Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Perang Dunia I merupakan peristiwa besar yang mengubah peta politik dunia. Kapankah secara resmi konflik global ini berakhir?
A
1914
B
1916
C
1918
D
1921
E
1924
NO. 152
Link Soal
Di antara konsep-konsep berikut, manakah yang paling mendekati deskripsi mengenai sifat nasionalisme yang positif dan konstruktif?
A
Chauvinisme, yaitu cinta tanah air yang berlebihan dan merendahkan bangsa lain.
B
Ultranasionalisme, yaitu paham nasionalisme ekstrem yang cenderung agresif.
C
Etnosentrisme, yaitu pandangan yang menganggap budaya sendiri paling baik.
D
Patriotisme, yaitu semangat cinta tanah air dan kesediaan berkorban untuk negara.
E
Rasisme, yaitu paham diskriminasi berdasarkan suku atau ras.
NO. 153
Link Soal
Dalam menghadapi agresi militer Belanda yang ingin menjajah kembali, Indonesia menggunakan jalur diplomasi internasional. Salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga netral disebut...
A
Arbitrase negara ketiga
B
Intervensi militer asing
C
Embargo ekonomi
D
Aliansi pertahanan
E
Konfrontasi terbuka
NO. 154
Link Soal
Kerja sama ASEAN mencakup berbagai bidang termasuk ekonomi dan pariwisata. Dimanakah lokasi markas Komite Perdagangan dan Pariwisata ASEAN (ASEAN Committee on Trade and Tourism)?
A
Jakarta, Indonesia
B
Singapura
C
Bangkok, Thailand
D
Kuala Lumpur, Malaysia
E
Manila, Filipina
NO. 155
Link Soal
Sejarah mencatat Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB. Peristiwa keluarnya Indonesia sebagai satu-satunya negara yang pernah melakukan hal tersebut terjadi pada tanggal...
A
7 Januari 1965
B
28 September 1966
C
28 September 1950
D
9 Agustus 1964
E
10 Oktober 1965
NO. 156
Link Soal
Siapakah raja terbesar dari Kerajaan Kahuripan yang berhasil mempersatukan seluruh wilayah Jawa di bawah kekuasaannya pada tahun 1037?
A
Dharmawangsa
B
Udayana
C
Airlangga
D
Marakata
E
Anak Wungsu
NO. 157
Link Soal
Pembangunan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan semangat gotong royong mencerminkan penerapan asas...
A
Asas Keseimbangan
B
Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan
C
Asas Pemanfaatan
D
Asas Kemandirian
E
Asas Ilmu Pengetahuan
NO. 158
Link Soal
Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945 berbunyi: "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara." Dalam konteks nasionalisme, pasal ini mengandung makna bahwa ...
A
hanya tentara yang diwajibkan untuk membela negara dalam situasi darurat
B
warga negara diperbolehkan untuk mengabaikan kewajibannya jika tinggal di luar negeri
C
setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mempertahankan kedaulatan negara
D
warga negara diharuskan untuk mengikuti pendidikan militer sejak usia dini
E
warga negara hanya perlu membela negara dalam situasi perang
NO. 159
Link Soal
Pemerintah membentuk Komite Van Aksi pada 2 September 1945 sebagai wadah bagi berbagai laskar perjuangan pemuda. Di antara organisasi berikut, manakah yang TIDAK termasuk dalam naungan Komite Van Aksi?
A
Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
B
Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP)
C
Kebaktian Rakyat Sulawesi (KRIS)
D
Angkatan Pemuda Indonesia (API)
E
Barisan Rakyat Indonesia (BRI)
NO. 160
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang pesat, generasi muda Indonesia dihadapkan pada dilema antara identitas nasional dan pengaruh budaya asing. Bagaimana nasionalisme Pancasila seharusnya diinternalisasikan agar tetap relevan dan kokoh, sekaligus mampu mengadopsi kemajuan global tanpa kehilangan jati diri bangsa?
A
Mengintensifkan program pertukaran budaya dengan negara lain untuk memperkenalkan budaya lokal dan menyerap budaya asing yang positif.
B
Memperketat filter terhadap konten asing di media sosial dan menggalakkan penggunaan produk serta konten lokal secara masif.
C
Membangun kesadaran kritis melalui pendidikan multikultural dan literasi digital, menekankan nilai-nilai Pancasila sebagai filter adaptif.
D
Menghidupkan kembali tradisi gotong royong dan musyawarah dalam setiap sendi kehidupan masyarakat sebagai benteng utama.
E
Mendorong generasi muda untuk berprestasi di kancah internasional sebagai bentuk kebanggaan dan pembuktian eksistensi bangsa.