Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 1. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 1
Link Soal
Di era otonomi daerah dan globalisasi, sebuah pemerintah kabupaten sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) yang secara tegas membatasi masuknya produk dan investasi dari luar wilayah kabupaten, bahkan dari provinsi lain di Indonesia, dengan alasan untuk melindungi perekonomian lokal dan identitas budaya setempat. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai nasionalisme dan persatuan bangsa, bagaimana Anda seharusnya menyikapi rancangan Perda tersebut?
A
Mendukung penuh rancangan Perda tersebut sebagai bentuk konkret implementasi kedaulatan daerah dan keberpihakan terhadap ekonomi lokal.
B
Menolak secara mutlak Perda tersebut karena setiap pembatasan antar-wilayah di Indonesia akan merusak integrasi ekonomi nasional dan mengikis semangat persatuan.
C
Mengusulkan kajian mendalam terhadap Perda tersebut dengan melibatkan pakar hukum tata negara dan ekonomi nasional untuk memastikan bahwa Perda tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, serta mencari solusi yang harmonis antara kepentingan lokal dan nasional.
D
Membiarkan Perda tersebut karena merupakan kewenangan otonomi daerah, tanpa perlu intervensi dari ASN yang bukan bagian dari pemerintah daerah tersebut.
E
Mengadvokasi agar Perda tersebut dijadikan contoh bagi daerah lain untuk memperkuat identitas dan ekonomi lokal masing-masing, sebagai wujud keberagaman Indonesia.
NO. 2
Link Soal
Dalam naskah Piagam Jakarta (Jakarta Charter), terdapat kalimat pada sila pertama yang akhirnya diubah demi menjaga persatuan bangsa. Kalimat asli yang dimaksud adalah...
A
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan hukum Islam
B
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
C
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan ibadah agama Islam bagi pemeluknya
D
Ketuhanan dengan kewajiban mengamalkan ajaran Islam bagi pemeluknya
E
Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan hukum-hukum Islam
NO. 3
Link Soal
Di era globalisasi yang semakin pesat, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk penetrasi budaya asing, disinformasi, dan kepentingan ekonomi global yang seringkali bertentangan dengan kedaulatan nasional. Bagaimana sikap nasionalisme yang paling tepat diimplementasikan oleh seorang ASN dalam menghadapi dinamika tersebut agar tetap menjaga identitas bangsa tanpa terjebak dalam chauvinisme?
A
Menolak keras segala bentuk investasi dan budaya asing yang dianggap dapat merusak kearifan lokal, serta memprioritaskan hanya produk dalam negeri.
B
Menganalisis secara kritis setiap pengaruh asing, menyaring informasi, dan mengadaptasi nilai-nilai universal yang relevan selama sejalan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, guna memperkuat daya saing dan identitas bangsa.
C
Mengembangkan nasionalisme ekonomi dengan membatasi impor dan memfokuskan sumber daya pada penguatan industri strategis nasional, bahkan jika itu berarti isolasi dari pasar global.
D
Mengedepankan narasi kebanggaan sejarah perjuangan dan keberagaman budaya Indonesia, menolak segala bentuk kritik terhadap identitas bangsa, serta mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam setiap interaksi resmi.
E
Memprioritaskan keamanan dan kedaulatan wilayah dengan memperkuat alutsista serta meningkatkan pengawasan perbatasan, sebagai bentuk fundamental dari nasionalisme.
NO. 4
Link Soal
Gagasan mengenai lima sila dasar negara yang kemudian dinamakan 'Pancasila' pertama kali dipaparkan secara lisan oleh Ir. Soekarno pada tanggal...
A
29 Mei 1945
B
31 Mei 1945
C
22 Juni 1945
D
1 Juni 1945
E
17 Agustus 1945
NO. 5
Link Soal
Lagu kedaerahan yang berjudul 'Potong Bebek Angsa' merupakan warisan budaya musik yang berasal dari daerah...
A
Nusa Tenggara Barat
B
Nusa Tenggara Timur
C
Maluku
D
Papua
E
Kalimantan Barat
NO. 6
Link Soal
Bapak Surya Negara, seorang tokoh karismatik dari Desa Harmoni di Provinsi Bhinneka Raya, mendedikasikan hidupnya untuk menyatukan berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda di wilayahnya. Ia tidak pernah lelah menyuarakan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, menolak tawaran asing yang dapat memecah belah komunitas demi keuntungan pribadi, dan justru mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal demi kemajuan nasional. Di masa sulit, ketika disintegrasi mengancam, Bapak Surya Negara menjadi benteng terakhir yang mengingatkan semua pihak akan identitas kolektif dan cita-cita luhur pendirian negara. Semangatnya menginspirasi banyak pemuda untuk mengabdi kepada negara.
Perjuangan Bapak Surya Negara tersebut secara paling tepat mencerminkan nilai luhur...
A
Nasionalisme yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas golongan atau pribadi.
B
Patriotisme yang berani berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara.
C
Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan partisipasi warga.
D
Pluralisme yang menghargai perbedaan budaya dan agama dalam masyarakat.
E
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merata tanpa diskriminasi.
NO. 7
Link Soal
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara resmi digunakan pertama kali dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
18 Agustus 1945
C
11 Februari 1950
D
5 Juli 1959
E
1 Juni 1945
NO. 8
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi mempertahankan kemerdekaan, Indonesia pernah terikat dalam perjanjian yang menyebabkan wilayah Republik Indonesia menjadi sangat sempit dan terkepung oleh wilayah pendudukan Belanda. Perjanjian yang dimaksud adalah...
A
Perjanjian Linggarjati
B
Konferensi Meja Bundar
C
Perjanjian Roem-Royen
D
Perjanjian Renville
E
Konferensi Malino
NO. 9
Link Soal
Dalam sejarah perumusan dasar negara, Panitia Sembilan memiliki peran krusial. Siapakah tokoh yang dipercaya menjabat sebagai ketua dalam kepanitiaan tersebut?
A
Drs. Moh. Hatta
B
Mr. Ahmad Soebarjo
C
Ir. Soekarno
D
Mr. Moh. Yamin
E
KH. Wahid Hasyim
NO. 10
Link Soal
Dalam proses pemilihan lambang negara, salah satu desain ditolak karena dianggap memiliki unsur pengaruh pendudukan Jepang (sinar matahari). Desain yang ditolak tersebut adalah karya dari...
A
Ir. Soekarno
B
Sultan Hamid II
C
Mohammad Hatta
D
Mohammad Yamin
E
Ahmad Soebardjo