Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 20. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 191
Link Soal
Adanya perpaduan antara budaya lokal dengan ajaran Islam, seperti pada arsitektur masjid kuno di Jawa yang memiliki atap tumpang, membuktikan bahwa...
A
Islam di Jawa bersifat sinkretis sepenuhnya
B
Penyebaran Islam di Jawa memanfaatkan sarana budaya sebagai alat dakwah
C
Budaya Hindu-Buddha lebih kuat daripada ajaran Islam
D
Arsitektur bangunan tidak memiliki kaitan dengan ajaran agama
E
Masyarakat Jawa menolak bentuk asli bangunan masjid
NO. 192
Link Soal
Seorang Kepala Dinas di sebuah kabupaten, Bapak Rahmat, dalam pidato pembukaan festival seni daerah, secara terang-terangan menyatakan bahwa kesenian tradisional dari etnis minoritas di daerahnya "kurang memiliki nilai jual" dan "sebaiknya diganti dengan hiburan yang lebih modern dan universal". Pernyataan ini menuai protes keras dari komunitas adat dan budayawan, dianggap merendahkan kearifan lokal dan memecah belah persatuan. Video pidato tersebut menjadi viral, memicu amarah publik dan tuntutan agar Bapak Rahmat dicopot dari jabatannya.
Melihat kasus Bapak Rahmat dari perspektif nilai-nilai nasionalisme dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), tindakan apa yang paling tepat dan berdasar hukum untuk menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukannya?
A
Mengajukan tuntutan hukum pidana atas dasar ujaran kebencian (hate speech) dan diskriminasi sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
B
Memberikan teguran lisan dan tertulis serta mewajibkan Bapak Rahmat untuk segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik.
C
Melakukan pemeriksaan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) daerah dan/atau Majelis Kode Etik untuk menjatuhkan sanksi disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
D
Mengabaikan pernyataan tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat, meskipun tidak etis, dan fokus pada upaya mediasi antarpihak.
E
Mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengeluarkan mosi tidak percaya dan meminta Gubernur untuk mencopot Bapak Rahmat dari jabatannya.
NO. 193
Link Soal
Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) didirikan pada tahun 1949 dengan latar belakang tujuan utama untuk...
A
Membangun ekonomi negara-negara Eropa
B
Membendung penyebaran paham komunis pasca Perang Dunia II
C
Menciptakan perdamaian abadi di seluruh dunia
D
Menandingi kekuatan ekonomi Asia
E
Menyatukan negara-negara Eropa Barat menjadi satu negara
NO. 194
Link Soal
Forum internasional yang dikenal dengan nama G8 (Group of Eight) merupakan koalisi dari negara-negara dengan kekuatan ekonomi dan industri termaju di dunia. Berikut yang termasuk anggota G8 adalah...
A
Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, dan Rusia
B
Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Prancis, Jerman, dan Rusia
C
Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, dan Rusia
D
Negara-negara anggota Uni Eropa dan ASEAN
E
Negara-negara Non-Blok dan PBB
NO. 195
Link Soal
Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja...
A
Dapunta Hyang
B
Balaputradewa
C
Sanggrama Wijayatumanga
D
Samaratungga
E
Pramoewardhani
NO. 196
Link Soal
Teks yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 termuat dalam Piagam Jakarta. Dokumen bersejarah ini secara resmi disahkan pada tanggal...
A
29 Mei 1945.
B
1 Juni 1945.
C
22 Juni 1945.
D
14 Juni 1945.
E
17 Agustus 1945.
NO. 197
Link Soal
Terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 menjadi tonggak sejarah yang menandai dimulainya era pemerintahan...
A
Orde Lama
B
Orde Baru
C
Pembangunan
D
Reformasi
E
Serikat
NO. 198
Link Soal
Di masa perjuangan kemerdekaan negara fiktif 'Nusantara Makmur', nasionalisme diwujudkan melalui semangat membara untuk persatuan dan perlawanan kolektif terhadap penjajah. Rakyat dari berbagai suku dan agama bersatu padu, mengesampingkan perbedaan demi cita-cita kemerdekaan. Lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh haru, bendera diarak sebagai simbol pemersatu mutlak, dan pengorbanan jiwa raga demi kedaulatan bangsa adalah hal yang lumrah.
Satu abad kemudian, Nusantara Makmur telah menjadi negara maju dengan tantangan yang berbeda. Arus globalisasi membawa invasi budaya dan ekonomi, teknologi informasi menghubungkan warga dengan dunia luar, dan isu-isu seperti korupsi, kesenjangan sosial, serta keberlanjutan lingkungan mendominasi diskusi publik. Semangat cinta tanah air tetap membara, namun manifestasinya jauh lebih kompleks dan beragam. Nasionalisme kini seringkali diartikan sebagai upaya memajukan bangsa melalui inovasi, menjaga integritas digital, atau bahkan melalui kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah demi perbaikan.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi dan implementasi nasionalisme di Nusantara Makmur dari masa lalu ke masa kini paling tepat digambarkan sebagai perubahan dari:
A
Fokus utama pada pertahanan terhadap ancaman eksternal dan persatuan primordial menuju penguatan identitas melalui inovasi, kritik konstruktif, serta pembangunan internal yang berkelanjutan.
B
Kepatuhan buta terhadap pemimpin dan tradisi menuju individualisme ekstrem dan penolakan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
C
Ekspresi emosional yang murni dan spontan menuju pragmatisme ekonomis yang semata-mata berorientasi pada keuntungan pribadi.
D
Ideologi yang kaku dan tidak adaptif terhadap perubahan global menuju pembiaran terhadap pengaruh asing tanpa filter.
E
Semangat juang militan yang bersifat fisik menuju pasifisme absolut yang menolak segala bentuk bela negara.
NO. 199
Link Soal
Pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah negara dibagi menjadi delapan provinsi. Manakah di antara pilihan berikut yang TIDAK termasuk dalam delapan provinsi pertama tersebut?
A
Sumatera
B
Jawa Tengah
C
Bali
D
Jawa Barat
E
Kalimantan
NO. 200
Link Soal
Penggunaan istilah 'Pancasila' untuk menyebut dasar negara pertama kali diperkenalkan secara resmi oleh tokoh bangsa pada momen...
A
Pidato Moh. Yamin pada 29 Mei 1945 di BPUPKI
B
Pidato Moh. Yamin pada 1 Juni 1945 di BPUPKI
C
Pidato Ir. Soekarno pada 29 Mei 1945 di BPUPKI
D
Pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 di BPUPKI
E
Pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 di PPKI