Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 18. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 171
Link Soal
Pada masa awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), posisi Kepala Staf Umum dipercayakan kepada tokoh yang berjasa besar dalam meletakkan dasar struktur organisasi militer Indonesia, yaitu...
A
Jenderal Soedirman
B
Supriyadi
C
Letjen Oerip Soemoharjo
D
Jenderal Ahmad Yani
E
Jenderal A.H. Nasution
NO. 172
Link Soal
Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia (Persatuan Indonesia) tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu, KECUALI...
A
Kesatuan sejarah
B
Kesatuan cita-cita
C
Kesatuan nasib
D
Kesatuan kebudayaan
E
Kesatuan asas kerohanian
NO. 173
Link Soal
Tokoh perjuangan yang dikenal dengan strategi diplomasi dan merupakan salah satu perumus naskah proklamasi bersama Soekarno dan Ahmad Soebardjo adalah...
A
H.O.S. Cokroaminoto
B
Dr. Sutomo
C
Mohammad Hatta
D
Ki Hajar Dewantara
E
Sutan Sjahrir
NO. 174
Link Soal
Di masa perjuangan kemerdekaan negara fiktif 'Nusantara Makmur', nasionalisme diwujudkan melalui semangat membara untuk persatuan dan perlawanan kolektif terhadap penjajah. Rakyat dari berbagai suku dan agama bersatu padu, mengesampingkan perbedaan demi cita-cita kemerdekaan. Lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh haru, bendera diarak sebagai simbol pemersatu mutlak, dan pengorbanan jiwa raga demi kedaulatan bangsa adalah hal yang lumrah.
Satu abad kemudian, Nusantara Makmur telah menjadi negara maju dengan tantangan yang berbeda. Arus globalisasi membawa invasi budaya dan ekonomi, teknologi informasi menghubungkan warga dengan dunia luar, dan isu-isu seperti korupsi, kesenjangan sosial, serta keberlanjutan lingkungan mendominasi diskusi publik. Semangat cinta tanah air tetap membara, namun manifestasinya jauh lebih kompleks dan beragam. Nasionalisme kini seringkali diartikan sebagai upaya memajukan bangsa melalui inovasi, menjaga integritas digital, atau bahkan melalui kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah demi perbaikan.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi dan implementasi nasionalisme di Nusantara Makmur dari masa lalu ke masa kini paling tepat digambarkan sebagai perubahan dari:
A
Fokus utama pada pertahanan terhadap ancaman eksternal dan persatuan primordial menuju penguatan identitas melalui inovasi, kritik konstruktif, serta pembangunan internal yang berkelanjutan.
B
Kepatuhan buta terhadap pemimpin dan tradisi menuju individualisme ekstrem dan penolakan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
C
Ekspresi emosional yang murni dan spontan menuju pragmatisme ekonomis yang semata-mata berorientasi pada keuntungan pribadi.
D
Ideologi yang kaku dan tidak adaptif terhadap perubahan global menuju pembiaran terhadap pengaruh asing tanpa filter.
E
Semangat juang militan yang bersifat fisik menuju pasifisme absolut yang menolak segala bentuk bela negara.
NO. 175
Link Soal
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" diadopsi sebagai semboyan negara untuk menjaga persatuan. Makna filosofis dari semboyan ini adalah ...
A
berbeda-beda tetapi tetap satu juga
B
persatuan Indonesia adalah hal yang utama
C
seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya yang sama
D
hanya satu budaya yang boleh diakui di Indonesia
E
semua wilayah di Indonesia harus mengikuti budaya pusat
NO. 176
Link Soal
Dalam rapat BPUPKI tanggal 14 Juli 1945, Ir. Soekarno menyampaikan laporan yang memuat tiga poin utama hasil kerja panitia, yaitu...
A
Teks Proklamasi, kesepakatan penyerahan Jepang, dan Pembukaan UUD
B
Isi Pasal-Pasal UUD, Proklamasi Kemerdekaan, dan penyerahan kekuasaan Jepang
C
Pernyataan Kemerdekaan Indonesia, Pembukaan UUD, dan Batang Tubuh UUD
D
Revisi Sila Pertama, Batang Tubuh UUD, dan pernyataan kekalahan Jepang
E
Perubahan Piagam Jakarta, Pembukaan UUD, dan teks resmi Proklamasi
NO. 177
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk, menghadapi tantangan signifikan dalam memupuk nasionalisme yang inklusif di era digital. Informasi dan ideologi transnasional mudah menyebar, berpotensi mengikis rasa kebangsaan atau memicu polarisasi. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), pendekatan manakah yang paling tepat untuk menguatkan nasionalisme yang berlandaskan Pancasila, tanpa jatuh ke dalam chauvinisme sempit atau melarut dalam homogenisasi global?
A
Mengkampanyekan narasi keunggulan budaya dan sejarah Indonesia secara masif dan membatasi akses informasi asing yang dinilai tidak sejalan, guna membangkitkan kebanggaan mutlak pada identitas nasional.
B
Mendorong dialog antarbudaya dan antarumat beragama di tingkat lokal maupun nasional, memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai perekat keberagaman, serta memfasilitasi adaptasi inovasi global yang selaras dengan kearifan lokal.
C
Memprioritaskan pembangunan ekonomi dan teknologi untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju, dengan asumsi bahwa kesejahteraan materi akan secara otomatis memperkuat rasa nasionalisme masyarakat.
D
Membiarkan arus informasi global berkembang bebas dengan keyakinan bahwa masyarakat akan secara selektif memilih yang terbaik dan nasionalisme akan terbentuk secara organik tanpa intervensi aktif.
E
Fokus pada penanaman disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah sebagai bentuk utama nasionalisme, serta mengurangi ekspresi keberagaman yang dianggap berpotensi menimbulkan perpecahan.
NO. 178
Link Soal
Sikap chauvinisme adalah bentuk ekstrem dari nasionalisme yang berbahaya karena…
A
Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
B
Menganggap bangsa sendiri paling unggul dan merendahkan bangsa lain.
C
Menutup diri dari pengaruh budaya asing.
D
Menolak kerja sama dengan negara lain.
E
Mendorong konflik antarwarga negara.
NO. 179
Link Soal
Beberapa tokoh nasional terlibat aktif dalam kepanitiaan kecil BPUPKI. Siapakah tokoh di bawah ini yang tidak termasuk dalam daftar anggota Panitia Sembilan?
A
Soepomo
B
Wahid Hasjim
C
Mohammad Yamin
D
Abdul Kahar Muzakir
E
Achmad Soebardjo
NO. 180
Link Soal
Pakta Warsawa (Warsaw Pact) adalah aliansi pertahanan militer negara-negara Blok Timur sebagai respon terhadap NATO. Negara manakah di bawah ini yang merupakan anggota asli dari Pakta Warsawa?
A
Amerika Serikat, Kanada, Inggris
B
Perancis, Jerman Barat, Italia
C
Uni Soviet, Jerman Timur, Polandia
D
Indonesia, Mesir, Yugoslavia
E
Cina, Korea Utara, Vietnam