Bank Soal TWKK CPNS 2026: Integritas
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Dalam etika publik, seorang pejabat dilarang memegang jabatan rangkap yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Konflik kepentingan (conflict of interest) adalah situasi di mana...
A
Pejabat memiliki beban kerja yang terlalu berat sehingga kinerjanya turun
B
Adanya perselisihan pribadi antara dua pegawai di kantor
C
Kewenangan pejabat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi/kelompok yang merugikan tugas publiknya
D
Terjadi perbedaan pendapat dalam rapat pengambilan keputusan
E
Pejabat menolak melaksanakan perintah atasan yang melanggar hukum
NO. 22
Link Soal
Pada masa sidang BPUPKI, berbagai perbedaan pendapat di antara para tokoh bangsa diselesaikan dengan metode musyawarah mufakat. Tindakan ini merupakan cerminan dari prinsip bahwa...
A
Keragaman pandangan diabaikan atau dikesampingkan demi mencapai kesatuan.
B
Seluruh pihak yang terlibat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan diajak aktif mencari konsensus.
C
Penetapan keputusan hanya didasarkan pada suara terbanyak tanpa memberikan ruang bagi pandangan minoritas.
D
Setiap kelompok diwajibkan untuk mengorbankan kepentingannya demi kemaslahatan individu.
E
Keputusan akhir ditentukan oleh pihak yang memiliki pengaruh atau kekuasaan paling dominan.
NO. 23
Link Soal
Seorang ASN menolak pemberian hadiah dari seorang rekanan proyek karena mengetahui bahwa hal tersebut melanggar kode etik dan dapat menimbulkan konflik kepentingan. Nilai integritas apa yang paling dominan ditunjukkan oleh ASN tersebut?
A
Kerja Keras
B
Jujur
C
Berani
D
Peduli
E
Sederhana
NO. 24
Link Soal
Norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku dalam adat istiadat atau pergaulan masyarakat disebut...
A
Norma Hukum
B
Norma Kesusilaan
C
Norma Kesopanan
D
Norma Agama
E
Norma Kebiasaan
NO. 25
Link Soal
Seorang pejabat pengadaan barang/jasa memiliki perusahaan pribadi yang bergerak di bidang yang sama dengan proyek yang sedang ia tangani di kantornya. Ia berniat memenangkan perusahaannya sendiri dalam tender. Kondisi ini disebut sebagai...
A
Profesionalisme kerja
B
Konflik Kepentingan (Conflict of Interest)
C
Efisiensi anggaran
D
Sinergi pemerintah dan swasta
E
Inovasi pelayanan
NO. 26
Link Soal
Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), terjadi perbedaan pandangan terkait bentuk negara yang paling ideal bagi Indonesia. Meskipun demikian, para pendiri bangsa tetap berupaya mencapai kesepakatan melalui mufakat. Sikap ini merefleksikan bahwa...
A
Perbedaan sudut pandang merupakan hal yang tidak mungkin dihindari dalam pembentukan suatu negara.
B
Kepentingan bangsa dan negara harus diutamakan di atas perbedaan-perbedaan kelompok atau golongan.
C
Kelompok dengan suara mayoritas selalu menjadi penentu utama dalam setiap pengambilan keputusan.
D
Mufakat hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak telah menyetujui secara penuh setiap usulan.
E
Struktur negara harus diatur oleh kelompok yang memiliki gagasan dan pandangan terkuat.
NO. 27
Link Soal
Sebuah kota sedang mengalami krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerahnya akibat serangkaian kasus korupsi dan nepotisme yang melibatkan pejabat tinggi. Untuk memulihkan keadaan, Wali Kota baru meluncurkan program 'Zona Integritas Bebas Korupsi' dengan penekanan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian besar ASN masih enggan untuk melaporkan pelanggaran yang mereka ketahui, dan bahkan ada yang terang-terangan mengatakan 'percuma' karena 'sudah dari sananya'. Fenomena ini menunjukkan tantangan besar dalam membangun budaya integritas. Apa akar masalah utama yang menghambat implementasi program 'Zona Integritas' ini, dan bagaimana pemerintah kota seharusnya menangani hambatan ini untuk mencapai perubahan budaya yang berkelanjutan?
A
Kurangnya sosialisasi program kepada ASN, sehingga mereka tidak memahami tujuan dan manfaatnya.
B
Gagalnya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi di masa lalu, menciptakan persepsi impunitas dan apatisme di kalangan ASN.
C
Lemahnya kepemimpinan yang berintegritas di tingkat pimpinan unit kerja, yang seharusnya menjadi teladan dan pendorong perubahan di tingkat akar rumput.
D
Adanya 'budaya diam' atau omerta yang kuat di kalangan ASN, didorong oleh ketakutan akan sanksi sosial atau pembalasan, serta ketiadaan perlindungan yang memadai bagi pelapor (whistleblower).
E
Ketiadaan insentif finansial bagi ASN yang menunjukkan integritas tinggi, sehingga mereka tidak memiliki motivasi ekstra untuk berubah.
NO. 28
Link Soal
Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terbebas dari Korupsi, Kolusi, serta Nepotisme (KKN), Indonesia telah menetapkan regulasi dalam...
A
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1998.
B
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.
C
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1998.
D
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999.
E
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000.
NO. 29
Link Soal
Meskipun peraturan perundang-undangan telah dibuat untuk ditaati, pelanggaran masih sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor utama penyebab hal ini adalah...
A
Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat
B
Para tokoh masyarakat tidak memberi keteladanan
C
Sanksi hukum yang terlalu ringan
D
Aparat penegak hukum kurang tegas
E
Jumlah peraturan yang terlalu banyak
NO. 30
Link Soal
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memegang jabatan Kepala Seksi di sebuah dinas, Anda menemukan adanya indikasi kuat praktik pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai prosedur dan berpotensi merugikan keuangan negara dalam skala signifikan. Praktik ini melibatkan beberapa pejabat senior dan rekan kerja dalam tim Anda. Anda merasakan adanya tekanan tidak langsung untuk tidak memperpanjang masalah ini demi menjaga 'stabilitas' dan 'keharmonisan' di lingkungan kerja. Dalam situasi demikian, tindakan yang paling mencerminkan integritas tinggi seorang ASN dan sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) adalah...
A
Melaporkan temuan tersebut secara resmi kepada atasan langsung dan Inspektorat Jenderal/Inspektorat Daerah dengan menyertakan bukti awal yang dimiliki, serta siap menghadapi konsekuensi dan resistensi yang mungkin timbul.
B
Mengumpulkan bukti tambahan secara rahasia dan mencoba mencari dukungan dari rekan-rekan ASN lain yang juga peduli integritas sebelum memutuskan untuk melaporkan.
C
Melakukan pendekatan personal kepada pejabat senior dan rekan kerja yang terlibat untuk meminta mereka menghentikan praktik tersebut dan memperbaiki kesalahan, tanpa perlu melibatkan jalur formal.
D
Mengabaikan temuan tersebut dan memilih untuk tidak bertindak demi menjaga karier pribadi serta menghindari konflik dengan rekan kerja dan atasan.
E
Mengusulkan reformasi sistem pengadaan barang dan jasa secara umum kepada pimpinan dinas agar praktik serupa tidak terulang di masa depan, tanpa menyinggung pelanggaran yang sudah terjadi.