Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Hoaks dan disinformasi adalah ancaman nirmiliter yang memecah belah bangsa. Langkah preventif apa yang paling fundamental untuk membangun ketahanan informasi masyarakat?
A
Pemutusan total jaringan internet nasional
B
Kampanye Literasi Digital untuk melatih nalar kritis masyarakat
C
Sikap pembiaran atas nama kebebasan berpendapat
D
Monopoli kebenaran informasi hanya melalui satu saluran pemerintah
E
Meminta pihak asing mengatur lalu lintas internet Indonesia
NO. 152
Link Soal
Wilayah perbatasan Indonesia seringkali menghadapi tantangan unik, seperti keterbatasan infrastruktur, akses informasi yang minim terhadap kebijakan pusat, dan pengaruh budaya serta ekonomi yang kuat dari negara tetangga. Kondisi ini dapat menyebabkan masyarakat perbatasan merasa kurang terhubung dengan 'Indonesia' sebagai entitas nasional yang lebih besar, meskipun secara administrasi mereka adalah warga negara sah. Dalam konteks penguatan nasionalisme di wilayah-wilayah ini, pendekatan seperti apa yang paling komprehensif dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa masyarakat perbatasan tetap merasa menjadi bagian integral dari NKRI, tanpa menghilangkan identitas lokal mereka yang khas?
A
Melakukan pembangunan infrastruktur fisik secara masif dan merata, serta memastikan ketersediaan layanan dasar dan ekonomi yang setara dengan wilayah lain, disertai penguatan identitas nasional melalui pendidikan inklusif.
B
Meningkatkan kehadiran militer dan aparat keamanan di perbatasan untuk menunjukkan kedaulatan negara dan mencegah infiltrasi budaya atau ekonomi dari negara tetangga.
C
Mendorong program pertukaran budaya antar-daerah di Indonesia agar masyarakat perbatasan dapat merasakan langsung keberagaman dan kekayaan budaya nasional.
D
Mengintensifkan sosialisasi ideologi Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan melalui berbagai media, agar kesadaran nasionalisme tumbuh kuat di kalangan masyarakat perbatasan.
E
Memberikan insentif ekonomi khusus bagi penduduk di wilayah perbatasan untuk mengurangi daya tarik ekonomi dari negara tetangga dan memperkuat loyalitas mereka terhadap Indonesia.
NO. 153
Link Soal
Dalam sejarah pembangunan (seperti era GBHN maupun RPJPN saat ini), beberapa wilayah seperti Aceh dan Papua sering mendapatkan 'Perhatian Khusus' atau status Otonomi Khusus. Tujuan utama kebijakan asimetris ini dalam bingkai NKRI adalah...
A
Menganak-emaskan daerah yang kaya sumber daya alam
B
Memisahkan sistem hukum daerah tersebut dari hukum nasional
C
Merendam potensi konflik dan mengakomodasi hak asal-usul demi persatuan
D
Mempersiapkan daerah tersebut untuk menjadi negara bagian
E
Memberikan hak istimewa kepada pejabat daerah semata
NO. 154
Link Soal
Tujuan utama Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang sebenarnya bagi kepentingan Jepang adalah...
A
Memberikan kemerdekaan tulus kepada Indonesia
B
Mendidik pemimpin Indonesia agar siap merdeka
C
Menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya
D
Membentuk angkatan perang Indonesia
E
Menyerahkan kekuasaan sekutu kepada Indonesia
NO. 155
Link Soal
Menjelang akhir masa penjajahan, Jepang membentuk badan khusus yang bertugas menyelidiki persiapan kemerdekaan Indonesia. Nama resmi badan tersebut adalah...
A
PPKI
B
PNI
C
BPPKI
D
Indonesisch Pers-Bureau
E
Dokuritzu Junbi Choosakai
NO. 156
Link Soal
Paham nasionalisme di Indonesia tidak bersifat chauvinisme, yang berarti...
A
Bangsa Indonesia menutup diri dari pengaruh bangsa lain
B
Mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
C
Menerima segala bentuk penjajahan asalkan menguntungkan
D
Menjunjung tinggi kemanusiaan dan menghormati bangsa lain
E
Hanya fokus pada pembangunan fisik negara
NO. 157
Link Soal
BPUPKI yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 dipimpin oleh seorang tokoh senior pergerakan nasional, yaitu...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Mr. Muhammad Yamin
D
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
E
Sutan Syahrir
NO. 158
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan keberagaman internal Indonesia, muncul wacana untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri secara eksklusif dan membatasi investasi asing guna melindungi industri lokal. Di sisi lain, ada pandangan bahwa keterbukaan terhadap investasi asing dan persaingan global justru dapat memacu inovasi dan efisiensi, serta membawa manfaat ekonomi jangka panjang bagi bangsa. Berdasarkan pemahaman Anda tentang Nasionalisme Pancasila, manakah sikap yang paling tepat untuk menghadapi dilema kebijakan tersebut?
A
Menutup diri sepenuhnya dari investasi asing dan hanya mengandalkan produk dalam negeri untuk semua sektor, demi kemandirian ekonomi mutlak.
B
Membuka seluas-luasnya keran investasi asing tanpa batasan demi percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan keyakinan bahwa pasar akan mengatur semuanya.
C
Menerapkan kebijakan proteksionisme selektif yang berlandaskan pada kepentingan nasional jangka panjang, sambil tetap membuka ruang kolaborasi dan persaingan sehat dengan pihak asing untuk kemajuan bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri hanya jika kualitasnya setara atau lebih baik dari produk impor, tanpa mempertimbangkan aspek pemberdayaan ekonomi rakyat kecil.
E
Membatasi penggunaan produk dalam negeri hanya untuk sektor strategis militer, sementara sektor lainnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar global.
NO. 159
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi mempertahankan kemerdekaan, Indonesia pernah terikat dalam perjanjian yang menyebabkan wilayah Republik Indonesia menjadi sangat sempit dan terkepung oleh wilayah pendudukan Belanda. Perjanjian yang dimaksud adalah...
A
Perjanjian Linggarjati
B
Konferensi Meja Bundar
C
Perjanjian Roem-Royen
D
Perjanjian Renville
E
Konferensi Malino
NO. 160
Link Soal
Sebagai bentuk nasionalisme modern, masyarakat Indonesia didorong untuk menggunakan produk-produk lokal. Namun, di pasar lokal, produk asing sering kali lebih menarik bagi konsumen. Apa strategi yang paling efektif bagi produsen lokal untuk meningkatkan daya tarik produk mereka dibandingkan produk impor?
A
Mengurangi biaya produksi dengan menurunkan kualitas produk
B
Meningkatkan kualitas produk lokal dan mempromosikan keunggulan produk lokal secara kreatif
C
Membatasi konsumen untuk membeli produk impor
D
Menetapkan harga produk lokal setinggi mungkin agar terlihat lebih eksklusif
E
Mencoba meniru produk impor tanpa inovasi yang berarti