Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Salah satu tantangan besar di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Jika dibiarkan, ketimpangan ini bisa memicu konflik sosial yang mengancam persatuan bangsa. Sebagai pemerintah, apa kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini?
A
Membangun infrastruktur hanya di kota besar yang lebih potensial
B
Meningkatkan pembangunan di pedesaan, termasuk akses infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk menciptakan pemerataan ekonomi
C
Mengalihkan penduduk desa ke kota agar dapat menikmati fasilitas perkotaan
D
Menurunkan anggaran pembangunan desa untuk mendukung kota-kota besar
E
Mengurangi pembangunan di perkotaan agar seimbang dengan pedesaan
NO. 152
Link Soal
Guna mewujudkan bangsa Indonesia yang memiliki kemandirian secara merata dan menyeluruh di setiap lapisan masyarakat, maka sangat dibutuhkan...
A
Keanekaragaman budaya yang dipertahankan
B
Semangat gotong royong warga
C
Toleransi yang kuat antar umat beragama
D
Etos kerja keras yang tertanam pada seluruh elemen bangsa
E
Rasa kekeluargaan dalam lingkungan masyarakat
NO. 153
Link Soal
Nasionalisme dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika berartiā¦
A
Menyeragamkan semua perbedaan budaya.
B
Menghapus perbedaan suku dan agama.
C
Mengutamakan persatuan tanpa menghilangkan keberagaman.
D
Mengabaikan perbedaan demi kepentingan negara.
E
Hanya mengakui satu kebudayaan nasional.
NO. 154
Link Soal
Pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang mengumumkan pembentukan badan khusus untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia, yaitu...
A
PPKI (Dokuritsu Junbi Iinkai)
B
BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
C
PETA (Pembela Tanah Air)
D
Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
E
Chuo Sangi In
NO. 155
Link Soal
Lembaga bentukan Jepang yang memiliki nama asli 'Dokuritsu Junbi Cosakai' dalam struktur persiapan kemerdekaan Indonesia adalah...
A
Panitia Sembilan
B
Piagam Jakarta
C
Pembukaan UUD
D
PPKI
E
BPUPKI
NO. 156
Link Soal
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di jalur strategis, Indonesia menghadapi dinamika geopolitik kawasan yang kompleks, termasuk sengketa perbatasan maritim, perebutan pengaruh antar kekuatan besar, dan isu-isu keamanan regional. Dalam menyikapi tantangan ini, pendekatan nasionalisme yang semata-mata defensif (melindungi apa yang sudah ada) tidak lagi memadai. Analisislah bagaimana nasionalisme proaktif yang berlandaskan pada diplomasi multi-jalur, penguatan kapasitas maritim, dan partisipasi konstruktif dalam forum regional, menjadi krusial untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kepentingan nasional Indonesia?
A
Nasionalisme proaktif memungkinkan Indonesia tidak hanya mempertahankan diri, tetapi juga turut membentuk arsitektur keamanan dan stabilitas kawasan melalui inisiatif diplomasi yang kuat, sehingga mengurangi potensi ancaman di masa depan.
B
Dengan nasionalisme proaktif, Indonesia dapat memperkuat aliansi militer dengan negara-negara adidaya untuk menjamin keamanan dan kedaulatan wilayahnya dari potensi agresi pihak lain.
C
Pendekatan ini akan mendorong Indonesia untuk meningkatkan belanja pertahanan secara drastis guna menunjukkan kekuatan militer yang tidak dapat diremehkan oleh negara-negara lain di kawasan.
D
Nasionalisme proaktif akan fokus pada eksploitasi sumber daya alam di wilayah sengketa secara agresif untuk menegaskan klaim kedaulatan dan keuntungan ekonomi bagi bangsa.
E
Indonesia akan memiliki kemampuan untuk mengisolasi diri dari pengaruh geopolitik negatif regional dan global, sehingga dapat fokus pada pembangunan domestik tanpa gangguan.
NO. 157
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai...
A
Tokoh yang akan membacakan teks proklamasi
B
Lokasi pembacaan teks proklamasi
C
Waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
D
Isi naskah proklamasi
E
Bentuk negara setelah merdeka
NO. 158
Link Soal
Dalam kerangka mempertahankan anugerah budaya Indonesia yang beragam, perilaku yang paling tepat dilakukan oleh warga negara adalah ...
A
Menghormati budaya yang ada di masyarakat dengan segala kelebihan dan kekurangannya
B
Membuang jauh-jauh tradisi yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman
C
Menyukai budaya luar negeri yang baik-baik untuk diterapkan di Indonesia
D
Meyakini bahwa budaya sendiri paling benar sehingga tidak perlu budaya orang lain
E
Fokus terhadap teknologi dan meninggalkan budaya yang tidak mau menerima teknologi
NO. 159
Link Soal
Keanggotaan PPKI pada mulanya berjumlah 21 orang, namun kemudian bertambah tanpa sepengetahuan pihak Jepang. Berapakah jumlah penambahan anggota tersebut?
A
4 orang
B
5 orang
C
6 orang
D
7 orang
E
8 orang
NO. 160
Link Soal
Di sebuah negeri bernama Amarta, yang dulunya terkenal dengan semboyan persatuan dan gotong royong, kini sedang menghadapi tantangan berat. Masyarakatnya mulai menunjukkan sikap individualisme yang tinggi, lebih mengutamakan kepentingan kelompok atau daerah masing-masing, bahkan cenderung apatis terhadap isu-isu nasional. Berita-berita palsu dan ujaran kebencian mudah menyebar, memicu ketegangan antarkelompok etnis dan agama. Para pemuda lebih gandrung pada budaya dan produk asing tanpa filter, sementara produk dan nilai-nilai lokal kurang dihargai. Investor asing dengan mudah menguasai sektor-sektor strategis tanpa pengawasan ketat, sementara regulasi yang ada seringkali diabaikan demi keuntungan sesaat. Kondisi ini membuat Amarta rentan terhadap intervensi asing dan internal. Berdasarkan narasi tersebut, dampak negatif paling krusial yang muncul akibat pengabaian nilai nasionalisme adalah...
A
Meningkatnya potensi perpecahan bangsa dan dominasi ekonomi oleh pihak asing.
B
Terjadi peningkatan angka urbanisasi dan menurunnya kualitas lingkungan hidup di perkotaan.
C
Berkembangnya berbagai paham ideologi baru yang menuntut perubahan sistem pemerintahan secara radikal.
D
Menurunnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat akibat kurangnya anggaran pemerintah.
E
Pergeseran preferensi masyarakat dari budaya tradisional menuju budaya populer global.