Bank Soal TWKK CPNS 2026: Integritas
Halaman 5. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 41
Link Soal
Pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh para tokoh selama sidang BPUPKI dan PPKI merefleksikan spirit para pendiri bangsa untuk...
A
Menjunjung tinggi kebebasan individual di atas kepentingan kolektif negara.
B
Merancang landasan negara yang kokoh dengan prioritas pada kesejahteraan dan kepentingan bersama.
C
Membangun suatu negara dengan model pemerintahan yang tidak transparan dan tertutup.
D
Menghapuskan segala bentuk perbedaan pandangan demi mencapai stabilitas semu.
E
Memposisikan kekuatan militer sebagai fondasi utama eksistensi dan kekuasaan negara.
NO. 42
Link Soal
Prosesi pengambilan sumpah bagi pejabat negara memiliki tujuan fundamental untuk memastikan bahwa para pejabat tersebut...
A
Dapat menjalankan tugas dan wewenang tanpa intervensi dari pihak mana pun.
B
Mempunyai komitmen kuat terhadap prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi.
C
Memiliki keleluasaan penuh dalam menentukan dan melaksanakan kebijakan.
D
Menjamin kelancaran pemerintahan tanpa adanya kendala hukum yang berarti.
E
Dapat mengambil setiap keputusan berdasarkan preferensi atau keinginan pribadi.
NO. 43
Link Soal
Keputusan Sidang PPKI untuk mengubah rumusan Piagam Jakarta demi menjaga keutuhan bangsa mengindikasikan bahwa...
A
Kepentingan persatuan nasional lebih diutamakan dibandingkan perbedaan keyakinan.
B
Setiap agama memiliki hak untuk mendominasi perumusan dasar negara.
C
Perbedaan agama tidak perlu dipertimbangkan dalam pembentukan negara.
D
Kelompok mayoritas harus selalu menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan.
E
Piagam Jakarta tidak relevan lagi dalam konteks persatuan bangsa.
NO. 44
Link Soal
Daftar Urut Kepangkatan (DUK) atau sistem merit dalam manajemen kepegawaian harus bersifat terbuka. Apa implikasi utama dari transparansi sistem kepangkatan dan karir bagi integritas birokrasi?
A
Memudahkan masyarakat umum untuk mengintervensi jabatan
B
Menjamin kepastian karir berdasarkan kinerja dan mencegah nepotisme
C
Agar semua pegawai bisa naik pangkat secara otomatis setiap tahun
D
Menghilangkan peran pejabat pembina kepegawaian
E
Membuat persaingan antar pegawai menjadi tidak sehat
NO. 45
Link Soal
Seorang pejabat publik eselon II, Bapak Hadi, ditugaskan untuk memimpin tim negosiasi perjanjian investasi besar dengan pihak asing. Dalam proses negosiasi, pihak asing menawarkan 'fasilitas' berupa perjalanan dinas mewah ke luar negeri untuk Bapak Hadi dan keluarganya, yang secara halus disampaikan sebagai 'bentuk apresiasi atas kerja sama yang baik' bahkan sebelum perjanjian ditandatangani. Bapak Hadi menyadari bahwa menerima 'fasilitas' ini, meskipun belum tentu mempengaruhi keputusannya secara langsung, dapat menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi menjadi konflik kepentingan. Namun, menolak tawaran tersebut dapat berisiko membuat pihak asing merasa tersinggung dan mempersulit negosiasi. Bagaimana sikap Bapak Hadi yang paling mencerminkan prinsip integritas dalam situasi ini, mengingat pentingnya keberhasilan negosiasi bagi negara?
A
Menerima tawaran tersebut dengan alasan menjaga hubungan baik dan kelancaran negosiasi, namun berjanji pada diri sendiri untuk tetap objektif dalam keputusan.
B
Menolak tawaran tersebut secara tegas dan transparan, sekaligus menjelaskan bahwa integritas dan objektivitas adalah prinsip utama dalam setiap perjanjian investasi, serta melaporkan tawaran gratifikasi tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
C
Menerima tawaran, tetapi kemudian mendonasikan seluruh nilai fasilitas tersebut kepada lembaga amal untuk menghindari konflik kepentingan.
D
Mengalihkan tawaran fasilitas tersebut kepada stafnya yang paling berprestasi sebagai bentuk penghargaan, sehingga ia sendiri tidak terlibat langsung.
E
Menolak tawaran, namun tidak melaporkannya agar tidak menimbulkan masalah atau memperkeruh suasana negosiasi yang sensitif.
NO. 46
Link Soal
Seorang ASN menolak menerima hadiah parsel dari rekanan proyek karena mengetahui hal tersebut melanggar aturan gratifikasi. Tindakan ASN tersebut mencerminkan nilai integritas, yaitu...
A
Kerja Keras
B
Kejujuran
C
Sederhana
D
Berani
E
Peduli
NO. 47
Link Soal
Dalam perspektif etika moral Pancasila, harkat dan martabat seorang manusia tidak diukur dari jabatan atau kekayaannya, melainkan ditentukan oleh...
A
Kemampuannya dalam menumpuk aset negara
B
Sikap kepribadian, mental, dan batin yang baik serta benar dalam bertindak
C
Kekuatan fisik dan intelektual dalam mengalahkan pesaing
D
Popularitas di mata masyarakat luas
E
Kepatuhan buta terhadap atasan tanpa kritis
NO. 48
Link Soal
Anda ditugaskan untuk mengurus pembuatan kaus seragam untuk kegiatan mancakrida (outbound) kantor minggu depan. Dari opsi berikut, tindakan mana yang tidak sesuai dengan prinsip integritas dalam melaksanakan tugas ini?
A
Menentukan perusahaan konveksi yang memiliki rekam jejak baik dan kualitas terjamin.
B
Memberikan laporan berkala kepada panitia lain mengenai proses pembuatan kaus.
C
Menambahkan sedikit biaya pada setiap kaus sebagai imbalan atas usaha dan waktu ekstra.
D
Memastikan kualitas kaus yang dihasilkan setara dengan harga yang telah disepakati.
E
Mengumpulkan masukan awal dari rekan kerja untuk menentukan desain kaus yang akan dicetak.
NO. 49
Link Soal
Seorang ASN menolak menerima bingkisan lebaran dari rekanan proyek karena mengetahui hal tersebut termasuk gratifikasi yang dilarang. Sikap ASN tersebut mencerminkan nilai integritas, yaitu...
A
Kerja keras
B
Kejujuran
C
Kemandirian
D
Kepedulian
E
Kesederhanaan
NO. 50
Link Soal
Pemerintah menerapkan kebijakan insentif untuk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Namun, kebijakan ini menimbulkan ketidakpuasan dari pengusaha besar yang merasa kurang diuntungkan. Apa yang seharusnya pemerintah lakukan?
A
Mengabaikan keluhan dari pengusaha besar karena fokus utama adalah UKM.
B
Mencari kebijakan yang adil dan seimbang yang tetap mendukung UKM tanpa merugikan pengusaha besar.
C
Mengurangi insentif yang diberikan kepada UKM agar pengusaha besar merasa lebih diuntungkan.
D
Mengubah kebijakan agar fokus utama pembangunan hanya diarahkan pada pengusaha besar.
E
Meningkatkan insentif khusus untuk pengusaha besar demi menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.