Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 1. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 1
Link Soal
Polaritas kekuatan dunia pasca Perang Dunia II terbagi menjadi Blok Barat dan Blok Timur. Negara yang menjadi pemimpin atau poros utama dari Blok Barat adalah...
A
Inggris
B
Prancis
C
Amerika Serikat
D
Kanada
E
Belanda
NO. 2
Link Soal
Dalam sejarah kuno, bangsa India memberikan julukan 'Dwipantara' kepada wilayah Indonesia. Makna dari istilah tersebut adalah...
A
Negara Padi
B
Pulau Seberang
C
Negara Emas
D
Kepulauan Selatan
E
Wilayah Perantara
NO. 3
Link Soal
Setelah berhasil mengusir armada Portugis, Fatahillah secara resmi mengubah nama pelabuhan strategis Sunda Kelapa. Nama baru yang melambangkan kemenangan tersebut adalah...
A
Batavia
B
Jayakarta
C
Betawi
D
Jakarta
E
Banten
NO. 4
Link Soal
Kabinet Djuanda yang dibentuk pada 9 April 1957 dikenal dengan sebutan Zaken Kabinet. Karakteristik utama dari Zaken Kabinet adalah...
A
Anggotanya terdiri dari politisi senior partai besar
B
Para menterinya merupakan ahli atau pakar di bidangnya masing-masing
C
Didominasi oleh petinggi militer aktif
D
Merupakan koalisi antara golongan oposisi dan pemerintah
E
Beranggotakan tokoh-tokoh separatis yang telah kembali ke NKRI
NO. 5
Link Soal
Nasionalisme dalam bidang olahraga tercermin dari upaya mengharumkan nama bangsa di kancah global. Salah satu arena kompetisi paling signifikan bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan prestasi dan kebanggaan bangsa adalah...
A
Turnamen olahraga tingkat desa di wilayah lokal.
B
Olimpiade, tempat atlet-atlet Indonesia berkompetisi dengan bangsa lain.
C
Perlombaan tradisional yang diselenggarakan di masing-masing daerah.
D
Pertandingan khusus yang hanya diikuti oleh atlet dari dalam negeri.
E
Kompetisi antar sekolah yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.
NO. 6
Link Soal
Setelah periode Republik Indonesia Serikat (RIS), bangsa Indonesia secara resmi kembali ke bentuk negara kesatuan (NKRI) pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
18 Agustus 1945
C
27 Desember 1949
D
17 Agustus 1950
E
5 Juli 1959
NO. 7
Link Soal
Kusumo Wijoyo, seorang pemuda dari Desa Puncak Harapan di wilayah Nusantara Jaya, menyaksikan bagaimana bangsanya terpecah belah oleh adu domba penjajah. Ia meninggalkan cita-cita pribadi untuk mengabdi penuh pada perjuangan kemerdekaan. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain, menyatukan suku-suku yang berbeda pandangan, meyakinkan mereka bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan. Ia selalu menekankan bahwa identitas 'Nusantara Jaya' jauh lebih penting daripada identitas kesukuan atau kedaerahan. Semangatnya yang tak pernah padam berhasil membangkitkan kesadaran kolektif untuk berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Setelah kemerdekaan diraih pun, ia terus berjuang untuk menanamkan rasa bangga akan budaya lokal dan persatuan di tengah ancaman disintegrasi. Sikap dan perjuangan Kusumo Wijoyo paling tepat mencerminkan nilai luhur yang dikenal sebagai...
A
Nasionalisme
B
Patriotisme
C
Solidaritas Sosial
D
Demokrasi
E
Humanisme
NO. 8
Link Soal
Dalam sejarah pergerakan nasional, terdapat organisasi yang dianggap sebagai pelopor partai politik modern pertama di Indonesia karena secara tegas mencantumkan tujuan mencapai kemerdekaan. Organisasi manakah yang dimaksud?
A
Budi Utomo
B
Sarekat Islam
C
Partai Nasional Indonesia
D
Indische Partij
E
Perhimpunan Indonesia
NO. 9
Link Soal
Apa alasan utama di balik pembentukan panitia kecil yang beranggotakan sembilan tokoh (Panitia Sembilan) oleh BPUPKI?
A
Membentuk komite untuk memproklamasikan kemerdekaan secepatnya
B
Menghimpun masukan, usulan, serta konsep terkait dasar negara dari para anggota BPUPKI
C
Merumuskan strategi hukum perang melawan penjajah
D
Mengkaji keselarasan antara adat istiadat kuno dengan sistem pemerintahan modern
E
Menyusun struktur keanggotaan organisasi PPKI
NO. 10
Link Soal
Andi, seorang mahasiswa generasi Z yang aktif di media sosial, seringkali merasa dilema antara pesatnya arus informasi dan budaya global dengan nilai-nilai luhur bangsanya. Ia melihat tren konsumsi budaya asing yang masif di kalangan teman-temannya, sementara diskursus tentang sejarah nasional sering dianggap 'kuno' atau tidak relevan. Belum lagi, ia juga kerap menjumpai polarisasi tajam dalam perdebatan isu-isu keagamaan di dunia maya yang kadang mengancam kerukunan.
Suatu hari, Andi mengikuti seminar bertema 'Ketahanan Nasional di Era Digital'. Seorang pembicara menarik benang merah semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa dari disinformasi dan perpecahan. Pembicara lain menekankan bahwa rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus termanifestasi dalam tindakan nyata pengorbanan dan dedikasi (patriotisme), bukan hanya simbol-simbol. Terakhir, seorang tokoh agama menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama di tengah keberagaman keyakinan.
Berdasarkan narasi di atas dan refleksi Andi terhadap tantangan yang dihadapinya, sikap paling komprehensif yang sebaiknya dikembangkan Andi untuk mengimplementasikan nasionalisme yang tangguh di era modern adalah...
A
Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda untuk aktif melawan hoaks dan narasi pemecah belah, berpartisipasi dalam pelestarian budaya lokal sembari bersikap terbuka terhadap keragaman global, serta senantiasa mempraktikkan moderasi beragama sebagai wujud konkret menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
B
Mengembangkan apresiasi terhadap produk dan budaya lokal secara eksklusif, serta membatasi interaksi dengan budaya asing untuk menghindari erosi identitas nasional.
C
Mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara mendalam untuk menumbuhkan rasa bangga, serta aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah.
D
Menjaga citra positif bangsa di media sosial dengan mengunggah konten patriotik dan mendukung setiap kebijakan negara tanpa perlu mengkritisi secara terbuka.
E
Fokus pada pengembangan nilai-nilai keagamaan pribadi yang luhur dan menyampaikannya kepada sesama sebagai cara menjaga moral bangsa, sambil menghargai perayaan hari besar nasional.