Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 19. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 181
Link Soal
Tokoh "Tiga Serangkai" pendiri Indische Partij terdiri dari E.F.E. Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan...
A
H.O.S. Tjokroaminoto
B
Dr. Sutomo
C
Dr. Tjipto Mangunkusumo
D
Ki Hajar Dewantara
E
Haji Samanhudi
NO. 182
Link Soal
Sikap atau paham mencintai bangsa dan negara sendiri secara berlebihan sehingga menganggap bangsa lain rendah disebut...
A
Patriotisme
B
Nasionalisme etnis
C
Chauvinisme
D
Nasionalisme sipil
E
Internasionalisme
NO. 183
Link Soal
ASEAN resmi berdiri melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967. Siapakah tokoh yang mewakili Indonesia sebagai diplomat dalam penandatanganan piagam tersebut?
A
Moh. Hatta
B
Adam Malik
C
Soekarno
D
Natsir
E
Moh. Yamin
NO. 184
Link Soal
Dalam perencanaan pembangunan nasional dikenal istilah PJP (Pembangunan Jangka Panjang). Berapakah rentang waktu yang ditetapkan untuk satu periode PJP?
A
5 Tahun
B
10 Tahun
C
15 Tahun
D
20 Tahun
E
25 Tahun
NO. 185
Link Soal
Manakah di antara pilihan berikut yang paling tepat mencerminkan contoh perilaku nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia?
A
Mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat dan rasa hormat.
B
Senang mengonsumsi produk-produk impor demi gengsi.
C
Bersikap acuh tak acuh terhadap isu-isu politik nasional.
D
Secara membabi buta membenci segala bentuk produk asing.
E
Mengkritik kebijakan pemerintah tanpa dasar dan solusi.
NO. 186
Link Soal
Beberapa kasus klaim kebudayaan Indonesia oleh negara lain, atau minimnya apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya lokal di tengah gempuran budaya pop global, seringkali menjadi isu yang memicu perdebatan tentang penguatan nasionalisme. Ini menyoroti bahwa nasionalisme tidak hanya tentang kedaulatan teritorial atau ekonomi, tetapi juga kedaulatan budaya. Bagaimana strategi penguatan nasionalisme melalui kebudayaan harus dirancang agar tidak hanya bersifat reaktif terhadap klaim asing, tetapi juga proaktif dalam menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa, tanpa jatuh pada chauvinisme yang sempit?
A
Mendorong inovasi dan kreativitas berbasis budaya lokal agar relevan dengan selera generasi muda global, serta memfasilitasi akses dan apresiasi mereka terhadap warisan budaya melalui medium digital dan modern.
B
Mewajibkan pendidikan seni dan budaya tradisional secara intensif di semua jenjang sekolah, serta mengadakan festival budaya secara rutin untuk menampilkan kekayaan budaya bangsa.
C
Melakukan kampanye nasional secara besar-besaran untuk menolak klaim budaya asing dan menegaskan kepemilikan Indonesia atas warisan budayanya di forum internasional.
D
Membatasi masuknya budaya pop asing yang dianggap mengancam identitas budaya nasional, serta mempromosikan produk-produk budaya lokal secara eksklusif.
E
Mengadakan program beasiswa bagi generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni dan budaya tradisional agar keahlian tersebut tidak punah seiring berjalannya waktu.
NO. 187
Link Soal
Pidato bersejarah dari Ir. Soekarno yang mencetuskan istilah 'Pancasila' sebagai usulan dasar negara dilakukan pada tanggal...
A
28 Mei 1945
B
29 Mei 1945
C
30 Mei 1945
D
31 Mei 1945
E
1 Juni 1945
NO. 188
Link Soal
Kesepakatan internasional yang merupakan amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dengan tujuan utama mewajibkan negara-negara anggotanya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah...
A
Protokol Montreal
B
Konferensi Lingkungan Bali
C
Perjanjian Paris
D
Protokol Kyoto
E
Konferensi Greenpeace
NO. 189
Link Soal
Salah satu peninggalan zaman megalitikum berupa peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal) disebut...
A
Menhir
B
Punden berundak
C
Beliung
D
Sarkofagus
E
Dolmen
NO. 190
Link Soal
Teks proklamasi disusun oleh tiga tokoh utama di kediaman Laksamana Maeda. Siapakah ketiga tokoh penyusun tersebut?
A
Sukarno, Hatta, dan Sayuti Melik
B
Sukarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Sukarno, Hatta, dan Sukarni
D
Sukarno, Hatta, dan Moh. Yamin
E
Sukarno, Hatta, dan B.M. Diah