Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Salah satu tonggak sejarah persatuan Indonesia adalah Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Keputusan paling monumental yang dihasilkan dari kongres tersebut adalah...
A
Diikrarkannya Sumpah Pemuda
B
Pembentukan organisasi Budi Utomo
C
Penetapan lagu kebangsaan Indonesia Raya
D
Perumusan naskah Proklamasi
E
Penyusunan dasar negara Pancasila
NO. 152
Link Soal
Bagaimana sebaiknya pemerintah dan masyarakat mengelola sumber daya alam dengan bijak untuk menjaga keberlanjutan dan mencerminkan nasionalisme?
A
Mengeksploitasi sumber daya alam sebanyak mungkin untuk meningkatkan pendapatan negara
B
Membangun lebih banyak industri berat di kawasan hutan lindung
C
Menggalakkan program konservasi alam serta menanamkan kesadaran lingkungan di masyarakat
D
Membiarkan perusahaan asing mengambil alih pengelolaan sumber daya alam
E
Memusatkan semua pengelolaan sumber daya alam pada pemerintah pusat
NO. 153
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok sempat menegang karena perbedaan pendapat golongan muda dan tua. Siapakah tokoh yang berhasil menengahi dan menjemput Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta dengan jaminan proklamasi akan segera dilaksanakan?
A
Sutan Syahrir
B
Wikana
C
Achmad Soebardjo
D
Sayuti Melik
E
Chairul Saleh
NO. 154
Link Soal
Perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil diskusi tokoh-tokoh bangsa di rumah Laksamana Maeda. Siapakah tokoh yang menyusun naskah tersebut?
A
Laksamana Maeda, Moh. Hatta, dan Suwardi Suryaningrat
B
Soekarno, Ki Hajar Dewantara, dan Moh. Hatta
C
Laksamana Maeda, Achmad Soebardjo, dan HOS Tjokroaminoto
D
Soekarno, Moh. Hatta, dan HOS Tjokroaminoto
E
Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo
NO. 155
Link Soal
Gerakan nasionalisme di Indonesia tumbuh karena berbagai faktor. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan nasionalisme di Indonesia adalah ...
A
masuknya ideologi liberalisme dan sosialisme dari negara-negara Barat
B
kehadiran organisasi masyarakat dari negara-negara Eropa di Indonesia
C
pelatihan militer yang diberikan oleh Belanda kepada pemuda Indonesia
D
kebijakan Belanda yang mendukung perdagangan bebas di Indonesia
E
peningkatan peran penjajah dalam bidang kesehatan dan pendidikan
NO. 156
Link Soal
Berikut ini yang bukan merupakan upaya mempertahankan nasionalisme di era globalisasi adalah…
A
Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
B
Membudayakan sikap dan perilaku cinta tanah air.
C
Mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri.
E
Menolak semua pengaruh budaya asing yang masuk.
NO. 157
Link Soal
Panitia Sembilan berperan penting dalam merumuskan dasar negara. Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang termasuk dalam keanggotaannya, KECUALI...
A
Abi Koesno Tjokro Soejoso
B
Abdul Kahar Muzakkir
C
H. Agus Salim
D
Mr. Soepomo
E
Mr. Achmad Soebardjo
NO. 158
Link Soal
Dalam proses perumusan naskah proklamasi, terdapat tiga tokoh utama yang berperan langsung dalam menyusun kalimat-kalimatnya. Siapakah ketiga tokoh tersebut?
A
Soekarno, Moh. Hatta, dan Sutan Sjahrir
B
Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Soekarno, Ahmad Soebardjo, dan Sukarni
D
Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, dan Sayuti Melik
E
Soekarno, Moh. Yamin, dan Moh. Hatta
NO. 159
Link Soal
Guna mewujudkan bangsa Indonesia yang memiliki kemandirian secara merata dan menyeluruh di setiap lapisan masyarakat, maka sangat dibutuhkan...
A
Keanekaragaman budaya yang dipertahankan
B
Semangat gotong royong warga
C
Toleransi yang kuat antar umat beragama
D
Etos kerja keras yang tertanam pada seluruh elemen bangsa
E
Rasa kekeluargaan dalam lingkungan masyarakat
NO. 160
Link Soal
Pembangunan nasional bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga mental. Tujuan akhir dari seluruh kebijakan pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada hakikatnya bermuara pada...
A
Kekuatan militer yang disegani dunia
B
Pertumbuhan ekonomi berbasis pasar bebas
C
Kemakmuran rakyat secara adil dan merata
D
Stabilitas politik yang kaku
E
Dominasi budaya nasional atas budaya asing