Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 21. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 201
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan keberagaman internal Indonesia, muncul wacana untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri secara eksklusif dan membatasi investasi asing guna melindungi industri lokal. Di sisi lain, ada pandangan bahwa keterbukaan terhadap investasi asing dan persaingan global justru dapat memacu inovasi dan efisiensi, serta membawa manfaat ekonomi jangka panjang bagi bangsa. Berdasarkan pemahaman Anda tentang Nasionalisme Pancasila, manakah sikap yang paling tepat untuk menghadapi dilema kebijakan tersebut?
A
Menutup diri sepenuhnya dari investasi asing dan hanya mengandalkan produk dalam negeri untuk semua sektor, demi kemandirian ekonomi mutlak.
B
Membuka seluas-luasnya keran investasi asing tanpa batasan demi percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan keyakinan bahwa pasar akan mengatur semuanya.
C
Menerapkan kebijakan proteksionisme selektif yang berlandaskan pada kepentingan nasional jangka panjang, sambil tetap membuka ruang kolaborasi dan persaingan sehat dengan pihak asing untuk kemajuan bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri hanya jika kualitasnya setara atau lebih baik dari produk impor, tanpa mempertimbangkan aspek pemberdayaan ekonomi rakyat kecil.
E
Membatasi penggunaan produk dalam negeri hanya untuk sektor strategis militer, sementara sektor lainnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar global.
NO. 202
Link Soal
Dalam peraturan Tanam Paksa (Cultuurstelsel), terdapat ketentuan yang mengatur jika terjadi kegagalan panen. Manakah pernyataan yang benar mengenai aturan tersebut sesuai lembaran negara?
A
Kerusakan tanaman akibat hama ditanggung oleh petani
B
Kegagalan panen karena bencana alam akan diganti oleh pemerintah
C
Segala bentuk kerugian panen ditanggung oleh kepala desa
D
Petani wajib mengganti tanaman yang mati dengan bekerja sukarela
E
Pemerintah tidak menanggung risiko apapun dalam proses penanaman
NO. 203
Link Soal
Pernyataan 'Nasionalisme yang adaptif dalam menghadapi arus globalisasi tidak berarti melunturkan identitas bangsa, melainkan memperkaya dan memperkuatnya dengan nilai-nilai universal yang relevan, tanpa kehilangan jati diri' menggambarkan esensi dari...
A
Konsep chauvinisme yang modern
B
Bentuk nasionalisme sempit dan eksklusif
C
Implementasi paham etnosentrisme
D
Strategi ketahanan nasional yang visioner
E
Wujud nasionalisme inklusif dan transformatif
NO. 204
Link Soal
Di era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi antarnegara dan munculnya isu-isu transnasional seperti perubahan iklim, pandemi, serta digitalisasi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada tantangan baru. Sebagian berpendapat nasionalisme harus lebih inklusif dan adaptif terhadap nilai-nilai universal, sementara yang lain bersikeras pada penguatan identitas dan kepentingan nasional murni. Dalam konteks Indonesia, yang kaya akan keberagaman dan memiliki Pancasila sebagai dasar negara, bagaimana seharusnya nasionalisme diimplementasikan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus berdaya saing di kancah global?
A
Mengedepankan kepentingan nasional absolut di atas segala-galanya, bahkan jika bertentangan dengan konsensus global, demi kedaulatan penuh dan kemandirian.
B
Membuka diri terhadap pengaruh asing dan nilai-nilai universal secara total, sehingga identitas nasional dapat beradaptasi dan berkembang tanpa batasan demi kemajuan global.
C
Memperkuat nasionalisme berbasis nilai-nilai Pancasila yang inklusif, toleran, dan mengedepankan kerja sama internasional tanpa mengorbankan identitas serta kepentingan strategis bangsa.
D
Mengutamakan pembangunan ekonomi domestik dengan membatasi investasi asing dan menolak perjanjian perdagangan internasional yang dianggap merugikan, agar kemandirian ekonomi terjaga sepenuhnya.
E
Mendorong homogenisasi budaya dan bahasa nasional untuk memastikan kesatuan identitas yang solid di tengah keberagaman, agar bangsa lebih kuat menghadapi tantangan global.
NO. 205
Link Soal
Selama masa berdirinya, BPUPKI tercatat telah melaksanakan sidang resmi untuk merumuskan landasan negara sebanyak...
A
3 kali
B
5 kali
C
4 kali
D
2 kali
E
1 kali
NO. 206
Link Soal
Dalam perencanaan pembangunan nasional dikenal istilah PJP (Pembangunan Jangka Panjang). Berapakah rentang waktu yang ditetapkan untuk satu periode PJP?
A
5 Tahun
B
10 Tahun
C
15 Tahun
D
20 Tahun
E
25 Tahun
NO. 207
Link Soal
Andi, seorang mahasiswa generasi Z yang aktif di media sosial, seringkali merasa dilema antara pesatnya arus informasi dan budaya global dengan nilai-nilai luhur bangsanya. Ia melihat tren konsumsi budaya asing yang masif di kalangan teman-temannya, sementara diskursus tentang sejarah nasional sering dianggap 'kuno' atau tidak relevan. Belum lagi, ia juga kerap menjumpai polarisasi tajam dalam perdebatan isu-isu keagamaan di dunia maya yang kadang mengancam kerukunan.
Suatu hari, Andi mengikuti seminar bertema 'Ketahanan Nasional di Era Digital'. Seorang pembicara menarik benang merah semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa dari disinformasi dan perpecahan. Pembicara lain menekankan bahwa rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus termanifestasi dalam tindakan nyata pengorbanan dan dedikasi (patriotisme), bukan hanya simbol-simbol. Terakhir, seorang tokoh agama menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama di tengah keberagaman keyakinan.
Berdasarkan narasi di atas dan refleksi Andi terhadap tantangan yang dihadapinya, sikap paling komprehensif yang sebaiknya dikembangkan Andi untuk mengimplementasikan nasionalisme yang tangguh di era modern adalah...
A
Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda untuk aktif melawan hoaks dan narasi pemecah belah, berpartisipasi dalam pelestarian budaya lokal sembari bersikap terbuka terhadap keragaman global, serta senantiasa mempraktikkan moderasi beragama sebagai wujud konkret menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
B
Mengembangkan apresiasi terhadap produk dan budaya lokal secara eksklusif, serta membatasi interaksi dengan budaya asing untuk menghindari erosi identitas nasional.
C
Mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara mendalam untuk menumbuhkan rasa bangga, serta aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah.
D
Menjaga citra positif bangsa di media sosial dengan mengunggah konten patriotik dan mendukung setiap kebijakan negara tanpa perlu mengkritisi secara terbuka.
E
Fokus pada pengembangan nilai-nilai keagamaan pribadi yang luhur dan menyampaikannya kepada sesama sebagai cara menjaga moral bangsa, sambil menghargai perayaan hari besar nasional.
NO. 208
Link Soal
Sikap atau paham mencintai bangsa dan negara sendiri secara berlebihan sehingga menganggap bangsa lain rendah disebut...
A
Patriotisme
B
Nasionalisme etnis
C
Chauvinisme
D
Nasionalisme sipil
E
Internasionalisme
NO. 209
Link Soal
Secara mitologis, bentuk visual burung Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia diadaptasi dari sosok kendaraan Batara Wisnu yang bernama...
A
Garudeya
B
Dewa Siwa
C
Mpu Tantular
D
Mpu Prapanca
E
Dewi Sartika
NO. 210
Link Soal
Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, Indonesia dihadapkan pada dilema global ketika pandemi COVID-19 memunculkan desakan kuat untuk memprioritaskan kepentingan nasional secara absolut, termasuk potensi pembatasan ketat terhadap impor vaksin dan alat kesehatan demi melindungi kedaulatan dan ekonomi bangsa. Di sisi lain, komunitas internasional menyerukan solidaritas global dan kerja sama lintas batas untuk mengatasi krisis kesehatan bersama. Dalam konteks ini, manakah sikap yang paling mencerminkan nasionalisme Pancasila yang utuh dan kontekstual bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)?
A
Mendukung sepenuhnya pembatasan impor dan memfokuskan sumber daya hanya untuk produksi dalam negeri sebagai manifestasi kemandirian nasional yang mutlak, tanpa melibatkan bantuan eksternal.
B
Mendorong partisipasi aktif Indonesia dalam forum dan inisiatif global untuk kerja sama riset, pengembangan, dan distribusi vaksin, sambil tetap memastikan ketersediaan dan pemerataan akses bagi seluruh rakyat Indonesia.
C
Mengadvokasi sikap netralitas Indonesia dalam isu-isu kesehatan global, dengan fokus utama pada pemulihan ekonomi domestik dan kesejahteraan internal tanpa terlalu banyak terlibat dalam dinamika internasional.
D
Mendesak pemerintah untuk hanya menerima bantuan dari negara-negara sahabat yang memiliki ikatan sejarah atau ideologi yang kuat dengan Indonesia, mengabaikan tawaran dari negara lain yang tidak memiliki koneksi serupa.
E
Menolak segala bentuk bantuan atau kerja sama dengan pihak asing, menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus mampu berdiri sendiri sepenuhnya dalam menghadapi setiap tantangan global, tanpa intervensi apapun.