Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 18. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 171
Link Soal
Dalam konteks wawasan kebangsaan, nasionalisme mengandung makna…
A
Sikap mencintai bangsa dan negara secara berlebihan.
B
Perasaan cinta tanah air yang diwujudkan dalam tindakan konkret.
C
Keyakinan bahwa bangsanya lebih unggul dari bangsa lain.
D
Doktrin politik yang mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya.
E
Kesetiaan mutlak terhadap negara tanpa kritik.
NO. 172
Link Soal
Runtuhnya negara Yugoslavia sebagai akibat adanya ....
A
Terlepasnya negara-negara yang merupakan bagian dari negara Yugoslavia
B
Adanya keinginan Serbia untuk mendirikan negara sendiri
C
Kekuatan militer negara tersebut sudah lemah
D
Runtuhnya negara komunis Uni Sovyet
E
Terjadinya pertentangan antar etnis
NO. 173
Link Soal
Setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya dalam merancang dasar-dasar kemerdekaan, badan tersebut dibubarkan dan digantikan oleh lembaga baru pada tanggal 7 Agustus 1945, yaitu...
A
Panitia Kecil
B
Panitia Sembilan
C
PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
D
PNI (Partai Nasional Indonesia)
E
KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat)
NO. 174
Link Soal
Konferensi London yang digelar pada 16 Agustus 1956 menghasilkan keputusan terkait sengketa Terusan Suez, yang menyatakan bahwa...
A
Terusan Suez adalah milik penuh pemerintah Inggris
B
Terusan Suez harus dikelola secara bersama oleh PBB
C
Terusan Suez dikembalikan sepenuhnya kepada Mesir
D
Terusan Suez berstatus sebagai perairan internasional
E
Terusan Suez ditutup untuk kapal-kapal perang
NO. 175
Link Soal
Bukti arkeologis tertua yang menandai masuknya pengaruh agama Hindu dan dimulainya masa sejarah (mengenal tulisan) di Indonesia adalah ditemukannya prasasti di Kerajaan...
A
Sriwijaya
B
Majapahit
C
Tarumanegara
D
Kutai
E
Mataram Kuno
NO. 176
Link Soal
Di tengah arus globalisasi, ancaman terhadap semangat nasionalisme bisa muncul dalam berbagai wujud, termasuk melalui aspek kebudayaan. Salah satu strategi bagi generasi muda untuk menguatkan nasionalisme dalam konteks ini adalah dengan...
A
Menjauhi kebudayaan tradisional karena dianggap sudah usang.
B
Mempromosikan budaya populer dari mancanegara kepada masyarakat lokal.
C
Mempelajari, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya tradisional Indonesia ke kancah global.
D
Mengadopsi secara menyeluruh gaya hidup dari negara-negara maju.
E
Menolak semua bentuk kolaborasi internasional di ranah kebudayaan.
NO. 177
Link Soal
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki keragaman budaya tinggi dan rentan terhadap pengaruh eksternal serta isu-isu disintergrasi, Anda dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat nasionalisme di kalangan masyarakat setempat. Tindakan paling efektif yang mencerminkan penerapan nilai-nilai nasionalisme Pancasila dalam situasi tersebut adalah...
A
Menggalakkan secara masif perayaan adat dan tradisi lokal untuk memperkuat identitas kultural masyarakat, dengan asumsi hal itu akan secara otomatis menumbuhkan cinta tanah air.
B
Melakukan indoktrinasi langsung mengenai bahaya separatisme dan kewajiban membela negara melalui seminar dan ceramah resmi secara berkala di setiap desa.
C
Mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mengintegrasikan pendidikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap program pemberdayaan masyarakat.
D
Memperketat pengawasan terhadap masuknya informasi dan ideologi asing serta membatasi interaksi masyarakat dengan pihak luar untuk mencegah pengaruh negatif.
E
Mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur fisik secara besar-besaran agar masyarakat merasa lebih terhubung dengan pusat pemerintahan dan mendapatkan fasilitas yang setara.
NO. 178
Link Soal
Dalam menjalankan perannya di kancah internasional, Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri 'Bebas Aktif'. Manakah di antara pernyataan berikut yang BUKAN merupakan cerminan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia tersebut?
A
Berpartisipasi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia yang abadi
B
Mengikuti arus persekutuan militer global yang paling kuat
C
Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam hubungan antarnegara
D
Menentang segala bentuk penjajahan dan kolonialisme
E
Kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan nasional
NO. 179
Link Soal
Bukti sejarah bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan sejak masa kerajaan Nusantara terlihat pada Kerajaan Kutai, yaitu berupa...
A
Penyusunan kitab undang-undang kerajaan yang adil
B
Pemberian sedekah sapi kepada para Brahmana
C
Kerja sama maritim dengan kerajaan tetangga
D
Sistem pemilihan raja secara musyawarah
E
Pembangunan candi sebagai tempat ibadah bersama
NO. 180
Link Soal
Di era digital yang penuh disrupsi, 'Forum Pemuda Merdeka' (FPM) dihadapkan pada tantangan pelik. Anggota FPM, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah, ingin menjaga semangat kebangsaan tetap menyala. Namun, sebagian dari mereka lebih sering terlibat dalam tren global yang mendominasi media sosial, bahkan terkesan kurang peduli dengan narasi perjuangan kemerdekaan atau kekayaan budaya lokal. Ada pula kelompok minoritas di FPM yang merasa identitas keagamaannya kurang terwadahi dalam diskusi kebangsaan, sementara kelompok mayoritas tanpa sengaja seringkali mengedepankan perspektif agamanya dalam setiap pembahasan isu nasional. Ketua FPM mengingatkan bahwa persatuan yang dirajut Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah fondasi yang harus terus diadaptasi, bukan hanya dihafal. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan berarti menafikan keberagaman, melainkan merangkulnya dalam bingkai NKRI.
Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategis yang paling komprehensif untuk diterapkan oleh 'Forum Pemuda Merdeka' guna memperkuat nasionalisme, menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi, dan mewujudkan moderasi beragama adalah...
A
Menginisiasi program 'Bhinneka Digital' yang memfasilitasi diskusi kritis tentang konten global, mengenalkan kembali kekayaan budaya dan narasi sejarah lokal melalui platform digital interaktif, serta mengadakan forum dialog lintas iman secara berkala untuk memperkuat pemahaman dan toleransi.
B
Meningkatkan kesadaran akan kewajiban membela negara di garda depan, mengadakan pelatihan fisik dan mental untuk menghadapi ancaman asing, serta secara tegas menolak segala bentuk paham transnasional yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
C
Memperbanyak publikasi kutipan tokoh-tokoh nasional di media sosial, mengadakan lomba mengenakan pakaian adat, dan mendorong anggota untuk lebih aktif menyuarakan pandangan keagamaan masing-masing agar merasa diakui.
D
Membatasi akses anggota terhadap media sosial asing, fokus hanya pada konten-konten kebangsaan murni, dan membentuk satu wadah tunggal bagi semua agama untuk menyamakan persepsi dalam bernegara demi menghindari friksi.
E
Mengintensifkan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa melalui seminar dan kunjungan museum, serta menyerahkan urusan moderasi beragama sepenuhnya kepada pemuka agama agar tidak mencampuri urusan negara.