Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk yang kaya akan budaya lokal, menghadapi dilema dalam menghadapi arus globalisasi. Di satu sisi, keterbukaan membawa kemajuan dan peluang; di sisi lain, berpotensi mengikis identitas budaya dan nasionalisme. Pemerintah berencana membangun 'Pusat Kebudayaan Global' yang akan memamerkan seni dan budaya dari seluruh dunia, diiringi workshop dan pertukaran budaya, dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat diplomasi budaya. Namun, proyek ini menuai pro dan kontra. Sebagian berpendapat ini adalah strategi cerdas untuk memajukan Indonesia di kancah global, sementara yang lain khawatir akan hilangnya jati diri bangsa.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila, bagaimana Anda menyikapi proyek 'Pusat Kebudayaan Global' tersebut agar manfaat globalisasi dapat diraih tanpa mengorbankan penguatan identitas nasional dan semangat kebangsaan?
A
Mendukung dengan syarat bahwa kurikulum dan program Pusat Kebudayaan Global harus secara proporsional mengedepankan kekayaan budaya nasional Indonesia sebagai tuan rumah, serta menjadikan ajang tersebut sebagai wadah afirmasi dan promosi budaya lokal ke mata dunia.
B
Menolak keras proyek tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur bangsa dan melemahkan rasa cinta tanah air.
C
Mendukung tanpa syarat dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk memfilter sendiri pengaruh budaya asing dan tetap mempertahankan nasionalisme mereka.
D
Mendukung penuh karena proyek ini akan menempatkan Indonesia di garis depan pergaulan internasional dan menunjukkan kematangan bangsa dalam menerima keberagaman global.
E
Mengusulkan agar dana proyek dialihkan seluruhnya untuk memperkuat program-program kebudayaan lokal di daerah-daerah guna membentengi diri dari pengaruh globalisasi.
NO. 152
Link Soal
Dalam peristiwa bersejarah Proklamasi 17 Agustus 1945, tokoh yang bertugas sebagai pengibar bendera Sang Saka Merah Putih adalah...
A
Sukarni dan Chaerul Saleh
B
Latief Hendraningrat dan Suhud
C
Ahmad Subarjo dan Sayuti Melik
D
Wikana dan Darwis
E
B.M. Diah dan Yusuf Kunto
NO. 153
Link Soal
Sebuah negara memutuskan untuk menjalin hubungan internasional dengan negara lain. Manakah di bawah ini yang merupakan faktor INTERNAL (berasal dari dalam negeri) yang mendorong terjadinya hubungan tersebut?
A
Ketergantungan ekonomi global
B
Hukum alam bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri
C
Keinginan menciptakan perdamaian dunia
D
Kekhawatiran akan ancaman kelangsungan hidup bangsa (kudeta/intervensi)
E
Adanya kesamaan budaya dan ideologi
NO. 154
Link Soal
Setelah deklarasi kemerdekaan, Indonesia menghadapi berbagai tantangan diplomatik dan militer untuk mempertahankan kedaulatannya. Salah satu kesepakatan penting yang terjalin antara Indonesia dan Belanda adalah Perjanjian Linggarjati, yang menetapkan bahwa...
A
Belanda akan memulihkan kekuasaan penuh atas semua wilayah Indonesia.
B
Kedaulatan Indonesia terbatas hanya pada Pulau Jawa.
C
Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia meliputi Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura.
D
Indonesia akan berstatus sebagai negara bagian dalam persemakmuran Belanda.
E
Pemerintahan Indonesia harus berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
NO. 155
Link Soal
Panitia Sembilan memiliki komposisi anggota yang merepresentasikan dua kelompok ideologi besar. Siapakah tokoh berikut yang TIDAK termasuk dalam kelompok Nasionalis?
A
Mohammad Hatta
B
A.A. Maramis
C
Muhammad Yamin
D
Abikusno Tjokrosuyoso
E
Ahmad Soebardjo
NO. 156
Link Soal
Dalam sejarah kerja sama internasional, terdapat organisasi regional di wilayah Asia-Pasifik yang menitikberatkan pada penguatan SDM serta pembangunan ekonomi dan sosial kolektif, yaitu...
A
APEC
B
OPEC
C
Colombo Plan
D
AFTA
E
IMF
NO. 157
Link Soal
Kebangkitan Nasional 1908 bukan hanya soal berdirinya organisasi modern, tetapi juga perubahan paradigma pergerakan. Pergeseran strategi perjuangan yang paling mendasar dari masa sebelum 1908 ke masa pergerakan nasional adalah...
A
Dari perjuangan fisik bersenjata menjadi perjuangan diplomasi dan politik melalui organisasi
B
Dari perjuangan yang bergantung pada pemimpin karismatik menjadi perjuangan rakyat semesta
C
Dari perlawanan bersifat kedaerahan menjadi perlawanan yang meminta bantuan asing
D
Perubahan dari sistem kerajaan menjadi sistem republik yang demokratis
E
Fokus perjuangan yang awalnya mengusir penjajah menjadi menuntut persamaan hak dagang
NO. 158
Link Soal
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" diadopsi sebagai semboyan negara untuk menjaga persatuan. Makna filosofis dari semboyan ini adalah ...
A
berbeda-beda tetapi tetap satu juga
B
persatuan Indonesia adalah hal yang utama
C
seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya yang sama
D
hanya satu budaya yang boleh diakui di Indonesia
E
semua wilayah di Indonesia harus mengikuti budaya pusat
NO. 159
Link Soal
Selama masa kolonialisme Belanda, berbagai wilayah di Nusantara melakukan perlawanan fisik yang gigih. Manakah di antara daerah berikut yang secara historis TIDAK tercatat melakukan perlawanan besar terhadap kolonialisme Belanda?
A
Tapanuli
B
Maluku
C
Nusa Tenggara Timur
D
Sumatera Barat
E
Bali
NO. 160
Link Soal
Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947 tidak hanya bertujuan untuk menyerang pertahanan militer Indonesia, tetapi juga memiliki motif ekonomi strategis. Sasaran utama Belanda dalam agresi ini yang membuktikan motif tersebut adalah...
A
Penguasaan terhadap istana negara dan simbol pemerintahan di Yogyakarta.
B
Penangkapan para pemimpin negara untuk membubarkan kabinet.
C
Penguasaan daerah perkebunan di Sumatera dan pelabuhan-pelabuhan di Jawa.
D
Pemutusan hubungan diplomasi Indonesia dengan negara-negara Arab.
E
Pembentukan negara boneka di seluruh wilayah pulau Jawa.