Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Kontribusi generasi muda dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa sangat vital, terutama di masa informasi digital saat ini. Salah satu langkah konkret yang bisa diambil kaum muda untuk memerangi disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa adalah...
A
Menyebarluaskan setiap informasi yang diterima tanpa melakukan pemeriksaan kebenarannya.
B
Membatasi interaksi sosial hanya pada individu dari suku atau daerah asal yang sama.
C
Melakukan verifikasi keabsahan informasi sebelum memutuskan untuk membagikannya kepada orang lain.
D
Hanya mengikuti dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber-sumber luar negeri.
E
Mengabaikan seluruh berita domestik dan lebih memilih untuk fokus pada kabar dari mancanegara.
NO. 152
Link Soal
Provinsi Megah Lestari, yang dulunya dikenal dengan semangat persatuan dan kebanggaannya terhadap warisan budaya lokal, kini menghadapi tantangan serius. Mayoritas penduduknya, terutama kaum muda, lebih memilih produk impor, mengidolakan figur asing, dan bahkan cenderung skeptis terhadap upaya pemerintah dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah. Media sosial dipenuhi dengan konten yang mengolok-olok tradisi dan pencapaian bangsa sendiri, sementara nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial semakin terkikis. Para pemimpin daerah pun seringkali lebih mengedepankan kepentingan kelompok atau golongan daripada kepentingan bersama Provinsi. Jika kondisi pengabaian nilai-nilai nasionalisme ini terus berlanjut tanpa tindakan serius, dampak negatif paling fundamental yang akan terjadi adalah...
A
Melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa, berpotensi memicu disintegrasi sosial dan politik di tingkat lokal hingga nasional.
B
Peningkatan pendapatan per kapita akibat masuknya investasi asing dalam jumlah besar.
C
Terciptanya masyarakat yang lebih terbuka dan adaptif terhadap budaya global, sehingga meningkatkan daya saing.
D
Bergesernya fokus pembangunan dari sektor primer ke sektor tersier yang lebih menguntungkan.
E
Meningkatnya partisipasi politik warga dalam pemilihan umum daerah karena semangat individualisme.
NO. 153
Link Soal
Negara yang semula merupakan wilayah jajahan dari pihak yang kalah pada Perang Dunia I, lalu diletakkan di bawah perlindungan negara pemenang dengan pengawasan Liga Bangsa-Bangsa, disebut...
A
Negara Protektorat
B
Negara Koloni
C
Negara Mandat
D
Negara Trustee
E
Negara Dominion
NO. 154
Link Soal
Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi pada 1911. Gerakan ini berusaha membangun kekuatan persatuan bangsa melalui penguatan dalam bidang ...
A
Ekonomi melalui perlindungan pengusaha lokal agar mampu bersaing
B
Kebudayaan melalui pengembangan kesenian daerah
C
Pendidikan melalui pengajaran untuk persatuan
D
Keagamaan yang memobilisasi gerakan rakyat
E
Politik melalui pengembangan kebijakan pro masyarakat lokal
NO. 155
Link Soal
Meskipun masa pendudukan Jepang sangat menyengsarakan, terdapat dampak positif yang secara tidak langsung memperkuat rasa persatuan bangsa Indonesia, yaitu...
A
Pembentukan organisasi militer yang setia pada Kaisar
B
Pelarangan total terhadap budaya Barat dan Belanda
C
Diizinkannya penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan komunikasi
D
Pembagian wilayah Indonesia menjadi tiga zona militer
E
Penghapusan sistem pendidikan model Barat
NO. 156
Link Soal
Terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 menjadi tonggak sejarah yang menandai dimulainya era pemerintahan...
A
Orde Lama
B
Orde Baru
C
Pembangunan
D
Reformasi
E
Serikat
NO. 157
Link Soal
Dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), Indonesia menganut prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Makna filosofis dari 'memperhatikan kesinambungan kesejahteraan bangsa' dalam pengelolaan SDA adalah...
A
SDA harus dihabiskan secepat mungkin untuk kemakmuran saat ini
B
Kesejahteraan harus dinikmati tidak hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga generasi mendatang
C
Mengekspor seluruh bahan mentah untuk devisa negara
D
Menjaga jumlah penduduk agar tetap statis
E
Melarang total penggunaan sumber daya alam
NO. 158
Link Soal
Dalam sejarah perumusan dasar negara, Panitia Sembilan memiliki peran krusial. Siapakah tokoh yang dipercaya menjabat sebagai ketua dalam kepanitiaan tersebut?
A
Drs. Moh. Hatta
B
Mr. Ahmad Soebarjo
C
Ir. Soekarno
D
Mr. Moh. Yamin
E
KH. Wahid Hasyim
NO. 159
Link Soal
Andi, seorang mahasiswa generasi Z yang aktif di media sosial, seringkali merasa dilema antara pesatnya arus informasi dan budaya global dengan nilai-nilai luhur bangsanya. Ia melihat tren konsumsi budaya asing yang masif di kalangan teman-temannya, sementara diskursus tentang sejarah nasional sering dianggap 'kuno' atau tidak relevan. Belum lagi, ia juga kerap menjumpai polarisasi tajam dalam perdebatan isu-isu keagamaan di dunia maya yang kadang mengancam kerukunan.
Suatu hari, Andi mengikuti seminar bertema 'Ketahanan Nasional di Era Digital'. Seorang pembicara menarik benang merah semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa dari disinformasi dan perpecahan. Pembicara lain menekankan bahwa rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus termanifestasi dalam tindakan nyata pengorbanan dan dedikasi (patriotisme), bukan hanya simbol-simbol. Terakhir, seorang tokoh agama menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama di tengah keberagaman keyakinan.
Berdasarkan narasi di atas dan refleksi Andi terhadap tantangan yang dihadapinya, sikap paling komprehensif yang sebaiknya dikembangkan Andi untuk mengimplementasikan nasionalisme yang tangguh di era modern adalah...
A
Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda untuk aktif melawan hoaks dan narasi pemecah belah, berpartisipasi dalam pelestarian budaya lokal sembari bersikap terbuka terhadap keragaman global, serta senantiasa mempraktikkan moderasi beragama sebagai wujud konkret menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
B
Mengembangkan apresiasi terhadap produk dan budaya lokal secara eksklusif, serta membatasi interaksi dengan budaya asing untuk menghindari erosi identitas nasional.
C
Mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara mendalam untuk menumbuhkan rasa bangga, serta aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah.
D
Menjaga citra positif bangsa di media sosial dengan mengunggah konten patriotik dan mendukung setiap kebijakan negara tanpa perlu mengkritisi secara terbuka.
E
Fokus pada pengembangan nilai-nilai keagamaan pribadi yang luhur dan menyampaikannya kepada sesama sebagai cara menjaga moral bangsa, sambil menghargai perayaan hari besar nasional.
NO. 160
Link Soal
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat majemuk, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan yang merupakan kekayaan tak ternilai. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, seringkali muncul upaya dari kelompok tertentu untuk menyeragamkan identitas bangsa, misalnya dengan mengedepankan satu identitas primordial sebagai representasi 'keindonesiaan' yang sejati, dan menyingkirkan identitas lain. Fenomena ini berpotensi merusak fondasi nasionalisme Indonesia yang telah dibangun di atas prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Apa implikasi paling berbahaya dari upaya penyeragaman identitas tersebut terhadap nasionalisme Indonesia dalam jangka panjang?
A
Munculnya disintegrasi bangsa akibat konflik horizontal dan vertikal yang dipicu oleh perasaan tidak diakui atau termarjinalisasi oleh kelompok minoritas, yang berujung pada pecahnya persatuan.
B
Melemahnya legitimasi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa, karena prinsip-prinsip inklusivitasnya dikesampingkan oleh pemaksaan identitas tunggal.
C
Terhambatnya pembangunan nasional karena energi bangsa terkuras untuk menyelesaikan konflik internal, alih-alih fokus pada kemajuan dan kesejahteraan bersama.
D
Meningkatnya radikalisme dan ekstremisme berbasis identitas, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas negara.
E
Hilangnya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang beragam, karena adanya tekanan untuk menyesuaikan diri dengan satu identitas dominan, mengurangi daya tarik Indonesia di mata dunia.