka panjang. Tindakan tersebut ia lakukan dengan mengabaikan peringatan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk ahli pertahanan dan keamanan negara.
Dalam konteks nilai-nilai dasar Bela Negara dan potensi sanksi hukum yang relevan, bagaimana analisis paling tepat terhadap tindakan Kepala Daerah tersebut?
A
Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap nilai dasar Bela Negara, terutama 'Cinta Tanah Air' dan 'Kesadaran Berbangsa dan Bernegara', karena mengkhianati amanah publik dan secara nyata merugikan kepentingan strategis nasional. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana korupsi dan terancam dengan dakwaan terkait penyalahgunaan jabatan yang mengancam kedaulatan negara, sesuai perundang-undangan yang berlaku.
B
Perbuatan Kepala Daerah tersebut lebih merupakan pelanggaran etika dan disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), serta melanggar kode etik penyelenggara negara. Sanksi yang paling relevan adalah sanksi administratif berupa pemberhentian tidak hormat, tanpa harus dikaitkan langsung dengan dimensi Bela Negara.
C
Penerimaan suap dari perusahaan asing adalah bentuk pelanggaran integritas pribadi semata. Meskipun merugikan keuangan negara, hal itu tidak secara langsung mengancam keamanan atau pertahanan negara, sehingga sanksi yang paling utama adalah pengembalian kerugian negara dan pidana penjara berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
D
Kepala Daerah tersebut telah melanggar prinsip 'Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara' dan 'Kemampuan Awal Bela Negara' dalam aspek non-fisik. Sanksi yang paling tepat adalah pencabutan hak politik dan kewajiban mengikuti program deradikalisasi untuk mengembalikan nasionalismenya.
E
Pelanggaran yang dilakukan Kepala Daerah hanya relevan dengan 'Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara' dalam konteks korupsi. Hukum yang berlaku akan memberikan sanksi pidana umum, dan bukan sanksi yang berdimensi khusus Bela Negara karena bukan tindakan militer atau makar.
NO. 65
Link Soal
Di sebuah desa adat yang terpencil, praktik budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun mulai terkikis oleh pengaruh budaya global dan modernisasi yang masuk melalui media digital. Generasi muda di desa tersebut kehilangan minat terhadap bahasa daerah, ritual adat, dan sistem pengelolaan lingkungan tradisional, beralih pada gaya hidup konsumtif. Fenomena ini menyebabkan kekhawatiran para sesepuh adat akan hilangnya identitas dan kohesi sosial masyarakat mereka.
Dalam konteks Bela Negara, apa implikasi paling mendasar dari terkikisnya kearifan lokal dan identitas budaya bagi ketahanan nasional Indonesia, serta bagaimana peran ASN yang paling strategis dalam menyikapi fenomena ini?
A
Tergerusnya kearifan lokal mengurangi potensi desa sebagai destinasi wisata budaya, sehingga ASN perlu menginisiasi program ekonomi kreatif berbasis budaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
B
Melemahnya identitas budaya lokal dapat menyebabkan hilangnya rasa memiliki terhadap warisan bangsa, sehingga ASN harus menjadi fasilitator bagi program revitalisasi budaya dan edukasi multikultural.
C
Hilangnya kohesi sosial di tingkat lokal dapat memicu konflik dan perpecahan, sehingga ASN perlu memperkuat peran lembaga adat dan tokoh masyarakat sebagai perekat sosial.
D
Ketergantungan pada budaya asing mengancam Pancasila sebagai filter, sehingga ASN perlu membatasi akses masyarakat terhadap informasi digital yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
E
Terkikisnya nilai-nilai lokal dapat mengikis pondasi Bhinneka Tunggal Ika, merusak karakter bangsa dan kebanggaan nasional, sehingga melemahkan ketahanan ideologi dan kohesi sosial sebagai bentuk Bela Negara non-militer.
NO. 66
Link Soal
Dewasa ini, ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak lagi hanya bersifat militer, melainkan juga berkembang dalam bentuk ancaman non-militer yang kompleks, seperti infiltrasi ideologi asing melalui disinformasi masif di media sosial, peretasan data strategis, dan upaya pelemahan ekonomi nasional. Menghadapi spektrum ancaman tersebut, upaya bela negara yang paling esensial dan strategis untuk membangun ketahanan nasional yang komprehensif adalah...
A
Peningkatan jumlah dan kualitas personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
B
Penguatan pendidikan Pancasila, kewarganegaraan, dan literasi digital secara masif di seluruh jenjang pendidikan serta masyarakat.
C
Penerapan sanksi hukum yang berat bagi pelaku penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian di ruang publik.
D
Peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara sahabat dalam bidang pertahanan dan keamanan siber.
E
Pembentukan badan khusus di bawah koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendeteksi dan menanggulangi setiap bentuk ancaman non-militer.
NO. 67
Link Soal
Dalam konteks Bela Negara, upaya apa yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah ancaman perubahan iklim?
A
Mengabaikan isu perubahan iklim dan hanya memfokuskan pada ancaman militer tradisional.
B
Mengembangkan inovasi teknologi ramah lingkungan serta menjaga kelestarian sumber daya alam.
C
Mengandalkan negara lain sepenuhnya untuk penanggulangan dampak perubahan iklim.
D
Mengurangi perhatian terhadap masalah lingkungan hidup di tingkat nasional.
E
Menyerahkan penanganan isu lingkungan kepada organisasi internasional.
NO. 68
Link Soal
Untuk mengatasi ancaman radikalisme, pemerintah berupaya meningkatkan pemahaman Bela Negara di kalangan generasi muda. Bagaimana implementasi program Bela Negara di lingkungan sekolah mampu berkontribusi dalam memerangi radikalisme?
A
Mendorong partisipasi siswa yang lebih aktif dalam dinamika politik.
B
Menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme sejak usia dini.
C
Mewajibkan semua siswa untuk mengikuti program pelatihan kemiliteran.
D
Menginisiasi adanya kompetisi atau persaingan ideologi di antara para siswa.
E
Mengurangi porsi pendidikan keagamaan dalam kurikulum sekolah.
NO. 69
Link Soal
Ancaman non-militer seperti pandemi dapat berpotensi membahayakan keamanan nasional. Dalam konteks Bela Negara, tindakan konkret apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi ancaman tersebut?
A
Meningkatkan ketergantungan terhadap dukungan dan bantuan dari pihak internasional.
B
Menghentikan seluruh kegiatan ekonomi hingga kondisi pandemi benar-benar berakhir.
C
Mengembangkan kapabilitas nasional dalam penelitian serta produksi alat-alat kesehatan dan vaksin.
D
Melimpahkan seluruh tanggung jawab penanganan pandemi kepada negara-negara maju.
E
Mengabaikan ancaman ini karena dianggap kurang prioritas dibandingkan ancaman militer.
NO. 70
Link Soal
Mengapa ancaman terhadap ideologi negara, seperti radikalisme dan terorisme, menjadi persoalan fundamental dalam konteks Bela Negara di Indonesia?
A
Karena ancaman tersebut berpotensi mengubah arah kebijakan ekonomi nasional.
B
Karena radikalisme dan terorisme dapat mengganggu tatanan sosial serta merusak sendi-sendi Pancasila sebagai ideologi negara.
C
Karena ideologi negara dianggap tidak memiliki peran signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
D
Karena ancaman semacam ini lebih dominan mempengaruhi ranah politik luar negeri.
E
Karena tindakan terorisme secara eksklusif selalu dilakukan oleh pihak atau aktor dari luar negeri.