Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 21. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 201
Link Soal
Pada 14 November 1945, terjadi perubahan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Siapakah tokoh yang menggantikan posisi Ir. Soekarno sebagai kepala pemerintahan (Perdana Menteri) saat itu?
A
Moh. Hatta
B
Amir Syarifudin
C
Sutan Syahrir
D
Mr. Ahmad Subardjo
E
Tan Malaka
NO. 202
Link Soal
Frasa Bhinneka Tunggal Ika pertama kali ditulis dalam kitab Sutasoma, yang dikarang oleh...
A
Mpu Kanwa
B
Mpu Triguna
C
Mpu Panuluh
D
Mpu Tantular
E
Mpu Prapanca
NO. 203
Link Soal
Momentum bersejarah dimulainya Gerakan Non-Blok secara formal ditandai dengan pelaksanaan KTT I yang diselenggarakan di Beograd, Yugoslavia. Kapan pertemuan tersebut berlangsung?
A
1960
B
1962
C
1964
D
1961
E
1963
NO. 204
Link Soal
Transisi dari Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan payung hukum baru, yaitu UUDS 1950. Lembaga manakah yang saat itu melakukan pengesahan terhadap UUDS 1950?
A
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
B
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
C
Konstituante
D
Presiden dan Wakil Presiden
E
Kabinet (Pemerintah) bersama perwakilan negara bagian
NO. 205
Link Soal
Pemerintah Daerah "Bumi Pertiwi" berencana mengganti nama-nama jalan di wilayahnya dengan nama pahlawan nasional untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Namun, rencana ini menuai protes dari sebagian masyarakat adat yang bersikeras mempertahankan nama jalan tradisional mereka, dengan alasan nama-nama tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya lokal mereka. Konflik ini menimbulkan dilema antara penguatan identitas nasional dan pelestarian kearifan lokal.
Sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika, langkah strategis apa yang paling tepat untuk menangani situasi ini?
A
Memaksakan penggantian nama jalan sesuai rencana awal dan melakukan sosialisasi masif tentang pentingnya nasionalisme di atas identitas lokal demi persatuan bangsa.
B
Membatalkan seluruh rencana penggantian nama jalan untuk menjaga kerukunan dan menghindari konflik dengan masyarakat lokal, serta menghormati sepenuhnya kearifan lokal.
C
Menginisiasi dialog multi-pihak yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat adat, budayawan, dan ahli sejarah untuk merumuskan solusi kompromi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepahlawanan nasional tanpa menghilangkan identitas lokal yang berharga.
D
Mengganti nama jalan hanya di area-area perkotaan yang tidak memiliki resistensi kuat, sementara nama jalan tradisional di perkampungan tetap dipertahankan.
E
Memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah tersebut, dengan harapan masyarakat akan lebih menerima kebijakan penggantian nama jalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
NO. 206
Link Soal
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Wilayah manakah yang dikenal sebagai sentra penghasil tambang Bauksit?
A
Bontang
B
Pulau Buru
C
Lapangan Arun
D
Pulau Tarakan
E
Pulau Bintan
NO. 207
Link Soal
KTT Gerakan Non-Blok ke-16 pada tahun 2012 diselenggarakan di kota...
A
Jakarta, Indonesia
B
Beograd, Yugoslavia
C
Teheran, Iran
D
Kuala Lumpur, Malaysia
E
Karakas, Venezuela
NO. 208
Link Soal
Dalam aksi 'pengamanan' Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok agar terhindar dari pengaruh Jepang, kelompok pemuda tersebut bergerak di bawah pimpinan...
A
Sutan Sjahrir
B
Sukarni
C
Cudanco Subeno
D
Yusuf Kunto
E
Sayuti Melik
NO. 209
Link Soal
Di masa perjuangan kemerdekaan negara fiktif 'Nusantara Makmur', nasionalisme diwujudkan melalui semangat membara untuk persatuan dan perlawanan kolektif terhadap penjajah. Rakyat dari berbagai suku dan agama bersatu padu, mengesampingkan perbedaan demi cita-cita kemerdekaan. Lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh haru, bendera diarak sebagai simbol pemersatu mutlak, dan pengorbanan jiwa raga demi kedaulatan bangsa adalah hal yang lumrah.
Satu abad kemudian, Nusantara Makmur telah menjadi negara maju dengan tantangan yang berbeda. Arus globalisasi membawa invasi budaya dan ekonomi, teknologi informasi menghubungkan warga dengan dunia luar, dan isu-isu seperti korupsi, kesenjangan sosial, serta keberlanjutan lingkungan mendominasi diskusi publik. Semangat cinta tanah air tetap membara, namun manifestasinya jauh lebih kompleks dan beragam. Nasionalisme kini seringkali diartikan sebagai upaya memajukan bangsa melalui inovasi, menjaga integritas digital, atau bahkan melalui kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah demi perbaikan.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi dan implementasi nasionalisme di Nusantara Makmur dari masa lalu ke masa kini paling tepat digambarkan sebagai perubahan dari:
A
Fokus utama pada pertahanan terhadap ancaman eksternal dan persatuan primordial menuju penguatan identitas melalui inovasi, kritik konstruktif, serta pembangunan internal yang berkelanjutan.
B
Kepatuhan buta terhadap pemimpin dan tradisi menuju individualisme ekstrem dan penolakan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
C
Ekspresi emosional yang murni dan spontan menuju pragmatisme ekonomis yang semata-mata berorientasi pada keuntungan pribadi.
D
Ideologi yang kaku dan tidak adaptif terhadap perubahan global menuju pembiaran terhadap pengaruh asing tanpa filter.
E
Semangat juang militan yang bersifat fisik menuju pasifisme absolut yang menolak segala bentuk bela negara.
NO. 210
Link Soal
Nasionalisme Pancasila menekankan persatuan dalam keberagaman, keadilan sosial, dan kedaulatan bangsa. Dalam konteks perkembangan teknologi informasi dan media sosial, muncul berbagai narasi yang mengancam persatuan, seperti hoaks yang memecah belah, ujaran kebencian, dan kampanye disinformasi yang merendahkan simbol negara. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan upaya seorang warga negara dalam mengaktualisasikan nasionalisme Pancasila di era digital?
A
Aktif menyebarkan konten positif tentang pariwisata dan budaya Indonesia di media sosial untuk meningkatkan citra bangsa.
B
Menuntut pemerintah untuk memperketat regulasi internet dan memblokir semua akun penyebar berita bohong tanpa toleransi.
C
Terlibat dalam diskusi daring yang proaktif mengkritisi kebijakan pemerintah demi mendorong transparansi dan akuntabilitas.
D
Membangun literasi digital yang kuat, secara kritis memilah informasi, memverifikasi kebenaran sebelum berbagi, serta aktif melawan narasi destruktif dengan argumen berbasis fakta dan nilai Pancasila.
E
Menjaga jarak dari isu-isu kontroversial di media sosial agar tidak terprovokasi dan fokus pada aktivitas pribadi yang tidak berhubungan dengan politik.