Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 20. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 191
Link Soal
Di era globalisasi yang semakin pesat, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk penetrasi budaya asing, disinformasi, dan kepentingan ekonomi global yang seringkali bertentangan dengan kedaulatan nasional. Bagaimana sikap nasionalisme yang paling tepat diimplementasikan oleh seorang ASN dalam menghadapi dinamika tersebut agar tetap menjaga identitas bangsa tanpa terjebak dalam chauvinisme?
A
Menolak keras segala bentuk investasi dan budaya asing yang dianggap dapat merusak kearifan lokal, serta memprioritaskan hanya produk dalam negeri.
B
Menganalisis secara kritis setiap pengaruh asing, menyaring informasi, dan mengadaptasi nilai-nilai universal yang relevan selama sejalan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, guna memperkuat daya saing dan identitas bangsa.
C
Mengembangkan nasionalisme ekonomi dengan membatasi impor dan memfokuskan sumber daya pada penguatan industri strategis nasional, bahkan jika itu berarti isolasi dari pasar global.
D
Mengedepankan narasi kebanggaan sejarah perjuangan dan keberagaman budaya Indonesia, menolak segala bentuk kritik terhadap identitas bangsa, serta mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam setiap interaksi resmi.
E
Memprioritaskan keamanan dan kedaulatan wilayah dengan memperkuat alutsista serta meningkatkan pengawasan perbatasan, sebagai bentuk fundamental dari nasionalisme.
NO. 192
Link Soal
Pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945, dibentuk beberapa panitia kecil untuk membahas aspek teknis negara. Siapakah tokoh yang ditunjuk sebagai ketua Panitia Pembela Tanah Air (PETA)?
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Jenderal Soedirman
D
Abikusno Tjokrosujoso
E
Suparman
NO. 193
Link Soal
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) secara resmi didirikan oleh pemerintah militer Jepang pada momen yang bertepatan dengan ulang tahun Kaisar Hirohito, yakni pada...
A
1 April 1945
B
28 Maret 1945
C
1 Maret 1945
D
28 Februari 1945
E
1 Februari 1945
NO. 194
Link Soal
Generasi Z saat ini lebih akrab dengan budaya pop global (seperti K-Pop atau Hollywood) dibandingkan budaya lokal. Sebagai pendidik yang berjiwa nasionalis, pendekatan pedagogis apa yang paling efektif untuk menanamkan cinta budaya lokal tanpa terkesan anti-perubahan?
A
Memblokir akses internet dan media sosial di lingkungan sekolah secara total.
B
Mengintegrasikan konten kearifan lokal ke dalam materi pembelajaran dengan metode kekinian dan relevan bagi siswa.
C
Mewajibkan siswa menggunakan pakaian adat lengkap setiap hari selama kegiatan belajar.
D
Menghapus mata pelajaran bahasa asing dan menggantinya dengan bahasa daerah sepenuhnya.
E
Melarang siswa mendengarkan musik atau menonton film luar negeri.
NO. 195
Link Soal
Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 7 Agustus 1945 memiliki makna strategis karena...
A
Menggantikan BPUPKI dan menandakan proses kemerdekaan memasuki tahap finalisasi/pelaksanaan
B
Menunjukkan bahwa Jepang sudah menyerah total kepada Sekutu
C
Merupakan hadiah langsung dari Jenderal Terauchi tanpa syarat
D
Dibentuk atas desakan golongan muda yang ingin segera merdeka
E
Bertugas menyusun teks proklamasi yang akan dibacakan Soekarno
NO. 196
Link Soal
Insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda sehingga menjadi Merah Putih di Surabaya terjadi di lokasi yang sangat bersejarah, yaitu...
A
Gedung Grahadi
B
Jembatan Merah
C
Hotel Yamato
D
Tugu Pahlawan
E
Pelabuhan Tanjung Perak
NO. 197
Link Soal
Salah satu peninggalan zaman megalitikum berupa peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal) disebut...
A
Menhir
B
Punden berundak
C
Beliung
D
Sarkofagus
E
Dolmen
NO. 198
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi Indonesia, negara sahabat yang tercatat pertama kali memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Republik Indonesia adalah ...
A
Jepang
B
India
C
Thailand
D
Amerika Serikat
E
Mesir
NO. 199
Link Soal
Siapakah di antara tokoh berikut yang TIDAK pernah menjabat sebagai Raja di Kerajaan Singasari?
A
Tohjaya
B
Ken Arok
C
Raden Wijaya
D
Ranggawuni
E
Anusapati
NO. 200
Link Soal
Dalam sebuah provinsi di Indonesia, muncul wacana peraturan daerah (Perda) yang, meski bertujuan memperkuat identitas lokal, mengadopsi norma-norma yang sangat spesifik dan eksklusif bagi kelompok mayoritas tertentu. Pendekatan ini berpotensi mengekang praktik kebudayaan atau keyakinan minoritas yang telah lama hidup berdampingan di daerah tersebut. Meskipun para pemrakarsa Perda berargumen bahwa ini adalah bentuk otonomi daerah dan manifestasi 'cinta tanah air' di level lokal, banyak pihak khawatir akan implikasi jangka panjangnya terhadap persatuan nasional dan identitas kebangsaan yang lebih luas. Menilai kasus ini, apa prinsip fundamental nasionalisme Indonesia yang paling terancam oleh wacana Perda tersebut, dan mengapa hal itu krusial bagi keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
A
Prinsip Persatuan Indonesia, karena tindakan eksklusif lokal dapat memecah belah bangsa dan mengikis semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang pada akhirnya melemahkan sendi-sendi NKRI.
B
Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, sebab Perda tersebut berpotensi memaksakan keyakinan mayoritas dan melanggar hak asasi beragama bagi kelompok minoritas, mengancam kerukunan antarumat beragama.
C
Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena Perda semacam itu dapat menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, mengurangi martabat kemanusiaan mereka dan melanggar keadilan sosial.
D
Prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, karena Perda tersebut mungkin tidak melewati proses musyawarah yang inklusif dan aspiratif bagi seluruh elemen masyarakat.
E
Prinsip Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, karena Perda tersebut dapat menciptakan ketimpangan sosial dan hukum bagi warga negara berdasarkan identitas kelompok, menghambat tercapainya kesejahteraan bersama.