Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 19. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 181
Link Soal
Revolusi Perancis memberikan sumbangan besar bagi pemikiran kebangsaan dan hak asasi manusia di dunia. Semboyan Revolusi Perancis yang menjadi dasar nilai-nilai demokrasi modern adalah...
A
Vini, Vidi, Vici
B
Gold, Glory, Gospel
C
Liberty, Equality, Fraternity
D
Momento Mori
E
Devide et Impera
NO. 182
Link Soal
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia sempat berubah bentuk menjadi negara serikat (RIS) akibat hasil Konferensi Meja Bundar. Mengapa bentuk negara serikat ini dianggap tidak sesuai dengan cita-cita nasionalisme dan kondisi sosiologis bangsa Indonesia saat itu?
A
Karena sistem serikat adalah warisan Jepang yang harus dihapus.
B
Karena negara serikat membuat pemerintah pusat terlalu kuat dan otoriter.
C
Karena konsep negara bagian berpotensi memecah belah persatuan dan rawan intervensi kolonial (politik devide et impera).
D
Karena rakyat Indonesia belum siap berdemokrasi.
E
Karena PBB menolak mengakui kedaulatan bentuk serikat.
NO. 183
Link Soal
Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kekuatan maritim terbesar di masanya. Faktor utama yang mendukung kejayaan Sriwijaya dalam menguasai jalur pelayaran internasional adalah...
A
Kepemilikan armada laut yang tangguh guna menjamin keamanan perdagangan
B
Kesepakatan dagang eksklusif hanya dengan satu negara
C
Penutupan jalur Selat Malaka bagi kapal asing
D
Fokus pada sektor agraris untuk kebutuhan ekspor
E
Memiliki struktur pemerintahan monarki absolut
NO. 184
Link Soal
Dalam sejarah perjuangan diplomasi Indonesia, perundingan yang dilakukan di atas kapal perang Amerika Serikat pada tanggal 8 Desember 1947 melibatkan delegasi dari pihak Indonesia. Siapakah yang bertindak sebagai ketua delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut?
A
R. Abdulkadir Widjojoatmodjo
B
Mr. Amir Syarifudin
C
Drs. Mohammad Hatta
D
Ir. Soekarno
E
Sutan Sjahrir
NO. 185
Link Soal
Di era digital yang penuh disrupsi, 'Forum Pemuda Merdeka' (FPM) dihadapkan pada tantangan pelik. Anggota FPM, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah, ingin menjaga semangat kebangsaan tetap menyala. Namun, sebagian dari mereka lebih sering terlibat dalam tren global yang mendominasi media sosial, bahkan terkesan kurang peduli dengan narasi perjuangan kemerdekaan atau kekayaan budaya lokal. Ada pula kelompok minoritas di FPM yang merasa identitas keagamaannya kurang terwadahi dalam diskusi kebangsaan, sementara kelompok mayoritas tanpa sengaja seringkali mengedepankan perspektif agamanya dalam setiap pembahasan isu nasional. Ketua FPM mengingatkan bahwa persatuan yang dirajut Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah fondasi yang harus terus diadaptasi, bukan hanya dihafal. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan berarti menafikan keberagaman, melainkan merangkulnya dalam bingkai NKRI.
Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategis yang paling komprehensif untuk diterapkan oleh 'Forum Pemuda Merdeka' guna memperkuat nasionalisme, menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi, dan mewujudkan moderasi beragama adalah...
A
Menginisiasi program 'Bhinneka Digital' yang memfasilitasi diskusi kritis tentang konten global, mengenalkan kembali kekayaan budaya dan narasi sejarah lokal melalui platform digital interaktif, serta mengadakan forum dialog lintas iman secara berkala untuk memperkuat pemahaman dan toleransi.
B
Meningkatkan kesadaran akan kewajiban membela negara di garda depan, mengadakan pelatihan fisik dan mental untuk menghadapi ancaman asing, serta secara tegas menolak segala bentuk paham transnasional yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
C
Memperbanyak publikasi kutipan tokoh-tokoh nasional di media sosial, mengadakan lomba mengenakan pakaian adat, dan mendorong anggota untuk lebih aktif menyuarakan pandangan keagamaan masing-masing agar merasa diakui.
D
Membatasi akses anggota terhadap media sosial asing, fokus hanya pada konten-konten kebangsaan murni, dan membentuk satu wadah tunggal bagi semua agama untuk menyamakan persepsi dalam bernegara demi menghindari friksi.
E
Mengintensifkan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa melalui seminar dan kunjungan museum, serta menyerahkan urusan moderasi beragama sepenuhnya kepada pemuka agama agar tidak mencampuri urusan negara.
NO. 186
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk yang kaya akan budaya lokal, menghadapi dilema dalam menghadapi arus globalisasi. Di satu sisi, keterbukaan membawa kemajuan dan peluang; di sisi lain, berpotensi mengikis identitas budaya dan nasionalisme. Pemerintah berencana membangun 'Pusat Kebudayaan Global' yang akan memamerkan seni dan budaya dari seluruh dunia, diiringi workshop dan pertukaran budaya, dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat diplomasi budaya. Namun, proyek ini menuai pro dan kontra. Sebagian berpendapat ini adalah strategi cerdas untuk memajukan Indonesia di kancah global, sementara yang lain khawatir akan hilangnya jati diri bangsa.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila, bagaimana Anda menyikapi proyek 'Pusat Kebudayaan Global' tersebut agar manfaat globalisasi dapat diraih tanpa mengorbankan penguatan identitas nasional dan semangat kebangsaan?
A
Mendukung dengan syarat bahwa kurikulum dan program Pusat Kebudayaan Global harus secara proporsional mengedepankan kekayaan budaya nasional Indonesia sebagai tuan rumah, serta menjadikan ajang tersebut sebagai wadah afirmasi dan promosi budaya lokal ke mata dunia.
B
Menolak keras proyek tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur bangsa dan melemahkan rasa cinta tanah air.
C
Mendukung tanpa syarat dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk memfilter sendiri pengaruh budaya asing dan tetap mempertahankan nasionalisme mereka.
D
Mendukung penuh karena proyek ini akan menempatkan Indonesia di garis depan pergaulan internasional dan menunjukkan kematangan bangsa dalam menerima keberagaman global.
E
Mengusulkan agar dana proyek dialihkan seluruhnya untuk memperkuat program-program kebudayaan lokal di daerah-daerah guna membentengi diri dari pengaruh globalisasi.
NO. 187
Link Soal
Tokoh perjuangan yang dikenal dengan strategi diplomasi dan merupakan salah satu perumus naskah proklamasi bersama Soekarno dan Ahmad Soebardjo adalah...
A
H.O.S. Cokroaminoto
B
Dr. Sutomo
C
Mohammad Hatta
D
Ki Hajar Dewantara
E
Sutan Sjahrir
NO. 188
Link Soal
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai nasionalisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi semakin kompleks. Seorang ASN dituntut tidak hanya mempertahankan identitas kebangsaan, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks ini, tindakan yang paling mencerminkan penerapan nasionalisme Pancasila yang inklusif, adaptif, dan strategis dalam menghadapi tantangan global adalah...
A
Mengutamakan produk dalam negeri dan menolak segala bentuk produk atau inovasi dari luar negeri demi kemandirian ekonomi.
B
Aktif berpartisipasi dalam forum internasional, menguasai teknologi global, namun tetap kritis terhadap ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila, serta berupaya mempromosikan nilai-nilai Pancasila di kancah dunia.
C
Membiarkan budaya asing masuk tanpa filterisasi ketat, dengan keyakinan bahwa nasionalisme akan tetap lestari seiring waktu.
D
Fokus pada pelestarian tradisi lokal secara murni dan menghindari interaksi dengan budaya global agar tidak terjadi akulturasi.
E
Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pemertahanan nasionalisme kepada lembaga negara tanpa perlu partisipasi aktif individu ASN.
NO. 189
Link Soal
Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 di Papua menghasilkan keputusan untuk tetap bergabung dengan NKRI. Nilai strategis dari peristiwa ini dalam konteks Wawasan Nusantara adalah...
A
Menambah luas wilayah laut teritorial Indonesia secara sepihak.
B
Mewujudkan keutuhan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagai satu kesatuan utuh.
C
Mendapatkan bantuan ekonomi dari PBB untuk pembangunan Papua.
D
Mengusir seluruh warga negara asing yang tinggal di wilayah Papua.
E
Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Pasifik.
NO. 190
Link Soal
Wilayah yang tidak dikelola oleh rakyat asli setempat melainkan oleh bangsa lain yang menjajah, di mana seluruh kebijakan ditentukan oleh penjajah, dikenal dengan istilah...
A
Dominion
B
Mandat
C
Koloni
D
Trustee
E
Protektorat